QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 6 [QS. 45:6]

تِلۡکَ اٰیٰتُ اللّٰہِ نَتۡلُوۡہَا عَلَیۡکَ بِالۡحَقِّ ۚ فَبِاَیِّ حَدِیۡثٍۭ بَعۡدَ اللّٰہِ وَ اٰیٰتِہٖ یُؤۡمِنُوۡنَ
Tilka aayaatullahi natluuhaa ‘alaika bil haqqi fabiai-yi hadiitsin ba’dallahi waaayaatihi yu’minuun(a);

Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya, maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.
―QS. 45:6
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Rusaknya keseimbangan pada hari kiamat
45:6, 45 6, 45-6, Al Jaatsiyah 6, AlJaatsiyah 6, Al-Jasiyah 6, AlJasiyah 6, Al Jasiyah 6

Tafsir surah Al Jaatsiyah (45) ayat 6

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 6. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menyatakan kepada Rasulullah ﷺ, bahwa ayat Al-Qur’an yang dibacakan kepadanya itu adalah ayat-ayat yang mengandung bukti, dan dalil-dalil yang kuat baik dari segi asal Al-Qur’an itu (dari Allah) maupun dari segi isi dan gaya bahasanya.
Pernyataan Allah itu telah disampaikan oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada kaum musyrik Mekah, tetapi semuanya itu tidak dapat mereka terima, bahkan mereka bertambah ingkar kepada Rasulullah ﷺ Pada waktu Al-Qur’an dibacakan kepada orang kafir Mekah, hati mereka mengakui ketinggian isi dan gaya bahasanya.
Pengakuan ini langsung diucapkan ‘Utbah bin Rabi’ah dan Abu al-Walid, sastrawan kenamaan orang Arab waktu itu.
Kepada mereka diperintahkan agar memperhatikan kejadian alam semesta ini, kejadian diri mereka sendiri, air hujan yang turun dari langit yang menyirami bumi sehingga bumi yang tandus menjadi subur, angin yang bertiup, dan sebagainya, semuanya itu dapat dijadikan bukti bahwa Allah adalah Maha Esa, Mahakuasa lagi Mahaperkasa.
Kepada mereka pun telah diutus seorang rasul yang akan menyampaikan agama Allah kepada seluruh manusia.
Rasul itu adalah orang yang paling mereka percayai di antara mereka, orang yang mereka segani dan orang yang selalu mereka mintai nasihat dalam menyelesaikan perselisihan-perselisihan yang terjadi di antara mereka.
Rasul yang diutus itu dapat pula membuktikan bahwa ia benar-benar Rasul yang diutus Allah kepada manusia, misalnya dengan mengemukakan beberapa mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.
Sudah banyak bukti yang dikemukakan kepada mereka, tetapi mereka tidak juga beriman.
Sebenarnya, bagi orang yang mau menggunakan pikirannya, cukup banyak bukti untuk menjadikan dia seorang yang beriman.
Itulah sebabnya maka Rasulullah ﷺ diperintahkan oleh Allah menanyakan kepada kaum musyrik Mekah tentang keterangan apalagi yang mereka minta yang dapat mengubah hati mereka sehingga menjadi beriman.
Telah lengkap keterangan yang diberikan kepada mereka.
Tidak ada lagi dalil-dalil dan bukti-bukti yang lebih kuat daripada yang telah dikemukakan itu.
Jika mereka tidak mau juga memahaminya dan tidak mau menerima bukti dan dalil-dalil itu, terserah kepada mereka sendiri.
Mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal akibat sikap kepala batu mereka itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Itulah ayat-ayat kawniyyah (kosmis) Allah yang mengandung kebenaran untuk manusia, yang Kami bacakan kepadamu, Muhammad, melalui Al Quran dengan perantaraan malaikat Jibril.
Apabila mereka tidak mempercayai ayat-ayat itu, maka perkataan apa lagi setelah firman Allah, yaitu Al Quran, yang akan mereka percaya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Itulah) yakni tanda-tanda yang telah disebutkan itu (ayat-ayat Allah) maksudnya, hujah-hujah-Nya yang menunjukkan kepada keesaan-Nya (yang Kami membacakannya) yang Kami ceritakan (kepadamu dengan sebenarnya) lafal Bil haqqi ber-ta’aluq kepada lafal Natluuhaa (maka dengan perkataan mana lagi sesudah Allah) sesudah firman-Nya, yang dimaksud adalah Alquran (dan keterangan-keterangan-Nya) atau hujah-hujah-Nya (mereka beriman) orang-orang kafir Mekah itu mereka tidak beriman.

Menurut suatu qiraat lafal Yu’minuuna dibaca Tu’minuuna.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

itulah ayat-ayat Allah.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 6)

Yakni Al-Qur’an yang di dalamnya mengandung bukti-bukti dan keterangan-keterangan yang jelas.

yang kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 6)

Yaitu mengandung perkara yang hak dari Tuhan Yang Maha Hak.
Apabila mereka tidak beriman kepadanya dan tidak mau tunduk patuh kepadanya, maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al-Qur’an itu?


Informasi Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)
Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai “Al Jaatsiyah” (yang berlutut) diambil dari perkataan “Jaatsiyah” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan ter­hadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan “Asy Syari’ah” diambil dari perkataan “Syari’ah” (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

Keterangan-keterangan dan dalil-dalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi
buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri
Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa
kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata
kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat
keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat
pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatan­perbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

Kisah Bani Israil yang telah diberi ni’mat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya
kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 6 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 6 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 6 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jaatsiyah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 37 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 45:6
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,"Yang Berlutut") adalah surah ke-45 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah 45
Nama Surah Al Jaatsiyah
Arab الجاثية
Arti Yang bertekuk lutut
Nama lain asy-Syari'ah (Syariat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 65
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 37
Jumlah kata 489
Jumlah huruf 2085
Surah sebelumnya Surah Ad-Dukhan
Surah selanjutnya Surah Al-Ahqaf
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/45-6









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta