Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jumu'ah (Hari Jum’at) - surah 62 ayat 5 [QS. 62:5]

مَثَلُ الَّذِیۡنَ حُمِّلُوا التَّوۡرٰىۃَ ثُمَّ لَمۡ یَحۡمِلُوۡہَا کَمَثَلِ الۡحِمَارِ یَحۡمِلُ اَسۡفَارًا ؕ بِئۡسَ مَثَلُ الۡقَوۡمِ الَّذِیۡنَ کَذَّبُوۡا بِاٰیٰتِ اللّٰہِ ؕ وَ اللّٰہُ لَا یَہۡدِی الۡقَوۡمَ الظّٰلِمِیۡنَ
Matsalul-ladziina hummiluuttauraata tsumma lam yahmiluuhaa kamatsalil himaari yahmilu asfaaran bi-asa matsalul qaumil-ladziina kadz-dzabuu biaayaatillahi wallahu laa yahdiil qaumazh-zhaalimiin(a);
Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.
Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

―QS. Al Jumu’ah [62]: 5

Daftar isi

The example of those who were entrusted with the Torah and then did not take it on is like that of a donkey who carries volumes (of books).
Wretched is the example of the people who deny the signs of Allah.
And Allah does not guide the wrongdoing people.
― Chapter 62. Surah Al Jumu’ah [verse 5]

مَثَلُ perumpamaan

(The) likeness
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

(of) those who
حُمِّلُوا۟ (mereka) dipikulkan

were entrusted
ٱلتَّوْرَىٰةَ taurat

(with) the Taurat
ثُمَّ kemudian

then
لَمْ tidak

not
يَحْمِلُوهَا mereka memikulnya

they bore it,
كَمَثَلِ seperti

(is) like
ٱلْحِمَارِ keledai

the donkey
يَحْمِلُ memikul/membawa

who carries
أَسْفَارًۢا kitab yang tebal

books.
بِئْسَ sangat buruk

Wretched is
مَثَلُ perumpamaan

(the) example
ٱلْقَوْمِ kaum

(of) the people
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

who
كَذَّبُوا۟ (mereka) mendustakan

deny
بِـَٔايَٰتِ pada ayat-ayat

(the) Signs
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
لَا tidak

(does) not
يَهْدِى memberi petunjuk

guide
ٱلْقَوْمَ kaum

the people,
ٱلظَّٰلِمِينَ orang-orang yang zalim

the wrongdoers.

Tafsir Quran

Surah Al Jumu’ah
62:5

Tafsir QS. Al-Jumu’ah (62) : 5. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menyatakan kemurkaan-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah diturunkan kepada mereka kitab Taurat untuk diamalkan, tetapi mereka tidak melaksanakan isinya.
Mereka itu tidak ada bedanya dengan keledai yang memikul kitab yang banyak, tetapi tidak mengetahui apa yang dipikulnya itu.

Bahkan mereka lebih bodoh lagi dari keledai, karena keledai itu memang tidak mempunyai akal untuk memahaminya, sedangkan mereka itu mempunyai akal, tetapi tidak dipergunakan.
Di sisi lain, ketika menggunakan akal, mereka menggunakannya untuk menyelewengkan Taurat dengan mengurangi, menambah, mengubah, atau menakwilkannya kepada arti yang mereka inginkan.

Keadaan mereka itu digambarkan dalam ayat ini, sebagai berikut:

اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ

Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lengah.
(Al-A’raf [7]: 179)

Alangkah buruknya perumpamaan yang diberikan kepada mereka.
Itu tidak lain karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah yang dibawa oleh rasul mereka.

Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim terhadap dirinya sendiri, yang bergelimang dosa sehingga matanya tidak dapat melihat cahaya kebenaran.
Hatinya merana tidak dapat merasakan hal-hal yang benar, bahkan dia berada dalam kegelapan yang menyebabkannya tidak dapat melihat jalan sampai kepada sasaran.

Tafsir QS. Al Jumu’ah (62) : 5. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Perumpamaan orang-orang Yahudi yang mengetahui Tawrat dan mendapat beban untuk mengamalkannya kemudian tidak melakukannya adalah seperti keledai yang membawa banyak buku tetapi tidak mengerti isinya.
Alangkah buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah.


Allah tidak berkenan memberi petunjuk kepada orang-orang yang selalu berbuat zalim.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Perumpamaan orang-orang Yahudi yang dibebani mengamalkan Taurat kemudian tidak mengamalkannya adalah seperti keledai yang membawa kitabkitab dan ia tidak mengetahui isi kandungannya.
Amat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu.


Mereka yang tidak dapat mengambil manfaat darinya, Allah tidak memberi taufik kepada kaum yang zalim yang melanggar batasan-Nya, mereka yang keluar dari ketaatan kepada-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya kitab Taurat) mereka yang dibebani untuk mengamalkannya


(kemudian mereka tidak memikulnya) tidak mengamalkannya, antara lain, mereka tidak beriman kepada perkara yang menyangkut sifat-sifat Nabi ﷺ sebagai nabi yang akan datang padahal telah terkandung di dalamnya.
Mereka itu


(adalah seperti keledai yang membawa kitabkitab) yang dimaksud dengan sifir-sifir adalah kitabkitab, dalam arti kata keledai itu tidak dapat memanfaatkannya.


(Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah) yang membenarkan Nabi ﷺ Sedangkan subjek yang dicelanya tidak disebutkan, lengkapnya, seburuk-buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah adalah perumpamaan ini.


(Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang lalim) yaitu kaum yang kafir.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, mencela orang-orang Yahudi yang telah diberi kitab Taurat dan telah Dia bebankan kepada mereka kitab Taurat itu untuk diamalkan.
Kemudian mereka tidak mengamalkannya, perumpamaan mereka dalam hal ini sama dengan keledai yang dipikulkan di atas punggungnya kitabkitab yangtebal.
Makna yang dimaksud ialah keledai itu tidak dapat memahami kitabkitab yang dipikulnya dan tidak mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, karena keledai hanya bisa memikulnya saja tanpa dapat membedakan muatan apa yang dibawanya.

Demikian pula halnya dengan mereka yang telah diberi Al-Kitab, mereka hanya dapat menghafalnya secara harfiyah, tetapi tidak memahaminya dan tidak pula rfiengamalkan pesan-pesan dan perintah-perintah serta larangan-larangan yang terkandung di dalamnya.
Bahkan mereka menakwilkannya dengan takwilan yang menyimpang dan menggantinya dengan yang lain.
Keadaan mereka jauh lebih buruk daripada keledai, karena keledai adalah hewan yang tidak berakal, sedangkan mereka adalah makhluk yang berakal, tetapi tidak menggunakannya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat yang lain:

Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebihsesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.
(QS. Al-A’raf [7]: 179)

Dan dalam surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu.
Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 5)

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Namir, dari Mujalid, dari Asy-Sya’bi, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang berbicara pada hari Jumat, padahal imam sedang berkhotbah, maka perumpamaannya sama dengan keledai yang memikul kitabkitab yang tebal.
Dan orang yang berkata kepadanya,
"Diamlah!"
Maka tiada (pahala) Jumat baginya.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jumu’ah (62) Ayat 5

ASFAAR
أَسْفَار

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya terbagi dua.

Pertama, as sifr artinya kitab, kitab yang besar atau bahagian dari kitab Taurat.

Kedua, as safar, artinya jauh perjalanan atau waktu baru saja matahari terbenam.

Dalam syara’, ia bermaksud keluar dengan tujuan musafir selama tiga hari tiga malam yang menjadi sebab keringanan bagi mengqasarkan shalat empat rakaat.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Saba’ (34), ayat 19;
• Al Jumu’ah (62), ayat 5.

Lafaz dalam bentuk jamak ini mempunyai dua makna.

Pertama, ia bermaksud perjalanan sebagaimana disebut dalam surah Saba’.
Ayat ini menerangkan kekufuran dan sikap melampaui batas dalam mengkufuri nikmat Allah dan bosan dengan kerehatan.
Mereka meminta kepada Allah untuk menjauhkan di antara kampung-kampung mereka yang berdekatan supaya dapat berjalan di padang pasir yang tandus sehingga menambah jauh perjalanan.
Maka Allah mengabulkan doa mereka dengan menghancurkan kampung-kampung itu sehingga menjadi padang pasir yang sangat tandus.

ASy Syawkani berkata,
"Sesungguhnya Allah menjauhkan jarak perjalanan mereka.
Padahal ia berdekatan dengan kampung-kampung, pohon dan air.
Hal ini mengisyaratkan kepada kesombongan mereka."

Az Zamakhsyari berkata,
"Permintaan mereka itu seperti permintaan Bani Israil yang meminta bawang putih dan bawang merah sebagai nikmat pengganti roti dan madu (al manna wa as salwa)"

Kedua, ia bermakna bahagian dari kitab Taurat, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al Jumu’ah.
Ibnu Katsir berkata,
”Ayat ini adalah celaan bagi orang Yahudi yang diturunkan kepada mereka kitab Taurat dan disuruh mengamalkannya.
Namun, mereka tidak mengamalkannya sehingga mereka diibaratkan seperti keledai yang membawa kitab yang tidak tahu kandungannya.
Begitu juga mereka yang menghafalnya, tetapi tidak memahami dan mengamalkan kandungannya, malah mengubah dan menyelewengkannya.
Mereka itu lebih hina dari keledai karena keledai tidak faham isi kitab sedangkan mereka mempunyai kefahaman, namun tidak menggunakannya.

Oleh karena itu, Allah menyatakan dalam ayat Nya, "Mereka itu seperti binatang ternak, malah mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang yang lalai."

Ibnu Qutaibah orang Yahudi membawa kitab Taurat dan tidak mengamalkannya.
Mereka seperti keledai yang membawa kitab ilmu tetapi tidak memlkirkannya"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:70-71

Unsur Pokok Surah Al Jumu’ah (الجمعة)

Surat Al Jumu’ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash-Shaff.

Nama surat Al Jumu’ah diambil dari kata Al Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya:
"hari Jum’at".

Keimanan:

▪ Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, di antaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut.
▪ Mengajak orang-orang mukmin supaya ta’at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jumu’ah (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jumu'ah ayat 5 - Gambar 1 Surah Al Jumu'ah ayat 5 - Gambar 2
Statistik QS. 62:5
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jumu’ah.

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini.
Al-Jumu’ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini.

Nomor Surah 62
Nama Surah Al Jumu’ah
Arab الجمعة
Arti Hari Jum’at
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 110
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 177
Jumlah huruf 767
Surah sebelumnya Surah As-Saff
Surah selanjutnya Surah Al-Munafiqun
Sending
User Review
1 (1 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

62:5, 62 5, 62-5, Surah Al Jumu'ah 5, Tafsir surat AlJumuah 5, Quran Al-Jumuah 5, Al Jumuah 5, Al-Jumu’ah 5, Surah Al Jumuah ayat 5

Video Surah

62:5


More Videos

Kandungan Surah Al Jumu'ah

۞ QS. 62:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Quddus (Maha Suci) • Al Malik (Raja) •

۞ QS. 62:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 62:4 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 62:5 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 62:6 • Mendustai Allah

۞ QS. 62:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 62:8 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 62:11 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

Ayat Pilihan

Hadapkanlah wajahmu kepada agama dengan tulus & ikhlas,
dan jangan sekali-kali engkau termasuk orang yang musyrik.
QS. Yunus [10]: 105

Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu, dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
QS. Al-Isra’ [17]: 8

Dan jika kamu memutuskan perkara mereka,
maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil,
sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
QS. Al-Ma’idah [5]: 42

di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala & Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.
QS. Ta Ha [20]: 102

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

+

Array

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus Istilah Islam

Qadi Abu Ya'la

Siapa itu Qadi Abu Ya’la? Nama lengkap Al-Qadi Abu Ya’la ialah Muhammad bin Al-Husein bin Muhammad bin Khalaf bin Ahmad bin Al-Farra’ dikenal sebagai Qadi besar, ahli fiqh madzhab H...

istikharah

Apa itu istikharah? is.ti.kha.rah salat sunah mohon ditunjukkan pilihan yang benar … •

Masjid Al Aqsha

Di mana itu Masjid Al Aqsha? Masjid Al Aqsha , arti harfiah: “masjid terjauh”), juga disebut dengan Baitul Maqdis atau Bait Suci , Al Haram Asy Syarif (الحرم الشريف‎, al-Ḥar...