QS. Al Jinn (Jin) – surah 72 ayat 26 [QS. 72:26]

عٰلِمُ الۡغَیۡبِ فَلَا یُظۡہِرُ عَلٰی غَیۡبِہٖۤ اَحَدًا
‘Aalimul ghaibi falaa yuzhhiru ‘ala ghaibihi ahadan;

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
―QS. 72:26
Topik ▪ Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka
72:26, 72 26, 72-26, Al Jinn 26, AlJinn 26, Al Jin 26, Aljin 26, Al-Jinn 26

Tafsir surah Al Jinn (72) ayat 26

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jinn (72) : 26. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui semua yang gaib, tidak terlihat, dan tidak diketahui oleh hamba-Nya.
Semua yang gaib yang tidak dapat diketahui kecuali oleh Allah, dapat diketahui oleh para rasul yang diridai oleh-Nya dan Dia akan memperlihatkan kepada mereka sekadar apa yang dikehendaki-Nya.
Allah berfirman:

Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 255)

Ayat ini menunjukkan bahwa pekerjaan tukang tenung, ahli nujum, dan tukang sihir semuanya itu salah karena mereka tidak termasuk orang-orang yang diridai Allah, bahkan mereka termasuk yang dibenci-Nya.
Ayat ini juga menerangkan bahwa orang-orang yang mengaku bahwa bintang itu dapat menunjukkan siapa yang akan hidup dan siapa pula yang akan mati, adalah orang-orang yang telah kafir dan mengingkari Al-Qur’an.
Fakhruddin ar-Razi berkata, “Yang dimaksud dengan tidak dapat menyaksikan yang gaib adalah gaib yang khusus yaitu tentang waktu tibanya hari Kiamat.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allahlah yang Mahatahu hal-hal yang gaib.
Dia tidak memperlihatkan hal-hal yang gaib itu kepada siapa pun kecuali kepada rasul yang diizinkan-Nya untuk mengetahui beberapa hal gaib.
Sesungguhnya Dia mempersiapkan penjaga-penjaga dari malaikat di depan dan di belakang seorang rasul yang akan melindunginya dari berbagai bisikan jahat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang gaib) mengetahui semua hal yang gaib di mata hamba-hamba-Nya (maka Dia tidak memperlihatkan) tidak menampakkan (kepada seorang pun tentang yang gaib itu) di antara manusia ini.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengatakan kepada manusia bahwa sesungguhnya tiada pengetahuan baginya tentang waktu hari kiamat, tiada seorang pun yang mengetahui apakah kiamat itu sudah dekat waktunya ataukah masih jauh.

Katakanlah, “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi (kedatangan)nya masa yang panjang.” (Q.S. Al-Jinn [72]: 25)

Yaitu masa yang masih panjang.
Di dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa hadis yang banyak beredar di kalangan orang-orang bodoh —yaitu yang menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak dikebumikan di bawah tanah— merupakan hadis yang dusta, tidak ada asalnya, dan tidak kami lihat pada sesuatu pun dari kitab-kitab hadis yang menyebutnya.
Bahkan beliau pernah ditanya tentang saat hari kiamat, maka beliau tidak menjawab.
Dan ketika Jibril menampakkan diri kepadanya dalam rupa seorang Badui, lalu di antara pertanyaan yang diajukannya menyebutkan, “Ceritakanlah kepadaku, hai Muhammad, tentang hari kiamat.” Maka Nabi ﷺ menjawab:

Tidaklah orang yang ditanya mengenainya lebih mengetahui daripada orang yang bertanya.

Dan ketika ada seorang Badui bertanya kepadanya dengan suara yang lantang, “Hai Muhammad, bilakah kiamat terjadi?”
Maka Nabi ﷺ menjawab:

Celakalah kamu, lalu apakah yang telah engkau persiapkan untuknya, sesungguhnya ia (hari kiamat) pasti akan terjadi.

Lalu lelaki Badui itu menjawab, “Adapun mengenai diriku, sesungguhnya aku belum dapat mempersiapkan untuk menyambutnya dengan banyak salat, tidak pula dengan banyak puasa, tetapi aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Maka engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.

Anas mengatakan bahwa maka kaum muslim amat gembira dengan hadis ini, tiada sesuatu pun yang lebih menggembirakan mereka selain hadis ini.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Mada, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Jubair, telah menceritakan kepadaku Abu Bakar ibnu Abu Maryam, dari Ata ibnu Abu Rabah, dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a,, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Hai manusia, jika kamu berakal, buatlah persiapan unluk dirimu dalam menghadapi kematian.
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya apa yang diancamkan kepadamu benar-benar pasti terjadi (yakni hari kiamat).

Abu Daud di dalam akhir Kitabul Malahim mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Sahl, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Mu’awiyah ibnuSaleh, dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari ayahnya, dari Abu Sa’labah Al-Khusyani yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tiada yang menghalangi Allah untnk menghisab umat ini selama setengah hari.

Abu Daud meriwayatkannya secara munfarid.
Kemudian Abu Daud mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami Abul Mugirah, telah menceritakan kepadaku Safwan, dari Syuraih ibnu Ubaid, dari Sa’ id ibnu Abu Waqqas, dari Nabi ﷺ bahwa beliau ﷺ pernah bersabda: Sesungguhnya aku benar-benar berharap semoga tiada yang menghalangi umat ini di hadapan Tuhan mereka, jangan sampai Dia menangguhkan (hisab) mereka (lebih) dari setengah hari.
Lalu ditanyakan kepada Sa’d, “Berapa lamakah setengah hari di sisi Tuhan?”
Sa’d menjawab, “Lima ratus tahun.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud secara munfarid.’


Informasi Surah Al Jinn (الجن)
Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai “Al Jin” (jin) diambil dari perkataan “Al Jin” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Al Qur’an dan mereka mengikuti ajaran Al Qur’an tersebut.

Keimanan:

Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu,

Ayat-ayat dalam Surah Al Jinn (28 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jinn (72) ayat 26 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jinn (72) ayat 26 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jinn (72) ayat 26 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jinn - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 28 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 72:26
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,"Jin") adalah surah ke-72 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan "al-Jinn" yang berarti "Jin" diambil dari kata "al-Jinn" yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
4.4
Ratingmu: 4.2 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta