Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 71 [QS. 17:71]

یَوۡمَ نَدۡعُوۡا کُلَّ اُنَاسٍۭ بِاِمَامِہِمۡ ۚ فَمَنۡ اُوۡتِیَ کِتٰبَہٗ بِیَمِیۡنِہٖ فَاُولٰٓئِکَ یَقۡرَءُوۡنَ کِتٰبَہُمۡ وَ لَا یُظۡلَمُوۡنَ فَتِیۡلًا
Yauma nad’uu kulla unaasin biimaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi fa-uula-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaa;
(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpinnya;
dan barang siapa diberikan catatan amalnya di tangan kanannya mereka akan membaca catatannya (dengan baik), dan mereka tidak akan dirugikan sedikit pun.
―QS. Al Israa [17]: 71

Daftar isi

(Mention, O Muhammad), the Day We will call forth every people with their record (of deeds).
Then whoever is given his record in his right hand – those will read their records, and injustice will not be done to them, (even) as much as a thread (inside the date seed).
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 71]

يَوْمَ pada hari

(The) Day
نَدْعُوا۟ Kami memanggil

We will call
كُلَّ tiap-tiap

all
أُنَاسٍۭ manusia

human beings
بِإِمَٰمِهِمْ dengan pemimpin mereka

with their record,
فَمَنْ maka barangsiapa

then whoever
أُوتِىَ diberikan

is given
كِتَٰبَهُۥ kitabnya/catatannya

his record
بِيَمِينِهِۦ dengan tangan kanannya

in his right hand,
فَأُو۟لَٰٓئِكَ maka mereka itu

then those
يَقْرَءُونَ mereka akan membaca

will read
كِتَٰبَهُمْ kitab/catatan mereka

their records,
وَلَا dan tidak

and not
يُظْلَمُونَ mereka dianiaya

they will be wronged
فَتِيلًا sedikitpun

(even as much as) a hair on a date seed.

Tafsir Quran

Surah Al Israa
17:71

Tafsir QS. Al Israa (17) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Allah ﷻ mengingatkan para hamba-Nya akan hari perhitungan.
Pada hari itu, Allah ﷻ memanggil manusia dengan membawa kitab mereka masing-masing yang memuat catatan yang lengkap tentang amal perbuatan mereka.

Ketika itu, mereka akan mendapatkan keputusan yang adil, sesuai dengan amal yang mereka lakukan di dunia, yang semuanya telah tercatat dalam kitab itu.
Maka berbahagialah mereka yang ketika diberikan kitab amalannya diterima dengan tangan kanannya.

Mereka ini akan membaca kitab itu dengan penuh kegembiraan, karena mereka berbahagia melihat catatan amal saleh mereka.
Allah ﷻ berfirman:

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ فَيَقُوْلُ هَاۤؤُمُ اقْرَءُوْا كِتٰبِيَهْ

Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata,
"Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
(Al-Haqqah [69]: 19)

Juga firman-Nya:

فَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتٰبَهٗ بِيَمِيْنِهٖ ﴿۷﴾ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَّسِيْرًا ﴿۸﴾

Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah. (Al-Insyiqaq [84]: 7-8)

Allah lalu menegaskan bahwa mereka tidak dianiaya sedikit pun.

Maksudnya ialah tidak akan dikurangi sedikit pun pahala yang harus mereka terima, karena yang menciptakan alam akhirat ialah Yang Menciptakan alam ini juga, sehingga mustahil bagi-Nya untuk mengurangi pahala yang harus diterimanya.
Allah ﷻ Mahaadil dan keadilan-Nya itu tampak pada ciptaan-Nya di alam dunia ini.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 71. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, ingatkan kaummu akan suatu hari saat Kami memanggil tiap-tiap golongan dengan lambang yang membuat mereka dapat dikenali.
Atau melalui pemimpin yang mereka ikuti, nabi, atau kitab suci mereka.


Mereka dipanggil,
"Wahai pengikut Musa",
"Wahai pengikut Alquran"
dan seterusnya untuk menerima buku catatan amal perbuatan mereka.
Barangsiapa diberi buku catatan amal perbuatannya melalui tangan kanannya, mereka adalah orang-orang yang bahagia dan akan membaca kitabnya dengan senang hati.


Pahala mereka tidak akan dikurangi sedikit pun.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, wahai Rasul, hari kebangkitan sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, ketika Allah menyeru setiap kelompok manusia bersama pemimpin mereka yang dulu mereka ikuti semasa di dunia.
Barangsiapa yang shalih di antara mereka dan buku catatan amalannya diberikan di tangan kanannya, maka mereka membaca buku catatan kebaikan mereka itu dengan riang gembira, dan mereka tidak dikurangi pahala amal shalih mereka sedikit pun, meskipun seukuran benang yang ada dalam belahan biji.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Di hari ketika kami memanggil tiap manusia dengan pemimpinnya) yakni dengan nabi-nabi mereka kemudian dikatakan,
"Hai umat fulan,"
atau dipanggil dengan kitab-kitab hasil catatan amal perbuatan mereka, lalu dikatakan kepada mereka,
"Hai orang yang jahat."
Hari yang dimaksud adalah hari kiamat


(maka barangsiapa yang diberikan) di antara mereka


(kitab catatan amalnya di tangan kanannya) mereka adalah orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang memiliki pandangan hati sewaktu hidup di dunia


(maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya) catatan amal perbuatan baik mereka tidak dikurangi


(barang sedikit pun.) walaupun hanya sebesar kulit biji sawi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan tentang hari kiamat, bahwa Dia menghisab setiap umat berikut dengan pemimpin mereka masing-masing.
Ulama tafsir berbeda pandapat sehubungan dengan tafsir ayat ini.
Mujahid dan Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah nabi mereka.
Berdasarkan pengertian ini, berarti ayat ini sama dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah kepuiusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya.
(QS. Yunus [10]: 47)

Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa ayat ini merupakan kehormatan yang besar bagi para ahli hadis, sebab pemimpin mereka adalah Nabi ﷺ

Ibnu Zaid mengatakan, yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah kitab mereka yang diturunkan kepada nabi mereka yang mengandung hukum-hukum syariat, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid bahwa ia telah mengatakan, yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah kitab-kitab mereka.

Dapat pula ditakwilkan dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap-tiap umat dengan pemimpinnya.
Bahwa yang dimaksud dengan pemimpinnya ialah kitab amal perbuatan mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abul Aliyah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan pendapat inilah yang paling kuat, karena dalam ayat yang lain disebutkan:

Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.
(QS. Yasin [36]: 12)

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya.
(QS. Al-Kahfi [18]: 49)

Dapat pula diinterpretasikan bahwa makna yang dimaksud dengan imamihim ialah setiap kaum berikut orang-orang yang menjadi panutan mereka.
Maka ahli imam bermakmum kepada para nabi, dan orang-orang kafir bermakmum kepada pemimpin-pemimpin mereka.
Pengertiannya sama dengan yang disebutkan firman-Nya:

Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka.
(QS. Al-Qashash [28]: 41)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan hadis berikut:

Sungguh setiap umat akan mengikuti apa yang dahulu dis’em-bahnya, maka orang yang menyembah Tagut mengikuti Thaghut (kelak di hari kiamatnya).

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut.
Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan.
(Allah berfirman),
"Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar.
Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan."
(QS. Al-Jasiyah [45]: 28-29)

Hal ini tidaklah bertentangan dengan peristiwa didatangkan-Nya Nabi ﷺ apabila Dia mengadakan keputusan hukum di antara umatnya.
Karena sesungguhnya merupakan suatu keharusan bagi Nabi ﷺ menjadi saksi terhadap amal perbuatan utnatnya, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan terang benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya, dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi.
(QS. Az-Zumar [39]: 69)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).
(QS. An-Nisa’ [4]: 41)

Akan tetapi, makna yang dimaksud dengan imam dalam surat ini ialah kitab catatan amal perbuatan.
Sebagai buktinya ialah dalam firman selanjutnya disebutkan:

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpin (kitab catatan amal)nya, dan barang siapa yang diberikan kitab amalnya di tangan kanannya, maka mereka ini akan membaca kitabnya itu.

Yakni karena senang dan bahagianya melihat catatan amal saleh yang ada di dalam kitab catatan amalnya, dia sangat suka membacanya.
Hal ini sama pengertiannya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata,
"Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
(QS. Al-Haqqah [69]: 19)

sampai dengan firman-Nya:

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya.
(QS. Al-Haqqah [69]: 25), hingga beberapa ayat berikutnya,

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…mereka tidak dianiaya sedikit pun.

Dalam pembahasan yang jauh sebelum ini telah disebutkan bahwa al-fatil artinya serat yang memanjang pada bagian tengah biji kurma.

Sehubungan dengan hal ini Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar telah meriwayatkan sebuah hadis.
Untuk itu ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya’mur dan Muhammad ibnu Usman ibnu Karamah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Israil, dari As-Saddi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap-tiap umat dengan pemimpinnya.
Nabi ﷺ bersabda:
Seseorang dari mereka dipanggil, lalu diberikan catatan amalnya, dari sebelah kanannya dan tubuhnya ditinggikan, wajahnya diputihkan (menjadi bersinar), dan dipakaikan di atas kepalanya sebuah mahkota mutiara yang berkilauan.
Kemudian ia pergi menemui teman-temannya, dan teman-temannya melihatnya dari jauh, mereka berkata,
"Ya Allah, datangkanlah dia kepada kami, dan berikanlah berkah kepada kami melalui orang ini."
Lalu ia mendatangi mereka dan berkata kepada mereka,
"Bergembiralah kalian, karena sesungguhnya masing-masing orang dari kalian akan mendapat hal yang semisal dengan ini."
Adapun orang kafir, maka wajahnya dihitamkan dan tubuhnya ditinggikan sehingga teman-temannya melihatnya.

Maka mereka berkata,
"Kami berlindung kepada Allah dari nasib yang dialami orang ini, atau dari keburukan yang diperoleh orang ini.
Ya Allah, janganlah Engkau datangkan orang ini kepada kami."
Maka ia mendatangi mereka, dan mereka berkata,
"Ya Allah, hinakanlah dia."
Ia menjawab,
"Semoga Allah menjauhkan kalian dari rahmat-Nya, sesungguhnya masing-masing orang dari kalian akan memperoleh hal semisal ini.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini tidak ada yang meriwayatkannya kecuali melalui jalur ini.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
▪ Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio Murottal

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 71 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 71 - Gambar 2
Statistik QS. 17:71
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

17:71, 17 71, 17-71, Surah Al Israa 71, Tafsir surat AlIsraa 71, Quran Al Isra 71, Al-Isra' 71, Surah Al Isra ayat 71

Video Surah

17:71


Load More

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 • Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 • Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Allah berfirman kepada Musa,
“Aku telah kabulkan apa yang kau minta. Ini karunia untukmu. Sebelumnya, Kami juga telah berimu karunia lain tanpa diminta, ketika Kami ilhamkan kepada ibumu sebuah ilham yang kelak merupakan sumber hidupmu”
QS. Ta Ha [20]: 36-38

Ya Tuhan kami sungguh kami mendengar (seruan) kepada iman (yaitu):
“Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”,
maka kamipun beriman. Ya Tuhan, ampuni dosa kami & hapuskan kesalahan kami, dan wafatkan kami beserta orang-orang yang banyak berbakti
QS. Ali ‘Imran [3]: 193

Orang yang makan (ambil) riba tak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang kemasukan setan lantaran (tekanan) gila. Disebabkan mereka berkata jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah halalkan jual beli & mengharamkan riba
QS. Al-Baqarah [2]: 275

Sesungguhnya hanya Allah semata yang menanggung rezeki hamba-hamba-Nya.
Dia mempunyai kekuatan,
lagi sangat kokoh yang tidak terkalahkan.
QS. Az-Zariyat [51]: 58

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

There is no question

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Mullabasyi

Apa itu Mullabasyi? Mullabasyi adalah lembaga yang berwenang menunjuk pejabat tinggi agama dalam Islam Syi’ah. Lembaga ini didirikan pada periode akhir dinasti Shafawiyyah, namun secara perlahan menghilang pada abad ke-19. Istilah Mullabasyi sendiri berasal dari bahasa Arab-Persia, mullah dan bahasa Turki, basy , sehingga memiliki arti “pemimpin ulam … •

syariat

Apa itu syariat? sya.ri.at hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala., hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan Alquran dan hadis; Alquran adalah sumber pertama dari syariat Islam … •

Ad-Duha

Apa itu Ad-Duha? Surah Ad-Duha adalah surah ke-93 dalam Alquran dan terdiri atas 11 ayat. Surah ini termasuk golongan surah Makkiyah dan diturunkan sesudah surah Al-Fajr. Nama Adh Dhuhaa diambil dari kata yang terdapat pada ayat pertama, yang artinya “waktu matahari sepenggalahan naik”. Surat Adh Dhuhaa, menerangkan tentang pemeliharaan Allah subhanahu wa … • Adh-Dhuhaaa, Adh-Dhuha, Ad-Dhuha, Ad Dhuha