[wpdreams_ajaxsearchpro id=1]
Al Kahfi

Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) surah 18 ayat 104


اَلَّذِیۡنَ ضَلَّ سَعۡیُہُمۡ فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا وَ ہُمۡ یَحۡسَبُوۡنَ اَنَّہُمۡ یُحۡسِنُوۡنَ صُنۡعًا
Al-ladziina dhalla sa’yuhum fiil hayaatiddunyaa wahum yahsabuuna annahum yuhsinuuna shun’an;

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
―QS. 18:104
Topik ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
18:104, 18 104, 18-104, Al Kahfi 104, AlKahfi 104, Al-Kahf 104
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Kahfi (18) : 104. Oleh Kementrian Agama RI

Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam menghimpun kebaikan di dunia, mereka melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perbuatan yang diridai Allah dan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya.
Kemudian ternyata bahwa mereka telah berbuat keliru dan menempuh jalan yang sesat sehingga amal perbuatannya yang telah mereka kerjakan itu tidak memberi manfaat sedikitpun bagaikan debu yang terbang habis di hembus angin.

Al Kahfi (18) ayat 104 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Kahfi (18) ayat 104 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Kahfi (18) ayat 104 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka adalah orang-orang yang rusak amal perbuatannya dalam kehidupan dunia karena keyakinan mereka yang tidak benar, sementara mereka masih menyangka telah berbuat dengan sebaik-baiknya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini) amal perbuatan mereka batil tidak diterima (sedangkan mereka menyangka) menduga (bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya) yang pasti mereka akan menerima pahala karenanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka adalah orang-orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia (yaitu kaum musyrik kaummu dan selain mereka yang tersesat dari jalan yang lurus, sehingga mereka tidak berada diatas petunjuk dan kebenaran) sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berlaku baik dalam amal perbuatan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini

Karena amal-amal mereka batil, bukan pada jalan yang diperintahkan oleh syariat, yakni tidak diridai dan tidak diterima.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Yakni mereka mengira bahwa dirinya berpegang pada sesuatu dan bahwa amal mereka diterima lagi disukai.

Informasi Surah Al Kahfi (الكهف)
Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.

Dinamai "Al Kahfi" artinya "Gua " dan "Ashhabul Kahfi" yang artinya:
"Penghuni-penghuni gua".
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang bebe­rapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.

Selain cerita tersebut, ter­dapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pe­lajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia.
Banyak hadist-hadist Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.

Keimanan:

Kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala untuk memberi daya hidup pada manusia diluar hukum kebiasaan
dasar-dasar Tauhid serta keadilan Allah subhanahu wa ta'ala tidak berobah untuk se­lama-lamanya
kalimat-kalimat Allah (imu-Nya) amat luas sekali, meliputi segala sesuatu, sehingga manusia tidak mampu buat menulisnya
kepastian datangnya hari berbangkit
Al Qur'an adalah kitab suci yang isinya bersih dari kekacauan dan kepalsuan

Hukum:

Dasar hukum wakalah (berwakil)
larangan membangun tempat ibadah di atas kubur
hukum membaca "Insya Allah"
perbuatan salah yang dilakukan karena lupa adalah dima'afkan
kebolehan merusak suatu barang untuk menghindarkan bahaya yang lebih besar.

Kisah:

Cerita Ashabul kahfi
cerita dua orang laki-laki yang seorang kafir dan yang lain­nya mu'min
cerita Nabi Musa a.s. dengan Khidhr a.s.
cerita Dzulqarnain dengan Ya'juj dan Ma'juj.

Lain-lain:

Beberapa pelajaran yang dapat diambil dari cerita-cerita dalam surat ini antara lain tentang kekuatan iman kepada Allah subhanahu wa ta'ala serta ibadah yang ikhlas kepada­ Nya
kesungguhan seseorang dalam mencari guru (ilmu)
adab sopan-santun antara murid dengan guru
dan beberapa contoh tentang cara memimpin dan memerin­tah rakyat, serta perjuangan untuk mencapai kebahagiaan rakyat dan negara.


Gambar Kutipan Surah Al Kahfi Ayat 104 *beta

Surah Al Kahfi Ayat 104



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Kahfi

Surah Al-Kahf (bahasa Arab:الكهف, al-Kahf, "Gua") disebut juga Ashabul Kahf adalah surah ke-18 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Dinamai Al-Kahf dan Ashabul Kahf yang artinya Penghuni-Penghuni Gua.
Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surah ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda (The Seven Sleepers) yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.
Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung pelajaran-pelajaran yang berguna untuk kehidupan manusia.
Terdapat beberapa hadits Rasulullah ﷺ yang menyatakan keutamaan membaca surah ini.

Dalam surat ini terdapat titik tengah Al-Qur'an yang membelah isi Al-Qur'an menjadi dua bagian.

Nomor Surah 18
Nama Surah Al Kahfi
Arab الكهف
Arti Penghuni-penghuni Gua
Nama lain Al-Hāila, Ashabul Khaf
(Penghuni-Penghuni Gua)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 69
Juz Juz 15 (1-74) sampai juz 16 (ayat 75-110)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 110
Jumlah kata 1589
Jumlah huruf 6550
Surah sebelumnya Surah Al-Isra'
Surah selanjutnya Surah Maryam
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (11 votes)
Sending








[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku