QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 20 [QS. 18:20]

اِنَّہُمۡ اِنۡ یَّظۡہَرُوۡا عَلَیۡکُمۡ یَرۡجُمُوۡکُمۡ اَوۡ یُعِیۡدُوۡکُمۡ فِیۡ مِلَّتِہِمۡ وَ لَنۡ تُفۡلِحُوۡۤا اِذًا اَبَدًا
Innahum in yazhharuu ‘alaikum yarjumuukum au yu’iiduukum fii millatihim walan tuflihuu idzan abadan;

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya”.
―QS. 18:20
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Kahfi ▪ Hewan melata
18:20, 18 20, 18-20, Al Kahfi 20, AlKahfi 20, Al-Kahf 20

Tafsir surah Al Kahfi (18) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian penghuni gua itu meneruskan lagi pembicaraannya kepada kawan-kawannya berkenaan dengan penugasan salah seorang temannya untuk pergi ke kota.
Dia memperingatkan jika sampai penduduk kota itu yang menurut perkiraannya masih orang-orang kafir mengetahui tempat persembunyian mereka, tentulah mereka akan dipaksa lagi untuk mengikuti agama berhala; jika mereka menolak tentulah akan dibunuh dengan lemparan batu, suatu cara pembunuhan pada masa dahulu bagi mereka yang berani melawan politik raja atau agama negara.
Kota yang akan didatangi itu ialah kota Afasus dan rajanya menurut persangkaan mereka masih Decyanus yang lalim itu.
Padahal raja itu tidak ada lagi, karena dia berkuasa pada berabad-abad yang silam.
Jika sekiranya terjadi mereka dipaksa lagi untuk memeluk agama Decyanus itu, maka mereka tidak akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan untuk selama-lamanya, baik dalam kehidupan duniawi ataupun ukhrawi.
Orang yang menganut suatu agama karena dipaksa, maka pada mulanya jituanya menolak segala ketentuan-ketentuan dari agama itu, tetapi lama-kelamaan kemungkinan besar jituanya tidak akan menolak dan seterusnya memandang balk agamanya yang baru itu.
Maka jika terjadi demikian itu sesat dan sengsaralah dia untuk selama-lamanya, tetapi bilamana seseorang dipaksa dengan ancaman pindah kepada kafir, lalu dia melahirkan kekafirannya, tapi batinnya tetap Islam, dan sampai akhir hayatnya tidak pernah memandang baik agama yang dipaksakan itu, maka dia tetap dalam Islam.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika mereka sampai mengetahui rahasia ini, lanjut orang itu, “mereka pasti akan membunuh kita, merajam kita dengan batu sampai mati, atau memaksa kita dengan kekerasan untuk kembali kepada kesyirikan.
Apabila kalian menuruti kemauan mereka, maka kalian tidak akan mendapatkan keuntungan di dunia dan di akhirat.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempat kalian, niscaya mereka akan melempar kalian dengan batu) niscaya mereka akan membunuh kalian dengan lemparan batu (atau memaksa kalian kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kalian tidak akan beruntung) yakni jika kalian kembali kepada agama mereka (selama-lamanya)”.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya kaum kalian apabila melihat kalian, niscaya mereka akan melempari kalian dengan batu untuk membunuh kalian, atau mengembalikan kalian kepada agama kmereka, lalu kalian menjadi orang-orang kafir.
Jika kalian melakukan demikian, maka kalian tidak akan mendapatkan keinginan kalian berupa masuk surga selama-lamanya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kepada seorang pun.
Sesungguhnya jika mereka dapat menge­tahui tempat kalian, niscaya mereka akan melempar kalian dengan batu.

Yaitu jika mereka dapat mengetahui tempat tinggal kalian.

niscaya mereka akan melempar kalian dengan batu atau me­maksa kalian kembali kepada agama mereka.

Yang dimaksud dengan mereka ialah para pembantu Dekianius.
Para pemuda itu sangat takut kepada mereka bila mereka mengetahui tempat tinggalnya.
Mereka pasti akan menyiksa para pemuda itu dengan berbagai macam siksaan hingga para pemuda itu mau kembali kepada agama mereka, atau kalau menolak, para pemuda itu pasti mati.
Dan jika para pemuda itu menyetujui kembali kepada agama mereka, tentulah para pemuda itu tidak akan mendapat keberuntungan, baik di dunia maupun di akhirat.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

…dan jika demikian, niscaya kalian tidak akan beruntung selama-lamanya.


Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai “Al Kahfi” artinya “Gua ” dan “Ashhabul Kahfi” yang artinya:
“Penghuni-penghuni gua”.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i’tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta’ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur’an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca “Insya Allah”
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima’afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu’min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya’juj dan Ma’juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Kahfi (18) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Kahfi - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 110 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 18:20
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kahfi.

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.9
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta