QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 27 [QS. 45:27]

وَ لِلّٰہِ مُلۡکُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ یَوۡمَ تَقُوۡمُ السَّاعَۃُ یَوۡمَئِذٍ یَّخۡسَرُ الۡمُبۡطِلُوۡنَ
Walillahi mulkus-samaawaati wal ardhi wayauma taquumussaa’atu yauma-idzin yakhsarul mubthiluun(a);

Dan hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi.
Dan pada hari terjadinya kebangkitan, akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebathilan.
―QS. 45:27
Topik ▪ Hari Kiamat ▪ Nama-nama hari kiamat ▪ Sifat surga dan kenikmatannya
45:27, 45 27, 45-27, Al Jaatsiyah 27, AlJaatsiyah 27, Al-Jasiyah 27, AlJasiyah 27, Al Jasiyah 27

Tafsir surah Al Jaatsiyah (45) ayat 27

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 27. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan bahwa yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi ialah Allah.
Tidak ada yang melebihi kekuasaan-Nya yang berlaku sesuai dengan kehendak-Nya.
Tidak ada penguasa yang lain selain Dia dan tidak ada tuhan-tuhan lain yang pantas disembah selain-Nya.
Kekuasaan-Nya meliputi seluruh alam; alam dunia dan alam akhirat.
Allah juga berkuasa pada saat alam dunia berakhir dan mulainya hari akhirat.
Pada saat itu manusia akan dibangkitkan dari alam kubur.
Semua manusia akan digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi ke pengadilan.
Pada saat itu, perbuatan mereka akan diperiksa secara teliti.
Tiap-tiap orang akan menerima catatan perbuatannya selama ia hidup di dunia, yang dibuat secara teliti oleh para malaikat pencatat amal.
Pada hari itulah, tampak kemurungan orang-orang kafir yang mendustakan kebenaran ayat-ayat Allah.
Kemurungan itu berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan yang amat berat ketika mereka diseret ke neraka Jahanam, disanalah mereka menampakkan penyesalan mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Allahlah yang memiliki, menciptakan, menguasai dan mengatur langit dan bumi.
Dan pada hari kiamat nanti, orang-orang yang mengikuti kebatilan akan merugi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan hanya kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi.

Dan pada hari terjadinya kiamat) kemudian dijelaskan maksud sebenarnya oleh firman berikutnya, yaitu:

(akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan) yakni orang-orang kafir.

Maksudnya, kerugian mereka akan tampak jelas karena mereka dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan bahwa Dialah Yang memiliki bumi dan langit dan Yang menguasai keduanya di dunia dan akhirat.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Dan pada hari terjadinya kebangkitan.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 27)

Yakni hari kiamat.

akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 27)

Mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah, dan ingkar kepada Al-Kitab yang diturunkan kepada rasul-rasuI-Nya, yang mengandung ayat-ayat yang menerangkan dan bukti-bukti yang jelas.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa Sufyan As-Sauri datang ke Madinah, lalu ia mendengar Al-Mu’afiri berbicara yang mengundang tertawa banyak orang.
Maka Sufyan As-Sauri berkata kepadanya, “Hai orang tua, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta’ala mempunyai suatu hari yang di hari itu akan rugilah orang-orang yang mengerjakan kebatilan?”
Akan tetapi, Al-Mu’afiri tetap mengerjakan hal itu hingga meninggal dunia.
Demikianlah menurut apa yang diketengahkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala befirman:

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 26)

Mereka terduduk di atas lututnya karena sangat takut dan ngeri.
Menurut suatu pendapat, sesungguhnya hal ini terjadi manakala neraka Jahanam didatangkan, lalu Jahanam mengeluarkan suara gelegarnya yang hebat, maka tiada seorang pun melainkan terduduk berlutut, sehingga Nabi Ibrahim kekasih Allah subhanahu wa ta’ala sendiri mengatakan, “Ya Allah, selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku, selamatkanlah diriku; aku tidak meminta kepada Engkau pada hari ini kecuali keselamatan diriku.” Sehingga Isa putra Maryam ‘alaihis salam sendiri mengatakan, “Aku tidak meminta kepada Engkau hari ini kecuali selamatkanlah diriku.
Dan aku tidak meminta kepada Engkau selamatkanlah Maryam yang telah melahirkan diriku.”

Mujahid dan Ka’bul Ahbar serta Al-Hasan Al-Basri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: tiap-tiap umat berlutut.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 28) Yakni terduduk di atas lututnya.

Ikrimah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan jatsiyah ialah terpisah-pisah di tempatnya sendiri-sendiri, bukan berlutut.
Tetapi pendapat pertamalah yang lebih diutamakan.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Amr, dari Abdullah ibnu Babah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Seakan-akan aku melihat kalian (dalam mimpiku) dalam keadaan terpisah di atas sebuah bukit jauh dari neraka Jahanam.

Ismail ibnu Abu Rafi’ Al-Madani telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka’b, dari Abu Hurairah r.a.
secara marfu’ dalam hadis mengenai sangkakala, bahwa lalu manusia terpisah-pisah, dan-umat-umat berlutut.
Hal inilah yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat belutut.
Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
(Q.S. Al-Jaatsiyah [45]: 28)

Pendapat ini menghimpunkan di antara kedua pendapat yang telah disebutkan di atas, dan hal ini tidaklah bertentangan dengan pendapat yang sebelumnya; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)
Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai “Al Jaatsiyah” (yang berlutut) diambil dari perkataan “Jaatsiyah” yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan ter­hadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan “Asy Syari’ah” diambil dari perkataan “Syari’ah” (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

Keterangan-keterangan dan dalil-dalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi
buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri
Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa
kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata
kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat
keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat
pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatan­perbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

Kisah Bani Israil yang telah diberi ni’mat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya
kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 27 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 27 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Jaatsiyah (45) ayat 27 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Jaatsiyah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 37 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 45:27
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,"Yang Berlutut") adalah surah ke-45 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah 45
Nama Surah Al Jaatsiyah
Arab الجاثية
Arti Yang bertekuk lutut
Nama lain asy-Syari'ah (Syariat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 65
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 4 ruku'
Jumlah ayat 37
Jumlah kata 489
Jumlah huruf 2085
Surah sebelumnya Surah Ad-Dukhan
Surah selanjutnya Surah Al-Ahqaf
4.9
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim