Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jinn (Jin) - surah 72 ayat 8 [QS. 72:8]

وَّ اَنَّا لَمَسۡنَا السَّمَآءَ فَوَجَدۡنٰہَا مُلِئَتۡ حَرَسًا شَدِیۡدًا وَّ شُہُبًا ۙ
Wa-annaa lamasnaassamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhuban;
Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
―QS. Al Jinn [72]: 8

Daftar isi

And we have sought (to reach) the heaven but found it filled with powerful guards and burning flames.
― Chapter 72. Surah Al Jinn [verse 8]

وَأَنَّا dan bahwasannya kami

And that we
لَمَسْنَا kami meraba-raba/intip

sought to touch
ٱلسَّمَآءَ langit

the heaven
فَوَجَدْنَٰهَا maka kami mendapatnya

but we found it
مُلِئَتْ dipenuhi

filled (with)
حَرَسًا penjagaan

guards
شَدِيدًا sangat/keras

severe,
وَشُهُبًا dan suluh api yang menyala

and flaming fires.

Tafsir Quran

Surah Al Jinn
72:8

Tafsir QS. Al-Jinn (72) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menambah lagi pernyataan jin ketika Dia mengutus Nabi Muhammad dan menurunkan Alquran kepadanya serta menjaga beliau dari jinjin itu.
Langit ketika itu dijaga dengan ketat, dan panah-panah api disediakan di seluruh penjuru langit untuk mencegah jinjin mendekatinya guna mencuri berita-berita yang dapat didengar, sebagaimana yang sering mereka lakukan.

Telah diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, dan ath-thabrani dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata:


Dahulu jinjin itu dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu.
Ketika mereka mendengar suatu kata lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya.

Ucapan (yang mereka dengar) adalah benar tetapi tambahan-tambahan mereka semuanya bohong.
Ketika Nabi ﷺ diutus menjadi rasul, mereka dilarang menduduki tempat-tempat tersebut.

Lalu mereka sampaikan larangan tersebut kepada Iblis;
sedangkan ketika itu bintang-bintang belum dipakai untuk memanah jinjin itu.
Lalu iblis berkata kepada mereka,
"Larangan itu disebabkan suatu kejadian di muka bumi,"
lalu Iblis mengirim tentara-tentaranya untuk menyelidiki kejadian tersebut.

Mereka mendapatkan Nabi ﷺ yang sedang mengerjakan salat di antara dua gunung di Mekah, lalu mereka menemui Iblis dan menyampaikan penemuan mereka itu kepadanya, lalu Iblis berkata,
"Inilah kejadian yang terjadi di permukaan bumi."
(Riwayat at-Tirmizi dan ath-Thabrani)

Tafsir QS. Al Jinn (72) : 8. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya kami telah berusaha mencapai langit, tetapi kami dapati langit itu dipenuhi oleh para penjaga yang kuat terdiri atas malaikat dan dipenuhi oleh panah-panah api yang membakar dari arah mereka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sesungguhnya kami (segolongan jin) telah mencoba mengetahui rahasia langit dengan mencuri dengar percakapan para penghuninya.
Namun, kami mendapatinya dipenuhi banyak malaikat yang menjaganya.


Para malaikat itu melempar dengan panah-panah api menyala kepada siapa saja yang mencoba mendekatinya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:


Jin mengatakan:


("Dan sesungguhnya kami telah mencoba menyentuh langit) maksudnya kami telah bermaksud untuk mencuri pendengaran di langit


(maka kami menjumpainya penuh dengan penjaga) para malaikat


(yang kuat dan panah-panah api) yakni bintang-bintang yang membakar, hal ini terjadi setelah Nabi ﷺ diutus menjadi rasul.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang keadaan jin ketika Dia mengutus Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ dan menurunkan kepadanya Alquran.
Dan tersebutlah bahwa di antara pemeliharaan (penjagaan) Allah kepada Alquran ialah Dia memenuhi langit dengan penjagaan yang ketat di semua penjuru dan kawasannya, dan semua setan diusir dari tempat-tempat pengintaiannya, yang sebelumnya mereka selalu menduduki pos-posnya di langit.
Agar setan-setan itu tidak mencuri-curi dengar dari Alquran, yang akibatnya mereka akan menyampaikannya kepada para tukang tenung yang menjadi teman-teman mereka, sehingga perkara Alquran menjadi samar dan campur aduk dengan yang lainnya, serta tidak diketahui mana yang benar.
Ini merupakan belas kasihan Allah subhanahu wa ta’ala kepada makhluk-Nya, juga merupakan rahmat dari-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dan sebagai pemeliharaan-Nya terhadap Kitab-Nya yang mulia.
Karena itulah maka jin mengatakan, sebagaimana yang diceritakan oleh firman-Nya

dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).
Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
(QS. Al-Jinn [72]: 8-9)

Yaitu barang siapa di antara kami yang berani mencoba mencuri-curi dengar sekarang, niscaya ia akan menjumpai panah berapi yang mengintainya yang tidak akan Iuput dan tidak akan meleset darinya, bahkan pasti akan mengganyangnya dan membinasakannya.

Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka.
(QS. Al-Jinn [72]: 10)

Yakni kami tidak mengetahui peristiwa apa yang terjadi di langit, apakah keburukan yang dikehendaki bagi penduduk bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka?
Ini merupakan ungkapan etis kaum jin karena mereka menyandarkan keburukan kepada yang bukan pelakunya, sedangkan kebaikan mereka sandarkan kepada pelakunya, yaitu Allah subhanahu wa ta’ala Di dalam sebuah hadis sahih diungkapkan:

Keburukan itu bukanlah dinisbatkan kepada Engkau.

Sebelum itu memang pernah juga terjadi pelemparan bintang-bintang yang menyala-nyala (meteor), tetapi tidak banyak terjadi, melainkan hanya sesekali saja dan jarang terjadi, seperti yang disebutkan di dalam hadis Al-Abbas, yang menceritakan bahwa ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba ada bintang yang dilemparkan (di langit) sehingga bintang itu menyala dengan terang.
Maka Rasulullah ﷺ bertanya,
"Bagaimanakah pendapat kalian tentang peristiwa ini?"
Kami menjawab,
"Kami beranggapan bahwa ada seorang yang besar dilahirkan, atau ada orang besar yang meninggal dunia."
Maka Rasulullah ﷺ menjawab,
"Bukan demikian, tetapi apabila Allah memutuskan suatu urusan di langit,"
hingga akhir hadis.
Kami telah mengemukakannya dengan lengkap dalam tafsir surat Saba’.

Peristiwa penjagaan langit dengan penjagaan yang ketat itulah yang menggerakkan jin untuk mencari penyebabnya.
Lalu mereka menyebar ke arah timur dan arah barat belahan bumi untuk mencari berita penyebabnya.
Akhirnya mereka menjumpai Rasulullah ﷺ sedang membaca Alquran dengan para sahabatnya dalam salat.
Maka mereka mengetahui bahwa karena orang inilah langit dijaga ketat, lalu berimanlah kepadanya jin yang mau beriman, dan jin yang lainnya tetap pada kedurhakaan dan kekafirannya.
Hal ini disebutkan di dalam hadis Ibnu Abbas pada tafsir surat Al-Ahqaf, tepatnya pada firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran.
(QS. Al-Ahqaf [46]: 29), hingga akhir ayat.

Dan memang tidak diragukan lagi bahwa ketika peristiwa itu terjadi, yaitu banyaknya bintang yang menyala di langit dan selalu siap untuk dilemparkan bagi siapa yang akan mendekatinya, hal ini menyebabkan kegemparan di kalangan manusia dan jin;
mereka kaget dan merasa takut dengan peristiwa tersebut.
Mereka mengira bahwa alam ini akan hancur, sebagaimana yang dikatakan oleh As-Saddi berikut ini.

Bahwa sebelumnya langit tidak dijaga, melainkan bila di bumi terdapat seorang nabi atau agama Allah akan memperoleh kemenangan.
Tersebutlah pula bahwa setan-setan sebelum Nabi Muhammad ﷺ diutus mempunyai pos-posnya tersendiri di langit yang terdekat untuk mendengar-dengarkan berita dari langit menyangkut peristiwa yang akan terjadi di bumi.
Dan setelah Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul, setan-setan itu dilempari dengan panah-panah berapi di suatu malam, maka kagetlah penduduk Taif dengan peristiwa tersebut.
Mereka mengatakan,
"Penduduk langit telah binasa."
Mereka mengatakan demikian karena melihat hebatnya api yang menyala di langit dan bintang-bintang meteor di malam itu simpang siur di langit menjadikan langit terang benderang.

Maka mereka memerdekakan budak-budaknya dan melepaskan ternak mereka, lalu Abdu Yalil ibnu Amr ibnu Umair berkata kepada mereka,
"Celakalah kalian, hai orang-orang Taif, tahanlah harta benda kalian.
Dan lihatlah dengan baik olehmu tempat-tempat bintang-bintang itu.
Jika bintang-bintang itu masih tetap pada tempatnya masing-masing, berarti penduduk langit tidak binasa.
Sesungguhnya kejadian ini tiada Lain karena Ibnu Abu Kabsyah, yakni Nabi Muhammad ﷺ Dan jika kalian lihat bintang-bintang tersebut tidak lagi berada di tempatnya masing-masing, berarti penduduk langit telah binasa."
Maka mereka memandang langit dengan pandangan yang teliti, dan ternyata mereka melihat bintang-bintang itu masih ada di tempatnya, akhirnya mereka menahan harta mereka dan tidak dilepaskannya lagi.

Setan-setan merasa terkejut dengan peristiwa tersebut di malam itu, maka mereka menghadap kepada iblis pemimpin mereka dan menceritakan kepadanya peristiwa pelemparan yang dialaminya.
Iblis memerintahkan kepada mereka,
"Datangkanlah kepadaku dari tiap-tiap kawasan bumi segenggam tanah, aku akan menciumnya."
Lalu.
iblis menciumnya dan berkata,
"Ini gara-gara teman kalian yang ada di Mekah."
Maka iblis mengirimkan tujuh jin dari Nasibin.
dan mereka datang ke Mekah, maka mereka menjumpai Nabi Allah sedang berdiri mengerjakan salatnya di Masjidil Haram dalam keadaan membaca Alquran.
Mereka makin mendekatinya karena ingin mendengarkan bacaan Al-Qur:an, dan hampir saja bagian yang menonjol dari tenggorokan mereka menyentuh Nabi ﷺ Kemudian mereka masuk Islam, maka Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wahyu-Nya kepada Nabi-Nya yang menceritakan perihal mereka.
Kami telah menerangkan bagian ini secara rinci di permulaan pembahasan kebangkitan Rasul dari kitab kami yang berjudul Kitabus Sirah, dengan keterangan yang panjang lebar.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jinn (72) Ayat 8

HARAS
حَرَس

Lafaz haras adalah bentuk jamak dari lafaz tunggal haris. Bentuk jamaknya yang lain adalah hurras. Semua lafaz ini berasal dari lafaz hars yang mempunyai dua arti yaitu
(1) penajgaan,
(2) waktu atau masa.

Namun, lafaz haras hanya mengandung makna yang pertama dan artinya ialah penjaga suatu tempat.

Dari beberapa bentuk yang ada, lafaz yang disebut di dalam Al Qur’an hanyalah lafaz haras dan hanya sekali saja disebut yaitu dalam surah Al Jinn (72), ayat 8.
Lafaz haras dalam ayat ini maksudnya para malaikat yang bertugas menjaga langit dan menghalau jin yang coba mendekatinya.
Dengan adanya penjaga Iangit, para jin tidak dapat lagi mendengar dan mengetahui kabar di langit mengenai kebaikan ataupun keburukan yang di timpakan Allah kepada penduduk bumi.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:186-187

Unsur Pokok Surah Al Jinn (الجن)

Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai "Al Jin" (jin) diambil dari perkataan "Al Jin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Keimanan:

▪ Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu.

Audio Murottal

QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jinn ayat 8 - Gambar 1 Surah Al Jinn ayat 8 - Gambar 2
Statistik QS. 72:8
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,”Jin”) adalah surah ke-72 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan “al-Jinn” yang berarti “Jin” diambil dari kata “al-Jinn” yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
Sending
User Review
4.8 (16 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

72:8, 72 8, 72-8, Surah Al Jinn 8, Tafsir surat AlJinn 8, Quran Al Jin 8, Aljin 8, Al-Jinn 8, Surah Al Jin ayat 8

Video Surah

72:8


More Videos

Kandungan Surah Al Jinn

۞ QS. 72:1 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:2 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:3 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:4 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:5 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:7 • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:8 • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:9 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:10 Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:11 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 72:13 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Jin mendengarkan Al Qur’an

۞ QS. 72:14 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin • Ajakan masuk Islam

۞ QS. 72:15 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:16 • Pahala iman • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 72:17 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:18 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 72:19 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:20 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 72:23 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 72:24 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 72:25 Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 72:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 72:27 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 72:28 Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

katakanlah kepada isterimu,
anak perempuanmu & isteri orang mukmin:
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
karena itu mereka tidak diganggu.
QS. Al-Ahzab [33]: 59

Kami ciptakan manusia dari nutfah yang miliki berbagai unsur.
Lalu Kami uji dengan berbagai perintah & larangan.
Karena itu ia Kami jadikan memiliki pendengaran & penglihatan agar dapat mendengar ayat & menyaksikan bukti kekuasaan Kami
QS. Al-Insan [76]: 2

(Ingatlah) ketika kamu menerima (berita bohong) itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit pun, dan kamu menganggapnya remeh, padahal dalam pandangan Allah itu soal besar.
QS. An-Nur [24]: 15

Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan.
Sesungguhnya Tuhanmu,
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-An’am [6]: 119

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah ...

Correct! Wrong!

Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
QS. Al Mudatsir adalah surah ke 74 dalam Alquran yang tergolong ke dalam surah Makkiyyah.

Pembahasan:

Ayat 1

u064au064eu0627 u0623u064eu064au0651u064fu0647u064eu0627 u0627u0644u0652u0645u064fu062fu0651u064eu062bu0651u0650u0631u064f

yaa ayyuhaal muddatstsir

Hai orang yang berkemul (berselimut)


Ayat 2

u0642u064fu0645u0652 u0641u064eu0623u064eu0646u0652u0630u0650u0631u0652

Qum faandzir

bangunlah, lalu berilah peringatan


Ayat 3

u0648u064eu0631u064eu0628u0651u064eu0643u064e u0641u064eu0643u064eu0628u0651u0650u0631u0652

warabbaka fakabbir

dan Tuhanmu agungkanlah


Ayat 4

u0648u064eu062bu0650u064au064eu0627u0628u064eu0643u064e u0641u064eu0637u064eu0647u0651u0650u0631u0652

wa shiyabaqa fathahhir

dan pakaianmu bersihkanlah


Ayat 5

u0648u064eu0627u0644u0631u0651u064fu062cu0652u0632u064e u0641u064eu0627u0647u0652u062cu064fu0631u0652

warrujja fahjur

dan perbuatan dosa tinggalkanlah


Ayat 6

u0648u064eu0644u064eu0627 u062au064eu0645u0652u0646u064fu0646u0652 u062au064eu0633u0652u062au064eu0643u0652u062bu0650u0631u064f

wa laa tamnun tastakstir

dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.


Ayat 7

u0648u064eu0644u0650u0631u064eu0628u0651u0650u0643u064e u0641u064eu0627u0635u0652u0628u0650u0631u0652

walirabbaka fashbir

Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah ...

Correct! Wrong!

Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam.

Contohnya: Abu Bakar Ash Shiddiq, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Pendidikan Agama Islam #11
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #11 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #11 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

Alkitab

Apa itu Alkitab? Al.ki.tab kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; Alquran … •

azal

Apa itu azal? kekal dalam masa lampau; tidak bermula sejak dahulu kala; sejak permulaan zaman; demikianlah gerangan suratan azal kita; wujud yang abadi dan tidak ada permulaannya; adanya bukan ka...

mutalaah

Apa itu mutalaah? mu.ta.la.ah telaah; hal menelaah dengan baik-baik … •