QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 39 [QS. 18:39]

وَ لَوۡ لَاۤ اِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَکَ قُلۡتَ مَا شَآءَ اللّٰہُ ۙ لَا قُوَّۃَ اِلَّا بِاللّٰہِ ۚ اِنۡ تَرَنِ اَنَا اَقَلَّ مِنۡکَ مَالًا وَّ وَلَدًا
Walaulaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-allahu laa quu-wata ilaa billahi in tarani anaa aqalla minka maaalan wawaladan;

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,
―QS. 18:39
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah pemilik dua kebun ▪ Setiap nabi menerima ujian
18:39, 18 39, 18-39, Al Kahfi 39, AlKahfi 39, Al-Kahf 39

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Yahuza meneruskan kata-katanya kepada saudaranya itu: “Seharusnya kamu mengucapkan syukur kepada Tuhan sewaktu kamu memasuki kebun-kebun dan merasakan kagum terhadap keindahannya.
Mengapa kamu tidak mengucapkan pujian kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah dilimpahkan Nya kepadamu, berupa harta, anak yang banyak yang belum pernah diberikan Nya kepada orang lain.

Katakanlah: “Masya Allah” ketika itu, sebagai tanda pengakuan atas kelemahanmu di hadapan Tuhan, dan bahwa segala yang ada itu tidak mungkin terwujud tanpa izin dan kemurahan Allah subhanahu wa ta’ala Di tangan Nyalah nasib kebun-kebun itu.
Di suburkannya menurut kehendak-Nya ataupun di hancurkan-Nya menurut kehendak-Nya mengapa pula kamu tidak mengucapkan La quwwata illa billahi (tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) sebagai tanda pengakuan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat memakmurkannya dan mengurusnya kecuali dengan pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala Ayat ini mengandung pelajaran tentang zikir yang baik diamalkan.
Nabi Muhammad ﷺ.
bersabda kepada sahabatnya abu Hurairah:

Perhatikanlah! Maukah aku tunjukkan kepadamu suatu perbendaharaan surga yang terletak di bawah arasy?
Aku menjawab, “Ya” Rasulullah berkata, “Supaya kamu membaca La quwata illa billahi”

(H.R.
Imam Ahmad dari Abu Hurairah)

Demikian pula banyak hadis-hadis Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada ummatnya sewaktu mendapat nikmat dari Allah supaya dia mengucapkan bacaan itu.

Rasulullah ﷺ bersabda,

Setiap Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kepada seorang hamba nikmat pada keluarga, harta atau anak, lalu dia mengucapkan “Masya Allah la quwata illa billai” tentulah Allah menghindarkan dia dari segala bencana sampai kematiannya.
Lalu Rasulullah ﷺ membaca ayat 39 surah Al Kahfi ini.

(H.R.
Baihaqi, Ibnu Mardawaih dari Anas r.a.)

Setelah Yahuza selesai menasihati saudaranya, yang kafir itu supaya beriman dan sudah pula dia menjelaskan tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, mulailah dia menanggapi perkataan saudaranya yang membanggakan harta dan orang-orangnya.
Yahuza berkata: “Jika kamu memandang aku lebih miskin dari pada kamu, baik mengenai harta kekayaan, maupun mengenai anak buah, maka tidaklah mengapa bagiku”.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Seandainya saat memasuki kebun dan memperhatikan tanaman yang ada di dalamnya itu kamu mengatakan, ‘Masya Allah! Aku tidak mempunyai kekuasaan untuk mewujudkan semua itu kecuali dengan pertolongan Allah,’ maka hal itu merupakan ungkapan rasa syukur yang dapat menjamin keabadian nikmat- nikmat itu.” Orang yang beriman itu melanjutkan, “Kalaupun kamu melihat diriku lebih miskin dan lebih sedikit anak dan pengikutnya,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mengapa tidak) (kamu katakan sewaktu kamu memasuki kebunmu) sewaktu kamu merasa takjub dengan kebunmu itu, (“Ini adalah apa yang telah dikehendaki oleh Allah, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah?)” di dalam sebuah hadis telah disebutkan, “Barang siapa yang diberi kebaikan (nikmat), baik berupa istri yang cantik lagi saleh atau pun harta benda yang banyak, lalu ia mengatakan, ‘Maasya Allaah Laa Quwwata Illaa Billaah’ (Ini adalah apa yang dikehendaki oleh Allah, dan tiada kekuatan melainkan berkat pertolongan Allah), niscaya ia tidak akan melihat hal-hal yang tidak disukai akan menimpa kebaikan tersebut.

(Jika kamu anggap aku ini) lafal Anaa merupakan dhamir Fashl yang memisahkan antara kedua Maf’u1 (lebih sedikit daripada kamu dalam hal harta dan anak).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mengapa kamu, ketika memasuki kebunmu lalu kamu terpesona dengannya, tidak memuji Allah seraya berkata :
Ini adalah atas kehendak Allah untukku, tiada kekuatan bagiku untuk mendapatkannya kecuali dengan seizin Allah.
Jika kamu melihatku lebih sedikit harta dan anak dibandingkan denganmu,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Lihat tafsir ayat 37


Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 39 - Ade Noor (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 39 - Ade Noor (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.4
Ratingmu: 4.4 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/18-39







Pembahasan ▪ al kahf 39 ▪ ayat 39 surah al kahfi ▪ tiada kekuatan selain kekuatan allah

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta