Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 22 [QS. 45:22]

وَ خَلَقَ اللّٰہُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ بِالۡحَقِّ وَ لِتُجۡزٰی کُلُّ نَفۡسٍۭ بِمَا کَسَبَتۡ وَ ہُمۡ لَا یُظۡلَمُوۡنَ
Wakhalaqallahus-samaawaati wal ardha bil haqqi walitujza kullu nafsin bimaa kasabat wahum laa yuzhlamuun(a);
Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
―QS. Al Jaatsiyah [45]: 22

And Allah created the heavens and earth in truth and so that every soul may be recompensed for what it has earned, and they will not be wronged.
― Chapter 45. Surah Al Jaatsiyah [verse 22]

وَخَلَقَ dan menciptakan

And Allah created *[meaning includes next or prev. word]
ٱللَّهُ Allah

And Allah created *[meaning includes next or prev. word]
ٱلسَّمَٰوَٰتِ langit(jamak)

the heavens
وَٱلْأَرْضَ dan bumi

and the earth
بِٱلْحَقِّ dengan benar

in truth
وَلِتُجْزَىٰ dan untuk diberi balasan

and that may be recompensed
كُلُّ tiap-tiap

every
نَفْسٍۭ jiwa

soul
بِمَا dengan apa

for what
كَسَبَتْ ia usahakan

it has earned,
وَهُمْ dan mereka

and they
لَا tidak

will not be wronged. *[meaning includes next or prev. word]
يُظْلَمُونَ mereka dianiaya/dirugikan

will not be wronged. *[meaning includes next or prev. word]

Tafsir

Alquran

Surah Al Jaatsiyah
45:22

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 22. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menjelaskan bahwa langit dan bumi diciptakan dengan benar, dan memiliki tujuan penciptaan sesuai dengan kehendaknya.
Tidak ada satu bendapun diadakan Tuhan tanpa mempunyai tujuan.

Tujuan kehadiran satu ciptaan adalah untuk dimanfaatkan oleh ciptaan yang lain, dalam rangka mencapai tujuan ciptaan yang lain itu.
Apabila suatu kegiatan tidak memiliki tujuan, maka yang terjadi adalah la’ib, permainan.

Kata sebaliknya bathil, kebalikan kata haq banyak digunakan untuk menjelaskan hal yang sama, sebagaimana ayat di bawah:


وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاۤءَ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّارِ

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia.
Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
(Shad [38]: 27)


Seperti yang kita saksikan, sifat fisis bumi, seperti massa, struktur, suhu, dan seterusnya begitu tepat bagi kehidupan.
Namun, sifat-sifat itu saja tidak cukup untuk memungkinkan adanya kehidupan di bumi, faktor penting lain adalah susunan atmosfer [lihat Surah Ibrahim [14]: 19 dan Surah al-Jatsiyah [45]: 3].


Tidak ada satu pun kekuatan lain yang dapat mengubah kehendak Allah.
Ketentuan yang demikian berlaku bagi seluruh ciptaan-Nya sesuai dengan keadilan dan sunah-Nya.

Di antara keadilan Allah ialah memberikan balasan yang setimpal kepada para hamba-Nya atas amal dan perbuatannya pada hari pembalasan.


Barang siapa yang melakukan perbuatan yang baik akan menerima ganjarannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan-Nya, demikian pula barang siapa yang melakukan perbuatan jahat akan menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan jahatnya itu.


Mengapa dikatakan bahwa pemberian balasan yang setimpal itu sesuai dengan keadilan Allah.
Karena Allah menciptakan manusia sebagai makhluk-Nya, dilengkapi dengan kecenderungan dan kemampuan untuk berbuat baik dan berbuat jahat.
Kedua-duanya atau salah satu daripada kedua potensi itu dapat berkembang pada diri seseorang.
Perkembangannya itu banyak ditentukan oleh keadaan, lingkungan, dan waktu.
Di samping itu, Allah menganugerahi manusia akal pikiran.
Dengan akal pikirannya itu manusia mempunyai kesanggupan-kesanggupan untuk menilai rangsangan-rangsangan yang mempengaruhi tindakan dan perilakunya.
Sebelum seseorang menentukan sikap untuk melakukan suatu perbuatan atau tidak melakukannya, maka dalam dirinya terjadi gejolak dalam mempertimbangkan dan menetapkan suatu pilihan, sikap mana atau tindakan mana yang akan diambilnya dari kedua tindakan itu.


Pada saat-saat yang demikian itu, manusia diberi kemerdekaan memilih antara yang baik dan yang buruk.
Dalam pergolakan yang demikian, maka jiwa manusia mendapat tekanan-tekanan yang disebut tekanan-tekanan kejiwaan.
Apabila ia memilih dan memutuskan melakukan suatu kebaikan, maka perbuatan itu terjadi berdasarkan pilihannya sendiri.
Bila ia memilih keputusan melakukan keburukan, maka itu pun terjadi karena pilihannya sendiri pula.
Saat-saat yang seperti itu adalah saat-saat yang menentukan apakah ia sengaja melakukan suatu perbuatan atau ia tidak sengaja melakukannya.
Dan juga membedakan antara perbuatan yang dilakukan;
apakah perbuatan itu dilakukan dengan sadar atau tidak.
Itulah sebabnya dikatakan bahwa balasan Allah terhadap hamba-Nya sesuai dengan amal dan perbuatannya, itulah gambaran keadilan Allah.

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 22. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh hikmah dan aturan, supaya bukti-bukti mengenai ketuhanan dan kemahakuasaan Allah menjadi tampak jelas.
Selain itu, juga supaya setiap jiwa diberi balasan atas kebaikan dan kejahatan yang dilakukannya.


Balasan mereka tidak akan dikurangi sedikit pun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah menciptakan langit dan bumi dengan benar, adil, dan bijaksana agar setiap jiwa diberi balasan di akhirat sesuai dengan kebaikan dan kejelekan yang dilakukannya.
Mereka tidak akan dizalimi dari balasan perbuatannya itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan Allah menciptakan langit dan) menciptakan


(bumi dengan tujuan yang benar) lafal Bil haqqi ber-ta’alluq kepada lafal Khalaqa, penciptaan langit dan bumi itu dimaksud untuk menunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya


(dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya) yaitu kemaksiatan dan ketaatan yang dilakukannya, maka tidaklah sama balasan yang diterima orang kafir dan orang mukmin


(dan mereka tidak akan dirugikan.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 22)

Yakni dengan adil.

dan agar dibatasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 22)

Unsur Pokok Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai "Al Jaatsiyah" (yang berlutut) diambil dari perkataan "Jaatsiyah" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan "Asy Syari’ah" diambil dari perkataan "Syari’ah" (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

▪ Keterangan-keterangan dan dalildalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi.
▪ Buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri.
▪ Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa.
▪ Kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata.
▪ Kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat.
▪ Keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat.
▪ Pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatanperbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

▪ Kisah Bani Israil yang telah diberi nikmat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

▪ Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya.
▪ Kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 37 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 37

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jaatsiyah ayat 22 - Gambar 1 Surah Al Jaatsiyah ayat 22 - Gambar 2
Statistik QS. 45:22
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,”Yang Berlutut”) adalah surah ke-45 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari’ah diambil dari perkataan Syari’ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah45
Nama SurahAl Jaatsiyah
Arabالجاثية
ArtiYang bertekuk lutut
Nama lainasy-Syari’ah (Syariat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu65
JuzJuz 25
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat37
Jumlah kata489
Jumlah huruf2085
Surah sebelumnyaSurah Ad-Dukhan
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahqaf
Sending
User Review
4.8 (8 votes)
Tags:

45:22, 45 22, 45-22, Surah Al Jaatsiyah 22, Tafsir surat AlJaatsiyah 22, Quran Al-Jasiyah 22, AlJasiyah 22, Al Jasiyah 22, Surah Al Jatsiyah ayat 22

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 86 [QS. 11:86]

Sisa keuntungan yang halal dari Allah meskipun sedikit nilainya, adalah lebih baik bagimu dari pada keuntungan banyak yang diperoleh dengan cara menipu dan berbuat curang, jika kamu betul-betul orang … 11:86, 11 86, 11-86, Surah Hud 86, Tafsir surat Hud 86, Quran Hud 86, Surah Hud ayat 86

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis ...

Benar! Kurang tepat!

Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada bulan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal, di Tahun Gajah. Lalu pada tanggal 17 Rabiul Awal ini merupakan hari ketika Rasulullah hijrah atau meninggalkan Mekkah menuju Madinah.

Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #12
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #12 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #12 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … Kekerasan Lisan dan Hati Doa

Pendidikan Agama Islam #3

Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Umar bin Khaththab

Instagram