Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 24 [QS. 18:24]

اِلَّاۤ اَنۡ یَّشَآءَ اللّٰہُ ۫ وَ اذۡکُرۡ رَّبَّکَ اِذَا نَسِیۡتَ وَ قُلۡ عَسٰۤی اَنۡ یَّہۡدِیَنِ رَبِّیۡ لِاَقۡرَبَ مِنۡ ہٰذَا رَشَدًا
Ilaa an yasyaa-allahu waadzkur rabbaka idzaa nasiita waqul ‘asa an yahdiyani rabbii aqraba min hadzaa rasyadan;
kecuali (dengan mengatakan),
Insya Allah.”
Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah,
“Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”
―QS. Al Kahfi [18]: 24

Daftar isi

Except (when adding),
"If Allah wills."
And remember your Lord when you forget (it) and say,
"Perhaps my Lord will guide me to what is nearer than this to right conduct."
― Chapter 18. Surah Al Kahfi [verse 24]

إِلَّآ melainkan

Except,
أَن bahwa

"If
يَشَآءَ menghendaki

Allah wills." *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

Allah wills." *[meaning includes next or prev. word]
وَٱذْكُر dan ingatlah

And remember
رَّبَّكَ Tuhanmu

your Lord
إِذَا jika

when
نَسِيتَ kamu lupa

you forget
وَقُلْ dan katakanlah

and say,
عَسَىٰٓ mudah-mudahan

"Perhaps
أَن akan

[that]
يَهْدِيَنِ memberi petunjuk kepadaku

will guide me
رَبِّى Tuhanku

my Lord
لِأَقْرَبَ untuk yang lebih dekat

to a nearer (way)
مِنْ dari

than
هَٰذَا ini

this
رَشَدًا petunjuk/kebenaran

right way."

Tafsir Quran

Surah Al Kahfi
18:24

Tafsir QS. Al-Kahfi (18) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah ﷻ menerangkan bahwa jawaban Nabi terhadap pertanyaan orang-orang musyrik Mekah hendaklah disertai dengan kata-kata
"insya Allah"
yang artinya
"jika Allah mengizinkan".
Sebab ada kemungkinan seseorang akan meninggal dunia sebelum hari besok itu datang dan barangkali ada suatu halangan, sehingga dia tidak dapat mengerjakan apa yang diucapkannya itu.

Bilamana dia menyertainya dengan kata insya Allah, tentulah dia tidak dipandang pendusta dalam janjinya.

Sekiranya seseorang terlupa mengucapkan kata-kata insya Allah dalam janjinya, hendaklah dia mengucapkan kalimat itu sewaktu dia teringat kapan saja.

Sebagai contoh pernah Rasul ﷺ mengucapkan kata insya Allah setelah dia teringat.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa beliau mengucapkan,
"Demi Allah pasti akan memerangi Quraisy,"
kemudian beliau diam lalu berkata,
"Insya Allah .
..
..
..
."

Allah ﷻ kemudian menyuruh Rasul-Nya supaya mengharapkan dengan sangat kepada-Nya supaya Allah memberikan petunjuk kepada beliau ke jalan yang lebih dekat kepada kebaikan dan lebih kuat untuk dijadikan alasan bagi kebenaran agama.
Allah ﷻ telah memenuhi harapan Nabi ﷺ tersebut dengan menurunkan kisah nabi-nabi beserta umat mereka masing-masing pada segala zaman.
Dari kisah nabi-nabi dan umatnya itu, umat Islam memperoleh pelajaran yang sangat berfaedah bagi kehidupan mereka dunia dan akhirat.

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Kecuali jika kamu mengaitkannya dengan kehendak Allah dengan mengatakan,
"Insya Allah (jika Allah menghendaki hal itu terjadi)."
Apabila kamu melupakan sesuatu, maka tutupilah kekurangan dirimu dengan mengingat Allah.


Katakan pula jika kamu berniat untuk melakukan suatu pekerjaan, dan kamu telah mengaitkannya dengan kehendak Tuhan,
"Semoga Tuhan memberikan perkenan kepadaku untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih terarah dari apa yang kuinginkan."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kecuali bila kamu menggantungkan ucapanmu dengan masyi’ah,yaitu dengan mengucapkan Insya Allah.
Ingatlah Rabb-mu, ketika lupa mengucapkan Insya Allah setiap kali kamu lupa, maka ingatlah Allah Karena mengingat Allah akan menghilangkan kelupaan, dan katakanlah:
Mudah-mudahan Rabb-ku akan memberiku petunjuk kepada jalan paling dekat yang mengantarkan kepada kebenaran dan petunjuk.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kecuali dengan menyebut
"Insya Allah") artinya, mengecualikannya dengan menggantungkan hal tersebut kepada kehendak Allah, seumpamanya kamu mengatakan Insya Allah


(Dan ingatlah kepada Rabbmu) yaitu kepada kehendak-Nya seraya menggantungkan diri kepada kehendak-Nya


(jika kamu lupa) ini berarti jika ingat kepada kehendak-Nya sesudah lupa, sama dengan ingat kepada kehendak-Nya sewaktu mengatakan hal tersebut.
Hasan dan lain-lainnya mengatakan,
"Selagi seseorang masih dalam majelisnya"


(dan katakanlah,
"Mudah-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat daripada ini) yaitu berita tentang Ashhabul Kahfi untuk menunjukkan kebenaran kenabianku


(kebenarannya") yakni petunjuk yang lebih benar, dan memang Allah memperkenankan hal tersebut.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.

menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah apabila kamu lupa mengucapkan pengecualian (Insya Allah), maka sebutkanlah pengecualian itu saat kamu ingat kepadanya.
Demikianlah menurut Abul Aliyah dan Al-Hasan Al-Basri.


Hasyim telah meriwayatkan dari Al-A’masy, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan seorang lelaki yang bersumpah bahwa ia boleh mengucapkan Insya Allah sekalipun dalam jarak satu tahun lamanya, dan ia mengucapkan firman-Nya:

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.
Maksudnya, mengucapkan kata Insya Allah itu.
Dikatakan kepada Al-A’masy,
"Apakah engkau mendengarnya dari Mujahid?"
Al-A’masy menjawab bahwa telah menceritakan kepadanya Lais ibnu Abu Sulaim, dan mengatakan bahwa Kisai mempunyai pendapat yang sama dengan ini.


Imam Tabrani telah meriwayatkannya melalui hadis Abu Mu’awiyah, dari Al-A’masy dengan sanad yang sama.


Pada garis besarnya pendapat Ibnu Abbas mengatakan bahwa seseorang masih boleh mengucapkan Insya Allah, sekalipun lamanya satu tahun dari sumpahnya itu.
Dengan kata lain, apabila ia bersumpah, lalu berlalu satu tahun dan ia baru teringat bahwa ketika bersumpah ia belum menyebut kalimat Insya Allah, maka hendaklah ia menyebutkannya saat ingat.

Menurut tuntunan sunnah, hendaknya orang yang bersangkutan mengucapkan Insya Allah agar ia beroleh pahala karena mengerjakan anjuran sunah, sekalipun hal ini dilakukannya sesudah sumpahnya dilanggar.
Demikianlah menurut pendapat Ibnu Jarir rahimahullah.
Dan ia memberikan ulasan dalam nasnya, bahwa kalimat Insya Allah itu bukan dimaksud untuk menghapus sangsi kifarat sumpah yang dilanggarnya.
Apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini merupakan takwil yang benar terhadap pendapat Ibnu Abbas.

Ikrimah telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.
Bahwa makna yang dimaksud dengan iza nasita ialah bila kamu marah.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Haris Al-Jabali, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Saleh, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Muslim, dari Abdul Aziz ibnu Husain, dari Ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu,
"Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, kecuali (dengan menyebut), ‘Insya Allah‘.

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.
Yaitu dengan cara menyebut kalimat Insya Allah

Imam Tabrani telah meriwayatkan pula melalui Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.
Maksudnya, jika kamu lupa mengucapkan kalimat Insya Allah, maka sebutkanlah kalimat itu jika kamu ingat.
Kemudian Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa hal ini hanya khusus bagi Rasulullah ﷺ, tidak diperbolehkan bagi seorang pun dari kita mengucapkan kalimat istisna (Insya Allah) ini kecuali bila berhubungan langsung dengan sumpahnya (yakni tidak ada jarak pemisah).
Imam Tabrani mengatakan bahwa hal ini diriwayatkan secara munfarid oleh Al-Walid, dari Abdul Aziz ibnul Husain.

Makna ayat mengandung takwil lain, yaitu bahwa melalui ayat ini Allah memberikan petunjuk kepada seseorang yang lupa akan sesuatu dalam pembicaraannya, agar ia mengingat Allah subhanahu wa ta’ala karena sesungguhnya lupa itu bersumber dari setan.
Seperti yang disebutkan oleh pemuda yang menemani Musa, yang perkataannya disitir oleh Allah subhanahu wa ta’ala melalui firman-Nya:

dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan.
(QS. Al-Kahfi [18]: 63)

Sedangkan mengingat Allah itu dapat mengusir setan.
Apabila setan telah pergi, maka lenyaplah lupa itu.
Zikrullah atau mengingat Allah adalah penyebab bagi sadarnya ingatan dari keterlupaannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:

Dan ingatlah Tuhanmu jika kamu lupa.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan katakanlah,
"Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini."

Artinya, apabila kamu ditanya tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka mintalah kepada Allah tentang jawabannya, dan mohonlah kepada-Nya dengan segenap jiwa ragamu agar Dia memberimu taufik ke jalan yang benar dan diberi petunjuk jawabannya.
Menurut pendapat yang lain, menafsirkan ayat dengan tafsiran yang lain daripada ini.

Unsur Pokok Surah Al Kahfi (الكهف)

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua" dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya: "Penghuni-penghuni gua".

Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung iktibar dan pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadishadis Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

▪ Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan.
▪ Dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berubah untuk selama-lamanya.
▪ Kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu untuk menulisnya.
▪ Kepastian datangnya hari berbangkit.
Alquran adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan.

Hukum:

▪ Dasar hukum wakalah (berwakil).
▪ Larangan membangun tempat ibadah di atas kubur.
Hukum membaca "Insya Allah".
▪ Perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan.
▪ Kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

▪ Cerita Ashabul kahfi.
▪ Cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lainnya mukmin.
▪ Cerita Nabi Musa `alaihis salam dengan Khidhr `alaihis salam.
▪ Cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

▪ Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada-Nya.
▪ Kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu).
Adab sopan-santun antara murid dengan guru.
▪ Beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerintah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio Murottal

QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 110 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kahfi (18) : 1-110 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 110

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kahfi ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Kahfi ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 18:24
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, “Gua”) disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Alquran yang membelah isi Alquran menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra’
Surah selanjutnya Surah Maryam
Sending
User Review
4.5 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

18:24, 18 24, 18-24, Surah Al Kahfi 24, Tafsir surat AlKahfi 24, Quran Al-Kahf 24, Surah Al Kahfi ayat 24

Video Surah

18:24


More Videos

Kandungan Surah Al Kahfi

۞ QS. 18:2 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:3 • Keabadian surga • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 18:4 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 18:5 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:7 • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Mempersiapkan diri menghadapi kematian • Macam-macam fitnah

۞ QS. 18:8 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:10 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:13 Ar Rabb (Tuhan) • Bertambah dan berkurangnya iman • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:14 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:15 • Mendustai Allah

۞ QS. 18:16 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap orang mukmin terhadap fitnah

۞ QS. 18:17 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:18 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 18:19 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 18:21 • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kepastian hari kiamat

۞ QS. 18:22 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:23 • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 18:24 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 18:26 Tauhid Uluhiyyah • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Al Wali (Maha Pelindung) •

۞ QS. 18:27 Ar Rabb (Tuhan) • Al Qur’an terpelihara dari penyelewengan • Ketentuan Allah tak dapat dihindari

۞ QS. 18:28 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 18:29 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Makanan dan minuman ahli neraka • Manusia antara memilih dan dipaksa

۞ QS. 18:30 • Pahala iman • Keadilan Allah dalam menghakimi • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Menghitung amal kebaikan •

۞ QS. 18:31 • Pahala iman • Nama-nama surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga • Pakaian ahli surga

۞ QS. 18:35 • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:36 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:37 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:38 Tauhid Rububiyyah • Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 18:39 • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 18:40 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:41 • Kekuasaan Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:42 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 18:44 • Memohon hanya kepada Allah • Al Haq (Maha Benar) • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 18:45 • Kekuasaan Allah • Al Muqtadir (Maha Kuasa)

۞ QS. 18:46 Ar Rabb (Tuhan) • Macam-macam fitnah • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan •

۞ QS. 18:47 • Kekuasaan Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka •

۞ QS. 18:48 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:49 Ar Rabb (Tuhan) • Lembaran catatan amal perbuatan • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 18:50 Ar Rabb (Tuhan) • Iblis, bagian dari Jin • Sifat iblis dan pembantunya • Bebas dari kekafiran dan orang-orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:51 Tauhid Rububiyyah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 18:52 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 18:53 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat neraka

۞ QS. 18:55 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:56 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:57 Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Dosa terbesar

۞ QS. 18:58 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 18:59 • Azab orang kafir

۞ QS. 18:63 • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 18:65 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:79 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:80 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 18:81 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:82 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:84 • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 18:87 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 18:88 • Pahala iman • Nama-nama surga • Beriman berarti menjaga harta dan darah • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 18:91 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 18:95 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:98 • Kasih sayang Allah yang luas • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat •

۞ QS. 18:99 • Munculnya Ya’juj dan Ma’juj sebelum kiamat • Peniupan sangkakala • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 18:100 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 18:101 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:102 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 18:103 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 18:104 • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:105 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 18:106 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 18:107 • Pahala iman • Nama-nama surga • Perbedaan derajat di surga • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan

۞ QS. 18:108 • Keabadian surga • Sifat ahli surga

۞ QS. 18:109 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 18:110 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wahid (Maha Esa) • Mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

Ayat Pilihan


maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan & ketakwaannya.
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
QS. Asy-Syams [91]: 8-10

Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya.
Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
QS. Al-Hajj [22]: 18

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman & beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya.
QS. At-Talaq [65]: 11

Sungguh akan Kami beri cobaan padamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan berikan berita gembira pada orang sabar. yang bila ditimpa musibah mereka mengucap Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
QS. Al-Baqarah [2]: 155-156

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

+

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus Istilah Islam

kauman

Apa itu kauman? ka.um.an wilayah, biasanya di sekitar masjid yang penduduknya beragama Islam … •

isim

Apa itu isim? Pengertian isim adalah kata benda dalam bahasa arab. Secara bahasa adalah yang dinamakan. Para Ulama berpendapat dalam kitab Syarah Mukhtahsar bahwa isim adalah.. “Kata yang mengandung...

qiraah

Apa itu qiraah? qi.ra.ah hal-hal yang berhubungan dengan cara pembacaan Alquran; pembacaan ayat-ayat Alquran; Ar bacaan … •