Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Kaafiruun (Orang-orang kafir) - surah 109 ayat 5 [QS. 109:5]

وَ لَاۤ اَنۡتُمۡ عٰبِدُوۡنَ مَاۤ اَعۡبُدُ ؕ
Walaa antum ‘aabiduuna maa a’bud(u);
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
―QS. Al Kaafiruun [109]: 5

Daftar isi

Nor will you be worshippers of what I worship.
― Chapter 109. Surah Al Kaafiruun [verse 5]

وَلَآ dan bukanlah

And not
أَنتُمْ kamu

you
عَٰبِدُونَ menyembah

(are) worshippers
مَآ apa

(of) what
أَعْبُدُ aku sembah

I worship.

Tafsir Quran

Surah Al Kaafiruun
109:5

Tafsir QS. Al-Kafirun (109) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi ﷺ dengan yang disembah oleh orang-orang kafir, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan dalam hal ibadah.
Tuhan yang disembah Nabi Muhammad adalah Tuhan yang Mahasuci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu.

Sedangkan
"Tuhan"
yang mereka sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas.
Lagi pula ibadah nabi hanya untuk Allah saja, sedang ibadah mereka bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadah.

Pengulangan pernyataan yang sama seperti yang terdapat dalam ayat 3 dan 5 adalah untuk memperkuat dan membuat orang yang mengusulkan kepada Nabi ﷺ berputus asa terhadap penolakan Nabi menyembah tuhan mereka selama setahun.
Pengulangan seperti ini juga terdapat dalam Surah Ar-Rahman [55] dan Al-Mursalat [77].

Hal ini adalah biasa dalam bahasa Arab.

Tafsir QS. Al Kaafiruun (109) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dan kalian juga bukan penyembah seperti penyembahanku yaitu bertauhid.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan kalian juga tidak menyembah apa yang aku sembah di masa mendatang.
Ayat-ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang tertentu dari kalangan kaum musyrik.


Allah tahu bahwa mereka tidak akan beriman selama-lamanya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan kalian tidak mau pula menyembah) di masa mendatang


(Tuhan yang aku sembah) Allah subhanahu wa ta’ala telah mengetahui melalui ilmu-Nya, bahwasanya mereka di masa mendatang pun tidak akan mau beriman.
Disebutkannya lafal Maa dengan maksud Allah adalah hanya meninjau dari segi Muqabalahnya.
Dengan kata lain, bahwa Maa yang pertama tidaklah sama dengan Maa yang kedua.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(5-6)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan kalian tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
(QS. Al-Kafirun [109]: 5)

Artinya, kalian tidak mau menuruti perintah-perintah Allah dan syariat-Nya dalam beribadah kepada-Nya, melainkan kalian telah membuat-buat sesuatu dari diri kalian sendiri sesuai hawa nafsu kalian.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.
(QS. An-Najm [53]: 23)

Maka Rasulullah ﷺ berlepas diri dari mereka dalam semua yang mereka kerjakan;
karena sesungguhnya seorang hamba itu harus mempunyai Tuhan yang disembahnya dan cara ibadah yang ditempuhnya.
Rasul dan para pengikutnya menyembah Allah sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh-Nya.
Untuk itulah maka kalimah Islam ialah ‘Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah.’ Dengan kata lain, tiada yang berhak disembah selain Allah, dan tiada jalan yang menuju kepada-Nya selain dari apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ Sedangkan orang-orang musyrik menyembah selain Allah dengan cara penyembahan yang tidak diizinkan oleh Allah.
Karena itulah maka Rasulullah ﷺ berkata kepada mereka, sesuai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala:

Untuk kalianlah agama kalian dan untukkulah agamaku.
(QS. Al-Kafirun [109]: 6)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah,
"Bagiku pekerjaanku dan bagi kalian pekerjaan kalian.
Kalian berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kalian kerjakan."
(QS. Yunus [10]: 41)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

bagi kami amalan kami dan bagi kalian amalan kalian.
(QS. Al-Baqarah [2]: 139)

Imam Bukhari mengatakan bahwa dikatakan:
Untukmulah agamamu.
(QS. Al-Kafirun [109]: 6)
Yakni kekafiran.
dan untukkulah agamaku.
(QS. Al-Kafirun [109]: 6)
Yaitu agama Islam, dan tidak disebutkan dini, karena akhir semua ayat memakai huruf nun, maka huruf ya-nya dibuang.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain:


maka Dialah yang menunjuki aku.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 78)


Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:


Dialah Yang menyembuhkan aku.
(QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80)

Selain Imam Bukhari mengatakan bahwa sekarang aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, dan aku tidak akan pula memenuhi ajakan kalian.dalam sisa usiaku, dan kalian tidak akan menyembah Tuhan yang aku sembah.
Mereka adalah orang-orang yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan Alquran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka.
(QS. Al-Ma’idah [5]: 64)

Ibnu Jarir telah menukil dari sebagian ahli bahasa Arab bahwa ungkapan seperti ini termasuk ke dalam Bab
"Taukid (Pengukuhan)"
sebagaimana yang terdapat di dalam firman-Nya:

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan ilu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
(QS. Alam Nasyrah [94]: 5-6)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.
(QS. At-Takatsur [102]: 6-7)

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh sebagian dari mereka —seperti Ibnul Juzi dan lain-lainnya— dari Ibnu Qutaibah;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kesimpulan dari pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa ada tiga pendapat sehubungan dengan makna ayat-ayat surat ini.
Pendapat yang pertama adalah sebagaimana yang telah kami kemukakan di atas.
Pendapat yang kedua adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan lain-lainnya dari ulama tafsir, bahwa makna yang dimaksud dari firman-Nya:
aku tidak pernah menyembah apa yang kalian sembah.
Dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
(QS. Al-Kafirun [109]: 2-3)
Ini berkaitan dengan masa lalu, sedangkan firman-Nya:
Dan aku bukan penyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukanpulapenyembah Tuhan yang aku sembah.
(QS. Al-Kafirun [109]: 4-5)
Ini berkaitan dengan masa mendatang.

Dan pendapat yang ketiga mengatakan bahwa hal tersebut merupakan taukid (pengukuhan kata) semata.


Masih ada pendapat lainnya, yaitu pendapat keempat;
pendapat ini didukung oleh Abu Abbas ibnu Taimiyah dalam salah satu karya tulisnya.
Disebutkan bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya:
aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah.
(QS. Al-Kafirun [109]: 2)
menafikan perbuatan karena kalimatnya adalah jumlah fi’liyyah, sedangkan firman-Nya:
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kalian sembah.
(QS. Al-Kafirun [109]: 4)
menafikan penerimaan tawaran tersebut secara keseluruhan, karena makna jumlah ismiyah yang dinafikan pengertiannya lebih kuat daripada jumlah fi ‘liyah yang dinafikan.
Jadi, seakan-akan yang dinafikan bukannya hanya perbuatannya saja, tetapi juga kejadiannya dan pembolehan dari hukurn syara’.
Pendapat ini dinilai cukup baik pula;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Imam Abu Abdullah Asy-Syafii dan lain-lainnya telah menyimpulkan dari ayat ini, yaitu firman-Nya:
Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.
(QS. Al-Kafirun [109]: 6)
sebagai suatu dalil yang menunjukkan bahwa kufur itu semuanya sama saja, oleh karenanya orang Yahudi dapat mewaris dari orang Nasrani;
begitu pula sebaliknya, jika di antara keduanya terdapat hubungan nasab atau penyebab yang menjadikan keduanya bisa saling mewaris.
Karena sesungguhnya semua agama selain Islam bagaikan sesuatu yang tunggal dalam hal kebatilannya.

Imam Ahmad ibnu Hambal dan ulama lainnya yang sependapat dengannya mengatakan bahwa orang Nasrani tidak dapat mewaris dari orang Yahudi, demikian pula sebaliknya.
Karena ada hadis yang diriwayatkan dari Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Dua orang pemeluk agama yang berbeda tidak dapat saling mewaris di antara keduanya.

Unsur Pokok Surah Al Kaafiruun (الكافرون)

Surat Al Kaafiruun terdiri atas 6 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Maa’uun.

Dinamai "Al Kaafiruun" (orang-orang kafir), diambil dari perkataan "Al Kaafiruun" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Pernyataan bahwa Tuhan yang disembah Nabi Muhammad ﷺ dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir, dan Nabi Muhammad ﷺ tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang-orang kafir.

Ayat-ayat dalam Surah Al Kaafiruun (6 ayat)

1 2 3 4 5 6

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Kaafiruun (109) : 1-6 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 6 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Kaafiruun (109) : 1-6 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 6

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Kaafiruun ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Kaafiruun ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 109:5
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Kaafiruun.

Surah Al-Kafirun (bahasa Arab:الكافرون) adalah surah ke-109 dalam Alquran.
Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah.
Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini.
Pokok isi surat ini adalah tidak diizinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama.

Latar belakang.
Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy yang menentang Rasulullah ﷺ tak henti-hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka.
Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan proposal kompromi kepada Rasulullah ﷺ di mana mereka menawarkan: jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam.
Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu.

Nomor Surah 109
Nama Surah Al Kaafiruun
Arab الكافرون
Arti Orang-orang kafir
Nama lain Al-Jahd • Al-Ibadah • Al-Musyaqsyaqah.
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 18
Juz Juz 30
Jumlah ruku’ 1 ruku’
Jumlah ayat 6
Jumlah kata
Jumlah huruf
Surah sebelumnya Surah Al-Kausar
Surah selanjutnya Surah An-Nasr
Sending
User Review
4.5 (27 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

109:5, 109 5, 109-5, Surah Al Kaafiruun 5, Tafsir surat AlKaafiruun 5, Quran Al Kafirun 5, Al-Kafirun 5, Surah Al Kafirun ayat 5

Video Surah

109:5


More Videos

Ayat Pilihan

Katakanlah,
“Cukuplah Allah bagiku.”
Kepada-Nya-lah bertawakal orang-orang yang berserah diri.
QS. Az-Zumar [39]: 38

Orang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga, pintu-pintu telah terbuka & berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya:
“Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”
QS. Az-Zumar [39]: 73

Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya,
sampai Allah memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.
QS. An-Nur [24]: 33

Engkau masukkan malam ke dalam siang & Engkau masukkan siang ke dalam malam.
Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati,
Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.
Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)
QS. Ali ‘Imran [3]: 27

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

+

Array

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus Istilah Islam

Hadits Gharib

Apa itu Hadits Gharib? Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya. Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri seba...

ilmu fikih

Apa itu ilmu fikih? pengetahuan tentang kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tentang hukum syarak … •

kias

Apa itu kias? ki.as perbandingan ; ibarat; contoh yang telah ada ; berita itu hendaklah diambil kias nya saja; sindiran; ia sama sekali tidak merasakan kias temannya itu; contoh yang telah ada; a...