Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) - surah 17 ayat 90 [QS. 17:90]

وَ قَالُوۡا لَنۡ نُّؤۡمِنَ لَکَ حَتّٰی تَفۡجُرَ لَنَا مِنَ الۡاَرۡضِ یَنۡۢبُوۡعًا
Waqaaluuu lan nu’mina laka hatta tafjura lanaa minal ardhi yanbuu’an;
Dan mereka berkata,
“Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami,
―QS. Al Israa [17]: 90

Daftar isi

And they say,
"We will not believe you until you break open for us from the ground a spring.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 90]

وَقَالُوا۟ dan mereka berkata

And they say,
لَن tidak

"Never
نُّؤْمِنَ kami beriman

we will believe
لَكَ kepadamu

in you
حَتَّىٰ sehingga

until
تَفْجُرَ kamu memancarkan

you cause to gush forth
لَنَا untuk kami

for us
مِنَ dari

from
ٱلْأَرْضِ bumi

the earth
يَنۢبُوعًا mata air

a spring.

Tafsir Quran

Surah Al Israa
17:90

Tafsir QS. Al Israa (17) : 90. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat-ayat ini menerangkan sikap para pemimpin Quraisy menghadapi seruan Nabi Muhammad ﷺ, mereka itu di antaranya Uthbah, Syaibah, Abu Sufyan, Nadhar, dan lain-lain.
Sikap mereka itu menunjukkan tampak tanda-tanda keingkaran dan keengganan mereka menerima seruan tersebut.

Akibatnya, apa saja bukti yang dikemukakan kepada mereka, mereka tetap tidak akan beriman.
Mereka meminta kepada Rasulullah hal-hal yang mustahil karena mereka tahu bahwa Rasulullah tidak akan sanggup mengerjakannya.

Dengan demikian ada alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti seruan Rasul itu.

Di antara permintaan orang-orang kafir itu ialah:
1. Agar Rasulullah ﷺ memancarkan mata air dari bumi, padahal negeri mereka padang pasir.

2. Agar Rasulullah mewujudkan sebuah kebun kurma atau anggur yang dialiri sungai-sungai.
Dengan air yang tetap mengalir, akan bertambah suburlah pohon korma dan anggur itu dan memberi hasil yang berlipat ganda.

3. Agar Rasulullah menjatuhkan langit berkeping-keping sehingga menim-pa mereka.

Permintaan mereka yang seperti ini diterangkan pada ayat yang lain.
Allah ﷻ berfirman:

وَاِذْ قَالُوا اللهم اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata,
"Ya Allah, jika (Alquran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih."
(Al-Anfal [8]: 32)

Permintaan mereka ini adalah seperti permintaan penduduk Aikah (Madyan) kepada Nabi Syuaib dahulu, sebagaimana Allah ﷻ berfirman:

فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ

Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar. (Asy-Syu’ara’ [26]: 187)

4. Agar Rasulullah ﷺ mendatangkan Allah dan malaikat secara kasat mata (bisa dilihat secara nyata) kepada mereka untuk menyatakan secara langsung bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus-Nya.

5. Agar Rasulullah ﷺ mendirikan rumah yang terbuat dari emas.
Orang-orang musyrik berpendapat bahwa seorang rasul yang diutus Allah hendaklah seorang penguasa, kaya raya, dan terhormat.
Oleh karena itu, menurut pendapat mereka, mustahil Muhammad sebagai anak yatim piatu lagi miskin diangkat menjadi rasul.

6. Agar Rasulullah ﷺ naik ke langit melalui sebuah tangga yang dapat mereka lihat, kemudian turun kembali ke dunia melalui tangga yang sama dengan membawa sebuah kitab yang dapat mereka baca dan menggunakan bahasa mereka yang menerangkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah.

Sebenarnya semua yang diminta oleh orang musyrikin itu amatlah mudah bagi Allah mengabulkannya, tidak ada satu pun yang sukar dan mustahil bagi Allah mengadakan dan melakukannya.
Namun Allah tahu bahwa semua permintaan itu hanyalah mengada-ada, sebagai alasan untuk tidak beriman kepada Nabi Muhammad.
Sikap orang-orang musyrik itu dijelaskan dalam firman Allah ﷻ:

اِنَّ الَّذِيْنَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُوْنَ ﴿۹۶﴾ وَلَوْ جَاۤءَتْهُمْ كُلُّ اٰيَةٍ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ ﴿۹۷﴾

Sungguh, orang-orang yang telah dipastikan mendapat ketetapan Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun mereka mendapat tanda-tanda (kebesaran Allah), hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Yunus [10]: 96-97)

Dan firman Allah:

وَلَوْ اَنَّنَا نَزَّلْنَآ اِلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتٰى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوْا لِيُؤْمِنُوْٓا اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُوْنَ

Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki.
Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran).
(Al-An’am [6]: 111)

Allah ﷻ memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu bahwa ia hanyalah manusia yang diangkat sebagai seorang rasul dan diberi wahyu.
Allah mampu mewujudkan semua permintaan mereka itu, tetapi permintaan mereka itu tidak dikabulkan-Nya karena tidak diperlukan.
Seandainya dikabulkan pun, mereka tetap tidak akan beriman.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 90. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Ketika tampak mukjizat Alquran dan mereka tidak dapat menyangkal hujjah itu, mereka pun mulai meminta ayat dan mukjizat, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu berdalih dan orang-orang yang kebingungan.
Mereka kemudian berkata,
"Kami tidak akan beriman kepadamu, sebelum kamu mengeluarkan mata air yang terus memancar dan tak pernah habis dari bumi Mekah untuk kami.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ketika Alquran telah melemahkan orang-orang kafir dan mengalahkan mereka, maka mereka menuntut mukjizat yang sejalan dengan hawa nafsu mereka seraya mengatakan:
Kami tidak akan percaya kepadamu, wahai Muhammad, dan melaksanakan apa yang kamu katakan hingga kamu bisa memancarkan mata air yang mengalir untuk kami dari bumi Makkah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan mereka berkata) diathafkan kepada lafal abaa


("Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu sebelum engkau memancarkan sumber air dari tanah buat kami) mata air yang berlimpah airnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Bukair, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ishaq, telah menceritakan kepadaku seorang syekh (guru) dari kalangan ulama Mesir yang telah bermukim bersama kami sejak empat puluh tahun lebih, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa Atabah, Syaibah (keduanya anak Rabi’ah), Abu Sufyan ibnu Harb —seorang lelaki dari Bani Abdud Dar— dan Abul Buhturi (keduanya saudara Banil Asad), Al-Aswad ibnul Muftalib ibnu Asad, Zam’ah ibnul Aswad, Al-Walid ibnul Mugirah, Abu Jahal ibnu Hisyam, Abdullah ibnu Abu Umayyah, Umayyah ibnu Khalaf, Al-As ibnu Wail, Nabih dan Munabbih (keduanya anak Al-Hajjaj As-Sahmi), semuanya berkumpul atau termasuk di antara mereka yang ada dalam perkumpulan itu.
Mereka berkumpul sesudah matahari terbenam di atas Ka’bah.

Sebagain dari mereka berkata kepada sebagian yang lain,
"Kirimkanlah utusan kepada Muhammad untuk mengundangnya agar kita dapat berbicara dan berdebat dengannya hingga ia mengemukakan alasan yang sebenarnya."
Lalu mereka mengirimkan utusannya, dan si utusan menyampaikan kepada Nabi ﷺ,
"Para pemuka kaummu telah mengadakan pertemuan untuk melakukan pembicaraan denganmu."
Maka Rasulullah ﷺ datang dengan segera seraya menduga bahwa barangkali mereka telah sadar akan perkara yang dibawanya.
Sebelum itu Nabi ﷺ sangat menginginkan agar mereka mendapat petunjuk, karena dengan masuk Islamnya mereka maka akan bertambah kuatlah agamanya.
Setelah Nabi ﷺ sampai kepada mereka, lalu Nabi ﷺ duduk.

Dan mereka berkata,
"Hai Muhammad, sesungguhnya kami telah mengirim utusan kami kepadamu untuk mengetahui alasanmu yang sebenarnya.
Dan sesungguhnya kami, demi Allah, sepengetahuan kami engkau adalah seorang lelaki dari kalangan bangsa Arab yang memasukkan agama baru kepada kaumnya, dan engkau telah mencaci-maki nenek moyang, mencela agamanya, dan menilainya kurang berakal, juga mencela sesembahan-sesembahan kami dan memecahkan persatuan.
Sehingga tiada suatu hal buruk pun melainkan kamu telah melakukannya di antara kami dan kamu.

Jika engkau mendatangkan Alquran itu karena ingin mencari harta, maka kami sanggup mengumpulkan harta dari harta kami buatmu, sehingga kamu menjadi orang yang paling banyak hartanya di antara kami.
Dan jika engkau melakukan hal tersebut hanya untuk mencari kedudukan di kalangan kami, kami sanggup menjadikanmu sebagai penghulu (pemimpin) kami.
Dan jika engkau berkeinginan menjadi seorang raja, maka kami akan menjadikanmu sebagai raja kami.
Dan jika perkataan yang datang kepadamu (yakni Alquran) lalu kamu sampaikan itu berasal dari jin yang menguasai dirimu — mereka menamakan jin yang suka merasuki orang dengan sebutan ri’yun —, maka kami sanggup membelanjakan harta kami untuk mencari tabib yang dapat menyembuhkan dirimu dari gangguannya, atau kami memaafkanmu jika kami tidak sanggup menyembuhkanmu dan memaklumimu."

Maka Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya:

Apa yang kalian katakan itu tidak ada pada diriku.
Dan tidaklah aku menyampaikan kepada kalian apa yang aku sampaikan ini untuk mencari harta kalian, tidak pula mencari kedudukan di antara kalian, serta tidak pula ingin menjadi raja atas kalian, melainkan Allah telah mengutusku kepada kalian sebagai seorang rasul.
Dia telah menurunkan kepadaku sebuah Kitab (Al Qur’an), dan memerintahkan kepadaku agar menjadi pembawa berita gembira dan pemberi peringatan kepada kalian.
Maka aku sampaikan semua risalah Tuhanku kepada kalian dan aku menasihatkan hal yang baik bagi kalian.
Jika kalian mau menerima apa yang aku sampaikan kepada kalian, maka kalian menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.
Dan jika kalian menolaknya, aku tetap bersabar menjalankan perintah Allah, hingga Allah memberikan keputusan-Nya antara aku dan kalian.

Demikianlah jawaban yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ kepada mereka atau dengan ungkapan yang semakna.

Mereka mengatakan,
"Hai Muhammad, jika engkau tidak mau menerima apa yang kami tawarkan kepadamu, maka sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa tiada seorang manusia pun yang negerinya lebih sempit daripada negeri kami dan hartanya lebih sedikit daripada harta kami serta penghidupannya lebih keras daripada kami.
Oleh karena itu, mintalah kepada Tuhanmu yang telah mengutusmu untuk menyampaikan risalah-Nya, hendaknyalah Dia menyingkirkan (menghilangkan) bukit-bukit yang menyempitkan negeri kami ini.
Dan hendaknyalah Dia meluaskan negeri kami serta memancarkan padanya sungai-sungai seperti sungai-sungai yang terdapat di negeri Syam dan negeri Irak.
Dan hendaknyalah Dia membangkitkan (menghidupkan) kembali nenek moyang kami, yang antara lain ialah Qusay ibnu Kilah, karena sesungguhnya beliau adalah seorang syekh yang selalu berkata jujur.
Maka kami akan menanyai mereka tentang apa yang kamu sampaikan ini, apakah benar ataukah batil?
Jika engkau dapat melakukan apa yang kami minta, barulah kami dapat mempercayaimu dan membenarkanmu serta mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, bahwa Dia benar telah mengutusmu sebagai seorang rasul, seperti yang kamu akui itu."

Rasulullah ﷺ menjawab mereka melalui sabdanya:

Saya diutus bukan untuk hal itu, sesungguhnya saya hanya sebagai juru penyampai kepada kalian dari sisi Allah tentang apa yang diutuskan-Nya kepadaku untuk menyampaikannya.
Dan sesungguhnya saya telah menyampaikan apa yang diutuskan-Nya kepadaku untuk menyampaikannya kepada kalian.
Maka jika kalian mau menerimanya, hal itu merupakan keberuntungan bagi kalian di dunia dan akhirat.
Dan jika kalian menolaknya serta mengembalikannya kepadaku, maka saya tetap akan bersabar menjalankan perintah Allah, hingga Allah memberikan keputusan antara saya dan kalian.

Mereka berkata,
"Jika kamu tidak dapat melakukan hal itu buat kami, maka buatlah bukti untuk dirimu sendiri.
Untuk itu, mintalah kepada Tuhanmu agar Dia mengirimkan kepadamu malaikat yang akan membenarkan apa yang kamu katakan dan kami dapat menanyainya tentang perihal kamu.
Dan mintalah kepada Tuhanmu agar Dia menjadikan bagimu taman-taman, perbendaharaan-perbendaharaan, dan gedung-gedung dari emas dan perak, agar kamu menjadi orang yang berkecukupan hingga tidak memerlukan apa yang kami tawarkan kepadamu.
Karena sesungguhnya kamu biasa berdiri di pasar-pasar dan mencari penghidupan sebagaimana kami mencarinya.
Dengan demikian, maka kami dapat mengetahui keutamaan kedudukanmu di sisi Tuhanmu, jika engkau benar seorang rasul seperti apa yang kamu akui itu."

Rasulullah ﷺ menjawab mereka melalui sabdanya:

Aku tidak akan melakukannya dan aku tidak akan memintanya kepada Tuhanku.
Aku diutus kepada kalian bukanlah untuk itu, tetapi Allah mengutusku sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Jika kalian mau menerimanya, maka itulah keberuntungan kalian di dunia dan akhirat.
Dan jika kalian menolaknya dan mengembalikannya kepadaku, maka aku tetap akan bersabar dalam menjalankan perintah Allah, hingga Dia memberi keputusan di antara aku dan kalian.

Mereka berkata,
"Kalau demikian, runtuhkanlah langit, karena menurut dugaanmu jika Tuhanmu menghendaki sesuatu, Dia dapat melakukannya.
Dan kami tetap tidak mau beriman kepadamu kecuali jika kamu melakukan hal itu."

Rasulullah ﷺ menjawab mereka melalui sabdanya:

Demikian itu terserah kepada Allah, jika Dia berkehendak, tentu dapat melakukannya buat kalian.

Mereka berkata,
"Hai Muhammad, tidakkah Tuhanmu mengetahui bahwa kami akan berkumpul denganmu dalam suatu majelis, lalu kami menanyakan banyak hal kepadamu dan memintamu untuk membuktikan apa yang kami minta?
Maka Dia datang kepadamu dan mengajarkan kepadamu jawaban dari apa yang kami lontarkan kepadamu, dan Dia memberitahukan kepadamu apa yang sebaiknya kamu lakukan terhadap kami dalam hal ini jika kami tidak mau menerima apa yang kamu sampaikan kepada kami.
Sesungguhnya telah sampai suatu berita kepada kami bahwa sesungguhnya yang mengajarkan kepadamu itu sama dengan apa yang diajarkan kepada seorang lelaki dari negeri Yamamah yang dikenal dengan nama Ar-Rahman (yakni Musailamah Al-Kazzab).
Dan sesungguhnya, demi Allah, kami tidak percaya kepada Ar-Rahman selamanya.
Karena itulah kami memaafkan keadaanmu itu, hai Muhammad.
Ingatlah, demi Allah, kami tidak akan membiarkanmu, apa yang kamu lakukan itu terhadap eksistensi kami akan membuat kami membinasakanmu atau kamu membinasakan kami."

Salah seorang dari mereka mengatakan,
"Kami menyembah malaikatmalaikat, mereka adalah anak-anak perempuan Allah."
Dan yang lainnya mengatakan,
"Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum engkau mendatangkan Allah dan para malaikat berhadapan dengan kami."

Setelah mendengar ucapan mereka yang demikian itu, maka Rasulullah ﷺ pergi meninggalkan mereka.
Kepergian beliau diiringi oleh Abdullah ibnu Abu Umayyah ibnul Mugirah ibnu Abdullah ibnu Umar ibnu Makhzum, anak bibi Rasulullah ﷺ, yaitu Atikah binti Abdul Muttalib.

Abdullah ibnu Abu Umayyah mengatakan,
"Hai Muhammad, kaummu telah menawarkan kepadamu tawaran-tawaran tersebut, tetapi kamu tidak mau menerimanya dari mereka.
Kemudian mereka meminta bukti darimu buat mereka, yaitu beberapa hal, agar dengannya mereka mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, tetapi kamu tidak mau melakukannya pula.
Lalu mereka meminta kepadamu agar mendatangkan suatu azab yang dengannya kamu dapat membuat mereka takut.
Demi Allah, saya tidak akan beriman kepadamu sebelum kamu mendatangkan sebuah tangga, lalu kamu naik ke langit, sedangkan saya melihatmu sampai di langit, kemudian kamu turun lagi dengan membawa sebuah kitab yang terbuka dengan diiringi oleh empat malaikat yang mempersaksikan bahwa kamu benar seperti apa yang kamu katakan.
Demi Allah, seandainya kamu dapat melakukan hal tersebut, saya yakin bahwa diri saya masih belum mau membenarkanmu."

Kemudian Abdullah ibnu Abu Umayyah pergi meninggalkan Rasulullah ﷺ Rasul pun pulang ke rumah keluarganya dalam keadaan bersedih hati lagi kecewa, karena apa yang ia harapkan dari kaumnya agar masuk Islam di saat ia menyeru mereka tidak terkabulkan, bahkan mereka bersikap menjauhinya.

Pertemuan yang mereka adakan bersama Nabi ﷺ itu, seandainya menurut pengetahuan Allah mereka meminta hal itu kepada Nabi ﷺ dengan permintaan memohon petunjuk, tentulah apa yang mereka minta itu diperkenankan oleh-Nya.
Akan tetapi, Allah telah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka meminta hal itu karena dorongan ingkar dan kekafiran mereka terhadap Nabi ﷺ Maka Allah berfirman kepada Nabi-Nya,
"Jika engkau menginginkan agar Kami memberi mereka, tentulah Kami akan memberi mereka apa yang dimintanya.
Tetapi jika mereka masih tetap ingkar sesudahnya, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun dari kalangan umat manusia.
Dan jika engkau menginginkan agar Aku membukakan bagi mereka pintu tobat dan pintu rahmat, maka Aku akan melakukannya."
Maka Nabi ﷺ berkata:

Tidak, bahkan bukakanlah bagi mereka pintu tobat dan pintu rahmat-(Mu).

Hal ini sama dengan apa yang telah disebutkan di dalam dua hadis yang masing-masing diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan Az-Zubair ibnul Awwam, yaitu dalam tafsir firman-Nya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu.
Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
(Al Israa [17]: 59)

Dan dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Dan mereka berkata,
"Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar?
Mengapa tidak diturunkan kepadanya seorang malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?
Atau (mengapa tidak) diturunkan kepadanya perbendaharaan, atau (mengapa tidak) ada kebun baginya yang dia dapat makan dari (hasil)nya?” Dan orang-orang yang zalim itu berkata,
"Kamu sekalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang lelaki yang kena sihir.” Perhatikanlah bagaimana mereka membuat perbandingan-perbandingan tentang kamu, lalu sesatlah mereka, mereka tidak sanggup (mendapatkan) jalan (untuk menentang kerasulanmu).
Mahasuci (Allah) yang jika Dia menghendaki, niscaya dijadikan-Nya bagimu yang lebih baik dari yang demikian, (yaitu) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, dan dijadikan-Nya (pula) untukmu istana-istana.
Bahkan mereka mendustakan hari kiamat.
Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat.
(Al-Furqaan [25]: 7-11)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami.

Yanbu’ artinya mata air yang airnya mengalir.
Mereka meminta kepada Nabi ﷺ agar beliau mengalirkan banyak mata air buat mereka di berbagai kawasan negeri Hijaz, tempat tinggal mereka.
Hal tersebut amatlah mudah bagi Allah subhanahu wa ta’ala, jika Dia menghendaki, niscaya Dia dapat membuatnya dan dapat memenuhi segala sesuatu yang mereka minta dan mereka tuntut kepada Nabi ﷺ untuk mengadakannya.
Tetapi Allah mengetahui bahwa mereka tetap tidak akan beroleh petunjuk, seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman, meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih.
(Yunus [10]: 96-97)

Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka, dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman.
(Al-An’am [6]: 111), hingga akhir ayat.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 90

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Ishaq, dari seorang ‘alim dari Mesir, dari ‘Ikrimah, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, Abu Sufyan bin Harb, seorang baniAbid Dar, Abul Bukhturi, al-Aswad bin al-Muthalib, Rabi’ah bin al-Aswad, al-Walid bin al-Mughirah, Abu Jahl, ‘Abdullah bin Umayyah, Umayyah bin Khalaf, al-‘Ash bin Wa-il, Nabih bin al-Hajjaj, dan Munabbih bin al-Hajjaj (kesemuanya kafir Quraisy) berkumpul dan berkata:

“Hai Muhammad.
Kami belum pernah menemukan seorang bangsa Arab yang membuat kesusutan pada kaumnya sebagaimana yang engkau lakukan terhadap kaummu.
Engkau mencaci maki nenek moyang, mencela agama, menganggap bodoh para cendekiawan, mencaci maki tuhan-tuhan, dan memecah belah persatuan umat.
Apa yang engkau bawa ini hanya menyebabkan hubungan antara kami dan kamu menjadi buruk.
Sekirannya dengan membawa hal yang baru itu engkau mengharapkan kekayaan, kami akan mengumpulkannya untukmu sehingga engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami.
Jika engkau menginginkan kemuliaan, kami akan mengangkatmu menjadi pemimpin kami.
Dan jika engkau membawa hal-hal yang baru itu karena kerasukan jin sehingga engkau menjadi orang yang kurang ingatan, kami akan kerahkan harta benda kami untuk menyembuhkan penyakitmu itu.”

Bersabdalah Rasulullah ﷺ: “Tidak satupun apa yang kalian katakan itu terlintas di dalam diriku.
Akan tetapi sebenarnya Allah mengutusku menjadi Rasul kepada kalian, menurunkan kitab kepadaku, dan memerintahkan supaya aku menjadi pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.”
Mereka berkata: “Jika engkau tidak mau menerima tawaran yang kami ajukan tadi, tentu engkau mengetahui bahwa negeri Mekah ini merupakan negeri yang sempit dan padat penduduknya, sumber alamnya sedikit, serta penghidupannya sulit.
Alangkah baiknya jika engkau memohon kepada Rabb yang telah mengutusmu agar menyingkirkan gunung-gunung yang menyempitkan kita ini, sehingga negeri kita menjadi luas; agar mengalirkan sungai-sungai di negeri kita ini seperti di negeri Syam dan Irak; dan supaya membangkitkan nenek moyang kami yang sudah mendahului kami.
Sekiranya engkau tidak dapat melaksanakan permintaan kami ini, cobalah minta kepada Rabb-mu agar mengutus malaikat yang membenarkan ajakanmu ini, agar ia membuat kebun-kebun, harta terpendam, dan gedung-gedung dari emas dan perak.
Dengan demikian, kami dapat menolong engkau menyebarkan agamamu dengan harta yang kami lihat engkaupun membutuhkannya, karena kami pun melihat engkau suka ke pasar mencari penghidupan.
Sekiranya engkau tidak dapat melaksanakannya, runtuhkanlah langit sebagaimana anggapanmu bahwa Rabb-mu dapat melaksanakannya apabila Dia menghendaki.
Kami tidak akan beriman kepadamu, sebelum engkau penuhi permintaan kami ini.”

Pergilah Rasulullah ﷺ meninggalkan mereka, diikuti oleh ‘Abdullah bin Umayyah yang berkata:

“Hai Muhammad, kaummu meminta beberapa permintaan, tapi engkau tidak mau memperkenankannya.
Kemudian mereka meminta kepadamu beberapa bukti agar mereka mengetahui kedudukanmu di sisi Allah, tapi engkau tidak juga membuktikannya.
Kemudian mereka meminta kepadamu agar engkau mempercepat siksaan Tuhan yang selalu engkau peringatkan kepada mereka.
Demi Allah, aku tidak akan beriman kepadamu selama-lamanya sebelum engkau membuat tangga ke langit, terus engka naik kesana dan aku melihatnya, lalu engkau membawa sebuah naskah yang dapat disebarkan, dan membawa empat malaikat yang menjadi saksi atas kerasulanmu sebagaimana yang engkau katakan.”

Rasulullah pulang dengan perasaan sedih.
Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 90-93) berkenaan dengan peristiwa tersebut, sejalan dengan ucapan ‘Abdullah bin Abi Umayyah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’id bin Manshur di dalam kitab Sunan-nya, yang bersumber dari Sa’id bin Jubair.
Hadits ini mursal, tapi shahih dan menjadi shaahiid (penguat) dan penyempurna sanad riwayat sebelumnya.
Bahwa ayat ini (al-‘Israa’: 90-93) turun berkenaan dengan saudara Ummu Salamah (istri Rasulullah) yang bernama ‘Abdullah bin Abi Umayyah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio Murottal

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 90 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 90 - Gambar 2
Statistik QS. 17:90
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.8 (12 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

17:90, 17 90, 17-90, Surah Al Israa 90, Tafsir surat AlIsraa 90, Quran Al Isra 90, Al-Isra' 90, Surah Al Isra ayat 90

Video Surah

17:90


More Videos

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 • Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 • Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Yang ciptakan mati & hidup untuk suatu tujuan,
yaitu menguji siapa yang paling benar perbuatannya & paling tulus niatnya.
Dia Mahaperkasa yang tak ada sesuatu pun dapat mengalahkan-Nya,
Maha Pengampun terhadap orang-orang yang teledor
QS. Al-Mulk [67]: 2

…,
laki-laki & perempuan yang benar,
laki-laki & perempuan yang sabar,
laki-laki & perempuan yang khusyu’,
laki-laki & perempuan yang bersedekah,

Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan & pahala yang besar.
QS. Al-Ahzab [33]: 35


orang-orang yang sabar (terhadap bencana),
dan mengerjakan amal-amal saleh,
mereka itu beroleh ampunan & pahala yang besar.
QS. Hud [11]: 11

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah..... Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Arti al-Kaafirun adalah ...

Correct! Wrong!

Arti dari lafal

لَكُمْ دِينُكُمْ

yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Surah Al-Kafirun [109] ayat 6.

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

'Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.'

+

Array

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan.....kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Correct! Wrong!

Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu sebagai ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
اَلَمۡ یَجِدۡکَ یَتِیۡمًا فَاٰوٰی

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
--QS. Adh Dhuhaaa [93] : 6

Pendidikan Agama Islam #18
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #18 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #18 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

din

Apa itu din? agama; dinul-Islam, agama Islam … •

Ramlah binti Abu Sufyan

Siapa itu Ramlah binti Abu Sufyan? Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan al-Umawiyyah al-Qurasyiyah al-Kinaniyyah atau lebih dikenal dengan Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan atau Ramlah binti Abi ...

amirulmukminin

Apa itu amirulmukminin? KBBI ami.rul.muk.mi.nin sebutan atau gelar bagi pemimpin umat Islam *** Amirul Mukminin adalah sebuah gelar dalam tradisi awal Islam yang berarti “Pemimpin Orang-Orang...