QS. Al Jumu’ah (Hari Jum’at) – surah 62 ayat 5 [QS. 62:5]

مَثَلُ الَّذِیۡنَ حُمِّلُوا التَّوۡرٰىۃَ ثُمَّ لَمۡ یَحۡمِلُوۡہَا کَمَثَلِ الۡحِمَارِ یَحۡمِلُ اَسۡفَارًا ؕ بِئۡسَ مَثَلُ الۡقَوۡمِ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ
Matsalul-ladziina hummiluuttauraata tsumma lam yahmiluuhaa kamatsalil himaari yahmilu asfaaran bi-asa matsalul qaumil-ladziina kadz-dzabuu biaayaatillahi wallahu laa yahdiil qaumazh-zhaalimiin(a);

Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.
Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu.
Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
―QS. 62:5
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Tugas-tugas malaikat
62:5, 62 5, 62-5, Al Jumu’ah 5, AlJumuah 5, Al-Jumuah 5, Al Jumuah 5, Al-Jumu’ah 5

Tafsir surah Al Jumu'ah (62) ayat 5

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jumu’ah (62) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menyatakan kemurkaan-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah diturunkan kepada mereka kitab Taurat untuk diamalkan, tetapi mereka tidak melaksanakan isinya.
Mereka itu tidak ada bedanya dengan keledai yang memikul kitab yang banyak, tetapi tidak mengetahui apa yang dipikulnya itu.
Bahkan mereka lebih bodoh lagi dari keledai, karena keledai itu memang tidak mempunyai akal untuk memahaminya, sedangkan mereka itu mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakan.
Di sisi lain, ketika menggunakan akal, mereka menggunakannya untuk menyelewengkan Taurat dengan mengurangi, menambah, mengubah, atau menakwilkannya kepada arti yang mereka inginkan.
Keadaan mereka itu digambarkan dalam ayat ini, sebagai berikut:

Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lengah.

(Q.S. Al-A’raf [7]: 179)

Alangkah buruknya perumpamaan yang diberikan kepada mereka.
Itu tidak lain karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang dibawa oleh rasul mereka.
Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim terhadap dirinya sendiri, yang bergelimang dosa sehingga matanya tidak dapat melihat cahaya kebenaran.
Hatinya merana tidak dapat merasakan hal-hal yang benar, bahkan dia berada dalam kegelapan yang menyebabkannya tidak dapat melihat jalan sampai kepada sasaran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Perumpamaan orang-orang Yahudi yang mengetahui Tawrat dan mendapat beban untuk mengamalkannya kemudian tidak melakukannya adalah seperti keledai yang membawa banyak buku tetapi tidak mengerti isinya.
Alangkah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Allah tidak berkenan memberi petunjuk kepada orang-orang yang selalu berbuat zalim.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya kitab Taurat) mereka yang dibebani untuk mengamalkannya (kemudian mereka tidak memikulnya) tidak mengamalkannya, antara lain, mereka tidak beriman kepada perkara yang menyangkut sifat-sifat Nabi ﷺ sebagai nabi yang akan datang padahal telah terkandung di dalamnya.

Mereka itu (adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab) yang dimaksud dengan sifir-sifir adalah kitab-kitab, dalam arti kata keledai itu tidak dapat memanfaatkannya.

(Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah) yang membenarkan Nabi ﷺ Sedangkan subjek yang dicelanya tidak disebutkan, lengkapnya, seburuk-buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah adalah perumpamaan ini.

(Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang lalim) yaitu kaum yang kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mencela orang-orang Yahudi yang telah diberi kitab Taurat dan telah Dia bebankan kepada mereka kitab Taurat itu untuk diamalkan.
Kemudian mereka tidak mengamalkannya, perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan keledai yang dipikulkan di atas punggungnya kitab-kitab yangtebal.
Makna yang dimaksud ialah keledai itu tidak dapat memahami kitab-kitab yang dipikulnya dan tidak mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, karena keledai hanya bisa memikulnya saja tanpa dapat membedakan muatan apa yang dibawanya.

Demikian pula halnya dengan mereka yang telah diberi Al-Kitab, mereka hanya dapat menghafalnya secara harfiyah, tetapi tidak memahaminya dan tidak pula rfiengamalkan pesan-pesan dan perintah-perintah serta larangan-larangan yang terkandung di dalamnya.
Bahkan mereka menakwilkannya dengan takwilan yang menyimpang dan menggantinya dengan yang lain.
Keadaan mereka jauh lebih buruk daripada keledai, karena keledai adalah hewan yang tidak berakal, sedangkan mereka adalah makhluk yang berakal, tetapi tidak menggunakannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebihsesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 179)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu.
Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(Q.S. Al-Jumu’ah [62]: 5)

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, dari Mujalid, dari Asy-Sya’bi, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Barang siapa yang berbicara pada hari Jumat, padahal imam sedang berkhotbah, maka perumpamaannya sama dengan keledai yang memikul kitab-kitab yang tebal.
Dan orang yang berkata kepadanya, “Diamlah!” Maka tiada (pahala) Jumat baginya.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Jumu'ah (62) Ayat 5

ASFAAR
أَسْفَار

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya terbagi dua.

Pertama, as sifr artinya kitab, kitab yang besar atau bahagian dari kitab Taurat.

Kedua, as safar, artinya jauh perjalanan atau waktu baru saja matahari terbenam.

Dalam syara’, ia bermaksud keluar dengan tujuan musafir selama tiga hari tiga malam yang menjadi sebab keringanan bagi mengqasarkan shalat empat rakaat.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Saba’ (34), ayat 19;
-Al Jumu’ah (62), ayat 5.

Lafaz dalam bentuk jamak ini mempunyai dua makna.

Pertama, ia bermaksud perjalanan sebagaimana disebut dalam surah Saba’. Ayat ini menerangkan kekufuran dan sikap melampaui batas dalam mengkufuri nikmat Allah dan bosan dengan kerehatan. Mereka meminta kepada Allah untuk menjauhkan di antara kampung-­kampung mereka yang berdekatan supaya dapat berjalan di padang pasir yang tandus sehingga menambah jauh perjalanan. Maka Allah mengabulkan doa mereka dengan menghancurkan kampung-kampung itu sehingga menjadi padang pasir yang sangat tandus.

ASy Syawkani berkata,
“Sesungguhnya Allah menjauhkan jarak perjalanan mereka. Padahal ia berdekatan dengan kampung-kampung, pohon dan air. Hal ini mengisyaratkan kepada kesombongan mereka.”

Az Zamakhsyari berkata,
“Permintaan mereka itu seperti permintaan Bani Israil yang meminta bawang putih dan bawang merah sebagai nikmat pengganti roti dan madu (al manna wa as salwa)”

Kedua, ia bermakna bahagian dari kitab Taurat, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al Jumu’ah. Ibn Katsir berkata,
”Ayat ini adalah celaan bagi orang Yahudi yang diturunkan kepada mereka kitab Taurat dan disuruh mengamalkannya. Namun, mereka tidak mengamalkannya sehingga mereka diibaratkan seperti keledai yang membawa kitab yang tidak tahu kandungannya. Begitu juga mereka yang menghafalnya, tetapi tidak memahami dan mengamalkan kandungannya, malah mengubah dan menyelewengkannya. Mereka itu lebih hina dari keledai karena keledai tidak faham isi kitab sedangkan mereka mempunyai kefahaman, namun tidak menggunakannya.

Oleh karena itu, Allah menyatakan dalam ayat­ Nya, “Mereka itu seperti binatang ternak, malah mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang yang lalai.”

Ibn Qutaibah orang Yahudi membawa kitab Taurat dan tidak mengamalkannya. Mereka seperti keledai yang membawa kitab ilmu tetapi tidak memlkirkannya”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:70-71

Informasi Surah Al Jumu'ah (الجمعة)
Surat Al Jumu’ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat As Shaf.

Nama surat Al Jumu’ah diambil dari kata Al Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya:
“hari Jum’at”.

Keimanan:

Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umurnnya, di antaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut
mengajak orang-orang mu’min supaya ta’at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jumu'ah (11 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jumu'ah (62) ayat 5 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jumu'ah (62) ayat 5 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jumu'ah (62) ayat 5 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jumu'ah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 11 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 62:5
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jumu'ah.

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini.
Al-Jumu'ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini.

Nomor Surah 62
Nama Surah Al Jumu'ah
Arab الجمعة
Arti Hari Jum’at
Nama lain -
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 110
Juz Juz 28
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 177
Jumlah huruf 767
Surah sebelumnya Surah As-Saff
Surah selanjutnya Surah Al-Munafiqun
4.7
Ratingmu: 4.7 (9 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/62-5







Pembahasan ▪ perumpamaan keledai ▪ qs 62 5

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta