QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 2 [QS. 45:2]

تَنۡزِیۡلُ الۡکِتٰبِ مِنَ اللّٰہِ الۡعَزِیۡزِ الۡحَکِیۡمِ
Tanziilul kitaabi minallahil ‘aziizil hakiim(i);

Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
―QS. 45:2
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah ▪ Kelemahan manusia
45:2, 45 2, 45-2, Al Jaatsiyah 2, AlJaatsiyah 2, Al-Jasiyah 2, AlJasiyah 2, Al Jasiyah 2
English Translation - Sahih International
The revelation of the Book is from Allah, the Exalted in Might, the Wise.
―QS. 45:2

 

Tafsir surah Al Jaatsiyah (45) ayat 2

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat pertama terdiri dari huruf-huruf hijaiah, sebagaimana terdapat pada permulaan beberapa surah Alquran.
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang maksud huruf-huruf itu.
Selanjutnya dipersilahkan menelaah masalah ini pada
“Alquran dan Tafsirnya”
jilid I yaitu tafsir ayat pertama Surah al-Baqarah.”

Pada ayat berikutnya Allah Yang Mahaperkasa dan Mahabijaksana menjelaskan bahwa kitab Alquran yang sempurna itu diturunkan kepada Rasul-Nya, Muhammad ﷺ.
Disebutkan sifat Allah
“Mahaperkasa”
dalam ayat ini agar tergambar dalam pikiran orang yang membaca atau mendengarnya, bahwa yang menurunkan kitab Alquran itu ialah Zat yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, tidak dapat ditandingi dan tidak dapat dibantah kehendak-Nya.
Keinginan dan kehendak-Nya pasti terlaksana sesuai dengan rencana-Nya, tidak ada kekuasaan lain yang mampu menghalang-halangi dan mengubahnya.

Demikian pula ditonjolkan sifat
“Mahabijaksana”
dalam ayat ini agar dipahami, bahwa dalam melaksanakan kehendak dan kekuasaan-Nya itu, Dia melaksanakan keadilan yang merata pada setiap makhluk-Nya.
Dia bertindak, menciptakan dan melaksanakan sesuatu sesuai dengan guna dan faedahnya.
Kebijaksanaan ini dapat disaksikan pada seluruh tindakan dan semua makhluk yang diciptakan-Nya, dari tingkat yang paling sederhana sampai ke tingkat yang paling sempurna.

Pada tumbuh-tumbuhan, binatang, manusia, dan susunan serta ketentuan-ketentuan yang berlaku pada tata surya, orang dapat mengetahui bahwa pada tiap-tiap makhluk ada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang tidak dapat dilanggar;
semuanya harus tunduk dan patuh baik secara sukarela maupun terpaksa.
Tidak satu makhluk pun yang melanggar dan menyalahi hukum dan ketentuan yang telah ditetapkan Allah baginya, kecuali akan mengakibatkan kerusakan dan kehancuran.

Apabila orang mau menggunakan pikirannya yang jernih dan sehat tentu akan mengakui kekuasaan dan kebijaksanaan Allah terhadap semua makhluk-Nya.
Dan apabila ia telah yakin akan hal itu, tentu ia akan menerima dan mengamalkan Alquran sebagai wahyu dan petunjuk Allah.
Hal ini juga berarti bahwa diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad ﷺ dalam bahasa Arab, disampaikan untuk pertama kalinya kepada orang-orang Quraisy, kemudian baru tersebar ke seluruh penjuru dunia, ada hikmatnya sesuai dengan guna dan faedahnya.
Hikmah, guna dan faedahnya itu diketahui manusia dengan perantaraan Alquran sendiri.
Ada yang diketahui berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang dipunyai oleh seseorang, dan ada yang belum diketahui oleh manusia, karena Yang Mahatahu hanyalah Allah.