Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 23 [QS. 45:23]

اَفَرَءَیۡتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰـہَہٗ ہَوٰىہُ وَ اَضَلَّہُ اللّٰہُ عَلٰی عِلۡمٍ وَّ خَتَمَ عَلٰی سَمۡعِہٖ وَ قَلۡبِہٖ وَ جَعَلَ عَلٰی بَصَرِہٖ غِشٰوَۃً ؕ فَمَنۡ یَّہۡدِیۡہِ مِنۡۢ بَعۡدِ اللّٰہِ ؕ اَفَلَا تَذَکَّرُوۡنَ
Afara-aita maniittakhadza ilahahu hawaahu wa-adhallahullahu ‘ala ‘ilmin wakhatama ‘ala sam’ihi waqalbihi waja’ala ‘ala basharihi ghisyaawatan faman yahdiihi min ba’dillahi afalaa tadzakkaruun(a);
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya?
Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
―QS. Al Jaatsiyah [45]: 23

Have you seen he who has taken as his god his (own) desire, and Allah has sent him astray due to knowledge and has set a seal upon his hearing and his heart and put over his vision a veil?
So who will guide him after Allah?
Then will you not be reminded?
― Chapter 45. Surah Al Jaatsiyah [verse 23]

أَفَرَءَيْتَ adakah kamu melihat

Have you seen
مَنِ orang

(he) who
ٱتَّخَذَ ia menjadikan

takes
إِلَٰهَهُۥ Tuhannya

(as) his god
هَوَىٰهُ

Tafsir

Alquran

Surah Al Jaatsiyah
45:23

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 23. Oleh Kementrian Agama RI


Muqatil mengatakan bahwa ayat ini turun berhubungan dengan peristiwa percakapan
Abu Jahal dengan al-Walid bin al-Mugirah.
Pada suatu malam Abu Jahal tawaf di Baitullah bersama Walid.

Kedua orang itu membicarakan keadaan Nabi Muhammad.
Abu Jahal berkata,
"Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa Muhammad itu adalah orang yang benar.

"Al-Walid berkata kepadanya,
"Biarkan saja, apa pedulimu dan apa alasan pendapatmu itu?"
Abu Jahal menjawab,
"Hai Abu Abdisy Syams, kita telah menamainya orang yang benar, jujur, dan terpercaya dimasa mudanya, tetapi sesudah ia dewasa dan sempurna akalnya, kita menamakannya pendusta lagi pengkhianat.
Demi Allah, sebenarnya aku tahu bahwa dia itu adalah benar.
"
Al-Walid berkata,
"Apakah gerangan yang menghalangimu untuk membenarkan dan mempercayai seruannya?"
Abu Jahal menjawab,
"Nanti gadis-gadis Quraisy akan menggunjingkan bahwa aku pengikut anak yatim Abu thalib, padahal aku dari suku yang paling tinggi.
Demi Al-Lata da Al-Uzza, saya tidak akan menjadi pengikutnya selama-lamanya.
"
Kemudian turunlah ayat ini.


Selanjutnya, pada ayat ini Allah menerangkan keadaan orang-orang kafir Mekah yang sedang tenggelam dalam perbuatan jahat.

Semua yang mereka lakukan itu disebabkan oleh dorongan hawa nafsu mereka itulah yang mereka perbuat.
Seakan-akan mereka menganggap hawa nafsu mereka itu sebagai tuhan yang harus mereka ikuti perintahnya.


Mereka telah lupa bahwa kehadiran mereka di dunia yang fana ini ada maksud dan tujuannya.
Ada misi yang harus mereka bawa yaitu sebagai khalifah Allah di muka bumi.
Mereka telah menyia-nyiakan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka sebagai makhluk Tuhan yang paling baik bentuknya dan mempunyai kemampuan yang paling baik pula.
Mereka tidak menyadari bahwa mereka harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya kepada Allah kelak dan bahwa Allah akan membalas setiap perbuatan dengan balasan yang setimpal.
Inilah yang dimaksud dengan firman Allah:


Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (al-Zalzalah [99]: 7-8)


Sebenarnya hawa nafsu yang ada pada manusia itu merupakan anugerah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Allah kepada manusia.
Di samping Allah memberikan akal dan agama kepada manusia agar dengan keduanya manusia dapat mengendalikan bertakwa.
Sedangkan kelompok kedua ialah orang yang dikuasai hawa nafsu dalam Alquran, setiap kali itu pula Ia mencelanya."
Allah ﷻ berfirman:

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنٰهُ بِهَا وَلٰكِنَّهٗٓ اَخْلَدَ اِلَى الْاَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ الْكَلْبِ اِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ اَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ذٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ

Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajat)nya dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia menjulurkan lidahnya (juga).
Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami.
Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.
(al-A’raf [7]: 176)


Pada ayat lain :

وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ

Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. (Shad [38]: 26)


Dalam ayat ini, Allah memuji orang-orang yang dapat menguasai

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hadishadis Nabi ﷺ yang mencela orang-orang yang memperturutkan Nabi ﷺ berkata.


Tidak beriman seseorang dari antara kamu sehingga hadis dari Nabi ﷺ :


Orang yang cerdik ialah orang yang menguasai zalim ialah orang yang memperturutkan at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu.


Keadaan orang yang memperturutkan Rasul-Nya agar tidak membenarkan sikap orang-orang kafir Mekah dengan mengatakan bahwa tidak ada kekuasaan yang akan memberikan petunjuk selain Allah setelah mereka tersesat dari jalan yang lurus.



Pada akhir ayat ini, Allah mengingatkan mereka mengapa mereka tidak mengambil pelajaran dari alam semesta, kejadian pada diri mereka sendiri, dan azab yang menimpa umat-umat terdahulu sebagai bukti bahwa Allah Mahakuasa lagi berhak disembah.

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 23. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tidakkah kamu memperhatikan, wahai Rasulullah, orang yang menyembah Tafsir Muyassar

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, tidakkah kamu melihat orang yang menjadikan hujah ditegakkan atasnya.
Ia tidak akan mau mendengar nasihat-nasihat Allah dan tidak mau mengambil ‘ibrah sehingga hatinya dikunci.


Ia tidak mampu memahami sesuatu pun.
Allah menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak mampu melihat hujah Allah.


Siapakah yang mampu memberinya taufik agar ia mendapatkan kebenaran dan bimbingan setelah Allah membiarkannya sesat?
Wahai sekalian manusia, niscaya kalian akan mengetahui bahwa yang diperlakukan-Nya demikian selamanya tidak akan pernah mendapat petunjuk, selamanya dia tidak akan mendapat pelindung dan pembimbing.
Ayat ini menjadi dasar peringatan bahwa hawa nafsu tidak boleh menjadi pendorong orang-orang beriman dalam beramal.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Apakah kamu pernah melihat) maksudnya ceritakanlah kepadaku


(orang yang menjadikan lafal Ra-ayta, yaitu lafal ayat tadi, yang artinya, apakah ia mendapat petunjuk?


(Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah) membiarkannya sesat?
Maksudnya, tentu saja ia tidak dapat petunjuk.


(Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?) atau mengapa kalian tidak mau mengambilnya sebagai pelajaran buat kalian.
Lafal Tadzakkaruuna asalnya salah satu dari huruf Ta-nya diidgamkan kepada huruf Dzal.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman.

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan Al-Jaatsiyah [45]: 23)

Yakni sesungguhnya dia hanya diperintahkan oleh dalil untuk membantah golongan Mu’tazilah yang menjadikan nilai buruk dan baik berdasarkan kriteria rasio mereka.
Menurut apa yang diriwayatkan dari Malik sehubungan dengan tafsir ayat ini, orang tersebut tidak sekali-kali menyukai sesuatu melainkan dia mengabdinya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23)

Makna ayat ini mengandung dua takwil.
Pertama ialah Allah menyesatkan orang tersebut karena Allah mengetahui bahwa dia berhak untuk memperoleh kesesatan.
Kedua ialah Allah menjadikannya sesat sesudah sampai kepadanya pengetahuan dan sesudah hujah ditegakkan terhadapnya.
Pendapat yang kedua mengharuskan adanya pendapat yang pertama, tetapi tidak kebalikannya.

dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan pada penglihatannya?
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23)

karenanya dia tidak dapat mendengar apa yang bermanfaat bagi dirinya dan tidak memahami sesuatu yang dapat dijadikannya sebagai petunjuk, dan tidak dapat melihat bukti yang jelas yang dapat dijadikan sebagai penerang hatinya.
Karena itulah disebutkan dalam firman berikutnya:

Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat).
Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 23)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Barang siapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk.
Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.
(QS. Al-A’raf [7]: 186)

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Jaatsiyah (45) Ayat 23

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnul Mundzir, yang bersumber dari Sa’id bin Jubair bahwa orang-orang Quraisy biasa menyembah batu untuk beberapa saat lamanya.
Apabila mereka mendapat sesembahan yang lebih bagus, mereka meninggalkan yang lama, dan menyembah yang baru.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Jaatsiyah: 23) yang melukiskan keadaan kaum Quraisy, yang selalu mengikuti

Unsur Pokok Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai "Al Jaatsiyah" (yang berlutut) diambil dari perkataan "Jaatsiyah" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan "Asy Syari’ah" diambil dari perkataan "Syari’ah" (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

▪ Keterangan-keterangan dan dalildalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi.
▪ Buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri.
▪ Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa.
▪ Kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata.
▪ Kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat.
▪ Keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat.
▪ Pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatanperbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

▪ Kisah Bani Israil yang telah diberi nikmat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

▪ Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya.
▪ Kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 37 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 37

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jaatsiyah ayat 23 - Gambar 1 Surah Al Jaatsiyah ayat 23 - Gambar 2
Statistik QS. 45:23
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,”Yang Berlutut”) adalah surah ke-45 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari’ah diambil dari perkataan Syari’ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah45
Nama SurahAl Jaatsiyah
Arabالجاثية
ArtiYang bertekuk lutut
Nama lainasy-Syari’ah (Syariat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu65
JuzJuz 25
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat37
Jumlah kata489
Jumlah huruf2085
Surah sebelumnyaSurah Ad-Dukhan
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahqaf
Sending
User Review
4.9 (9 votes)
Tags:

45:23, 45 23, 45-23, Surah Al Jaatsiyah 23, Tafsir surat AlJaatsiyah 23, Quran Al-Jasiyah 23, AlJasiyah 23, Al Jasiyah 23, Surah Al Jatsiyah ayat 23

▪ qs al-jaatsiyah 23
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Al Anfaal (Harta rampasan perang) – surah 8 ayat 36 [QS. 8:36]

Demikianlah, perbuatan buruk mereka akan sia-sia dan berbuah azab. Demikian pula harta mereka akan sia-sia seperti dijelaskan pada ayat ini. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, yang mengingkari a … 8:36, 8 36, 8-36, Surah Al Anfaal 36, Tafsir surat AlAnfaal 36, Quran Al Anfal 36, AlAnfal 36, Al-Anfal 36, Surah Al Anfal ayat 36

QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 10 [QS. 52:10]

9-10. Siksa bagi para pengingkar itu akan datang pada hari ketika langit berguncang dan bergerak naik turun, kiri dan kanan dengan sekeras-kerasnya, dan gunung berjalan atau berpindah dari tempatnya b … 52:10, 52 10, 52-10, Surah Ath Thuur 10, Tafsir surat AthThuur 10, Quran Ath Thur 10, At Thur 10, At-Tur 10, Surah At Thur ayat 10

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ

Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ
'dan demi malam apabila telah sunyi,'
--QS. As-Duha [93] : 2

Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Ad-Duha (الضحى) adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr.
Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya 'waktu matahari sepenggalahan naik'.

+

Array

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah ...

Benar! Kurang tepat!

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ

lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Alquran Surah Ad-Dhuha Ayat 6:
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَـَٔاوَىٰ

Arti:
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Pendidikan Agama Islam #17
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #17 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #17 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #29

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Ibnu Batutah Ibnu Sina Al Khawarizmi Ibnu Miskawaih

Pendidikan Agama Islam #14

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … jihad dengan senjata berjuang melawan hawa nafsu berjuang melawan ketidaktaatan berjuang dengan akal dan sains

Pendidikan Agama Islam #23

Al Falaq artinya … langit senja demi waktu waktu subuh manusia waktu pagi Benar! Kurang tepat! Percaya kepada Allah dan

Instagram