QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 89 [QS. 17:89]

وَ لَقَدۡ صَرَّفۡنَا لِلنَّاسِ فِیۡ ہٰذَا الۡقُرۡاٰنِ مِنۡ کُلِّ مَثَلٍ ۫ فَاَبٰۤی اَکۡثَرُ النَّاسِ اِلَّا کُفُوۡرًا
Walaqad sharrafnaa li-nnaasi fii hadzaal quraani min kulli matsalin fa-aba aktsarunnaasi ilaa kufuuran;

Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam Al Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan, tapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya).
―QS. 17:89
Topik ▪ Keutamaan Al Qur’an ▪ Al Qur’an menerangkan segala sesuatu ▪ Ketentuan Allah tak dapat dihindari
17:89, 17 89, 17-89, Al Israa 89, AlIsraa 89, Al Isra 89, Al-Isra’ 89

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 89

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 89. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan cara-cara Dia menyampaikan sesuatu maksud dengan ayat-ayat Alquran sehingga dengan cara-cara demikian para pembaca dan pendengar mudah memahaminya, sehingga dengan mudah hati mereka tergerak melaksanakan ajaran-ajaran Alquran itu.
Kadang-kadang Dia mengulang-ulangi suatu penjelasan dengan berbagai macam susunan kata; ada yang berbentuk perintah; ada yang berbentuk karangan ada yang berbentuk kalimat berita; ada pula yang menceritakan riwayat-riwayat orang-orang dahulu diutus para Rasul kepada mereka.
Demikian pula isinya yang bermacam-macam pula, seperti akidah, hukum-hukum, budi pekerti, ibadat, kisah-kisah dan sebagainya.
Semuanya itu disampaikan dengan cara-cara yang tepat pula.

Sekalipun Allah subhanahu wa ta’ala telah menyampaikan dengan cara-cara yang demikian itu, dan isinya pun mengandung nilai-nilai yang tinggi untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat nanti namun orang-orang kafir yang tidak ada kesediaannya untuk beriman itu tidak mau memahaminya, mereka mengingkarinya, dan terus menerus menantangnya dan berpaling dari kebenaran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dalam Al Quran ini, Kami sungguh telah menempuh berbagai cara penjelasan seperti tamsil.
Akan tetapi kebanyakan manusia menolaknya dan lebih memilih sikap kufur dan ingkar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah jelaskan) telah Kami terangkan (kepada manusia dalam Alquran ini tiap-tiap macam perumpamaan) lafal min kulli matsalin menjadi sifat bagi lafal yang tidak disebutkan artinya, contoh dari setiap perumpamaan supaya mereka mengambil pelajaran darinya (tapi kebanyakan manusia tidak mau) yakni penduduk Mekah (kecuali mengingkarinya) mengingkari kebenaran yang dibawanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya Kami telah menjelaskan dan meragamkan kepada manusia dalam al-Qur’an ini dari tiap-tiap perumpamaan yang semestinya diambli pelajaran; yang dengan itu dijadikan sebagai hujjah atas mereka, agar mereka mengikutinya dan mengamalkannya.
Namun, kebanyakan manusia tidak mau kecuali sangat mengingkari kebenaran dan mengingkari hujjah-hujjah dan bukti-bukti Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulang kepada manu­sia., hingga akhir ayat.

Yakni Kami jelaskan kepada mereka hujah-hujah dan bukti-bukti yang pasti dan jelas, dan Kami telah menerangkan kepada mereka perkara yang hak dengan keterangan yang terperinci lagi jelas.
Akan tetapi, sekali­pun demikian:

…sebagian besar manusia tidak menyukai, melainkan menging­karinya.

Yakni mereka tetap ingkar kepada perkara yang hak dan menentang perkara yang benar.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 89 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 89 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 89 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:89
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.9
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al isra ayat 89 ▪ Isi kandungan surat al isro ayat 89 ▪ Qs 17 ayat 89 ▪ surat 17 ayat 89

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta