Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 9 [QS. 17:9]

اِنَّ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنَ یَہۡدِیۡ لِلَّتِیۡ ہِیَ اَقۡوَمُ وَ یُبَشِّرُ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ الَّذِیۡنَ یَعۡمَلُوۡنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَہُمۡ اَجۡرًا کَبِیۡرًا ۙ
Inna hadzaal quraana yahdii lillatii hiya aqwamu wayubasy-syirul mu’miniinal-ladziina ya’maluunash-shaalihaati anna lahum ajran kabiiran;

Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,
―QS. 17:9
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Keutamaan kalam Allah ▪ Azab orang kafir
17:9, 17 9, 17-9, Al Israa 9, AlIsraa 9, Al Isra 9, Al-Isra’ 9

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 9

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 9. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan keistimewaan-keistimewaan kitab Nya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ yaitu kitab Alquran, dengan menunjukkan fungsi dari kitab Alquran itu sendiri serta faedahnya bagi seluruh umat manusia, yang di dalam ayat ini disebutkan tiga macam:

Pertama:
Bahwa Alquran itu memberi petunjuk kepada orang yang suka mempedomaninya ke jalan yang lurus.
Yang dimaksud jalan yang lurus dalam ayat ini ialah agama yang benar yaitu Islam, dan murni serta dapat diterima oleh akal yang sehat, yang berpangkal pada ajaran tauhid, yaitu keyakinan bahwa tidak ada kekuatan yang dapat menguasai alam semesta ini terkecuali Allah subhanahu wa ta’ala yang kekuasaan Nya tidak dapat ditandingi oleh siapapun.
Dia adalah Penguasa alam yang sebenarnya, dan Zat yang mempunyai kekuatan Yang Maha Kuat.

Kedua :
Bahwa Alquran itu memberi kabar gembira kepada orang-orang yang percaya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul Nya, yang berbuat amal yang baik, yaitu mereka yang melakukan apa saja Yang diperintahkan Allah kepadanya, dan mencegah diri dari berbuat sesuatu yang dilarang Nya.
Kabar gembira itu berupa pahala yang berlimpah-limpah yang akan mereka terima di akhirat, sebagai imbalan dari amal saleh yang mereka lakukan di dunia.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Al Quran memberikan petunjuk kepada manusia menuju jalan yang paling lurus dan selamat untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki di dunia.
Al-Qur’an juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, yang tunduk kepada kebenaran dan melakukan perbuatan yang saleh berupa pahala yang besar pada hari kiamat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada) jalan (yang lebih lurus) lebih adil dan lebih besar (dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya al-Qur’an yang Kami turunkan kepada hamba Kami Muhammad ini membimbing manusia kepada jalan yang paling baik, yaitu agama Islam.
Al-Qur’an memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya dari mereka bahwa mereka mendapatkan pahala yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memuji kitab-Nya yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya Nabi Muhammad ﷺ, yaitu kitab Al-Qur’an, bahwa kitab Al-Qur’an itu memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan lebih terang.

…dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh.

sesuai dengan apa yang dikandung di dalam kitab Al-Qur’an.

…bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.

kelak di hari kiamat.


Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 9

AQWAAM
أَقْوَم

Lafaz ini berbentuk tafdil (menunjukkan lebih daripada yang lain). Berasal dari kata qawama, artinya a’dalu, lebih adil dan lebih baik. Dalam contoh “fulaanun aqwamu kalaaman min fulaanin” maksudnya, Perkataan si A lebih adil dan lurus atau baik daripada perkataan si B.” la juga bermakna yang tegak dan keazaman.

Lafaz ini disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 282;
-An Nisaa (4), ayat 46;
-Al Israa (17), ayat 9;
-Al Muzzammil (73), ayat 6.

Dalam Tafsir Al Jalalain, penafsiran aqwaam dalam surah Al Baqarah, ayat 282 ialah a’wan (lebih dapat) membantu mendirikan kesaksian, karena ia mengingatkannya atau mengingatkan seluruh saksi apa yang disaksikannya.” Begitu juga penafsiran Az Zamakhsyari yaitu lebih membantu dan menguatkan keterangan saksi.

Dalam surah An Nisaa, ayat 46 dan Al Muzzammil ayat 6, At Tabari berkata,
“Ia bermakna lebih adil dan lebih benar dalam perkataan.”

Sedangkan dalam surah Al Israa, ayat 9, Al Qurtubi menafsirkannya dengan jalan yang lebih kuat, adil atau lurus dan lebih benar.

Az Zujjaj berkata,
“Bagi keadaan-keadaan yang lebih kuat atau baik yaitu mengesakan Allah dan beriman dengan rasul-rasulnya sebagaimana pendapat yang dikemukakan Al Kalbi dan Al Farra.”

Kesimpulannya, lafaz aqwaam mengandung dua makna.

Pertama, lebih membantu dan menguatkan sebagaimana yang terdapat dalam surah Al Baqarah.

Kedua, lebih benar dan lurus sebagaimana pada surah-surah yang lain.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:59-60

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Al Israa (17) ayat 9 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Israa (17) ayat 9 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Israa (17) ayat 9 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.7
Ratingmu: 4.7 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-9







Pembahasan ▪ al isra ayat 9 ▪ surat al isra ayat 9 ▪ al isra 9-14 ▪ surat al isroq ayat 9 ▪ Surah al isra ayat 9 ▪ quran surat al isra ayat 9 ▪ q s al isra 9 ▪ iman kepada kitab kitab allah al isra ayat 9 ▪ dalil al quran al isra ayat 9 ▪ surat ke 17 ayat -67

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta