QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 23 [QS. 18:23]

وَ لَا تَقُوۡلَنَّ لِشَایۡءٍ اِنِّیۡ فَاعِلٌ ذٰلِکَ غَدًا
Walaa taquulanna lisyai-in innii faa’ilun dzalika ghadan;

Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu:
“Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi,
―QS. 18:23
Topik ▪ Takdir ▪ Segala sesuatu ada takdirnya ▪ Nabi-nabi Bani Israel
18:23, 18 23, 18-23, Al Kahfi 23, AlKahfi 23, Al-Kahf 23

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 23

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 23. Oleh Kementrian Agama RI

Sewaktu kaum musyrikin mengajukan kepada Nabi Muhammad ﷺ tiga buah pertanyaan itu, saran dari pendeta-pendeta Yahudi di Madinah, pertama tentang Ashabul Kahfi, kedua tentang Zulkarnain dan ketiga tentang roh, maka beliau mengatakan: “Besok pagi saya akan menjawab apa yang kalian tanyakan”.
Beliau tidak menyelipkan dalam perkataannya kata “Insya Allah”.
Sebelum Allah mengakhiri cerita Ashabul Kahfi, maka dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta’ala memperingatkan Rasul Nya, hendaknya beliau tidak mengulangi ucapan demikian itu.
Tidaklah patut beliau mengucapkan janji atau suatu pernyataan untuk suatu pekerjaan dengan pasti berkata: “Besok pagi akan kukerjakan”,
padahal seharusnya beliau mengetahui bahwa tidak seorangpun yang tahu dengan pasti yang akan terjadi besok pagi.

Firman Allah:

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.
(Q.S.
Lukman: 34)

Apa yang beliau janjikan kepada kaum musyrikin itu, ternyata lima belas hari kemudian baru beliau dapat memenuhinya, yakni sesudah wahyu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu diturunkan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jangan sekali-kali kamu berkata mengenai suatu perbuatan yang akan kamu lakukan, “Aku pasti akan dapat melakukannya kelak.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu) tentang sesuatu (Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi) lafal Ghadan artinya di masa mendatang.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Janganlah kamu mengatakan terhadap sesuatu yang kamu tekadkan untuk melakukannya :
Sesungguhnya aku akan melakukan hal itu besok,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberi petunjuk kepada Rasul-Nya tentang etika bila hendak mengerjakan sesuatu yang telah ditekadkannya di masa mendatang, hendaklah ia mengembalikan hal tersebut kepada kehendak Allah subhanahu wa ta’ala Yang mengetahui hal yang gaib, Yang mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, dan yang mengetahui apa yang tidak akan terjadi, seandainya terjadi bagaimana akibatnya.

Dalam kitab Sahihain telah disebutkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, dari Ra­sulullah ﷺ yang telah bersabda bahwa Sulaiman ibnu Daud ‘alaihis salam pernah mengatakan, “Sungguh saya akan menggilir ketujuh puluh orang istriku malam ini.” Menurut riwayat lain sembilan puluh orang istri, dan menurut riwayat yang lainnya lagi seratus orang istri.
Dengan tujuan agar masing-masing istri akan melahirkan seorang anak lelaki yang kelak akan berperang di jalan Allah.
Maka dikatakan kepada Sulaiman, yang menurut riwayat lain malaikat berkata kepadanya, “Katakanlah, ‘Insya Alldh’,” tetapi Sulaiman tidak menurutinya.

Sulaiman menggilir mereka dan ternyata tiada yang mengandung dari mereka kecuali hanya seorang istri yang melahirkan setengah manu­sia.
Setelah menceritakan kisah itu Rasulullah ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman-Nya, seandainya dia mengucapkan, “Insya Allah” (jika Allah menghendaki), dia tidak akan melanggar sumpahnya dan akan meraih apa yang diinginkannya.
Dan dalam riwayat yang lain disebutkan: Dan sungguh mereka (anak-anaknya) akan berperang di jalan Allah semuanya dengan mengendarai kuda.

Dalam permulaan surat ini telah disebutkan latar belakang penyebab tu­runnya ayat ini, yaitu dalam pembahasan sabda Nabi ﷺ ketika ditanya mengenai kisah para pemuda penghuni gua, yaitu sabda Nabi ﷺ yang mengatakan: Besok aku akan menjawab (pertanyaan) kalian.
Kemudian wahyu datang terlambat sampai lima belas hari.
Kami telah menyebutkan hadis tersebut secara rinci mencakup semua keterangannya, sehingga tidak perlu diutarakan lagi di sini.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Kahfi (18) Ayat 23

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat, “..dan mereka tinggal di dalam gua..”.
turun, lalu seseorang bertanya,”Ya Rasulullah, tahun atau bulan?”.
Maka Allah menurunkan ayat, “tiga ratus tahun dan ditambah Sembilan tahun”.
Ibnu Jarir meriwayatkannya juga dari ad-Dhahhak.
Ibnu Mardawaih juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi ﷺ mengeluarkan sebuah sumpah, kemudian setelah berlalu empat puluh hari, maka Allah menurunkan ayat ini.

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 23 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 23 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 23 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 23-24 - Ge Pamungkas (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 23-24 - Ge Pamungkas (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.6
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/18-23









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta