Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) - surah 45 ayat 24 [QS. 45:24]

وَ قَالُوۡا مَا ہِیَ اِلَّا حَیَاتُنَا الدُّنۡیَا نَمُوۡتُ وَ نَحۡیَا وَ مَا یُہۡلِکُنَاۤ اِلَّا الدَّہۡرُ ۚ وَ مَا لَہُمۡ بِذٰلِکَ مِنۡ عِلۡمٍ ۚ اِنۡ ہُمۡ اِلَّا یَظُنُّوۡنَ
Waqaaluuu maa hiya ilaa hayaatunaaddunyaa namuutu wanahyaa wamaa yuhlikunaa ilaaddahru wamaa lahum bidzalika min ‘ilmin in hum ilaa yazhunnuun(a);
Dan mereka berkata,
“Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.”
Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.
―QS. Al Jaatsiyah [45]: 24

Daftar isi

And they say,
"There is not but our worldly life;
we die and live, and nothing destroys us except time."
And they have of that no knowledge;
they are only assuming.
― Chapter 45. Surah Al Jaatsiyah [verse 24]

وَقَالُوا۟ dan mereka berkata

And they say,
مَا tidaklah

"Not
هِىَ ini

it
إِلَّا kecuali

(is) but
حَيَاتُنَا kehidupan kami

our life
ٱلدُّنْيَا dunia

(of) the world,
نَمُوتُ kami mati

we die
وَنَحْيَا dan kami hidup

and we live,
وَمَا dan tidak

and not
يُهْلِكُنَآ membinasakan kami

destroys us
إِلَّا kecuali

except
ٱلدَّهْرُ masa

the time."
وَمَا dan tidak

And not
لَهُم mereka mempunyai

for them
بِذَٰلِكَ tentang itu

of that
مِنْ dari

any
عِلْمٍ pengetahuan

knowledge;
إِنْ tidaklah

not,
هُمْ mereka

they
إِلَّا kecuali

(do) but
يَظُنُّونَ mereka menduga-duga

guess.

Tafsir Quran

Surah Al Jaatsiyah
45:24

Tafsir QS. Al-Jasiyah (45) : 24. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan keingkaran orang-orang musyrik terhadap hari kebangkitan.
Menurut anggapan mereka kehidupan itu hanya di dunia saja.

Di dunia mereka dilahirkan dan di dunia pula mereka dimatikan dan di situlah akhir dari segala sesuatu, dan demikian pula terjadi pada nenek moyang mereka.
Menurut mereka, yang menyebabkan kematian dan kebinasaan segala sesuatu ialah pertukaran masa.

Dari pendapat mereka, dapat diambil kesimpulan bahwa mereka mengingkari terjadinya hari kebangkitan.

Keterangan itu diperkuat oleh adat kebiasaan orang Arab Jahiliah yaitu apabila mereka ditimpa bencana atau musibah, terlontarlah kata-kata dari mulut mereka,
"Aduhai celakalah masa."
Mereka mengumpat-umpat masa karena menurut mereka masa itulah sumber dari segala musibah.

Dalam hadis Qudsi dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Allah ﷻ berfirman,
"Manusia telah menyakitiku dengan mengatakan wahai masa yang sial.

Maka janganlah salah seorang kalian mengatakan ‘masa yang sial karena Akulah (Pencipta dan Pengatur)masa.
Aku menanti malam menjadi siang, dan jika Aku menghendakinya niscaya Aku genggam keduanya."
(Riwayat Muslim)

Kemudian Allah menyayangkan sikap kaum musyrikin Mekah yang tidak didasarkan pada pengetahuan yang benar.
Allah menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan sedikit pun tentang hal yang menyangkut masa itu.

Pendapat mereka itu hanyalah didasarkan pada sangkaan dan dugaan saja.

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan berkata,
"Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita hidup dan mati.
Tidak ada kehidupan lain setelah kematian dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa. "
Perkataan mereka itu tidak berdasar pada ilmu dan keyakinan, tetapi hanya berdasarkan dugaan dan sangkaan belaka.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang musyrik itu berkata,
"Kehidupan itu adalah kehidupan kita di dunia yang tengah dijalani sekarang.
Tidak ada kehidupan selain ini yang membinasakan kita kecuali karena berlalunya hari-hari dan umur kita."
Pernyataan ini adalah bentuk pengingkaran yang dilakukan mereka terhadap adanya kebangkitan setelah kematian dan bentuk pengingkaran bahwa Tuhan yang akan melenyapkan dan membinasakan mereka itu tidak ada.
Padahal, tidaklah mereka mempunyai pengetahuan tentang itu.


Mereka hanya mengucapkan sangkaan, perkiraan, dan khayalan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata) yaitu orang-orang yang ingkar akan adanya hari berbangkit,


("Kehidupan ini) kehidupan yang sebenarnya


(tiada lain hanyalah kehidupan kita) yang kita alami


(di dunia saja, kita mati dan kita hidup) sebagian dari kita mati kemudian sebagian yang lain hidup karena mereka dilahirkan


(dan tiada yang membinasakan kita selain masa") atau berlalunya masa.
Lalu Allah berfirman menyangkal perkataan mereka melalui firman-Nya:


(dan mereka tidak mempunyai mengenai hal itu) mengenai perkataan mereka yang demikian tadi


(pengetahuan sedikit pun, tiada lain) tidak lain


(mereka hanyalah menduga-duga saja.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang perkataan aliran Dahriyyah dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang yang sependapat dengan mereka dari kalangan orang-orang musyrik Arab yang ingkar kepada hari kemudian.

Dan mereka berkata,
"kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup."
(QS. Al-Jasiyah [45]: 24)

Yakni tiada kehidupan kecuali kehidupan di dunia ini;
suatu kaum mati, sedangkan yang lainnya hidup;
dan tiada hari kemudian serta tiada pula yang namanya hari kiamat.
Hal ini dikatakan oleh orang-orang musyrik Arab yang ingkar kepada hari berbangkit, dan dikatakan pula oleh sebagian para filosuf ateis;
mereka mengingkari adanya permulaan kejadian dan hari kembali.
Dan dikatakan pula oleh para filosuf aliran Dahriyyah yang ingkar kepada adanya pencipta, yang meyakini bahwa setiap tiga puluh enam ribu tahun segala sesuatu akan kembali seperti semula.
Dan mereka menduga bahwa hal ini telah terjadi berulang-ulang tanpa batas.
Mereka membesarkan akal dan mendustakan dalil manqul, karena itulah mereka mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.
(QS. Al-Jasiyah [45]: 24)


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.
(QS. Al-Jasiyah [45]: 24)

Mereka mengatakan demikian hanya semata-mata berdasarkan dugaan dan ilusi mereka sendiri.


Adapun mengenai sebuah hadis yang diketengahkan oleh pemilik kedua kitab sahih (Imam Bukhari dan Imam Muslim) serta Abu Daud dan Imam Nasai melalui Sufyan ibnu Uyaynah, dari Az-Zuhri, dari Sa’id ibnul Musayyab, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
"Anak Adam menyakiti-Ku, dia mencaci masa, padahal Akulah (yang menciptakan) masa;
di tangan kekuasaan-Ku urusan itu, Akulah Yang menggilirkan malam dan siang harinya."

Yang menurut riwayat lain disebutkan pula:

Janganlah kamu mencaci masa, karena sesungguhnya Allah-lah (yang menciptakan) masa itu.

Selanjutnya Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Yunus, dari Ibnu Wahb, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman."Anak Adam mencaci masa, padahal Akulah (yang menciptakan) masa, di (tangan kekuasaan)-Kulah (perputaran) malam dan siang hari."

Pemilik kitab Sahihain dan Imam Nasai telah mengetengahkan hadis ini melalui Yunus ibnu Yazid dengan sanad yang sama.

Muhammad ibnu lshaq telah meriwayatkan dari Al-A’la ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a, bahwa rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
"Aku meminjam kepada hamba-Ku, tetapi dia tidak memberi-Ku;
dan hamba-Ku mencaci-Ku seraya mengatakan,
"Celakalah masa ini"
Padahal Akulah (yang menciptakan) masa.

Imam Syafii dan Abu Ubaidah serta selain keduanya dari kalangan para imam mengatakan sehubungan dengan makna sabda Rasulullah ﷺ yang mengatakan:

Janganlah kamu mencaci masa, karena sesungguhnya Allah-lah (yang menciptakan) masa itu.


Bahwa dahulu orang-orang Arab di masa Jahiliahnya apabila tertimpa paceklik atau malapetaka atau musibah, mereka selalu mengatakan,
"Celakalah masa ini."
Mereka menyandarkan kejadian tersebut kepada masa dan mencaci makinya.
Padahal sesungguhnya yang melakukan hal tersebut hanyalah Allah subhanahu wa ta’ala Seakan-akan secara tidak langsung mereka mencaci maki Allah subhanahu wa ta’ala Seakan-akan secara tidak langsung mereka mencaci maki Allah subhanahu wa ta’ala karena sesungguhnya Dialah yang melakukannya secara hakiki.
Oleh karena itulah maka Nabi ﷺ melarang masa dicaci berdasarkan pertimbangan ini.
Sebab pada hakikatnya Allah-lah (yang menciptakan) masa itu yang mereka caci maki dan mereka sandarkan kepadanya kejadian-kejadian tersebut.

Ini merupakan pendapat yang terbaik dari apa yang dikemukakan sehubungan dengan tafsir pengertian ini, dan pendapat inilah yang paling mirip dengan makna yang dimaksud, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ibnu Hazm dan orang-orang yang mengikuti metodenya dari kalangan aliran Zahiriyah telah keliru karena mereka menganggap Ad-Dahr adalah salah satu dari Asma’ul Husna, karena berdasarkan hadis ini.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Jaatsiyah (45) Ayat 24

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa kaum Jahiliyah beranggapan bahwa kecelakaan itu disebabkan adanya malam dan siang (mereka selalu mengkambing-hitamkan masa).
Ayat ini (al-Jaatsiyah: 24) turun berkenaan dengan anggapan itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Jaatsiyah (45) Ayat 24

DAHR
لدَّهْر

Lafaz ini adalah ism (kata benda) dalam bentuk mufrad, jamak bagi kata ini adalah "duhuurun" maknanya masa, zaman, mengalahkan, memaksa, adat, malapetaka, bencana, 1000 tahun atau 100,000 tahun, kemauan dan keinginan, tujuan dan sebagainya.

Ibnu Faris berkata,
"Dinamakan ad dahr karena ia datang kepada semua perkara dan menguasainya."

Al Kafawi berkata,
"Asal makna ad dahr adalah tempoh dan masa alam, bermula dari kewujudannya hingga ketiadaannya dan ia dipinjam untuk makna adat yang kekal serta tempoh (masa) kehidupan,"

Ia disebut sebanyak dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
• Al Jaatsiyah (45), ayat 24;
• Al Insaan (76), ayat 1.

Ibnu Manzur berkata,
"Ia bermakna sepanjang masa, zaman yang panjang."

Asy Syafi’i berkata,
"Al hiin diperuntukkan kepada tempoh dunia dan hari." Beliau berkata lagi, "Dan kami tidak mengetahui batas al hiin begitu juga dengan al zamaan dan ad dahr.

Syamr, Al Jauhari dan Al Azhari berkata,
"Ad dahr dan al zaman adalah satu makna," namun, Khalid bin Yazid menyangkalnya dan mengatakan al zaman adalah musim panen, musim buah, musim panas dan musim dingin.
Oleh karena itu, ia bermula dari dua bulan hingga enam bulan sedangkan ad dahr tidak terputus.

Al Azhari mengatakan, "Ad dahr menurut orang Arab berlaku pada sebahagian dan keseluruhan masa dunia"

Al Alusi berpendapat, ia bermakna sepanjang zaman.
Ad dahr lebih khusus daripada al zamaan.

Ar Raghib berkata,
"Asal makna ad dahr ialah nama bagi tempoh (masa) alam dari kewujudannya hingga kemusnahannya lalu diungkapkan terhadap keseluruhan masa yang panjang berbeda dengan al zaman karena ia berlaku keatas zaman yang pendek atau yang panjang."

Lafaz ad dahr yang terdapat dalam surah Al Jaatsiyah yang mengandung maksud edaran zaman, masa dan tahun, di mana mereka (yang tidak beriman) menyandarkan dan menyalahkan masa atau zaman untuk setiap kejadian yang menimpa mereka.

Al Alusi mengungkapkan sandaran kehancuran dan kejadian yang berlaku kepada zaman atau masa disebabkan pengingkaran mereka terhadap malaikat maut yang mencabut nyawa mereka atas perintah Allah serta kebodohan diri mereka.
Hal itu sudah ditakdirkan oleh Allah.

Sebagian mufasir mengatakan, lafaz ad dahr yang terdapat dalam surah Al Insaan bermaksud 40 tahun artinya seperti Al Qurtubi dan Ar Razi nyatakan, "Yang dimaksudkan manusia dalam ayat ini adalah Adam dimana manusia yang belum menjadi sebutan itu ialah ketika 40 tahun lamanya tubuh Adam dibentuk dari tanah masih terbaring belum bernyawa diantara Makkah dan Ta’if lalu ditelentangkan selama 40 tahun, kemudian ditempa menjadi tanah liat yang kering (hama’in masnuun) selama 40 tahun.
Seterusnya dijadikan kering sebagai tembikar (salsal) selama 40 tahun, barulah disempurnakan kejadiannya sesudah 120 tahun.
Waktu itu barulah ditiupkan pada dirinya roh."

Namun At Tabari mengatakan sebagian ahli tafsir menyatakan tiada masa yang terbatas berkenaan hal itu dan beliau berkata,
"Ad dahr dalam ayat ini bermakna waktu yang tidak diketahui berapa lamanya dan tempohnya.

Kesimpulannya, ad dahr dalam surah Al Jaatsiyah bermakna edaran zaman dan masa sedangkan ad dahr dalam surah Al Insaan bermakna zaman atau waktu sebelum penciptaan manusia.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:219-220

Unsur Pokok Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai "Al Jaatsiyah" (yang berlutut) diambil dari perkataan "Jaatsiyah" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan "Asy Syari’ah" diambil dari perkataan "Syari’ah" (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

▪ Keterangan-keterangan dan dalildalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi.
▪ Buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri.
▪ Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa.
▪ Kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata.
▪ Kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat.
▪ Keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat.
▪ Pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatanperbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

▪ Kisah Bani Israil yang telah diberi nikmat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

▪ Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya.
▪ Kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Lihat surah lainnya

Audio Murottal

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 37 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 37

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jaatsiyah ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Jaatsiyah ayat 24 - Gambar 2
Statistik QS. 45:24
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,”Yang Berlutut”) adalah surah ke-45 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari’ah diambil dari perkataan Syari’ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah 45
Nama Surah Al Jaatsiyah
Arab الجاثية
Arti Yang bertekuk lutut
Nama lain asy-Syari’ah (Syariat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 65
Juz Juz 25
Jumlah ruku’ 4 ruku’
Jumlah ayat 37
Jumlah kata 489
Jumlah huruf 2085
Surah sebelumnya Surah Ad-Dukhan
Surah selanjutnya Surah Al-Ahqaf
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

45:24, 45 24, 45-24, Surah Al Jaatsiyah 24, Tafsir surat AlJaatsiyah 24, Quran Al-Jasiyah 24, AlJasiyah 24, Al Jasiyah 24, Surah Al Jatsiyah ayat 24

Video Surah

45:24


More Videos

Kandungan Surah Al Jaatsiyah

۞ QS. 45:2 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 45:5 • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan

۞ QS. 45:6 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:7 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 45:8 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Keinginan untuk berbuat maksiat •

۞ QS. 45:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:10 • Al Wali (Maha Pelindung) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Wali Allah dan wali syetan

۞ QS. 45:11 Ar Rabb (Tuhan) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Azab orang kafir

۞ QS. 45:14 • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 45:15 Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 45:17 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat hari penghitungan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:18 • Perintah tidak mengikuti orang musyrik

۞ QS. 45:19 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Wali (Maha Pelindung) • Wali Allah dan wali syetan • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 45:20 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 45:21 • Derajat para pemeluk agama • Keadilan Allah dalam menghakimi

۞ QS. 45:22 • Kekuasaan Allah • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Menanggung dosa orang lain •

۞ QS. 45:23 • Allah menggerakkan hati manusia • Ketentuan Allah tak dapat dihindari • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 45:24 • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 45:25 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:26 • Kekuasaan Allah • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 45:27 • Segala sesuatu milik Allah • Nama-nama hari kiamat • Azab orang kafir

۞ QS. 45:28 • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 45:29 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 45:30 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 45:31 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:32 • Allah menepati janji • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 45:33 • Mengingkari hari kebangkitan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 45:34 • Sifat hari penghitungan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya •

۞ QS. 45:35 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 45:36 Tauhid Rububiyyah • Segala sesuatu milik Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 45:37 • Kesombongan hak Allah semata • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

Ayat Pilihan

Jadilah engkau pemaaf & suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,
serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
QS. Al-A’raf [7]: 199

Dia ciptakan langit tanpa tiang yang kamu lihat & Dia letakkan gunung supaya bumi tak goyangkan kamu, dan kembangbiakkan padanya segala jenis binatang.
Dan Kami turunkan hujan, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuhan yang baik
QS. Luqman [31]: 10

Aku bersumpah demi langit yang turunkan hujan dalam siklus yang berulang.
Demi bumi yang merekah keluarkan tetumbuhan.
Alquran itu,
sungguh,
merupakan pembatas antara yang benar & batil & tidak mengandung kata-kata permainan & palsu
QS. At-Tariq [86]: 11-13

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah ...

Correct! Wrong!

Arti hadits maudhu' adalah ...

Correct! Wrong!

Era ketidaktahuan juga disebut zaman ...

Correct! Wrong!

+

Array

Pengertian ijtihad menurut istilah adalah ...

Correct! Wrong!

Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujtahid (bahasa Arab: u0627u0644u0645u062cu062au0647u062f) atau fakih (u0627u0644u0641u0642u064au0647) adalah seseorang yang dalam ilmu fikih sudah mencapai derajat ijtihad dan memiliki kemampuan istinbath (inferensi) hukum-hukum syariat dari sumber-sumber muktabar dan diandalkan.

Pendidikan Agama Islam #9
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #9 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #9 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus Istilah Islam

Rabbaniyah

Apa itu Rabbaniyah? Generasi rabbani adalah generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi rabbani, generasi ...

Ahli Kitab

Apa itu Ahli Kitab? Ahli Kitab adalah sebutan bagi umat Yahudi dan Nasrani di dalam Al-Qur’an. Dinamakan demikian karena Allah telah mengutus nabi-nabi yang membawa kitab suci yaitu Taurat mela...

Hadis Dhaif

Apa itu Hadis Dhaif? da.if lemah; tidak kuasa; tidak berdaya; tidak berguna; tidak ada artinya; hina Hadis Dhaif , ialah hadis yang sanadnya tidak bersambung , atau diriwayatkan oleh orang yang tidak ...