QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 28 [QS. 45:28]

وَ تَرٰی کُلَّ اُمَّۃٍ جَاثِیَۃً ۟ کُلُّ اُمَّۃٍ تُدۡعٰۤی اِلٰی کِتٰبِہَا ؕ اَلۡیَوۡمَ تُجۡزَوۡنَ مَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
Watara kulla ummatin jaatsiyatan kullu ummatin tud’a ila kitaabihaal yauma tujzauna maa kuntum ta’maluun(a);

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut.
Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
―QS. 45:28
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
45:28, 45 28, 45-28, Al Jaatsiyah 28, AlJaatsiyah 28, Al-Jasiyah 28, AlJasiyah 28, Al Jasiyah 28

Tafsir surah Al Jaatsiyah (45) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini, Allah menjelaskan keadaan manusia pada hari penentuan keputusan itu dan kedahsyatan huru-hara pada saat menunggu detik-detik yang menentukan, yaitu:

1.
Pada hari itu, manusia berlutut dan bersimpuh di hadapan Tuhan penguasa seluruh alam untuk menerima perhitungan amal perbuatan mereka dan menerima keputusan akhir yang akan ditetapkan atas mereka.

2.
Pada hari itu, mereka dipanggil melihat catatan mereka yang dibuat oleh para malaikat.
Kemudian mereka memeriksa apakah ada di antara perbuatan mereka yang belum tercatat atau ada yang tercatat, tetapi tidak sesuai dengan yang telah mereka kerjakan.
Apabila perbuatan mereka yang tercatat itu sesuai dengan yang diperintahkan oleh agama yang dibawa rasul mereka, maka mereka akan memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan, sedangkan apabila tidak sesuai dengan perintah dan banyak melanggar larangan agama mereka, maka mereka akan memperoleh kecelakaan dan azab di neraka.

Allah berfirman:

Dan bumi (Padang Mahsyar) menjadi terang benderang dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan buku-buku (perhitungan perbuatan mereka) diberikan (kepada masing-masing), nabi-nabi dan saksi-saksi pun dihadirkan, lalu diberikan keputusan di antara mereka secara adil, sedang mereka tidak dirugikan.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Pada ayat lain Allah berfirman:

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.

(Al-Kahf: 49)

Pada saat itu, manusia mendapat panggilan.
Kepada mereka diberitahukan bahwa pada hari itulah mereka akan menerima balasan dari amal perbuatan mereka masing-masing dengan balasan yang setimpal.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat nanti kamu akan melihat penganut tiap-tiap agama duduk berlutut karena dahsyatnya suasana dan bersiap-siap memenuhi panggilan.
Tiap-tiap umat akan dipanggil untuk menerima catatan amal perbuatannya masing-masing, dan dikatakan kepada mereka, “Hari ini kalian akan mendapatkan balasan apa yang telah kalian lakukan di dunia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan pada hari itu kamu lihat tiap-tiap umat) tiap-tiap pemeluk suatu agama (berlutut) mereka berdiri pada lututnya, atau mereka membentuk kumpulan.

(Tiap-tiap umat dipanggil untuk melihat kitabnya) untuk melihat catatan amalnya, lalu dikatakan kepada mereka, (“Pada hari ini kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan”) sebagai pembalasannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 28)

Yang dimaksud dengan kitab ialah buku catatan amal perbuatan, semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Karena itulah maka disebutkan dalam surat ini pada firman berikutnya:

Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 28)

Yakni kalian akan mendapat balasan amal perbuatan kalian, yang baiknya dan yang buruknya.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
(Q.S. Al-Qiyaamah [75]: 13-15)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Jaatsiyah (45) Ayat 28

JAATSIYAH
جَاثِيَة

Kata kerja jatsa – yajtsu berarti duduk dengan tertumpu pada kedua lutut. Adapun orang yang duduk tertumpu pada kedua lututnya disebut dengan jatsiy, bentuk mu’annatsnya adalah jaatsiyah.

Sedangkan bentuk jamaknya adalah jutsiyya dan jitsiyya.

Imam Asy Syawkani menjelaskan, yang dimaksudkan dengan jaatsiyya ialah orang yang duduk hanya kedua lutut dan hujung-hujung jari kakinya saja yang menempel di tanah.

Di dalam Al Qur’an, lafaz jaatsiyya disebut sekali saja dalam surah Al Jaatsiyah (45), ayat 28.

Sedangkan bentuk jamaknya yang disebut adalah jitsiyya. Ia disebut dua kali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Maryam (19), ayat 68 dan 72. Kesemua ayat ini menerangkan keadaan lemahnya manusia pada hari kiamat nanti yaitu setelah dibangkitkan dari kubur.

Surah Al Jaatsiyah (45), ayat 28 secara khusus menerangkan keadaan manusia ketika dihitung amalnya (al hisab).

Pada saat itu, semua manusia baik itu yang terdahulu maupun yang terkemudi­an atau mereka yang taat kepada para rasul maupun yang kafir akan berkumpul dalam keadaan jaatsiyya yaitu hanya kedua lutut dan ujung-ujung jari kakinya saja yang menempel di tanah. Pada saat itu, keada­an begitu dahsyat dan hebat menyebabkan semua manusia merasa takut dan khawatir.

Dalam surah Maryam (19), ayat 68, Allah menjelaskan orang yang tidak percaya terjadinya hari kiamat dan hari kebangkitan akan dikumpulkan bersama syaitan, kemu­dian mereka dibawa mendekati neraka Jahannam. Ketika mereka dekat dengan neraka Jahannam itulah mereka berlutut (“jaatsiyya”) karena takut melihat keadaan yang begitu dahsyat. Setelah Allah menegaskan semua manusia di akhirat nanti pasti melalui sirath di atas neraka Jahannam, kemudian Allah menjelaskan dalam surah Maryam (19), ayat 72, dia akan menyelamatkan orang yang bertakwa dari jatuh ke dalam neraka itu dan dia akan membiarkan orang yang zalim masuk ke neraka dalam keadaan berlutut (“jaatsiyya”) pasrah tidak ada daya dan kuasa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:149-150

Informasi Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)
Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai “Al Jaatsiyah” (yang berlutut) diambil dari perkataan “Jaatsiyah” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan ter­hadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan “Asy Syari’ah” diambil dari perkataan “Syari’ah” (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

Keterangan-keterangan dan dalil-dalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi
buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri
Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa
kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata
kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat
keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat
pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatan­perbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

Kisah Bani Israil yang telah diberi ni’mat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya
kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jaatsiyah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 37 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 45:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,"Yang Berlutut") adalah surah ke-45 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah 45
Nama Surah Al Jaatsiyah
Arab الجاثية
Arti Yang bertekuk lutut
Nama lain asy-Syari'ah (Syariat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 65
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 37
Jumlah kata 489
Jumlah huruf 2085
Surah sebelumnya Surah Ad-Dukhan
Surah selanjutnya Surah Al-Ahqaf
4.4
Ratingmu: 4.6 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surah jasiyah 45 mp3

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim