Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Al Jinn (Jin) – surah 72 ayat 28 [QS. 72:28]

لِّیَعۡلَمَ اَنۡ قَدۡ اَبۡلَغُوۡا رِسٰلٰتِ رَبِّہِمۡ وَ اَحَاطَ بِمَا لَدَیۡہِمۡ وَ اَحۡصٰی کُلَّ شَیۡءٍ عَدَدًا
Liya’lama an qad ablaghuu risalaati rabbihim wa-ahaatha bimaa ladaihim wa-ahsha kulla syai-in ‘adadan;
Agar Dia mengetahui bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

―QS. 72:28
Topik ▪ Ayat yang berhubungan dengan Abu Bakar As Siddiq
English Translation - Sahih International
That he may know that they have conveyed the messages of their Lord;
and He has encompassed whatever is with them and has enumerated all things in number.
―QS. 72:28

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
لِّيَعْلَمَ karena Dia hendak mengetahui

That He may make evident
أَن bahwa

that
قَدْ sesungguhnya

indeed,
أَبْلَغُوا۟ mereka telah menyampaikan

they have conveyed
رِسَٰلَٰتِ amanat/risalah

(the) Messages
رَبِّهِمْ Tuhan mereka

(of) their Lord;
وَأَحَاطَ dan Dia meliputi

and He has encompassed
بِمَا terhadap apa

what
لَدَيْهِمْ di sisi/pada mereka

(is) with them
وَأَحْصَىٰ dan Dia menghitung

and He takes account
كُلَّ tiap-tiap/segala

(of) all
شَىْءٍ sesuatu

things
عَدَدًۢا bilangan/satu persatu

(in) number.”

 

Tafsir surah Al Jinn (72) ayat 28

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Agar Allah mengetahui–sesuai dengan ketetapan-Nya–bahwa para nabi telah menyampaikan semua risalah Tuhan.
Sungguh Dia Mahatahu segala yang ada pada diri para rasul secara terperinci.
Dia pun Mahatahu jumlah seluruh makhluk yang ada, dan tak satu pun luput dari pengetahuan-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Supaya Dia mengetahui) yakni supaya Allah menampakkan

(bahwa) adalah bentuk takhfif dari anna.

(sesungguhnya mereka itu telah menyampaikan) yakni rasulrasul itu

(risalah-risalah Rabbnya) di sini dipakai dhamir hum karena memandang segi makna yang terkandung di dalam lafal man

(sedangkan, sebenarnya, ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka) diathafkan kepada lafal yang tidak disebutkan, lengkapnya ilmu mengenai hal tersebut telah diliputi oleh ilmu-Nya

(dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.”) lafal `adadan adalah tamyiz yang mengganti kedudukan maf`ulnya, asalnya ialah
“ahshaa `adada kulli syai’in,”
yakni Dia telah menghitung bilangan segala sesuatu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai Rasul, katakanlah kepada orang-orang musyrik itu,
“Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepada kalian itu sudah dekat atau masih lama?
Dia adalah Tuhan yang Maha Mengetahui yang gaib yang tidak terlihat pandangan, tidak tampak kepada satu makhluk pun tentang yang gaib itu kecuali yang telah dipilih dan diridhai-Nya untuk menjadi rasul.
Sesungguhnya, Dia akan menampakkan kepada mereka sebagian dari yang gaib.
Dia menjadikan para malaikat di hadapan dan di belakang Rasulullah yang menjaganya dari para <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin agar mereka tidak mencuri dengar dan menyampaikannya kepada para dukun.
Agar Rasulullah mengetahui bahwa para rasul sebelumnya telah menyampaikan risalah Tuhan dengan benar dan jujur, juga telah dijaga sebagaimana Rasulullah dijaga.
Sesungguhnya, ilmu Allah meliputi apa yang ada pada mereka, baik secara lahir dan batin berupa syariat, hukum, dan sebagainya.
Tidak ada sesuatu pun yang luput dari-Nya.
Sesungguhnya, Dia menghitung segala sesuatu satu per satu sehingga tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengawasan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya.
(QS. Al-Jinn [72]: 26-27)

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 255)

Demikian pula disebutkan dalam surat ini bahwa sesungguhnya Dia mengetahui semua yang gaib dan yang nyata, dan sesungguhnya Dia tidak memperlihatkan sesuatu pun dari ilmu-Nya kepada seseorang dari makhluk-Nya kecuali sebatas apa yang diperlihatkan oleh Dia kepadanya.
Karena itu, maka disebutkan dalam firman-Nya:
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengelahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya.
(QS. Al-Jinn [72]: 26-27)
Hal ini mencakup utusan dari kalangan manusia dan malaikat.

Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
(QS. Al-Jinn [72]: 27)

Yakni Allah memberikan kekhususan kepadanya dengan kawalan para malaikat yang menjaganya atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala Para malaikat itu mengawal dia berikut wahyu Allah yang ada padanya.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasulrasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)

Ulama tafsir berbeda pendapat sehubungan dengan damir yang terdapat di dalam firman-Nya,
“Liya ‘lama,

yakni kepada siapa merujuk?
Menurut suatu pendapat, damir ini kembali kepada Nabi ﷺ

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Ya’qub Al-Qummi, dari Ja’far, dari Sa’ id ibnu Jubair sehubungan dengan makna firman-Nya:
(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang gaib itu, kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
(QS. Al-Jinn [72]: 26-27)
Yakni empat malaikat penjaga yang menemani malaikat Jibril.
Supaya dia (rasul) mengetahui.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)
Artinya, supaya Muhammad mengetahui.
bahwa sesungguhnya utusan-utusan itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedangkan (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan hal ini melalui hadis Ya’qub Al-Qummi dengan sanad yang sama.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ad-Dahhak, As-Saddi, dan Yazid ibnu Abu Habib.

Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
Supaya dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasulrasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)
Bahwa supaya Muhammad Nabi Allah mengetahui bahwa utusan-utusan itu telah menyampaikan risalah Allah kepadanya dan bahwa para malaikat telah menjaga dan membelanya.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Sa’id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, lalu dipilih oleh Ibnu Jarir.

Pendapat yang lainnya mengatakan hal yang lain, seperti yang diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.
(QS. Al-Jinn [72]: 27)
Yakni para malaikat yang mengawal dan memelihara Nabi ﷺ dari gangguan setan, sehingga orang-orang yang Nabi ﷺ diutus kepada mereka jelas atas duduk perkaranya.
Demikian itu di saat Rasul ﷺ berkata agar orang-orang musyrik mengetahui bahwa para utusan malaikat itu telah menyampaikan kepadanya risalah-risalah Tuhan mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Ibnu Abu Najih, dari Mujahid sehubungan dengan makna firman-Nya:
Supaya dia mengetahui bahwa sesungguhnya rasulrasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)

Mujahid mengatakan bahwa makna ayat ialah supaya orang yang mendustakan rasulrasul mengetahui bahwa para malaikat itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.
Akan tetapi, pendapat ini masih perlu diteliti kebenarannya.

Al-Bagawi mengatakan bahwa Ya’qub membaca firman-Nya,
“Liya ‘lama,

menjadi liyu’lima dengan memakai dhammah, artinya supaya dipermaklumatkan kepada manusia bahwa rasulrasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.

Dapat pula ditakwilkan bahwa damir yang ada pada lafaz liya ‘lama kembali (merujuk) kepada Allah subhanahu wa ta’ala Ini menurut suatu pendapat yang diriwayatkan oleh Ibnul Jauzi di dalam kitab Zadul Masir.
Dengan demikian, makna ayat ialah bahwa Allah memelihara rasulrasul-Nya dengan pengawalan para malaikat yang menjaganya agar mereka dapat menunaikan risalah-risalah-Nya, juga memelihara wahyu yang diturunkan oleh Allah kepada mereka.
Supaya Dia mengetahui (dengan pengetahuan yang nyata) bahwa mereka telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya.
Dan ini berarti semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikut Rasul dan siapa yang membelot.
(QS. Al-Baqarah [2]: 143)

Dan semakna dengan firman-Nya:

Dan supaya Allah benar-benar mengetahui (dengan nyata) orang-orang yang beriman, dan supaya Dia benar-benar mengetahui (dengan nyata) orang-orang yang munafik.
(QS. Al-‘Ankabut [29]: 11)

Dan masih banyak ayat lainnya yang menunjukkan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mengetahui segala sesuatu sebelum kejadiaiinya dan ini merupakan suatu kepastian.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

sedangkan (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu per satu.
(QS. Al-Jinn [72]: 28)

Unsur Pokok Surah Al Jinn (الجن)
Surat Al <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="
Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai “Al <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >Jin” (<a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin) diambil dari perkataan “Al <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >Jin” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Keimanan:

▪ Pengetahuan tentang <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/jin" class="glossaryLink cmtt_Tokoh" data-cmtooltip="

Jin
Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi"tersembunyi"atau"tidak terlihat".<BR CLASS="">Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.<BR CLASS="">“ …dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya).<BR CLASS="">Tetapiㅤ(…)</BR></BR></BR>

” >jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jinn (28 ayat)
Qari Internasional

QS. Al-Jinn (72) : 28 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Al-Jinn (72) : 28 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Al-Jinn (72) : 28 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Al-Jinn (72) : 1-28 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 28 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Al Jinn ayat 28 - Gambar 1 Surah Al Jinn ayat 28 - Gambar 2
Statistik QS. 72:28
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,”Jin”) adalah surah ke-72 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan “al-Jinn” yang berarti “Jin” diambil dari kata “al-Jinn” yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Alquran dan mereka mengikuti ajaran Alquran tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku’ 2 ruku’
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
Sending
User Review
4.4 (8 votes)
Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Hadits Lainnya

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #16

Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti … Petunjuk Bacaan Pedoman Menghimpun Kumpulan

Pendidikan Agama Islam #7

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah .. menjelaskan melengkapi menterjemahkan menyelesaikan

Ayat Pilihan

Hadits Pilihan