Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 86 [QS. 17:86]

وَ لَئِنۡ شِئۡنَا لَنَذۡہَبَنَّ بِالَّذِیۡۤ اَوۡحَیۡنَاۤ اِلَیۡکَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَکَ بِہٖ عَلَیۡنَا وَکِیۡلًا
Wala-in syi-anaa lanadzhabanna biil-ladzii auhainaa ilaika tsumma laa tajidu laka bihi ‘alainaa wakiilaa;

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, dan dengan pelenyapan itu, kamu tidak akan mendapatkan seorang pembelapun terhadap Kami,
―QS. 17:86
Topik ▪ Penghimpunan manusia dan keadaan mereka
17:86, 17 86, 17-86, Al Israa 86, AlIsraa 86, Al Isra 86, Al-Isra’ 86

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 86

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 86. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa jika Allah subhanahu wa ta’ala menghendaki untuk menarik kembali Alquran yang telah diturunkan itu dan menghapusnya dari hati Muhammad dan dari lembaran-lembaran yang telah ditulis, pastilah hal itu dengan mudah dapat dilaksanakan Nya, sedikitpun tidak akan ditinggalkan Nya, sehingga engkau Hai Muhammad akan kembali seperti keadaan Alquran belum diturunkan akan menjadi manusia yang bodoh dan tiada berpengetahuan.

Mudahnya bagi Allah subhanahu wa ta’ala menghapus Alquran itu diterangkan dalam hadis Nabi ﷺ:

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Alquran ini akan diangkat (dihapus)” Seseorang berkata: “Bagaimana mungkin, sesungguhnya Allah telah mengokohkannya di dalam hati kita, dan kita telah mengabadikan (menulisnya) di dalam lembar-lembar bertulis”.
Ia berkata: “Diangkat Alquran di waktu malam maka tidak ada yang tinggal seayatpun dan padanya dalam hati dan tidak ada pula di dalam mushaf, kecuali telah terangkat semua.
Maka pada waktu paginya tidak sesuatu ayatpun lag yang tinggal padamu.
Kemudian ia membaca ayat ini”.

(H.R.
Said bin Mansyur dan Hakim dan dinyatakan sahih oleh Tabrani dan Baihaqi)

Setelah Al Quran hapus dari hatimu dan hapus pula semua tulisan-tulisannya yang telah tertulis dalam mushaf itu, maka pada saat itu tidak ada lagi yang dapat engkau pegangi dan engkau jadikan petunjuk ke jalan yang benar, serta tidak seorangpun yang sanggup mengembalikan Alquran itu tertanam dalam hati sanubarimu dan tertulis kembali dalam mushaf-mushaf.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya jika Kami berkehendak menghapus Al Quran yang telah Kami wahyukan kepadamu dari dalam hatimu, niscaya akan Kami lakukan.
Setelah itu kamu tidak akan menemukan seorang pun yang dapat membela dan menolongmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya jika) lam di sini bermakna qasam (Kami menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu) yakni Alquran, seumpamanya Dia menghapuskannya dari ingatanmu dan dari mushaf-mushaf yang ada (dan dengan pelenyapan itu kamu tidak akan mendapatkan seorang pembela pun terhadap Kami).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sungguh jika Kami menghendaki untuk menghapus al-Qur’an dari hatimu, niscaya Kami mampu melakukan hak itu, kemudian kamu tidak mendapati bagi dirimu seorang penolongpun yang bisa menghalangi Kami dari melakukan hal itu, atau mengembalikan al-Qur’an padamu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan nikmat dan karunia-Nya yang besar yang telah Dia limpahkan kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu melalui Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya yang tidak dapat kepadanya kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji.

Ibnu Mas’ud r.a.
mengatakan bahwa diakhir zaman kelak akan berti­up angin merah melanda manusia dari arah negeri Syam maka setelah itu tiada satu ayat pun dalam mushaf seseorang atau dalam hatinya melainkan terhapus semuanya.
Kemudian sahabat Ibnu Mas’ud r.a.
membacakan friman-Nya:

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki, niscaya Kami le­nyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu., hingga akhir ayat.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala mengisyaratkan tentang kemuliaan yang dimiliki oleh Al-Qur’an.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka sepakat akan membuat hal yang semisal dengan kitab yang diturunkan-Nya kepada Rasul-Nya niscaya mereka tidak akan mampu melakukannya untuk selama-lamanya, sekalipun mereka saling membantu dan menolong di antara sesama mere­ka.
Karena sesungguhnya hal ini merupakan suatu perkara yang mustahil dapat mereka lakukan, karena jelas tidak ada keserupaan antara perkata­an makhluk dan kalam Tuhan Yang Maha Pencipta yang tiada persamaan, tiada yang semisal dan tiada yang setara dengan Dia.

Muhammad ibnu Ishaq telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Sa’id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan segolongan orang dari kaum Yahudi.
Mereka datang kepada Rasulullah ﷺ, lalu mengatakan, “Se­sungguhnya kami dapat mendatangkan hal yang semisal dengan apa yang engkau sampaikan (yakni Al-Qur’an).” Maka Allah subhanahu wa ta’ala menurun­kan ayat ini.

Riwayat ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, mengingat ayat ini termaktub di dalam surat Makiyyah dan seluruh konteksnya ber­kaitan dengan orang-orang Quraisy, sedangkan orang-orang Yahudi baru bersua dengan Nabi ﷺ setelah beliau berada di Madinah.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Al Israa (17) ayat 86 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Israa (17) ayat 86 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Israa (17) ayat 86 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-86







Pembahasan ▪ al israq ayat 86 ▪ surat al isra ayat 86 beserta artinya

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta