Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jinn (Jin) - surah 72 ayat 6 [QS. 72:6]

وَّ اَنَّہٗ کَانَ رِجَالٌ مِّنَ الۡاِنۡسِ یَعُوۡذُوۡنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الۡجِنِّ فَزَادُوۡہُمۡ رَہَقًا ۙ
Wa-annahu kaana rijaalun mina-insi ya’uudzuuna birijaalin minal jinni fazaaduuhum rahaqan;
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.

―QS. Al Jinn [72]: 6

Daftar isi

And there were men from mankind who sought refuge in men from the jinn, so they (only) increased them in burden.
― Chapter 72. Surah Al Jinn [verse 6]

وَأَنَّهُۥ dan bahwasanya

And that
كَانَ adalah

(there) were
رِجَالٌ beberapa orang laki-laki

men
مِّنَ dari

among
ٱلْإِنسِ manusia

mankind
يَعُوذُونَ mereka minta perlindungan

who sought refuge
بِرِجَالٍ kepada beberapa laki-laki

in (the) men
مِّنَ dari

from
ٱلْجِنِّ jin

the jinn,
فَزَادُوهُمْ maka mereka menjadikan bertambah

so they increased them
رَهَقًا durhaka/sombong

(in) burden.

Tafsir Quran

Surah Al Jinn
72:6

Tafsir QS. Al-Jinn (72) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Jin itu juga mengatakan bahwa banyak di antara manusia yang berlindung dan memohon kepada jin.
Hal itu mengakibatkan manusia dikuasai oleh jin, dan dibawa untuk berbuat kejahatan sehingga mereka durhaka dan berdosa.

Firman Allah:

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِّنَ الْاِنْسِ

Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah ﷻ berfirman),
"Wahai golongan jin! Kamu telah banyak (menyesatkan) manusia."
(Al-An’am [6]: 128)

Tafsir QS. Al Jinn (72) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari manusia selalu meminta perlindungan sekelompok jin.
Lalu jin membuat mereka tambah melampaui batas, kurang akal dan nekat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dan bahwasanya pernah ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin.
Maka dengan meminta perlindungan kepada mereka, jin itu menambahkan kepada manusia rasa takut, ancaman, dan kekhawatiran.


Perlindungan kepada selain Allah ini merupakan perbuatan orang-orang jahiliyah, yaitu kemusyrikan paling besar yang tidak mungkin diampuni Allah kecuali dengan tobat yang sebenar-benarnya.
Ayat ini menjadi peringatan keras meminta perlindungan kepada para tukang sihir, tukang tenung, dan sejenisnya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan) memohon perlindungan


(kepada beberapa laki-laki di antara jin) di dalam perjalanan mereka sewaktu mereka beristirahat di tempat yang menyeramkan, lalu masing-masing orang mengatakan, aku berlindung kepada penunggu tempat ini dari gangguan penunggu lainnya yang jahat


(maka jinjin itu menambah bagi mereka) dengan permintaan perlindungannya kepada jinjin itu


(dosa dan kesalahan) karena mereka mengatakan, bahwa kami telah dilindungi oleh jin anu dan orang anu.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jinjin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)

Yakni kami dahulu berpandangan bahwa diri kami lebih utama daripada manusia karena mereka sering meminta perlindungan kepada kami, bila mereka berada di sebuah lembah atau suatu tempat yang mengerikan seperti di hutan dan tempat-tempat lainnya yang angker.
Sebagaimana yang sudah menjadi kebiasaan orang-orang Arab di masa Jahiliah mereka;
mereka meminta perlindungan kepada pemimpin jin di tempat mereka beristirahat agar mereka tidak diganggu olehnya.
Perihalnya sama dengan seseorang dari mereka bila memasuki kota musuh mereka di bawah jaminan perlindungan orang besar yang berpengaruh di kota tersebut.
Ketikajin melihat bahwa manusia itu selalu meminta perlindungan kepada mereka karena takut kepada mereka, maka justru jinjin itu makin membuatnya menjadi lebih takut, lebih ngeri, dan lebih kecut hatinya.


Dimaksudkan agar manusia itu tetap takut kepada mereka dan lebih banyak meminta perlindungan kepada mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka jinjin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)
Yaitu makin menambah manusia berdosa, dan jin pun sebaliknya makin bertambah berani kepada manusia.


As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Ibrahim sehubungan dengan makna firman-Nya:
maka jinjin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)
Artinya, jin makin bertambah berani kepada manusia.


As-Saddi mengatakan bahwa dahulu bila seseorang melakukan perjalanan bersama keluarganya, dan di suatu tempat ia turun istirahat, maka ia mengatakan,
"Aku berlindung kepada pemimpin jin lembah ini agar aku jangan diganggu atau hartaku atau anakku atau ternakku."
Qatadah mengatakan bahwa apabila dia meminta perlindungan kepada jin selain dari Allah, maka jin makin menambah gangguannya kepada dia, dan membuatnya makin merasa takut.


Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id alias Yahya ibnu Sa’id Al-Qattan, telah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Jarir, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Az-Zubair ibnul Kharit, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa dahulu jin takut kepada manusia, sebagaimana sekarang manusia takut kepada jin, atau bahkan lebih parah dari itu.
Dan tersebutlah bahwa pada mulanya apabila manusia turun istirahat di suatu tempat, maka jin yang menghuni tempat ini bubar melarikan diri.
Tetapi pemimpin manusia mengatakan,
"Kita meminta perlindungan kepada pemimpin jin penghuni lembah ini."
Maka jin berkata,
"Kita lihat manusia takut kepada kita, sebagaimana kita juga takut kepada mereka."
Akhirnya jin mendekati manusia dan menimpakan kepada mereka penyakit kesurupan dan penyakit gila.
Yang demikian itu disebutkan oleh firman-Nya:

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jinjin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)

Yakni dosa.
Abul Aliyah dan Ar-Rabi’ serta Zaid ibnu Aslam telah mengatakan sehubungan dengan makna rahaqa, bahwa artinya takut.


Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
maka jinjin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)
Rahaqan artinya dosa.
Hal yang sama dikatakan oleh Qatadah.
Menurut Mujahid, rahaqan artinya kekufuran dan kedurhakaan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Farwah ibnul Migra Al-Kindi, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim ibnu Malik Al-Muzani, dari Abdur Rahman ibnu Ishaq, dari ayahnya, dari Kirdam ibnus Sa-ib Al-Ansari yang mengatakan bahwa ia keluar bersama ayahnya dari Madinah untuk suatu keperluan.
Demikian itu terjadi di saat berita Rasulullah ﷺ di Mekah tersiar.
Maka malam hari memaksa kami untuk menginap di tempat seorang penggembala ternak kambing.
Dan ketika tengah malam tiba, datanglah seekor serigala, lalu membawa lari seekor anak kambing, maka si penggembala melompat dan berkata,
"Hai penghuni lembah ini, tolonglah aku!"
Maka terdengariah suara seruan yang tidak kami lihat siapa dia, mengatakan,
"Hai Sarhan (nama serigala itu), lepaskanlah anak kambing itu!"
Maka anak kambing itu bergabung kembali dengan kumpulan ternak dengan berlari tanpa mengalami luka apa pun.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan kepada Rasul-Nya di Mekah ayat berikut, yaitu firman-Nya:
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jinjin itu menambah bagi mereka dosadan kesalahan.
(QS. Al-Jinn [72]: 6)

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah diriwayatkan dari Ubaid ibnu Umair, Mujahid, Abul Aliyah, Al-Hasan, Sa’id ibnu Jubair, dan Ibrahim An-Nakha’i hal yang semisal.

Barangkali serigala yang mengambil anak kambing itu adalah jelmaan jin untuk menakut-nakuti manusia agar manusia takut kepadanya, kemudian ia mengembalikan anak kambing itu ketika manusia meminta tolong dan memohon perlindungan kepadanya, hingga manusia itu menjadi sesat, dihinakan oleh jin dan mengeluarkannya dari agamanya;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun.
(QS. Al-Jinn [72]: 7)

Yakni Allah tidak akan mengutus seorang rasul pun sesudah masa itu.
Demikianiah menurut apa yang dikatakan oleh Al-Kalabi dan Ibnu Jarir.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Jinn (72) Ayat 6

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir, Ibnu Abi Hatim dan Abusy Syaikh di dalam Kitab al-‘Azhamah yang bersumber dari Kardam bin Abis Sa-ib al-Anshari bahwa Kardam bin Abis Sa-ib al Anshari berangkat dengan bapaknya ke Madinah untuk suatu keperluan.

Pada waktu itu Rasulullah ﷺ baru dikenal orang sebagai Rasul.
Di perjalanan mereka menginap di rumah seorang penggembala kambing.
Pada tengah malam seekor serigala membawa lari seekor anak kambing.
Maka keluarlah penggembala itu sambil berteriak: “Hai penjaga lembah (maksudnya jin), tetanggamu!” Terdengarlah suara yang memanggil (tanpa terlihat sosoknya): “Hai Sirhan (memanggil srigala itu)!” Maka kembalilah anak kambing itu mengembik ketakutan dan masuk ke tempat asalnya.
Sehubungan dengan peristiwa itu, Allah menurunkan ayat ini (Al-Jinn: 6) kepada RasulNya di Mekah, yang memberitahukan bahwa orang-orang yang meminta perlindungan kepada jin.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad yang bersumber dari Abu Raja’ al-‘Atharidi, seorang bani Tamim bahwa ketika Rasulullah ﷺ diutus sebagai Rasul, Abu Raja’ al-Atharidi bekerja sebagai penggembala untuk membiayai kehidupan keluarganya.
Ia melarikan diri bersama keluarganya, dan sampai di suatu dataran yang luas.
Pada malam hari pun mereka menetap di sana tanpa tempat berlindung.
Berkatalah yang tertua diantara mereka: “Kami berlindung kepada yang perkasa di lembah ini dari golongan jin pada malam ini.”

* Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, Maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap Kuasa di tempat itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Jinn (الجن)

Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai "Al Jin" (jin) diambil dari perkataan "Al Jin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Keimanan:

▪ Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu.

Audio Murottal

QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jinn ayat 6 - Gambar 1 Surah Al Jinn ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 72:6
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,”Jin”) adalah surah ke-72 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan “al-Jinn” yang berarti “Jin” diambil dari kata “al-Jinn” yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
Sending
User Review
4.6 (14 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

72:6, 72 6, 72-6, Surah Al Jinn 6, Tafsir surat AlJinn 6, Quran Al Jin 6, Aljin 6, Al-Jinn 6, Surah Al Jin ayat 6

Video Surah

72:6


More Videos

Kandungan Surah Al Jinn

۞ QS. 72:1 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:2 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:3 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:4 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:5 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:7 • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:8 • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:9 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:10 Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:11 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 72:13 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Jin mendengarkan Al Qur’an

۞ QS. 72:14 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin • Ajakan masuk Islam

۞ QS. 72:15 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:16 • Pahala iman • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 72:17 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:18 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 72:19 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:20 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 72:23 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 72:24 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 72:25 Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 72:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 72:27 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 72:28 Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar [39]: 53

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ
Dan orang orang-orang yang menjaga salatnya.

أُو۟لَـٰٓئِكَ فِى جَنَّـٰتٍۢ مُّكْرَمُونَ
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.
QS. Al-Ma’arij [70]: 34-35

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
QS. Al-Insyirah [94]: 7

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah,
dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,
dan berbuat baiklah,
karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
QS. Al-Baqarah [2]: 195

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Kamus Istilah Islam

iktidal

Apa itu iktidal? ik.ti.dal lurus; v berdiri tegak setelah rukuk sebelum sujud … •

Qiyas

Apa itu Qiyas? Qiyas adalah menggabungkan atau menyamakan artinya menetapkan suatu hukum atau suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan dalam sebab, manfaat, ...

Bilal bin Rabah

Siapa itu Bilal bin Rabah? KBBI bi.lal orang yang bertugas menyerukan azan; muazin; modin; suara azan bilal telah terdengar Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah yang ma...