Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) - surah 45 ayat 4 [QS. 45:4]

وَ فِیۡ خَلۡقِکُمۡ وَ مَا یَبُثُّ مِنۡ دَآبَّۃٍ اٰیٰتٌ لِّقَوۡمٍ یُّوۡقِنُوۡنَ ۙ
Wafii khalqikum wamaa yabuts-tsu min daabbatin aayaatun liqaumin yuuqinuun(a);
Dan pada penciptaan dirimu dan pada makhluk bergerak yang bernyawa yang bertebaran (di bumi) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) untuk kaum yang meyakini,
―QS. Al Jaatsiyah [45]: 4

Daftar isi

And in the creation of yourselves and what He disperses of moving creatures are signs for people who are certain (in faith).
― Chapter 45. Surah Al Jaatsiyah [verse 4]

وَفِى dan pada

And in
خَلْقِكُمْ menciptakan kalian

your creation
وَمَا dan apa yang

and what
يَبُثُّ bertebaran

He disperses
مِن dari

of
دَآبَّةٍ binatang ternak

(the) moving creatures
ءَايَٰتٌ tanda-tanda

(are) Signs
لِّقَوْمٍ bagi kaum

for a people
يُوقِنُونَ mereka meyakini

who are certain.

Tafsir Quran

Surah Al Jaatsiyah
45:4

Tafsir QS. Al-Jasiyah (45) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menunjukkan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya pada kejadian manusia sendiri dan pada penciptaan binatang yang beraneka ragam jenis dan bentuknya.
Manusia diciptakan Allah dari unsur-unsur yang terdapat di dalam tanah.

Berbagai zat yang terdiri dari karbohidrat, protein, zat lemak, zat gula, berbagai macam garam, berbagai macam vitamin, zat besi, dan sebagainya terkumpul dalam tubuh manusia, melalui makanan dan minuman yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Tumbuh-tumbuhan dan hewan itu semua berasal dari tanah.

Allah ﷻ berfirman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ اِذَآ اَنْتُمْ بَشَرٌ تَنْتَشِرُوْنَ

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. (Ar-Rum [30]: 20)

Sebagian dari zat yang dimakan manusia itu ada yang menjadi spermatozoa pada diri laki-laki dan ovum pada diri perempuan.

Sperma dan ovum itu bertemu, pada saat terjadinya senggama antara laki-laki dan perempuan.
Dengan demikian terjadilah pembuahan.

Benih itu makin lama makin besar.
Empatpuluh hari kemudian, terbentuklah jaringan-jaringan yang dipenuhi pembuluh-pembuluh darah.

Empatpuluh hari kemudian, terlihatlah calon janin yang berbentuk seperti darah yang mengental.
Kemudian setelah empatpuluh hari terbentuklah janin yang melekat pada dinding rahim.

Pada saat itulah, mulai terlihat tanda-tanda kehidupan dan jantung bayi itu mulai berdenyut.
Denyut jantung bayi itu telah dapat didengar apabila orang menempelkan telinganya ke bagian perut ibu yang sedang mengandung.
Sejak terjadinya pembuahan dalam kandungan ibu sampai kepada terlihatnya tanda-tanda kehidupan, diperlukan waktu empat bulan.
Lima bulan sepuluh hari setelah itu, lahirlah janin dari kandungan.
Sejak itulah bayi itu bernapas dengan paru-parunya yang telah mulai bekerja, dan sejak itu pula ia berangsur-angsur melepaskan diri dari ketergantungannya kepada orang tuanya, terutama kepada ibunya.
Dia telah diberi akal, perasaan dan kemampuan bekerja sehingga dengan kemampuan yang diberikan itu, ia telah dapat melaksanakan tugas hidupnya sebagai khalifah Allah di muka bumi.
Akhirnya ia menjadi tua dan meninggal dunia.

Penciptaan manusia Allah jelaskan dalam firman-Nya:

هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى مِنْ قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوْٓا اَجَلًا مُّسَمًّى وَّلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua.
Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu.
(Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.
(Al-Mu’min [40]: 67)

Dengan memperhatikan proses penciptaan manusia, bagaimana sulit dan ruwetnya hukum-hukum yang berlaku dalam penciptaan itu, orang yang sadar akan mengakui kekuasaan dan keagungan Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Allah menunjukkan juga tanda-tanda kekuasaan dan keagungan-Nya yang terdapat pada kejadian dan kehidupan binatang melata yang beraneka ragam, jenis, macamnya, dan cara-cara kehidupannya.
Dengan memperhatikan bentuknya, orang dapat membedakan binatang.
Ada binatang yang beruas tulang belakang yang dalam Ilmu Hayat disebut
"vertebrata",
ada yang tidak beruas tulang belakang (invertebrata).
Binatang yang beruas tulang belakang dibagi atas beberapa bagian seperti mamalia (binatang menyusui), jenis burung (aves), jenis binatang melata (reptilia), jenis binatang yang hidup di darat dan di air (amphibia), jenis ikan (pisces).

Binatang yang tidak beruas tulang belakang dibeda-bedakan lagi menjadi beberapa bahagian seperti binatang berkutu (insektifora), binatang lunak (mollusca), hingga binatang yang bersel satu (protozoa).
Tiap-tiap jenis dan macam binatang itu mempunyai hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan sendiri-sendiri yang disusun dengan rapi seperti cara hidup, makanannya, cara berkembang biak, cara mempertahankan hidup, sampai kepada keagungan dan faedahnya.
Dan hal-hal yang diterangkan itu akan menjadi i’tibar dan pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir dan ingin mengetahui betapa Maha Tingginya Ilmu penciptanya;
dengan demikian, akan memperkuat iman di hatinya.

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 4. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dalam Allah menciptakan kalian, wahai umat manusia, dengan bentuk yang indah dan penciptaan yang sempurna, serta dalam berbagai jenis binatang dengan bentuk dan kegunaannya yang berbeda-beda, benar-benar terdapat bukti yang amat kuat dan jelas bagi kaum yang meyakini melalui perenungan dan pemikiran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai sekalian manusia, sesungguhnya dalam hal ihwal penciptaan kalian dan binatang melata yang berpencar di muka bumi adalah bukti dan hujah bagi kaum yang meyakini Allah dan syariat-Nya.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan pada penciptaan kalian) penciptaan masing-masing di antara kalian, yaitu mulai dari air mani, lalu berupa darah kental, kemudian segumpal daging, lalu menjadi manusia


(dan) penciptaan


(apa yang bertebaran) di muka bumi


(berupa makhluk-makhluk yang melata) arti kata Ad-Daabbah adalah makhluk hidup yang melata di permukaan bumi, yaitu berupa manusia dan lain-lainnya


(terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah dan keesaan-Nya bagi kaum yang meyakini) adanya hari berbangkit.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(2-5)

Allah subhanahu wa ta’ala memberi petunjuk kepada mahluk-Nya memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya, nikmat-nikmat-Nya, dan kekusaan-Nya yang besar yang dengan kekuasaan-Nya dia menciptakan langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya yang beraneka ragam macam dan jenisnya.
Yaitu para malaikat, jin, manusia, binatang-binatang melata, burung-burung, hewan-hewan pemangsa, hewan-hewan liar, berbagai jenis serangga, dan berbagai macam makhluk di dalam laut.
Juga silih bergantinya siang dan malam hari yang terus bergantian tanpa hentinya;
yang satu datang dengan membawa kegelapannya, dan yang lainnya datang dengan membawa sinarnya.
Demikian pula apa yang diturunkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dari langit melalui awan berupa hujan ketika diperlukan, yang hal ini dinamakan rezeki mengingat dengan adanya hujan rezeki dapat dihasilkan.

lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya.
(QS. Al-Jasiyah [45]: 5)

Yakni pada sebelumnya bumi kering dan tandus, tiada tumbuh-tumbuhan padanya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan pada perkisaran angin.
(QS. Al-Jasiyah [45]: 5.)

Yaitu angin dari selatan, utara, angin dabur dan saba, angin laut dan darat, angin malam hari dan siang hari;
yang antara lain ada yang membawa air hujan, dan ada yang menyemaikan benih, dan ada yang menjadi penyegar bagi arwah (jiwa), ada pula yang mandul tidak produktif, pada mulanya Allah menyebutkan dalam firman-Nya:

benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman.
(QS. Al-Jasiyah [45]: 2)

Selanjutnya Allah menyebutkan,
"Terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini,"
kemudian disebutkan pula,
"Terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal"
Hal ini merupakan ungkapan yang bertingkat-tingkat dari suatu keadaan yang mulia meningkat kepada keadaan lain yang lebih mulia dan lebih tinggi daripada sebelumnya, makna ayat ini mirip dengan apa yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi;
sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(QS. Al-Baqarah [2]: 164)

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan makna ayat ini telah mengetengahkan atsar yang cukup panjang lagi gharib dari Wahb ibnu Munabbih, yaitu menyangkut penciptaan manusia, bahwa manusia itu diciptakan dari empat unsur yang dicampur menjadi satu.
Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jaatsiyah (45) Ayat 4

DAABBAH
دَآبَّة

Lafaz ini berasal dari lafaz dabba, jamaknya adalah dawaabb digunakan untuk mudzakkar dan mu’annats dan al-taa’ adalah isyarat untuk menunjukkan mufrad (satu). Maknanya setiap apa yang berjalan dengan perlahan di atas muka bumi dan mayoritasnya ditujukan kepada hewan yang digunakan sebagai tunggangan.

Al Kafawi berkata,
"Ia (dabbah) bermakna setiap yang berjalan di muka bumi secara umumnya dan kuda, baghal dan keledai khususnya."

Lafaz daabbah disebut sebanyak 14 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 164;
• Al An’aam (6), ayat 38;
Hud (11), ayat 6, 56;
• An Nahl (16), ayat 49, 61;
An Nur (24), ayat 45;
• An Naml (27), ayat 82;
Al Ankaabut (29), ayat 60;
Luqman (31), ayat 10;
Saba’ (34), ayat 14;
Faathir (35), ayat 45;
• Asy Syuura (42), ayat 29;
• Al Jaatsiyah (45) ayat 4.
Al Qurtubi berkata daabbah bermakna merangkum keseluruhan hewan," sedangkan Asy Syawkani berkata,
"Ia bermakna setiap hewan yang berjalan di muka bumi.

Dalam Tafsir Al Manar, makna lafaz daabbah adalah semua benda yang hidup yang merayap dan merangkak di muka bumi yang tidak terhitung bilangannya.

At Tabari berpendapat, lafaz daabbah bermakna nama bagi setiap yang memiliki roh yang berjalan atau merangkak di atas bumi selain burung.
Hal ini dikuatkan pemisahan antara lafaz daabbah dan at tayr (burung) dalam surah Al An’aam yang bermaksud, "Dan tidak seekor pun binatang yang melata di muka bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan (mereka ialah) umat seperti kamu"

Muhammad Ali As Sabbuni berkata,
"Ad daabbah dalam ayat ini bermakna hewan yang melata di muka bumi dan burung yang terbang di udara." Namun, Al Qurtubi menerangkan sebahagian pakar ada yang mengeluarkan burung dari termasuk ke dalam makna daabbah adalah ditolak.
Allah berkata dalam surah Hud yang berrnaksud, "Dan tiadalah sesuatu pun dari makhluk yang bergerak di bumi melainkan Allah jua yang menanggung rezekinya" Sesungguhnya burung dalam beberapa keadaan melata dan berjalan dengan kedua kakinya.

Kesimpulannya, lafaz daabbah apabila disebut dengan sendirinya termasuk hewan yang melata, bergerak di muka bumi dan bila disebut dengan hewan yang lain seperti burung ia bermakna hewan yang mayorisanya hanya melata di muka bumi.

Dawaabb disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Anafal (8), ayat 22, 55;
• Al Hajj (22), ayat 18;
Faathir (35), ayat 28.
Lafaz dalam bentuk jamak ini mengandung dua makna:

Pertama, lafaz ini adalah kiasan bagi orang kafir dan makna itu terdapat dalam surah Al Anfaal.

Ibnu Katsir berkata,
"Sesungguhnya sehina-hina hewan di muka bumi adalah mereka yang kufur dan tidak beriman di mana setiap kali mereka membuat perjanjian, mereka mengingkarinya dan setiap kali mereka diyakinkan dengan keimanan, mereka melanggar dan merusakkannya.
Mereka adalah makhluk yang paling jahat dan hina karana setiap binatang dan lainnya tunduk dan taat kepada Allah padahal Dia menciptakannya bagi mereka sedangkan mereka dicipta untuk beribadah kepada Nya namun mereka kufur.

Oleh karena itu, mereka disamakan dengan binatang.

Allah berfirman, "Dan bandingan (orang yang menyeru) orang kafir (yang tidak mau beriman itu) samalah seperti orang yang berteriak memanggil binatang yang tidak dapat memahami selain dari hanya mendengar suara panggilan saja."

Dalam ayat yang lain yang berarti, "Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih hina; mereka itulah orang yang lalai".

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid dan Ibnu Jarir, yang dimaksudkan dalam ayat di atas adalah golongan Bani ‘Abd Ad Dar dari suku Quraisy.

Muhammad bin Ishaq berpendapat mereka ialah orang munafik.

Ibnu Katsir berkata,
"Keduanya tidaklah bertentangan."

Kedua, lafaz dawaabb bermakna binatang yang melata di muka bumi seperti jamak dari pengertian di atas yang mencakup semua hewan.

Ibnu Zaid berkata,
lafaz dawaab bermakna al khalq ialah makhluk.
Namun, lafaz jamak yang disebutkan di dalam Al Qur’an kebanyakannya bermakna hewan secara umumnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:216-218

Unsur Pokok Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai "Al Jaatsiyah" (yang berlutut) diambil dari perkataan "Jaatsiyah" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan "Asy Syari’ah" diambil dari perkataan "Syari’ah" (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

▪ Keterangan-keterangan dan dalildalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi.
▪ Buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri.
▪ Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa.
▪ Kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata.
▪ Kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat.
▪ Keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat.
▪ Pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatanperbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

▪ Kisah Bani Israil yang telah diberi nikmat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

▪ Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya.
▪ Kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 37 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 37

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jaatsiyah ayat 4 - Gambar 1 Surah Al Jaatsiyah ayat 4 - Gambar 2
Statistik QS. 45:4
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,”Yang Berlutut”) adalah surah ke-45 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari’ah diambil dari perkataan Syari’ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah 45
Nama Surah Al Jaatsiyah
Arab الجاثية
Arti Yang bertekuk lutut
Nama lain asy-Syari’ah (Syariat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 65
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 37
Jumlah kata 489
Jumlah huruf 2085
Surah sebelumnya Surah Ad-Dukhan
Surah selanjutnya Surah Al-Ahqaf
Sending
User Review
4.6 (28 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

45:4, 45 4, 45-4, Surah Al Jaatsiyah 4, Tafsir surat AlJaatsiyah 4, Quran Al-Jasiyah 4, AlJasiyah 4, Al Jasiyah 4, Surah Al Jatsiyah ayat 4

Video Surah

45:4


More Videos

Kandungan Surah Al Jaatsiyah

۞ QS. 45:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 45:5 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 45:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:7 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 45:8 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat •

۞ QS. 45:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:10 • Al Wali (Maha Pelindung) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 45:11 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Azab orang kafir

۞ QS. 45:14 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 45:15 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 45:17 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:18 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 45:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 45:20 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 45:21 • Derajat para pemeluk agama • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 45:22 • Kekuasaan Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 45:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 45:24 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 45:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:26 • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 45:27 • Segala sesuatu milik Allah • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 45:28 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 45:29 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 45:30 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 45:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:32 • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:33 • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 45:34 • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 45:35 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 45:36 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 45:37 • Kesombongan hak Allah semata • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah,
dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
QS. Al-Ahqaf [46]: 15

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
QS. As-Saff [61]: 3

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
QS. Az-Zariyat [51]: 49

Allah menyuruh (kamu) berlaku adil & berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran & permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
QS. An-Nahl [16]: 90

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah ...

Correct! Wrong!

Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah ...

Correct! Wrong!

Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Hadis Muu2019allaq adalah bila sanad sebuah hadits terputus pada penutur 5 hingga penutur 1, alias tidak ada sanadnya.
Contoh:

'Seorang pencatat hadis mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan....'

tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah.

+

Array

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang menceritakan hadits disebut ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #8
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #8 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #8 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Riba

Apa itu Riba? Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara baha...

khauf

Apa itu khauf? Secara bahasa khauf adalah lawan kata al-amnu. Al-Amnu adalah rasa aman, maka khauf berarti rasa takut. Secara istilah khauf adalah pengetahuan yang dimiliki seorang hamba di dalam hati...

Al-Mumtahanah

Apa itu Al-Mumtahanah? Surah Al-Mumtahanah adalah surah ke-60 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 13 ayat. Dinamakan Al Mumtahanah yang berarti Wanita yang diuji di am...