QS. Al Jinn (Jin) – surah 72 ayat 16 [QS. 72:16]

وَّ اَنۡ لَّوِ اسۡتَقَامُوۡا عَلَی الطَّرِیۡقَۃِ لَاَسۡقَیۡنٰہُمۡ مَّآءً غَدَقًا
Wa-allawiistaqaamuu ‘alath-thariiqati asqainaahum maa-an ghadaqan;

Dan bahwasanya:
jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).
―QS. 72:16
Topik ▪ Iman ▪ Pahala iman ▪ Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya
72:16, 72 16, 72-16, Al Jinn 16, AlJinn 16, Al Jin 16, Aljin 16, Al-Jinn 16

Tafsir surah Al Jinn (72) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jinn (72) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan bahwa siapa saja di antara manusia atau jin yang tetap berpegang dan menjalankan ketentuan-ketentuan Islam, Allah akan melapangkan rezekinya serta memudahkan semua urusan dunia mereka.
Dalam rangka melapangkan rezeki, Allah mengungkapkannya dengan kata “air yang segar”,
karena air itu adalah sumber kehidupan.
Banyak air berarti kebahagiaan yang luas.
Firman Allah:

Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 96)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya sekiranya manusia dan jin mengikuti jalan Islam dan tidak menyimpang darinya, niscaya Kami sirami mereka dengan banyak air yang dapat digunakan kapan saja diperlukan,

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman mengenai orang-orang kafir Mekah:

(Dan bahwasanya) mereka, adalah bentuk takhfif dari anna, sedangkan isimnya tidak disebutkan, yakni annahum, artinya, bahwasanya mereka, diathafkan kepada lafal annahus tama`a (jika mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu) yaitu agama Islam (benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang banyak) dari langit.

Demikian itu setelah hujan dihentikan dari mereka selama tujuh tahun.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala berikutnya:

Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).
Untuk Kami beri cobaan kepada mereka dengan melaluinya.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16-17)

Ulama tafisr berbeda pendapat mengenai makna ayat ini, ada dua pendapat di kalangan mereka.
Salah satunya mengatakan, seandainya jin yang menyimpang dari kebenaran itu menempuh jalan Islam dan kembali kepada jalan kebenaran serta tetap menempuhnya.

benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak).
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16)

Gadaqan artinya banyak, makna yang dimaksud ialah memberinya rezeki yang banyak lagi berlimpah.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain, yaitu:

Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil, dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.
(Q.S. Al-Ma’idah [5]: 66)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala lainnya:

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 96)

Dengan demikian, berarti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Untuk Kami beri cobaan kepada mereka dengan melaluinya.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 17)

Yakni untuk Kami uji mereka dengannya, sebagaimana yang dikatakan oleh Zaid ibnu Aslam, bahwa demikian itu agar Kami uji dan Kami coba mereka, siapakah di antara mereka yang tetap pada jalan hidayah, dan siapa di antara mereka yang murtad dan memilih jalan kesesatan?

Tafsir ayat menurut orang-orang yang berpendapat demikian.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Artinya, istiqamah dalam ketaatannya.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Yaitu jalan agama Islam.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Sa’id ibnul Musayyab, Ata, As-Saddi, dan Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Yakni seandainya mereka semuanya beriman, niscaya Kami luaskan bagi mereka rezeki Kami di dunia,

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Maksudnya, jalan kebenaran.
Hal yang sama dikatakan oleh Ad Dahhak, kemudian ia mengemukakan dalil kedua ayat yang telah disebutkan di atas untuk menguatkan pendapatnya; masing-masing dari mereka atau keseluruhannya yang berpendapat demikian mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Untuk Kami beri cobaan kepada mereka dengan melaluinya.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 17) Yaitu agar Kami beri cobaan kepada mereka dengan melaluinya.

Muqatil mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Quraisy yang kafir, ketika hujan dicegah dari mereka selama tujuh tahun.

Pendapat yang kedua mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: Dan bahwasanya jikalau mereka tetappada jalan itu.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Yakni jalan kesesatan.
benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) sebagai istidraj dari Kami terhadap mereka, semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka.
Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.
(Q.S. Al-An’am [6]: 44)

Juga semakna dengan firman-Nya:

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka?
Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.
(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 55-56)

Ini adalah pendapat Abu Mijlaz alias Lahiq ibnu Humaid, karena dia mengatakan sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala: Dan bahwasanya jikalau mereka tetap pada jalan itu.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 16) Yakni jalan kesesatannya.

Demikianlah menurut apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.
Al-Bagawi meriwayatkannya dari Ar-Rabi’ ibnu Anas, Zaid ibnu Aslam, Al-Kalabi, dan Ibnu Kaisan.
Alasan pendapat ini cukup masuk di akal, dan didukung pula oleh adanya firman Allah subhanahu wa ta’ala Selanjutnya yang mengatakan: Untuk Kami beri cobaan kepada mereka dengan melaluinya.
(Q.S. Al-Jin 17)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya.
niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat berat.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 17)

Yaitu siksaan yang berat, keras, lagi menyakitkan.
Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala: azab yang amat berat.
(Q.S. Al-Jinn [72]: 17) Yakni berat tiada henti-hentinya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Sa’dan adalah nama sebuah gunung di dalam neraka Jahanam.
Diriwayatkan pula dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa Sa’dan adalah sebuah sumur yang ada di dalam neraka Jahanam.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Jinn (72) Ayat 16

GHADAQ
غَدَق

Arti lafaz ghadaq adalah air yang banyak dan melimpah, baik air hujan atau lainnya.

Kata ini disebut sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah Al Jinn (72), ayat 16. Pada ayat itu, Allah menetapkan barangsiapa (manusia dan jin) berjalan di atas jalan Islam, sudah pasti Allah akan menurunkan air yang melimpah ruah kepada mereka

وَأَلَّوِ ٱسْتَقَٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَٰهُم مَّآءً غَدَقًا

Imam Ibn Katsir menjelaskan makna air yang melimpah adalah rezeki yang melimpah.

Imam Asy Syawkani menambahkan penggunaan kata air dalam ungkapan itu disebabkan air adalah sumber utama rezeki dan kekayaan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:394

Informasi Surah Al Jinn (الجن)
Surat Al Jin terdiri atas 28 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al A’raaf.

Dinamai “Al Jin” (jin) diambil dari perkataan “Al Jin” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan Al Qur’an dan mereka mengikuti ajaran Al Qur’an tersebut.

Keimanan:

Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad ﷺ dengan jalan wahyu,

Ayat-ayat dalam Surah Al Jinn (28 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jinn (72) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jinn (72) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jinn (72) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jinn - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 28 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 72:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jinn.

Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,"Jin") adalah surah ke-72 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat.
Dinamakan "al-Jinn" yang berarti "Jin" diambil dari kata "al-Jinn" yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut.

Nomor Surah 72
Nama Surah Al Jinn
Arab الجن
Arti Jin
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 40
Juz Juz 29
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 28
Jumlah kata 286
Jumlah huruf 1109
Surah sebelumnya Surah Nuh
Surah selanjutnya Surah Al-Muzzammil
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta