Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 43 [QS. 18:43]

وَ لَمۡ تَکُنۡ لَّہٗ فِئَۃٌ یَّنۡصُرُوۡنَہٗ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰہِ وَ مَا کَانَ مُنۡتَصِرًا
Walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duunillahi wamaa kaana muntashiran;
Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah;
dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.
―QS. Al Kahfi [18]: 43

Daftar isi

And there was for him no company to aid him other than Allah, nor could he defend himself.
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 43]

وَلَمْ dan tidak

And not
تَكُن ada

was
لَّهُۥ baginya

for him
فِئَةٌ segolongan

a group
يَنصُرُونَهُۥ mereka menolongnya

(to) help him
مِن dari

other than *[meaning includes next or prev. word]
دُونِ selain

other than *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهِ Allah

Allah,
وَمَا dan tidak

and not
كَانَ ada

was
مُنتَصِرًا pertolongan

(he) supported.

Tafsir

Alquran

Surah Al Kahfi
18:43

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 43. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah ﷻ menerangkan bahwa tidak ada segolongan orang pun yang sanggup menolong pemilik kebun itu, baik keluarganya, pengawal, buruh-buruh, anak-anak, atau siapa saja yang tadinya menjadi kebanggaannya.
Hanya Allah yang dapat menolongnya dari kehancuran dan kebinasaan.

Sedangkan orang itu sendiri tidak dapat menolong dirinya sendiri dengan kekuatan yang ada padanya.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 43. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tatkala bencana itu datang, dia tidak lagi mempuyai penolong yang dulu dibangga-banggakannya.
Bahkan dia tidak mampu menolong dirinya sendiri, karena penolong yang sebenarnya hanyalah Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ia tidak memiliki golongan dari orang-orang yang dibangga-banggakannya yang bisa menghalanginya dari azab Allah yang turun kepadanya, dan ia tidak dapat menghalangi dengan diri dan kekuatannya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan tidak ada) dapat dibaca Lam Takun atau Lam Yakun


(bagi dia segolongan pun) sekelompok orang pun


(yang akan menolongnya selain Allah) di waktu kebunnya binasa


(dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya) tak mampu mempertahankannya sendiri sewaktu kebunnya binasa.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…yang akan menolongnya selain Allah, dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.
Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak.


para ahli qiraah berselisih pendapat mengenai waqaf pada firman-Nya:

…dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya di sana.

Yakni di tempat itu yang tertimpa oleh azab Allah, tiada seorang pun yang dapat menyelamatkan harta miliknya dari azab Allah.
Kemudian dimulai lagi dengan ayat baru, yaitu firman-Nya:

Pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak.
(QS. Al-Kahfi [18]: 44)
Akan tetapi, ada sebagian ulama yang mewaqafkan pada firman-Nya:

…dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Kahfi (18) Ayat 43

FI’AH
فِئَة

Arti kata fi’ah adalah sekelompok manusia yang menunjukkan kebolehannya dan mereka saling membantu di antara satu dengan yang lainnya.

Bentuk tunggal fi’ah diulang sebanyak delapan kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 249 (dua kali);
Ali Imran (3), ayat 13;
Al Anfaal (8), ayat 16, 19, 45;
Al Kahfi (18), ayat 43;
Al Qashash (28), ayat 81.

Sedangkan bentuk mutsanna (ganda)-nya fi’atayn dan fi’ataan diulang sebanyak tiga kali, yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 13;
An Nisaa (4), ayat 88;
Al Anfaal (8), ayat 48.

Pada surah Al Qashash (28), ayat 81 diceritakan bahawa ketika Allah menimbun Qarun bersama-sama dengan rumahnya di dalam tanah, maka ia tidak mendapat sebarang golongan (fi’ah) yang bisa menolongnya, baik fi’ah tersebut berupa kawan-kawan sekutu, pembantu-pembantu mahupun tentara.
Hanya Allah lah yang dapat menyelamatkan hamba dari azab dan siksa.

Penggunaan kata fi’ah pada surah Al Kahfi (18), ayat 43 juga hampir sama dengan penggunaannya pada surah Al Qashash (28), ayat 81 di atas.

Pada surah Al Kahfi (18), ayat 43 ini, Allah menceritakan tentang nasib orang kaya pemilik kebun luas yang sombong dengan kekayaan dan anak-anaknya, dia tidak percaya hari kiamat dan tidak mau mensyukuri nikmat Allah.
Kebunnya yang luas itu akhirnya rusak binasa dan tidak dapat menghasilkan buah apa pun.
Allah menegaskan bahawa orang tersebut tidak mendapat sebarang golongan (fi’ah) yang bisa menolongnya, selain daripada Allah; dan ia pula tidak dapat membela dirinya sendiri.

Pada selain dua ayat tersebut kata fi’ah atau fi’atayn digunakan untuk menunjukkan golongan yang bersengketa dengan golongan yang lain, baik itu golongan-golongan tersebut berada dalam satu kelompok tertentu maupun kedua-duanya memang sekumpulan tentara yang siap berhadapan dalam peperangan.

Pada surah An Nisaa (4), ayat 88 Allah melarang orang beriman terpecah menjadi dua golongan (fi’atayn) yang saling berselisih ketika menghadapi orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang menampakkan keislaman pada sisi lahiriahnya namun mereka tidak mau ikut hijrah ke Madinah karena memang hati mereka masih kafir.
Pada mulanya umat Islam berbeda pendapat mengenai mereka, ada yang menganggapnya sebagai orang beriman sehingga tidak boleh diperangi dan ada yang menganggapnya sebagai orang kafir.
Kemudian Allah menegaskan bahawa orang-orang munafik tersebut adalah orang kafir, sehingga tidak boleh dikasihani atau dijadikan penolong, oleh karena itu umat Islam tidak perlu terpecah menjadi dua golongan yang saling berbantahan dalam masalah ini.

Dalam surah Al Baqarah (2), ayat 249 kata fi’ah dikaitkan dengan perkataan sebahagian tentara perang raja Thalut (termasuk juga Nabi Dawud `alaihis salam yang jumlahnya sedikit ketika melawan tentara raja Jalut yang jumlahnya banyak.
Sebahagian pasukan raja Thalut tersebut dengan penuh semangat dan dengan keimanan yang kuat berkata: "Berapa banyak (yang pernah terjadi), golongan yang sedikit (fi’atin qaliilah) berhasil menewaskan golongan yang banyak (fi’atan katsiirah) dengan izin Allah.
Dan akhirnya mereka memperoleh kemenangan dalam perang tersebut.
Perkataan pasukan raja Thalut tersebut juga bersesuaian dengan apa yang terjadi pada perang Badr, di mana jumlah tentara muslim sedikit sedangkan tentara musyrikin sangat banyak.
Meskipun demikian dalam surah Al Anfaal (8), ayat 19 Allah menegaskan bahawa Dia akan selalu menolong orang-orang yang beriman dan golongan angkatan perang kaum musyrikin tidak akan mendapatkan selamat sekalipun mereka sangat banyak.

Kata fi’atayn dan fi’ataan "dua golongan" dalam surah Ali Imran (3), ayat 13 dan Al Anfaal (8), ayat 48 juga masih berkaitan dengan kejadian perang Badr.

Dua golongan yang disebut dalam kedua ayat tersebut adalah tentara muslim yang jumlahnya sedikit dan tentara musyrikin yang jumlahnya banyak semasa perang Badr.
Allah menegaskan bahawa tentara muslim fi’ah berperang di jalan Allah bersama para malaikat, sedangkan tentara musyrikin fi’ah berperang memperjuangkan kekafiran bersama setan yang membujuk dan menyokong mereka, namun kemudian setan berkhianat dan lari dari peperangan setelah melihat para malaikat yang membantu tentara muslimin dalam perang tersebut.

Hampir sama dengan yang di atas, kata fi’ah yang terdapat dalam surah Al Anfaal (8), ayat 16 dan 45 mempunyai arti sekelompok tentara perang, namun ianya disebut untuk menerangkan aturan perang yang harus dipatuhi oleh umat Islam, supaya mereka mendapat kejayaan.

Pada ayat 45 Allah menetapkan aturan-aturan yang mesti dilakukan oleh tentara muslim semasa mereka bertemu dengan sesuatu pasukan musuh (fi’ah), yaitu:
(1). Hendaklah tetap teguh menghadapinya;
(2). Hendaklah banyak menyebut serta ingat kepada Allah;
(3). Hendaklah taat kepada Allah dan Rasul• Nya;
(4). Jangan berbantahbantahan dan bertelingkah;
(5). Bersabar menghadapi segala kesukaran.

Tujuan ditetapkannya aturan ini adalah supaya tentara muslim tidak menjadi lemah semangat dan hilang kekuatan, dengan itu maka mereka akan mendapatkan kemenangan

Sedangkan ayat ke 16 menceritakan tentang strategi perang yang boleh dilakukan oleh tentara muslim.
Tentara muslim sama sekali tidak boleh menghindar dari menghadapi musuh kecuali apabila bermaksud untuk melakukan tipu muslihat perang, yaitu lari ke arah atau ke tempat lain yang lebih strategis dan kemudian menyerang musuh kembali, atau mereka lari dengan maksud bergabung dengan kelompok pasukan muslim yang lain (fi’ah) untuk kemudian menyerang musuh dengan kekuatan pasukan yang lebih besar.
Tindakan seperti itu dibolehkan, karena ianya tidak termasuk melarikan diri dari perang, melainkan maksud tindakan itu adalah untuk mengungguli musuh dan menyusun kekuatan kembali dengan cara menyerang musuh semula dari tempat yang lebih tepat atau bergabung dengan kekuatan kelompok tentara muslim yang lain.
Dengan strategi seperti ini maka kejayaan perang akan terwujud.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:431-433

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadishadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).

Audio

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 43 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 43 - Gambar 2
Statistik QS. 18:43
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.8 (20 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

18:43, 18 43, 18-43, Surah Al Kahfi 43, Tafsir surat AlKahfi 43, Quran Al-Kahf 43, Surah Al Kahfi ayat 43

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 Tauhid RububiyyahTauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu,
dan bertakwalah kepada Allah & ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
QS. Al-Baqarah [2]: 223

Tidakkah kau perhatikan, sungguh Allah masukkan malam ke dalam siang & siang ke dalam malam. Dia tundukkan matahari & bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, & sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan
QS. Luqman [31]: 29

dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya
dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.
QS. Al-Anfal [8]: 26

Hidup ini singkat,
jadi biarkan mereka tertawa sebanyak yang mereka suka di dalamnya.
Tapi ketika kehidupan berakhir & mereka kembali ke Allah Ta’ala,
mereka akan mulai menangis selamanya tanpa akhir.
[Tafsir Ibnu Katsir] ― QS. At-Taubah [9]: 82

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Kamus

santri

Apa itu santri? san.tri (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh … •

isim

Apa itu isim? Pengertian isim adalah kata benda dalam bahasa arab. Secara bahasa adalah yang dinamakan. Para Ulama berpendapat dalam kitab Syarah Mukhtahsar bahwa isim adalah.. “Kata yang mengandung...

Sa’id bin Zaid

Siapa itu Sa’id bin Zaid? Sa’id bin Zaid (bahasa Arab: سعيد بن زيد‎; wafat 51 H (671)) adalah seorang sahabat nabi dari golongan Muhajirin. Nama lengkapnya adalah Sa’id bi...