Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 99


اَوَ لَمۡ یَرَوۡا اَنَّ اللّٰہَ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ قَادِرٌ عَلٰۤی اَنۡ یَّخۡلُقَ مِثۡلَہُمۡ وَ جَعَلَ لَہُمۡ اَجَلًا لَّا رَیۡبَ فِیۡہِ ؕ فَاَبَی الظّٰلِمُوۡنَ اِلَّا کُفُوۡرًا
Awalam yarau annallahal-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha qaadirun ‘ala an yakhluqa mitslahum waja’ala lahum ajalaa laa raiba fiihi fa-abazh-zhaalimuuna ilaa kufuuran;

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya?
Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran.
―QS. 17:99
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan
17:99, 17 99, 17-99, Al Israa 99, AlIsraa 99, Al Isra 99, Al-Isra’ 99
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 99. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala membantah pendapat orang-orang yang tidak mempercayai akan adanya hari berbangkit itu dengan mengatakan: "Apakah mereka tidak melihat dan memperhatikan, bahwa Allah telah menciptakan mereka dari tidak ada menjadi ada, telah diciptakan langit dan semua isinya, menciptakan bumi dengan segala benda dan makhluk yang ada di dalamnya, termasuk manusia sendiri.
Apakah mereka tidak memperhatikan segala kejadian yang ada di langit dan di bumi?
Semuanya diciptakan dari tiada menjadi ada.
Semuanya Allah subhanahu wa ta'ala sanggup menciptakan mereka pada kali yang pertama, tentu Dia akan sanggup pula menciptakan pada kali yang kedua.
Menurut biasanya, mengulang membuat atau menciptakan sesudah itu adalah lebih mudah dari menciptakan pertama kalinya.
Allah telah menciptakan bagi manusia suatu jangka waktu yang tidak ada keraguan padanya, menetapkan masa mereka di dalam kubur, dan menetapkan masa mereka dibangkitkan kembali.
Hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui penentuan-penentuan masa itu.

Sekalipun kepada orang-orang kafir dan lalim itu telah dikemukakan bukti-bukti hari berbangkit serta bukti-bukti kebesaran dan kekuatan Allah, namun mereka tetap ingkar dan tidak percaya kepada bukti-bukti itu.

Al Israa (17) ayat 99 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 99 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 99 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apakah mereka lalai dan tidak tahu bahwa Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan segala keagungannya adalah Mahakuasa untuk menciptakan yang serupa dengan mereka, baik berupa jin maupun manusia.
Zat Yang Mahakuasa dan mampu berbuat demikian, tentu mampu pula mengembalikan mereka seperti semula! Bahkan hal itu lebih mudah bagi-Nya.
Allah telah menetapkan waktu tertentu yang pasti akan terjadi, yaitu hari kiamat, untuk membangkitkan mereka kembali setelah mati.
Namun orang-orang yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan kekufuran hanya menghendaki kekufuran setelah adanya bukti ini.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apakah mereka tidak memperhatikan) apakah mereka tidak mengetahui (bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi) padahal keduanya sangat besar sekali (adalah kuasa pula menciptakan yang serupa dengan mereka) serupa dengan manusia dalam hal kekecilannya (dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka) untuk mati dan dibangkitkan (yang tidak ada keraguan padanya?
Maka orang-orang yang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran) yaitu keingkaran terhadap-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah orang-orang musyrik itu lalai, lalu mereka tidak memperhatikan dan tidak mengetahui bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi berikut makhluk-makhluk yang ada di dalamnya dengan tanpa contoh sebelumnya, kuasa menciptakan yang semisal dengan mereka setelah kebinasaan mereka??
Allah menetapkan bagi orang-orang musyrik itu waktu tertentu untuk kematian dan adzab mereka, yang tidak diragukan lagi bahwa itu akan datang kepada mereka.
Kendatipun kebenaran dan bukti-buktinya sudah jelas, namun orang-orang kafir itu menolak kecuali mengingkari agama Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah kuasa (pula) men­ciptakan yang serupa dengan mereka.

Yakni pada hari kiamat nanti, Dia mampu mengembalikan tubuh mereka secara utuh dan menciptakan mereka dengan ciptaan yang baru sebagai­mana permulaan Dia menciptakan mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya?

Artinya, Allah telah menetapkan bagi kebangkitan mereka dari kuburnya masing-masing waktu yang ditentukan-Nya, dan pasti akan terjadi.
Seba­gaimana yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain:

Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.
(Huud:104)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka orang-orang yang zalim itu tidak menghendaki.

Yakni sesudah tegaknya hujah atas diri mereka.

...kecuali kekafiran.

Maksudnya, kecuali makin bertambah tenggelam ke dalam kebatilan dan kesesatan mereka.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 99

AJAL
أَجَل

Ajal bermakna akhir tempoh pada kematian atau saat kematian, batas waktu membayar hutang atau tempoh sesuatu.

Menurut Ibn Faris, ajal bermakna batas waktu membayar hutang dan yang lainnya, kata ajal bagi jawaban adalah termasuk pada bab ini, seakan-akan dia mau sesuatu itu berakhir dan tiba masanya atau sampai tujuannya. Bentuk jamak ajal adalah ajaal. Sedangakan al­ ajil atau al ajilah bermakna "yang ditangguhkan atau ditunda" Ia adalah lawan al ajil atau al ajilah bermakna yang" didahulukan atau dipercepatkan.

Lafaz ajal disebut sebanyak 51 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 231, 232, 234, 235, 282, 282;
-An Nisaa (4), ayat 77,
-Al An'aam (6), ayat 2, 2, 60, 128;
-Al A'raaf (7), ayat 34, 34, 135, 185;
-Yunus (10), ayat 11, 49, 49;
-Hud (11), ayat 3, 104,
-Ar Ra'd (13), ayat 2, 38,
-Ibrahim (14), ayat 10, 44;
-Al Hijr (15), ayat 5;
-An Nahl (16), ayat 61, 61;
-Al Israa (17), ayat 99;
-Tha Ha (29), ayat 129,
-Al Hajj (22), ayat 5, 33;
-Al Mu'minuun (23), ayat 43,
-Al Qashash (28), ayat 29,
-Al 'Ankaabut (29), ayat 5, 53;
-Ar Rum (30), ayat 8;
-Luqman (31), ayat 29;
-Faathir (35), ayat 13, 45, 45;
-Az Zumar (39), ayat 5, 42;
-Al Mu'min (40), ayat 67;
-Asy Syuara (42), ayat 14;
-Al Ahqaaf (46), ayat 3;
-Al Munaafiquun (63), ayat 10, 11;
-Ath Thalaaq (65), ayat 2, 4;
-Nuh (71), ayat 4.

Dalam kitab-kitab tafsir, ajal mengandung beberapa pengertian.

Pertama, ia bermakna tempoh hidup dan matinya seseorang ditetapkan oleh Allah di Lauh Mahfuz.

Menurut para ulama, manusia mempunyai dua ajal.
-Pertama, ajal dari masa dilahirkan ke dunia hingga dimatikan.
-Kedua, ajal dari masa dimatikan hingga dibangkitkan dari kubur pada hari Ba'ts (kebangkitan), yaitu di alam barzakh.

Ada pula yang mengatakan, dua ajal itu adalah ajal di dunia dan ajal di akhirat.

Kedua, ia bermakna tempoh 'iddah perempuan, sebagaimana dalam surah Al Baqarah, ayat 231, 234, 235.

Ketiga, ia bermakna tempoh atau masa tibanya membayar hutang.

Keempat, ia bermaksud berakhirnya tempoh atau masa di mana seseorang itu mengatakan janjinya, sebagaimana tentang kisah Nabi Musa yang berkhidmat kepada Syuaib 10 tahun atau lebih, untuk menikah dengan anaknya yang terdapat dalam surah Al Qashash, ayat 27

Kesimpulannya, makna umum lafaz ajal ialah batas tempoh atau masa sesuatu perkara berupa batas kematian, hutang, janji dan lain-lain.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:36-37

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 99 *beta

Surah Al Israa Ayat 99



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (21 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ qs al isra 99