Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jumu'ah (Hari Jum’at) - surah 62 ayat 11 [QS. 62:11]

وَ اِذَا رَاَوۡا تِجَارَۃً اَوۡ لَہۡوَۨا انۡفَضُّوۡۤا اِلَیۡہَا وَ تَرَکُوۡکَ قَآئِمًا ؕ قُلۡ مَا عِنۡدَ اللّٰہِ خَیۡرٌ مِّنَ اللَّہۡوِ وَ مِنَ التِّجَارَۃِ ؕ وَ اللّٰہُ خَیۡرُ الرّٰزِقِیۡنَ
Wa-idzaa ra-au tijaaratan au lahwan anfadh-dhuu ilaihaa watarakuuka qaa-iman qul maa ‘indallahi khairun minallahwi waminattijaarati wallahu khairurraaziqiin(a);
Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, mereka segera menuju kepadanya dan mereka tinggalkan engkau (Muhammad) sedang berdiri (berkhotbah).
Katakanlah,
“Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada permainan dan perdagangan,”
dan Allah pemberi rezeki yang terbaik.
―QS. Al Jumu’ah [62]: 11

Daftar isi

But when they saw a transaction or a diversion, (O Muhammad), they rushed to it and left you standing.
Say,
"What is with Allah is better than diversion and than a transaction, and Allah is the best of providers."
― Chapter 62. Surah Al Jumu’ah [verse 11]

وَإِذَا dan apabila

And when
رَأَوْا۟ mereka melihat

they saw
تِجَٰرَةً perniagaan

a transaction
أَوْ atau

or
لَهْوًا permainan

a sport,
ٱنفَضُّوٓا۟ mereka menuju

they rushed
إِلَيْهَا kepadanya

to it
وَتَرَكُوكَ dan mereka meninggalkan kamu

and left you
قَآئِمًا berdiri

standing.
قُلْ katakanlah

Say,
مَا apa

"What
عِندَ disisi

(is) with
ٱللَّهِ Allah

Allah
خَيْرٌ lebih baik

(is) better
مِّنَ dari

than
ٱللَّهْوِ permainan

the sport
وَمِنَ dan dari

and from
ٱلتِّجَٰرَةِ perniagaan

(any) transaction.
وَٱللَّهُ dan Allah

And Allah
خَيْرُ sebaik-baik

(is the) Best
ٱلرَّٰزِقِينَ pemberi rizki/imbalan

(of) the Providers."

Tafsir Quran

Surah Al Jumu’ah
62:11

Tafsir QS. Al-Jumu’ah (62) : 11. Oleh Kementrian Agama RI

Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ahmad, dan at-Tirmidzi dari Jabir bin ‘Abdullah bahwa ketika Nabi ﷺ berdiri berkhotbah pada hari Jumat, tiba-tiba datanglah rombongan unta (pembawa dagangan), maka para sahabat Rasulullah bergegas mendatanginya sehingga tidak ada yang tinggal mendengarkan khotbah kecuali 12 orang.
Saya (Jabir), Abu Bakar, dan Umar termasuk mereka yang tinggal, maka Allah Ta’ala menurunkan ayat:
wa idha ra’au tijaratan au lahwan, sampai akhir surah).



Pada ayat ini Allah mencela perbuatan orang-orang mukmin yang lebih mementingkan kafilah dagang yang baru tiba dari pada Rasulullah, sehingga mereka meninggalkan Nabi ﷺ dalam keadaan berdiri berkhotbah.
Ayat ini ada hubungannya dengan peristiwa kedatangan Dihyah Al-Kalbi dari Syam (Suriah), bersama rombongan untanya membawa barang dagangannya seperti tepung, gandum, minyak dan lain-lainnya.

Menurut kebiasaan apabila rombongan unta dagangan tiba, wanita-wanita muda keluar menyambutnya dengan menabuh gendang, sebagai pemberitahuan atas kedatangan rombongan itu, supaya orang-orang datang berbelanja membeli barang dagangan yang dibawanya.



Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya menyampaikan kekeliruan perbuatan mereka dengan menegaskan bahwa apa yang di sisi Allah jauh lebih baik daripada keuntungan dan kesenangan dunia.

Kebahagiaan akhirat itu kekal, sedangkan keuntungan dunia akan lenyap.

Ayat ini ditutup dengan satu penegasan bahwa Allah itu sebaik-baik pemberi rezeki.

Oleh karena itu, kepada-Nyalah kita harus mengarahkan segala usaha dan ikhtiar untuk memperoleh rezeki yang halal, mengikuti petunjuk-petunjuk-Nya dan rida-Nya.

Tafsir QS. Al Jumu’ah (62) : 11. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Apabila mereka melihat perniagaan dan permainan yang menyenangkan, mereka menuju ke situ dan meninggalkan kamu berdiri menyampaikan khutbah.
Katakan kepada mereka,
"Karunia dan pahala yang ada pada Allah lebih bermanfaat bagi kalian daripada permainan dan perniagaan.


Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
Maka, mintalah rezeki-Nya dengan senantiasa menaati-Nya. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Nabi, apabila sebagian kaum muslimin melihat perniagaan atau sesuatu berupa keuntungan dunia dan perhiasannya, mereka berhamburan menuju padanya sehingga meninggalkanmu berdiri sendiri berkhutbah di atas mimbar.
Katakanlah kepada mereka,
"Apa yang ada di sisi Allah berupa pahala dan kenikmatan lebih bermanfaat bagi kalian dibandingkan kelalaian dan keuntungan perniagaan.


Hanya Allah sebaik-baiknya pemberi rezeki dan karunia, mintalah dari-Nya.
Mohonlah pertolongan dengan ketaatan kepada-Nya untuk mendapatkan yang ada di sisi-Nya, yaitu kebaikan di dunia dan di akhirat."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya) yakni kepada barang dagangan, karena barang dagangan itu merupakan kebutuhan yang mereka perlukan, berbeda dengan permainan


(dan mereka tinggalkan kamu) dalam khotbahmu


(dalam keadaan berdiri.
Katakanlah,
"Apa yang di sisi Allah) berupa pahala


(lebih baik) bagi orang-orang yang beriman


(dari permainan dan perniagaan,"
dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki) bila dikatakan, setiap orang itu memberi rezeki kepada keluarganya, maka pengertian yang dimaksud ialah dari rezeki Allah subhanahu wa ta’ala

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala mengecam orang-orang yang bubar meninggalkan khotbah Jumat karena menuju ke tempat perniagaan yang baru tiba di Madinah di masa itu.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)

Maksudnya, pergi meninggalkanmu yang sedang berkhotbah di atas mimbar.
Demikianlah menurut takwil yangdikemukakan oleh paratabi’in yang bukan hanya seorang, yang antara lain ialah Abul Aliyah, Al-Hasan, Zaid ibnu Aslam, dan Qatadah.

Muqatil ibnu Hayyan menduga bahwa barang dagangan tersebut adalah milik Dihyah ibnu Khalifah sebelum dia masuk Islam, dia memakai genderang dalam menjajakan barang dagangannya, akhirnya mereka bubar menuju ke tempat perniagaan itu dan meninggalkan Rasulullah ﷺ yang sedang berkhotbah di atas mimbarnya, terkecuali sebagian kecil dari mereka yang tidak terpengaruh.
Hal ini diperkuat dengan adanya sebuah hadis yang menceritakannya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris, dari Husain, dari Salim ibnu Abul, Ja’d, dari Jabir yang mengatakan bahwa iringan kafilah perniagaan datang ke Madinah di saat Rasulullah ﷺ sedang berkhotbah, maka orang-orang pun bubar menuju ke arahnya dan yang tersisa hanyalah dua belas orang lelaki yang tetap di tempatnya.
Maka turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)

Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadis yang sama di dalam kitab sahih masing-masing.

Al-Hafiz Abu Ya’la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari Husain, dari Salim ibnu Abul Ja’d dan Abu Sufyan, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah ﷺ sedang berkhotbah Jumat, datanglah iringan kafilah ke Madinah.
Maka para sahabat bergegas menuju kepadanya, sehingga tiada yang tertinggal bersama Rasulullah ﷺ selain dari dua belas orang lelaki.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaanNya, seandainya kalian semua terpengaruh hingga tiada seorang pun dari kalian yang tersisa, niscaya lembah ini akan mengalirkan api membakar kalian semua.
Lalu turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)
Jabir ibnu Abdullah melanjutkan, bahwa di antara kedua belas orang yang tetap mendengarkan khotbah Rasulullah ﷺ adalah Abu Bakar dan Umar r.a.
Di dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)

terkandung dalil yang menunjukkan bahwa imam melakukan khotbahnya pada hari Jumat dengan berdiri.


Imam Muslim telah meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya melalui Jabir ibnu Samurah yang telah menceritakan bahwa Nabi ﷺ melakukan dua khotbah, dan melakukan duduk di antara keduanya.
Di dalam khotbahnya beliau ﷺ membaca Alquran dan memberikan peringatan kepada manusia.

Akan tetapi, perlu diketahui dalam hal ini bahwa menurut suatu pendapat kisah ini terjadi ketika Rasulullah ﷺ mendahulukan salat Jumat atas khotbahnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud di dalam Kitabul Marasil-nya.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Khalid, dari Al-Walid, telah menceritakan kepadaku Abu Mu’az Bukair ibnu Ma’ruf, bahwa ia pernah mendengar Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa dahulu Rasulullah ﷺ melakukan salat Jumatnya sebelum khotbahnya, sama halnya dengan salat dua hari raya.
Dan akhirnya pada suatu hari ketika Nabi ﷺ sedang berkhotbah, datanglah seorang lelaki yang masuk ke dalam kumpulan jamaah salat Jumat, lalu ia berkata memberitakan, bahwa sesungguhnya Dihyah ibnu Khalifah telah tiba dengan membawa barang dagangan.

Makna yang dimaksud ialah menganjurkan kepada mereka untuk bubar dan menyambut kafilah tersebut, sehingga tiada yang tersisa kecuali hanya sejumlah kecil saja dari sahabat Rasulullah ﷺ

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah, “Apa yang di sisi Allah."
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)


Yakni berupa pahala di negeri akhirat nanti.


"adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan,
"
dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.
(QS. Al-Jumu’ah [62]: 11)

bagi orang yang bertawakal kepada-Nya dan mencari rezeki tepat pada waktunya.
Demikianlah akhir dari tafsir surat Al-Jumu’ah.
Segala puji bagi Allah dan semua karunia dari-Nya, dan hanya kepada-Nya memohon taufik dan pemeliharaan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Jumu’ah (62) Ayat 11

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari & Muslim) yang bersumber dari Jabir bahwa ketika Rasulullah ﷺ berkhotbah pada hari Jum’at, datanglah kafilah yang membawa dagangan dari Syam.
Orang-orang yang mendengarkan khotbah pada keluar untuk menyambut rombongan kafilah itu, sehingga hanya tinggal dua belas orang saja yang duduk mendengarkannya.
Ayat ini (al-Jumu’ah: 11) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik daripada apa yang ada pada perniagaan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Jarir, bahwa apabila gadis-gadis yang menikah, berlangsunglah keramaian dengan seruling dan alat musik lainnya.
Sehingga orang-orang pada pergi melihat keramaian itu dan meninggalkan Rasulullah ﷺ yang sedang berdiri berkhotbah di atas mimbar.
Maka turunlah ayat ini (al-Jumu’ah: 11) yang menegaskan bahwa nikmat yang diberikan Allah lebih baik daripada keramaian dan perniagaan.

Ayat al-Jumu’ah: 11 ini turun berkenaan dengan kedua peritiwa tersebut di atas.

Ibnu Mundzir meriwayatkan sebuah hadits yang bersumber dari Jabir, yang menyebutkan kisah pernikahan dan datangnya kafilah itu secara bersamaan.
Hadits ini diriwayatkan melalui satu jalan.
Disebutkan bahwa ayat ini (al-Jumu’ah: 11) turun berkenaan dengan kedua peristiwa itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Jumu’ah (62) ayat 11

Telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Amru berkata,
telah menceritakan kepada kami Za’idah dari Hushain dari Salim bin Abu Al Ja’d berkata,
telah menceritakan kepada kami Jabir bin Abdullah berkata,
"Ketika kami sedang shalat bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba-tiba datang rombongan dagang yang membawa makanan. Orang-orang pun melirik (dan berhamburan pergi) mendatangi rombongan tersebut, hingga tidak ada orang yang tersisa bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam kecuali hanya dua belas orang. Maka turunlah ayat ini: Dan apabila mereka melihat perdagangan atau permainan, maka mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu ketika kamu sedang berdiri menyampaikan berkhutbah (Qs. Al Jumu’ah: 11).

Shahih Bukhari, Kitab Jum’at – Nomor Hadits: 884

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jumu’ah (62) Ayat 11

TIJAARAH
تِجَٰرَة

Lafaz tijaarah adalah dalam bentuk masdar, berasal dari kata tajara-yatjuru. Mengandung makna mata pencarian penjual, amalan jual beli, barang yang diniagakan dan perniagaan.

Lafaz tijaarah disebut sembilan kali (di dalam Al Qur’an) yaitu dalam surah
• Al Baqarah (2), ayat 16 dan 282;
An Nisaa‘ (4), ayat 29;
At Taubah (9), ayat 24;
An Nuur (24), ayat 37;
Faathir (35), ayat 29;
Ash Shaff (61), ayat 10;
• Al Jumu’ah (62), ayat 11.
Lafaz tijaarah di dalam Al Qur’an memiliki beberapa makna yaitu :

– Tijaarah bermakna amalan jual beli sebagaimana kebanyakan maksud ayat- ayat di atas.

– Tijaarah bermakna kiasan bagi orang yang membeli petunjuk dengan kesesatan, sebagaimana yang terdapat dalam surah Al Baqarah ayat 16. Allah berfirman:

أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ٱشْتَرَوُا۟ ٱلضَّلَٰلَةَ بِٱلْهُدَىٰ فَمَا رَبِحَت تِّجَٰرَتُهُمْ وَمَا كَانُوا۟ مُهْتَدِينَ

Quraisy Shihab berkata,
penukaran petunjuk dengan kesesatan diibaratkan dengan jual beli untuk mengisyaratkan apa yang dilakukannya itu terlaksana dengan kerelaan sebagaimana layaknya jual beli.
Beliau menuturkan lagi ayat ini menggambarkan mereka tidak memperoleh keuntungan dalam perniagaan, malah mereka rugi dan hilang modal.
Modal yang dimiliki setiap orang adalah fitrah kesucian.
Ini diabaikan sedangkan sepatutnya modal itu dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan berupa amal-amal yang baik.
Tetapi mereka bukan sekadar tidak memperoleh keuntungan, modal mereka juga lenyap karena iman tidak menghiasi jiwa mereka.

– Tijaarah bermakna kiasan bagi perniagaan yang tidak pernah rugi.

Ibnu Katsir mengatakan perniagaan itu ditafsirkan dengan ayat berikutnya yaitu dengan beriman kepada Allah dan rasul Nya, berjihad di jalan Allah dengan diri dan harta benda.
Sebagaimana terdapat dalam surah Ash Shaff ayat 10 dan 11,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَٰرَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Kesimpulannya, lafaz tijaarah secara umum di dalam Al Qur’an memiliki maksud jual beli atau perniagaan.

Perniagaan itu terdiri dari tiga bentuk.

Pertama, perniagaan yang diketahui umum bisa memperoleh keuntungan atau pun kerugian.

Kedua, perniagaan yang tidak pernah menguntungkan yaitu perniagaan yang membeli petunjuk dengan kesesatan.

Ketiga, perniagaan yang tidak pernah rugi dan selamanya memperoleh keuntungan yaitu perniagaan orang yang beriman dan berjihad.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD,

Unsur Pokok Surah Al Jumu’ah (الجمعة)

Surat Al Jumu’ah ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan-golongan surat-surat Madaniyyah dan diturunkan sesudah surat Ash-Shaff.

Nama surat Al Jumu’ah diambil dari kata Al Jumu’ah yang terdapat pada ayat 9 surat ini yang artinya:
"hari Jum’at".

Keimanan:

▪ Menjelaskan sifat-sifat orang-orang munafik dan sifat-sifat buruk pada umumnya, di antaranya berdusta, bersumpah palsu dan penakut.
▪ Mengajak orang-orang mukmin supaya ta’at dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya dan supaya bersedia menafkahkan harta untuk menegakkan agama-Nya sebelum ajal datang.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jumu’ah (11 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 11 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jumu'ah (62) : 1-11 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 11

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jumu'ah ayat 11 - Gambar 1 Surah Al Jumu'ah ayat 11 - Gambar 2
Statistik QS. 62:11
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jumu’ah.

Surah Al-Jumu’ah (bahasa Arab:الجمعة) adalah surah ke-62 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 11 ayat.
Dinamakan Al Jumu’ah yang bukan berarti hari jum’at, akan tetapi secara bahasa bermakna hari perkumpulan diambil dari perkataan Al-Jumu’ah (Jama`) yang terdapat pada ayat ke-9 surat ini.
Al-Jumu’ah tidak menjelaskan secara langsung dalam bahwa suatu hari ibadah bagi kaum laki-laki diadakan di setiap pekan, meski banyak penafsiran aliran islam yang menerapkan ibadah semacam ini.

Nomor Surah 62
Nama Surah Al Jumu’ah
Arab الجمعة
Arti Hari Jum’at
Nama lain
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 110
Juz Juz 28
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 177
Jumlah huruf 767
Surah sebelumnya Surah As-Saff
Surah selanjutnya Surah Al-Munafiqun
Sending
User Review
4.5 (15 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

62:11, 62 11, 62-11, Surah Al Jumu'ah 11, Tafsir surat AlJumuah 11, Quran Al-Jumuah 11, Al Jumuah 11, Al-Jumu’ah 11, Surah Al Jumuah ayat 11

Video Surah

62:11


More Videos

Kandungan Surah Al Jumu'ah

۞ QS. 62:1 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al Quddus (Maha Suci) • Al Malik (Raja) •

۞ QS. 62:3 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 62:4 • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 62:5 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 62:6 • Mendustai Allah

۞ QS. 62:7 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 62:8 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup • Ketakutan pada kematian • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 62:11 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

Ayat Pilihan

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit & apa yang ada di bumi.
Raja,
Yang Maha Suci,
Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Jumu’ah [62]: 1

dan hendaklah mereka memaafkan & berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
QS. An-Nur [24]: 22

Hai manusia,
ingatlah akan nikmat Allah kepadamu.
Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit & bumi?
Tidak ada Tuhan selain Dia,
maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS. Fatir [35]: 3

Telah Kami tulis dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh,
bahwa bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.
Sungguh (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini,
benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah)
QS. Al-Anbiya [21]: 105-106

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

+

Array

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus Istilah Islam

Ismail `alaihis salam

Siapa itu Ismail `alaihis salam? Isma’il adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama Islam. Isma’il adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak tiri dari Ishaq. Ia diangkat menjadi nabi ...

Ishaq `alaihis salam

Siapa itu Ishaq `alaihis salam? Ishaq adalah putra pertama Nabi Ibrahim sebelum Ismail yang beribu Siti Hajar dan merupakan orang tua dari Nabi Yaqub. Ishaq diutus untuk masyarakat Kana’an. K...

Nuh

Apa itu Nuh? Surah Nuh adalah surah ke-71 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 28 ayat. Dinamakan dengan surat Nuh karena surat ini seluruhnya menjelaskan ajakan, penga...