QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 75 [QS. 17:75]

اِذًا لَّاَذَقۡنٰکَ ضِعۡفَ الۡحَیٰوۃِ وَ ضِعۡفَ الۡمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَکَ عَلَیۡنَا نَصِیۡرًا
Idzan adzaqnaaka dhi’fal hayaati wadhi’fal mamaati tsumma laa tajidu laka ‘alainaa nashiiran;

kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.
―QS. 17:75
Topik ▪ Keutamaan nabi Idris as. dan sifatnya
17:75, 17 75, 17-75, Al Israa 75, AlIsraa 75, Al Isra 75, Al-Isra’ 75

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 75

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 75. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Rasul Nya bahwa jika terjadi yang demikian itu, niscaya Allah menimpakan siksaan berlipat ganda kepada Rasulullah, baik di dunia maupun di akhirat.
Dengan demikian seumpamanya ia melakukan apa yang diminta oleh orang-orang kafir Quraisy, maka hukuman terhadapnya dua kali lipat dari hukuman orang lain, demikian pula hukuman bagi orang yang memimpin umat adalah lebih besar dari yang lain.
Dan hukuman bagi cerdik cendikiawan dan ulama lebih besar dari orang-orang awam, karena pengaruhnya terhadap orang awam besar sekali.
Sebagaimana yang dikemukakan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Artinya:

“Hai istri-istri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat.
Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah”.
(Q.S.
Al Ahzab: 30)

Dan adalah demikian maksudnya kalau istri-istri Nabi itu sampai tergoda oleh setan hingga tergelincir menuruti ajakan hawa nafsu, hukumannya dua kali lipat dari istri-istri orang kebanyakan.

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan Rasul Nya bahwa apabila terjadi yang demikian, sehingga Nabi menerima persyaratan yang demikian, yaitu syarat yang dikemukakan oleh orang-orang Quraisy, dan Allah mengazabnya berlipat ganda baik di dunia ataupun di akhirat, maka ia tidak akan menemukan seorang penolongpun yang akan melepaskannya dari azab Tuhan itu.

Diriwayatkan bahwa setelah ayat (ثم لا تجد لك علينا نصيرا) itu turun, kemudian Nabi bersabda:

Artinya:
Wahai Tuhanku! Jangan lah engkau membiarkan daku menurutkan suara hatiku sekejap matapun.”
Menjadi keharusan lah bagi setiap kaum muslimin agar mempedomani makna ayat ini, pada setiap gerak dan langkahnya dalam urusan-urusan agama.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan andaikata kamu nyaris condong kepada mereka, maka Kami akan menimpakan dan melipatgandakan siksa dunia dan akhirat atas dirimu.
Kemudian, kamu tidak akan mendapatkan seorang pelindung pun yang akan menolong dan melindungi kamu dari siksaan.
Namun semua itu tidak akan terjadi, karena rasul Kami yang terpercaya selalu terhindar dari hal yang demikian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kalau terjadi demikian) seandainya kamu cenderung (benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu berlipat kali) azab (di dunia ini dan begitu pula berlipat ganda) azab (sesudah mati) sama dengan dua kali lipat azab yang ditimpakan kepada selainmu di dunia dan di akhirat (dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami) yang dapat mencegah azab yang ditimpakan kepadamu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Seandainya kamu, wahai Rasul, agak cenderung kepada orang-orang muysrik itu berkenaan dengan apa yang mereka minta, kalau begitu Kami benar-benar rasakan kepadamu adzab kehidupan yang berlipat ganda di dunia dan adzab kematian yang berlipat ganda di akhirat.
Hal itu karena kesempurnaan nikmat Allah atasmu dan kesempurnaan pengetahuanmu akan Rabbmu.
Kemudian kamu tidak akan mendapati seorang pun yang dapat menolongmu dan menghalangi adzab Kami darimu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 75 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 75 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 75 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.7
Ratingmu: 4.9 (11 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-75









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta