Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 17


وَ تَرَی الشَّمۡسَ اِذَا طَلَعَتۡ تَّزٰوَرُ عَنۡ کَہۡفِہِمۡ ذَاتَ الۡیَمِیۡنِ وَ اِذَا غَرَبَتۡ تَّقۡرِضُہُمۡ ذَاتَ الشِّمَالِ وَ ہُمۡ فِیۡ فَجۡوَۃٍ مِّنۡہُ ؕ ذٰلِکَ مِنۡ اٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ مَنۡ یَّہۡدِ اللّٰہُ فَہُوَ الۡمُہۡتَدِ ۚ وَ مَنۡ یُّضۡلِلۡ فَلَنۡ تَجِدَ لَہٗ وَلِیًّا مُّرۡشِدًا
Watarasy-syamsa idzaa thala’at tazaawaru ‘an kahfihim dzaatal yamiini wa-idzaa gharabat taqridhuhum dzaatasy-syimaali wahum fii fajwatin minhu dzalika min aayaatillahi man yahdillahu fahuwal muhtadi waman yudhlil falan tajida lahu walii-yan mursyidan;

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.
Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah.
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
―QS. 18:17
Topik ▪ Kisah-kisah ▪ Kisah Ashabul Kahfi ▪ Pengukuhan kenabian dengan mukjizat
18:17, 18 17, 18-17, Al Kahfi 17, AlKahfi 17, Al-Kahf 17
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah para pemuda itu berbincang-bincang tentang kaum serta diri mereka sendiri, lalu mereka memutuskan pendirian untuk uzlah ke dalam gua di sebuah gunung yang mereka sepakati, maka Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat ini menerangkan keadaan tempat perlindungan mereka ini.
Pintu gua itu menghadap ke utara.
Di pagi hari matahari terbit dari arah timur dan di sore hari matahari condong ke barat menyilang pintu gua itu.
Sehingga dengan demikian cahaya matahari hanya mengenai langsung pintu gua dari samping kiri dan kanan.
Penghuni-penghuni gua itu sendiri tidak kena sinar matahari meskipun mereka berada di tempat yang luas.
Ruangan gua itu mendapat cahaya matahari yang membias dari mulut gua.
Maka ruangan itu tidaklah gelap dan selalu memperoleh udara yang sejuk.
Mengenai tempat letak gua ini bermacam-macam para ahli tafsir.
Ada yang mengatakan, gua itu di daerah dekat Aelia (Yerusalem) di Palestina.
Ibnu Ishak mengatakan di Nanawa, yaitu suatu kota lama di daerah Mousi.
Ada pula yang mengatakan di negeri Romawi.
Pada keterangan di atas disebutkan bahwa kisah-kisah ini terjadi kota Masus, ini adalah, menurut yang diriwayatkan dari bangsa Arab.
Akan tetapi sampai sekarang tidak terdapat bukti yang kuat di mana sebenarnya tempat gua itu.
Sekiranya ada faedahnya tentulah Rasulullah ﷺ akan memberitahukan tempat itu.

Beliau bersabda:

Aku tidak meninggalkan sesuatupun yang dapat mendekatkan kamu ke surga dan menjauhkan kamu dari neraka, melainkan tentulah aku jelaskan kepadamu sesuatu itu.
(H.R.
Ibnu Ishak)

Demikian itulah tanda-tanda kekuasaan Allah yang diperlihatkan Nya kepada hamba-hambanya yang beriman.
Segala peristiwa yang dialami oleh anak-anak remaja itu, sejak mereka memperoleh hidayah ke jalan tauhid, bermusuhan dengan kaumnya dan keluarganya, tanpa mengindahkan kepentingan mereka pribadi padahal mereka masih muda-muda, kemudian mereka memilih dengan tepat sebuah gua yang sehat untuk tempat tinggal mereka, selanjutnya mereka bangun kembali sesudah 300 tahun lebih lamanya berada dalam keadaan tertidur di dalam gua itu, kesemuanya menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala yang terdapat dalam alam ini.
Tetapi semua tanda-tanda itu hanyalah dapat dihayati oleh mereka yang diberi taufik oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menerima petunjuk kepada jalan kebenaran seperti pemuda-pemuda penghuni gua itu.
Merekalah orang-orang yang memperoleh petunjuk dan dengan tepat memilih jalan kebenaran sehingga oleh karenanya mereka berbahagia dalam kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Mereka telah mencapai dan menghayati segala rahmat dan pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala yang sebelumnya selalu mereka harap-harapkan.
Berbeda halnya dengan mereka ialah orang-orang yang tidak memperoleh petunjuk.
Mereka ini adalah orang-orang yang sesat jalan karena salah pilih.
Kesediaannya yang jelek, kecondongannya kepada nafsu duniawi menyebabkan dia salah dalam memilih jalan kebenaran.
Mereka terjerumus ke dalam kesesatan jalan yang tidak membawa kebahagiaan.
Allah menyesatkan karena memang demikian keadaannya.
Bagi mereka ini sangatlah sukar untuk menemukan pembimbing yang mengembalikannya ke jalan yang lurus dan melepaskan dia dari kesesatan, karena iman dan ingkar itu terletak pada kehendak Tuhan.
Dia memberi taufik kepada hamba Nya yang dikehendaki Nya dan membiarkan orang yang dikehendaki Nya.

Dengan penjelasan ayat ini, Rasulullah ﷺ merasa terhibur dan tambah sadar, sesungguhnya dia tidak perlu berduka cita atas sikap kaumnya yang menjauhkan diri dari ajaran dan anjurannya ke jalan Allah subhanahu wa ta'ala

Al Kahfi (18) ayat 17 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 17 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Gua tempat persembunyian mereka itu berada pada sebuah gunung.
Gua itu menghadap ke utara, memiliki celah yang cukup lebar bagi keluar masuknya angin yang sedang berhembus.
Apabila matahari terbit dari arah timur, bias cahayanya akan condong ke arah mereka.
Dan jika tenggelam, matahari akan melewati dari arah kiri mereka, dan sinarnya yang panas tidak akan masuk ke dalam gua.
Dengan begitu mereka tidak merasakan panasnya sinar, sebaliknya merasakan kesejukan angin.
Semua itu adalah bukti- bukti kekuasaan Allah.
Barangsiapa mendapatkan perkenan Allah untuk mengetahui bukti-bukti kekuasaan Allah, maka dia akan mendapat petunjuk.
Dan barangsiapa yang tidak mendapatkan perkenan-Nya, niscaya dia tidak akan mendapati pembimbing.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong) Lafal Tazaawaru dapat dibaca dengan memakai Tasydid atau Takhfif, artinya melenceng (dari gua mereka ke sebelah kanan) ke arah sebelah kanan (dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri) yakni membiarkan mereka dan melewati mereka, hingga sinar matahari sama sekali tidak mengenai mereka (sedangkan mereka berada di tempat yang luas dalam gua itu) yakni gua yang luas, sehingga mereka selalu mendapatkan tiupan angin yang segar lagi menyejukkan.
(Itu) yakni hal yang telah disebutkan (adalah sebagian tanda-tanda Allah) bukti-bukti yang menunjukkan akan kekuasaan-Nya.
(Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika mereka melakukan demikian, maka Allah menidurkan mereka dan menjaga mereka.
Kamu, wahai orang yang menyaksikan mereka, melihat matahari ketika terbit dari timur, condong dari tempat mereka ke sebelah kanan.
Sementara ketika terbenam, matahari meninggalkan mereka ke sebelah kiri, sedang mereka berada dalam tempat yang luas di gua itu.
Mereka tidak terkena sengatan matahari, dan udara tidak terputus dari mereka.
Apa yang Kami perbuat terhadap para pemuda itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah.
Barangsiapa yang diberi taufik oleh Allah untuk mendapatkan petunjuk lewat ayat-ayat-Nya, maka dialah yang mendapat taufik kepada kebenaran.
Sebaliknya, barangsiapa yang tidak diberi taufik untuk mendapatkan petunjuk, maka kamu tidak akan mendapati baginya seorang penolong pun yang dapat membimbingnya untuk mendapatkan kebenaran; karena taufik (memberi petunjuk) dan penelantaran itu berada di tangan Allah semata.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Di dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa pintu gua itu menghadap ke arah utara, karena Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan bahwa saat sinar matahari pagi masuk ke dalamnya condong ke arah kanan.
Hal ini disebutkan oleh firman-Nya:

...ke sebelah kanan.

Yakni bayangan condong ke arah kanan gua.
Ibnu Abbas, Sa'id ibnu Jubair dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Tazawaru," yang artinya condong.
Demikian itu karena setiap kali mata­hari bertambah tinggi, maka sinarnya yang masuk ke dalam gua itu makin menyurut, sehingga manakala matahari sampai di pertengahan langit, maka tidak ada seberkas sinar pun yang langsung menyinari gua itu.
Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

...dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke arah sebe­lah kiri.

Maksudnya, sinar matahari masuk ke dalam gua mereka dari arah kiri pintunya, sedangkan pintu gua itu berada di sebelah timurnya (yakni arah yang berlawanan).
Pengertian ini menunjukkan bahwa apa yang kami katakan adalah benar, bahwa pintu gua itu menghadap ke arah utara.
Hal ini dapat dimengerti oleh orang yang merenungkannya secara menda­lam serta berpengetahuan tentang arsitek dan falak.

Dengan kata lain, seandainya pintu gua itu menghadap ke arah timur, tentulah sinar matahari tidak akan masuk ke dalamnya di saat matahari tenggelam.
Seandainya pintu gua itu menghadap ke arah kiblat, tentulah sinar matahari tidak akan dapat memasukinya, baik di saat terbit maupun di saat tenggelam, bayangan pintu gua pun tidak akan condong, baik ke arah kanan maupun ke arah kiri.
Dan seandainya pintu gua itu menghadap ke arah barat, tentu sinar matahari di saat terbitnya tidak dapat masuk ke dalam gua, melainkan baru memasukinya setelah matahari tergelincir dari tengah langit hingga terbenam.
Dengan demikian, berarti pintu gua itu jelas menghadap ke arah utara, seperti yang telah kami sebutkan di atas.

Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Taqriduhum," artinya menjauhi mereka.
Allah subhanahu wa ta'ala telah memberitahukan kepada kita hal tersebut dan Dia bermaksud agar kita memahami dan merenungkannya, sekalipun Dia tidak menyebutkan kepada kita tentang tempat gua itu berada, yakni di negeri mana adanya.
Sebab tidak ada faedahnya bagi kita untuk mengetahuinya dan tidak ada kaitannya dengan tujuan syariat kita.

Gua tempat para pemuda itu mengungsi kini telah diketemukan oleh para arkeolog Arab.
Ternyata gua itu berada di negeri Yordania, dekat dengan ibu kota negeri itu, (pent.).

Sebagian ulama tafsir ada yang memaksakan diri, lalu mereka me­ngemukakan pendapat-pendapatnya.
Dalam riwayat yang terdahulu dari Ibnu Abbas telah disebutkan bahwa gua tersebut berada di dekat Ailah.
Ibnu Ishaq mengatakan, gua tersebut berada di dekat Nainawi.
Menurut pendapat yang lainnya, gua tersebut berada di negeri Romawi, dan penda­pat lainnya lagi mengatakan bahwa gua itu berada di negeri Balkan.

Memang di masa Ibnu Kasir menulis kitab tafsirnya ini gua tersebut masih misteri, tetapi Alhamdulillah sekarang tempat mereka telah dikete­mukan berkat usaha pencarian yang gigih dari tim arkeolog Arab negeri Yordania.
Sekarang gua itu ternyata ditemukan berada di negeri Yordania, bahkan tidak jauh dari kota Amman, ibu kota Yordania, (pent.).

Selanjutnya Ibnu Kasir mengatakan, seandainya mengetahui gua itu mengandung maslahat agama bagi kita, tentulah Allah dan Rasul-Nya memberikan petunjuk kepada kita tempat gua itu berada.
Karena Rasulullah ﷺ sendiri telah bersabda:

Aku tidak meninggalkan sesuatu pun yang mendekatkan kalian kepada surga dan menjauhkan kalian dari neraka, melainkan aku beritahukan kalian mengenainya.

Allah subhanahu wa ta'ala hanya memberitahukan kepada kita tentang ciri khas gua itu, tidak menyebutkan tempat keberadaannya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka.

Menurut Malik, dari Ibnu Zaid ibnu Aslam, makna tazawaru artinya condong.

...ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri, sedangkan mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu.

Yakni mereka berada di bagian dalam gua itu di tempat yang luas, terhindar dari sengatan matahari, sebab seandainya sinar matahari mengenai tubuh mereka, tentulah panasnya yang menyengat, membakar tubuh dan pakaian mereka, menurut Ibnu Abbas.

Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah.

Allah telah menunjukkan gua itu kepada mereka yang membuat mereka tetap hidup, sedangkan matahari dan angin masuk ke dalam gua itu agar tubuh mereka tetap utuh.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Allah.

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk., hingga akhir ayat.

Yakni Allah-lah yang telah memberi petunjuk para pemuda itu ke jalan yang lurus di antara kaumnya.
Karena sesungguhnya orang yang diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk sesungguhnya.
Dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 17 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 17



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah18
Nama SurahAl Kahfi
Arabالكهف
ArtiPenghuni-penghuni Gua
Nama lainAl-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu69
JuzJuz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat110
Jumlah kata1589
Jumlah huruf6550
Surah sebelumnyaSurah Al-Isra'
Surah selanjutnyaSurah Maryam
4.6
Rating Pembaca: 4.6 (8 votes)
Sending







✔ mayahdilahu fahuwamuhtadi