Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Jaatsiyah (Yang bertekuk lutut) – surah 45 ayat 14 [QS. 45:14]

قُلۡ لِّلَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا یَغۡفِرُوۡا لِلَّذِیۡنَ لَا یَرۡجُوۡنَ اَیَّامَ اللّٰہِ لِیَجۡزِیَ قَوۡمًۢا بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Qul lil-ladziina aamanuu yaghfiruu lil-ladziina laa yarjuuna ai-yaamallahi liyajziya qauman bimaa kaanuu yaksibuun(a);
Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tidak takut akan hari-hari Allah karena Dia akan membalas suatu kaum sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.
―QS. Al Jaatsiyah [45]: 14

Say, (O Muhammad), to those who have believed that they (should) forgive those who expect not the days of Allah so that He may recompense a people for what they used to earn.
― Chapter 45. Surah Al Jaatsiyah [verse 14]

قُل katakanlah

Say
لِّلَّذِينَ kepada orang-orang yang

to those who
ءَامَنُوا۟ beriman

believe
يَغْفِرُوا۟ mereka memaafkan

(to) forgive
لِلَّذِينَ kepada orang-orang yang

those who
لَا tidak

(do) not
يَرْجُونَ mereka mengharap

hope
أَيَّامَ hari-hari

(for the) days
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah;
لِيَجْزِىَ untuk Dia memberi balasan

that He may recompense
قَوْمًۢا kaum

a people
بِمَا terhadap apa

for what
كَانُوا۟ adalah mereka

they used to
يَكْسِبُونَ mereka kerjakan

earn.

Tafsir

Alquran

Surah Al Jaatsiyah
45:14

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 14. Oleh Kementrian Agama RI


Al-Wahidi dan al-Qusyairi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa ayat ini turun berhubungan dengan persoalan yang terjadi antara ‘Umar bin al-Khaththab dan Abdullah bin Ubay dalam peperangan Bani Musthalik.
Mereka singgah di sebuah sumur yang disebut Al-Muraisi’, kemudian Abdullah mengutus seorang anak muda mengambil air, tetapi pemuda itu lama sekali kembali, Abdullah bin Ubay bertanya kepada pemuda itu mengapa begitu lama ia baru kembali.

Pemuda itu menjawab bahwa Umar duduk di pinggir sumur.
Ia tidak membiarkan seorang pun mengambil air sebelum ia mengisi girbai (tempat air dari kulit) Nabi Muhammad ﷺ, girbai Abu Bakar, dan girbai bekas budak Umar, lalu Abdullah bin Ubay berkata,
"Kami dan mereka tidak ubahnya seperti perumpamaan:
Gemukkan anjingmu, maka ia akan memakan engkau.
"
Kemudian kata-kata Abdullah itu sampai kepada Umar.
Beliau menjadi marah, lalu menghunus pedangnya untuk membunuh Abdullah bin Ubay, maka turunlah ayat ini yang melunakkan hati Umar.


Selanjutnya Allah memerintahkan kepada Rasulullah ﷺ dan para pengikutnya agar berlapang dada dalam menghadapi sikap kaum musyrikin dan memaafkan tindakan mereka yang memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
Mereka adalah orang yang menentang Allah dan tidak takut kepada ancaman-Nya.


Dari ayat ini dipahami nilai budi pekerti yang tinggi yang diajarkan agama Islam kepada penganutnya yaitu berlapang dada dan memaafkan orang-orang yang pernah bertindak tidak baik terhadap dirinya atau berusaha menghancurkan agamanya.
Memaafkan kesalahan keluarga, teman sejawat, tetangga dan kenalan dapat dengan mudah dilakukan seseorang, tetapi berlapang dada dan memaafkan perbuatan orang yang selalu ingin merusak diri dan agamanya pada setiap kesempatan memerlukan kebesaran jiwa.


Ayat ini mengajarkan dan mendidik kaum Muslimin agar dapat berlapang dada, suka memaafkan, dan berjiwa besar dalam menghadapi segala sesuatu dalam hidupnya.
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan mengapa Rasulullah ﷺ dan pengikut-pengikutnya harus berlapang dada dan memaafkan tindakan orang Quraisy yang memperolok-olok ayat-ayat Allah itu.

Sebabnya ialah karena Allah yang akan memberikan pembalasan yang setimpal kepada mereka sesuai dengan perbuatannya.

Tafsir QS. Al Jaatsiyah (45) : 14. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sampaikanlah, wahai Rasulullah, kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan mereka yang mengikutimu, agar mereka memaafkan orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari pembalasan Allah, ketika Dia membalas setiap kaum dengan kebaikan dan yang lain dengan keburukan, sesuai dengan apa yang diperbuat masing-masing.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang yang membenarkan Allah dan mengikuti Rasul-Nya, hendaknya mereka memaafkan dan melupakan orang-orang yang tidak mengharapkan pahala Allah dan mereka yang tidak takut akan siksa-Nya apabila mereka menimpakan gangguan dan siksaan kepada orang-orang beriman agar Allah memberi balasan di dunia kepada orang-orang musyrik itu karena dosa dan gangguan kepada orang-orang beriman.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada mengharapkan) mereka yang tidak takut


(akan hari-hari Allah) yaitu hari-hari di waktu Allah menimpakan azab kepada mereka.
Maksudnya, maafkanlah orang-orang kafir atas perlakuan mereka terhadap diri kalian yang menyakitkan itu.
Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah untuk berjihad melawan mereka


(karena Dia akan membalas) Allah akan membalas, menurut suatu qiraat dibaca Linajziya, artinya:
karena Kami akan membalas


(sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan) atas pemaafannya terhadap orang-orang kafir yang telah menyakiti mereka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:
Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 14)

Yakni hendaklah mereka memaafkan orang-orang tersebut dan bersabar dalam menghadapi gangguan dari mereka.
Hal ini di tetapkan di masa permulaan Islam.
Kaum muslim diperintahkan untuk bersikap sabar dalam menghadapi gangguan dari kaum musyrik dan kaum Ahli Kitab, agar sikap ini dijadikan sebagai pemikat hati buat mereka.
Tetapi setelah mereka tetap ingkar, maka Allah memerintahkan kepada kaum mukmin untuk berjuang dan berjihad melawan mereka.
Hal yang sama telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dan Qatadah.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 14)
Yaitu orang-orang yang tidak memperoleh nikmat-nikmat Allah subhanahu wa ta’ala

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-Jaatsiyah [45]: 14)

Apabila kaum mukmin memaafkan mereka di dunia, maka sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala akan membalas amal perbuatan mereka yang buruk itu di negeri akhirat nanti.

Unsur Pokok Surah Al Jaatsiyah (الجاثية)

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan.

Dinamai "Al Jaatsiyah" (yang berlutut) diambil dari perkataan "Jaatsiyah" yang terdapat pada ayat 28 surat ini.

Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.

Dinamai juga dengan "Asy Syari’ah" diambil dari perkataan "Syari’ah" (Syari’at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.

Keimanan:

▪ Keterangan-keterangan dan dalildalil atas adanya Allah pencipta langit dan bumi.
▪ Buruk dan baik yang dikerjakan oleh manusia akibatnya bagi dirinya sendiri.
▪ Allah Pelindung orang-orang yang bertakwa.
▪ Kebesaran dan keagungan hanya hak Allah semata.
▪ Kepastian bahwa Allah-lah yang menghidupkan, mematikan dan menghimpunkan manusia pada hari kiamat.
▪ Keterangan-keterangan mengenai huru hara hari kiamat dan bagaimana tiap-tiap orang menerima perhitungan pekerjaannya di akhirat.
▪ Pada hari kiamat jelaslah bagi orang-orang musyrikin keburukan perbuatanperbuatan yang mereka kerjakan di dunia, dan mereka tidak lepas dari azab yang waktu di dunia mereka perolok-olokkan.

Hukum:

▪ Perintah kepada Rasulullah ﷺ supaya jangan mengikuti orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan jangan menuruti kemauan mereka.

Kisah:

▪ Kisah Bani Israil yang telah diberi nikmat oleh Allah, tetapi mereka berpaling dan menyeleweng dari ajaran agama, sehingga timbul perselisihan yang hebat antara sesama mereka.

Lain-lain:

▪ Ancaman kepada orang-orang musyrik yang mendustakan ayat Allah serta berlaku sombong terhadapnya.
▪ Kebatilan pendapat kaum Dahriyah (atheisme, skeptisme dan vrij denker), keingkaran mereka terhadap hari kiamat.

Ayat-ayat dalam Surah Al Jaatsiyah (37 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 37 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Jaatsiyah (45) : 1-37 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 37

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Jaatsiyah ayat 14 - Gambar 1 Surah Al Jaatsiyah ayat 14 - Gambar 2
Statistik QS. 45:14
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Jaatsiyah.

Surah Al-Jasiyah (Arab: الجاثية ,”Yang Berlutut”) adalah surah ke-45 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah makkiyah yang terdiri atas 37 ayat.
Dinamakan Al-Jasiyah yang berarti Yang Berlutut diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surah ini.
Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia.
Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah.
Dinamai juga dengan Asy Syari’ah diambil dari perkataan Syari’ah yang terdapat pada ayat 18 surah ini.

Nomor Surah45
Nama SurahAl Jaatsiyah
Arabالجاثية
ArtiYang bertekuk lutut
Nama lainasy-Syari’ah (Syariat)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu65
JuzJuz 25
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat37
Jumlah kata489
Jumlah huruf2085
Surah sebelumnyaSurah Ad-Dukhan
Surah selanjutnyaSurah Al-Ahqaf
Sending
User Review
4.8 (14 votes)
Tags:

45:14, 45 14, 45-14, Surah Al Jaatsiyah 14, Tafsir surat AlJaatsiyah 14, Quran Al-Jasiyah 14, AlJasiyah 14, Al Jasiyah 14, Surah Al Jatsiyah ayat 14

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 127 [QS. 4:127]

Dan mereka meminta fatwa, yaitu penjelasan hukum, kepadamu, wahai Muhammad, tentang berbagai persoalan hukum yang terkait dengan perempuan-perempuan, seperti hak dan kewajiban mereka sebagai istri. Ka … 4:127, 4 127, 4-127, Surah An Nisaa’ 127, Tafsir surat AnNisaa 127, Quran AnNisa 127, An-Nisa’ 127, Surah An Nisa ayat 127

QS. Al Anbiyaa (Nabi-Nabi) – surah 21 ayat 109 [QS. 21:109]

109. Tugas pokok rasul adalah menyampaikan ajaran Allah kepada manusia dan mengajak manusia mengikuti ajaran Allah. Maka jika mereka berpaling dari ajaran Allah, maka katakanlah, wahai Muhammad, kepad … 21:109, 21 109, 21-109, Surah Al Anbiyaa 109, Tafsir surat AlAnbiyaa 109, Quran Al-Anbya 109, Al Anbiya 109, Alanbiya 109, Al-Anbiya’ 109, Surah Al Anbiya ayat 109

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Ilmu yang bermanfaat adalah … Ilmu yang disimpan sendiri. Ilmu yang diajarkan kepada orang lain. Ilmu yang mengantarkan kita pada

Pendidikan Agama Islam #5

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang … disiplin optimis jujur parsial independent Benar! Kurang tepat! Orang yang

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taubah ayat 7 Taha ayat 6 Taha ayat 10 Taha ayat 8

Instagram