QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 30 [QS. 18:30]

اِنَّ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اِنَّا لَا نُضِیۡعُ اَجۡرَ مَنۡ اَحۡسَنَ عَمَلًا
Innal-ladziina aamanuu wa’amiluush-shaalihaati innaa laa nudhii’u ajra man ahsana ‘amalaa;

Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
―QS. 18:30
Topik ▪ Hisab ▪ Keadilan Allah dalam menghakimi ▪ Keutamaan nabi Musa as.
18:30, 18 30, 18-30, Al Kahfi 30, AlKahfi 30, Al-Kahf 30

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 30

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 30. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan pahala bagi orang-orang yang beriman kepada Al-Qur’an dan mengamalkan segala perintah Allah dan Rasul dengan sebaik-baiknya, yaitu diberi pahala yang besar.
Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala dari amal kebajikan yang mereka lakukan, dan tidak pula mengurangi hak-hak mereka sedikit pun.
Banyak janji Allah dalam Al-Qur’an kepada orang-orang mukmin di antaranya bilamana mereka melakukan amal kebajikan, sedikit pun Allah tidak akan menyia-nyiakannya.
Setiap amal kebajikan, meskipun hanya sebesar biji sawi, tentu diberi ganjaran oleh Allah subhanahu wa ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
(Al-Zalzalah : 7-8

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada kebenaran agama yang telah diwahyukan kepadamu serta melakukan kebajikan-kebajikan yang telah diperintahkan oleh Tuhannya, sungguh Kami tidak akan menghilangkan pahala atas kebaikan-kebaikan yang telah mereka kerjakan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalnya dengan baik) Jumlah kalimat “Innaa Laa Nudhii’u” berkedudukan menjadi Khabar daripada “Innal Ladziina”.

Di dalam ungkapan ini terkandung pengertian meletakkan isim Zhahir pada tempat isim Mudhmar, makna yang dimaksud adalah Ajrahum atau pahalanya.

Atau dengan kata lain, Kami akan memberi pahala kepada mereka sesuai dengan amal baik mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan amal-amal shalih, mereka mendapatkan pahala paling besar.
Sesungguhnya Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala mereka, dan tidak mengurangi pahala amal yang mereka kerjakan dengan baik.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 30 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 30 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 30 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 27-31 - Kafin Sulthan (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 27-31 - Kafin Sulthan (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 18:30
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.7
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta