Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jinn (Jin) – surah 72 ayat 4 [QS. 72:4]

وَّ اَنَّہٗ کَانَ یَقُوۡلُ سَفِیۡہُنَا عَلَی اللّٰہِ شَطَطًا ۙ
Wa-annahu kaana yaquulu safiihunaa ‘alallahi syathathan;
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
―QS. Al Jinn [72]: 4

Daftar isi

And that our foolish one has been saying about Allah an excessive transgression.
― Chapter 72. Surah Al Jinn [verse 4]

وَأَنَّهُۥ dan bahwasanya

And that he
كَانَ adalah

used to
يَقُولُ mengatakan

speak –
سَفِيهُنَا orang bodoh diantara kami

the foolish among us
عَلَى atas/terhadap

against
ٱللَّهِ Allah

Allah
شَطَطًا melampaui batas

an excessive transgression.

Tafsir Quran

Surah Al Jinn
72:4

Tafsir QS. Al-Jinn (72) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, diungkapkan bahwa di antara jin-jin itu ada yang mengucapkan perkataan yang jauh dari kebenaran, yaitu bahwa Allah mempunyai anak dan teman wanita.

Tafsir QS. Al Jinn (72) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya orang yang kurang akal di antara kami dahulu selalu mengatakan sesuatu tentang Allah yang jauh dari kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Dab bahwasanya yang kurang akal di antara kami dahulu, yaitu iblis, selalu berkata terhadap Allah perkataan yang jauh dari kebenaran berupa tuduhan bahwa Dia mempunyai istri dan anak.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan) maksudnya orang yang bodoh di antara kami


(perkataan yang melampaui batas terhadap Allah) dusta yang berlebihan, yaitu dengan menyifati Allah punya istri dan anak.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.
(QS. Al-Jinn [72]: 3)

Artinya, Mahatinggi Allah dari beristri dan beranak.
Jin mengatakan bahwa Mahasuci Tuhan Yang Mahabesar lagi Mahamulia dari hal tersebut, yaitu dari mempunyai istri dan anak.
Hal ini dikatakan oleh jin ketika mereka masuk Islam dan beriman kepada Alquran.
Kemudian mereka (jin) mengatakan sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.
(QS. Al-Jinn [72]: 4)

Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
Orang yang kurang akal daripada kami.
(QS. Al-Jinn [72]: 4)
Mereka bermaksud iblis.


yang melampaui batas.
(QS. Al-Jinn [72]: 4)

Menurut As-Saddi, dari Abu Malik, artinya perkataan yang melampaui batas.
Menurut Ibnu Zaid, artinya zalim yang besar.
Dapat pula ditakwilkan arti firman-Nya,
"Safihuna,"
sebagai isim jenis yang pengertiannya mencakup semua orang yang beranggapan bahwa Allah beristri dan beranak.
Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya:

Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami dahulu selalu mengatakan.
(QS. Al-Jinn [72]: 4)

Yakni sebelum dia masuk Islam.

(perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah.
(QS. Al-Jinn [72]: 4)

Maksudnya, kata-kata yang batil dan palsu alias tidak benar.
Karena itulah maka dalam firman berikutnya disebutkan:

dan sesungguhnya kami mengira bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
(QS. Al-Jinn [72]: 5)

Yaitu sebelum ini kami tidak mengira bahwa manusia dan jin bersepakat membuat kedustaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala karena mereka menisbatkan kepada-Nya punya anak dan punya istri.
Dan setelah kami mendengar Alquran ini dan kami beriman kepadanya, barulah kami mengetahui bahwa mereka dusta terhadap Allah dalam pengakuan mereka itu.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jinn (72) Ayat 4

SYATATAA
شَطَطًا

Lafaz ini dalam bentuk mashdar, berasal dari kata syatta-yqsyuttu.

Syatta Al makaan bermakna tempat itu jauh.

Syatta fil amr berarti melampaui batas.

Syatta fil hukm bermakna berlaku zalim dalam hukum.

Al Husain Ad Daamaghani berkata,
lafaz ini mempunyai dua makna asal.

Pertama, bermakna dusta dan bohong.

Kedua, bermakna penyimpangan dan kezaliman.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Kahfi (18), ayat 14;
• Al Jin (72), ayat 4.

Qatadah berpendapat, syatata membawa makna pendustaan.

Ibnu Zaid menyatakan, syatata bermakna silap dalam percakapan.

Ibnu Jarir At Tabari meyimpulkan, lafaz syatata bermakna pendustaan yang melampau, kadar penipuannya berlebih-lebihan.

Kesimpulannya, lafaz syatata dalam kedua surah dikaitkan dengan al qaul atau perkataan.
Keduanya mempunyai satu makna yaitu perkataan yang tidak baik, dusta dan syirik.
Namun, perkataan itu lahir dan keluar dari dua makhluk ciptaan Allah.

Pertama, penyataan dan perkataan itu keluar daripada enam orang hamba yang shaleh atau Ashabul Kahfi sebagaimana terdapat dalam surah Al Kahfi.
Mereka hanya menyembah Allah dan tidak menyembah berhala sebagaimana yang diseru oleh raja mereka dan dilakukan oleh kaum mereka.

Untuk menyembah Allah, mereka mendirikan tempat ibadah.
Perkara itu diketahui oleh raja mereka, lalu mereka dipanggil menghadap bagi mengetahui apa yang mereka lakukan.

Dalam kesempatan itu, mereka mengajak raja menyembah Allah dengan ayat, "Tuhan kami adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi" Mereka berkata lagi, yaitu sekali-kali dan selamanya kami tidak akan menyembah selain daripada Nya.
Sekiranya kami berbuat demikian, perbuatan itu adalah tidak benar dan sesat," Oleh karena itu, mereka berkata,

ن نَّدْعُوَا۟ مِن دُونِهِۦٓ إِلَٰهًاۖ لَّقَدْ قُلْنَآ إِذًا شَطَطًا

yaitu sekiranya kami berbuat demikian, kami berkata dusta, tidak benar dan mengada-adakan.

Kedua, perkataan syatata keluar dari mulut jin yang beriman kepada Al Qur’an.

Allah berfirman,

وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًا

Jin berkata,
"Maha suci Allah, apabila mereka masuk Islam dan beriman pada Al Qur’an dari menjadikan sahabat dan anak baginya, kemudian mereka berkata,
Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,"

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:313

Unsur Pokok Surah Al Jinn (الجن)

Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai "Al Jin" (jin) diambil dari perkataan "Al Jin" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Keimanan:

▪ Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jinn (28 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 28

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jinn ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Jinn ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 72:4
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,”Jin”) adalah surah ke-72 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan “al-Jinn” yang berarti “Jin” diambil dari kata “al-Jinn” yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
Sending
User Review
4.4 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

72:4, 72 4, 72-4, Surah Al Jinn 4, Tafsir surat AlJinn 4, Quran Al Jin 4, Aljin 4, Al-Jinn 4, Surah Al Jin ayat 4

Video Surah

72:4


Load More

Kandungan Surah Al Jinn

۞ QS. 72:1 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:2 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:3 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:4 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:5 • Mendustai Allah • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:6 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:7 • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:8 • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:9 • Pahala jin dan balasannya • Usaha jin untuk mencuri informasi • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:10 Ar Rabb (Tuhan) • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:11 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:12 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 72:13 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keimanan jin kepada para nabi • Jin mendengarkan Al Qur’an

۞ QS. 72:14 • Sifat iblis dan pembantunya • Islamnya sebagian jin • Ajakan masuk Islam

۞ QS. 72:15 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:16 • Pahala iman • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 72:17 Ar Rabb (Tuhan) • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir

۞ QS. 72:18 Tauhid Uluhiyyah

۞ QS. 72:19 Jin mendengarkan Al Qur’an • Islamnya sebagian jin

۞ QS. 72:20 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 72:23 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 72:24 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir

۞ QS. 72:25 Ar Rabb (Tuhan) • Waktu kiamat tidak diketahui

۞ QS. 72:26 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Para utusan Allah pun tidak mengetahui alam ghaib • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 72:27 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 72:28 Ar Rabb (Tuhan) • Menghitung amal kebaikan

Ayat Pilihan

Barang siapa yang membunuh seorang manusia,
bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 32

Demi waktu Matahari sepenggalahan naik,
dan demi malam apabila telah sunyi,
Tuhanmu tiada meninggalkan kamu & tiada benci kepadamu,
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang.
QS. Ad-Duha [93]: 1-4

Jika kalian nampakkan atau sembunyikan kebaikan atau maafkan orang yang berbuat tak baik pada kalian,
Allah akan limpahkan pahala karena kalian beretika dengan etika ketuhanan, yaitu memberi maaf meski pada saat mampu untuk tidak memaafkan
QS. An-Nisa’ [4]: 149


dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk & telah Kami pilih.
Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka,
maka mereka menyungkur dengan bersujud & menangis.
QS. Maryam [19]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Surah yang tidak diawali basmalah adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah At-Taubah adalah surah ke-9 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat. Dinamakan At-Taubah yang berarti 'Pengampunan' karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah ...

Correct! Wrong!

Proses turunnya wahyu berlangsung selama ... tahun.

Correct! Wrong!

+

Array

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kausar adalah surah ke-108 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri dari 3 ayat yang menjadi surah terpendek dalam Alquran.

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #27
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #27 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #27 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus Istilah Islam

ganimah

Apa itu ganimah? ga.ni.mah harta rampasan perang … • ghonimah

Saba’

Apa itu Saba’? Surah Saba’ adalah surah ke-34 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 54 ayat. Dinamakan Saba’ karena dalam surah terdapat kisah kaum Saba’. Saba’ adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Saba yang ibukotany … • Saba’, Saba

Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani

Siapa itu Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani? Sa’id bin Ali bin Wahf Al-Qahtani adalah seorang alim, penulis produktif dan dosen dari suku asli Arab Al-Qahthani. Dia telah menulis banyak buku Islam yang beberapa bukunya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Karyanya yang paling terkenal adalah buku Hisnul Muslim , sebuah buku doa dan dzikir yang paling populer d … • Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani