Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 71


یَوۡمَ نَدۡعُوۡا کُلَّ اُنَاسٍۭ بِاِمَامِہِمۡ ۚ فَمَنۡ اُوۡتِیَ کِتٰبَہٗ بِیَمِیۡنِہٖ فَاُولٰٓئِکَ یَقۡرَءُوۡنَ کِتٰبَہُمۡ وَ لَا یُظۡلَمُوۡنَ فَتِیۡلًا
Yauma nad’uu kulla unaasin biimaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi fa-uula-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaa;

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya, dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
―QS. 17:71
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Keutamaan nabi Musa as.
17:71, 17 71, 17-71, Al Israa 71, AlIsraa 71, Al Isra 71, Al-Isra’ 71
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 71. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala mengingatkan para hamba Nya kepada hari perhitungan.
Pada hari itu Allah subhanahu wa ta'ala memanggil seluruh manusia dengan membawa kitab mereka yang memuat catatan selengkapnya tentang amal perbuatan mereka.
Pada hari itu mereka akan mendapatkan keputusan yang adil sesuai dengan amal yang mereka lakukan di dunia, yang kesemuanya telah tercatat dalam kitab-kitab itu.
Maka berbahagialah mereka yang diberikan kitab amalannya yang diterima dengan tangan kanannya.
Mereka ini akan membaca kitab itu dengan penuh kegirangan, karena mereka berbahagia melihat catatan amal saleh mereka.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman.

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: "Ambillah, bacalah kitabku (ini)".
(Q.S.
Al Haqqah: 19)

Dan firman Nya lagi:

Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah".
(Q.S.
Al Insyiqaq: 7-8)

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa mereka tidak dianiaya sedikitpun, maksudnya mereka tidak dikurangi sedikitpun dalam pahala yang harus mereka terima, karena yang menciptakan alam akhirat ialah Yang Menciptakan alam ini juga, mustahillah bagi Nya untuk mengurangi pahala yang harus diterimanya.
Allah subhanahu wa ta'ala Maha Adil dan keadilan Nya itu tampak pada ciptaan Nya di alam dunia ini.

Al Israa (17) ayat 71 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 71 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Muhammad, ingatkan kaummu akan suatu hari saat Kami memanggil tiap-tiap golongan dengan lambang yang membuat mereka dapat dikenali.
Atau melalui pemimpin yang mereka ikuti, nabi, atau kitab suci mereka.
Mereka dipanggil, "Wahai pengikut Musa",
"Wahai pengikut Al Quran" dan seterusnya untuk menerima buku catatan amal perbuatan mereka.
Barangsiapa diberi buku catatan amal perbuatannya melalui tangan kanannya, mereka adalah orang-orang yang bahagia dan akan membaca kitabnya dengan senang hati.
Pahala mereka tidak akan dikurangi sedikit pun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di hari ketika kami memanggil tiap manusia dengan pemimpinnya) yakni dengan nabi-nabi mereka kemudian dikatakan, "Hai umat fulan," atau dipanggil dengan kitab-kitab hasil catatan amal perbuatan mereka, lalu dikatakan kepada mereka, "Hai orang yang jahat." Hari yang dimaksud adalah hari kiamat (maka barangsiapa yang diberikan) di antara mereka (kitab catatan amalnya di tangan kanannya) mereka adalah orang-orang yang berbahagia, yaitu orang-orang yang memiliki pandangan hati sewaktu hidup di dunia (maka mereka ini akan membaca kitabnya itu dan mereka tidak dianiaya) catatan amal perbuatan baik mereka tidak dikurangi (barang sedikit pun.) walaupun hanya sebesar kulit biji sawi.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah, wahai Rasul, hari kebangkitan sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, ketika Allah menyeru setiap kelompok manusia bersama pemimpin mereka yang dulu mereka ikuti semasa di dunia.
Barangsiapa yang shalih di antara mereka dan buku catatan amalannya diberikan di tangan kanannya, maka mereka membaca buku catatan kebaikan mereka itu dengan riang gembira, dan mereka tidak dikurangi pahala amal shalih mereka sedikit pun, meskipun seukuran benang yang ada dalam belahan biji.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala menceritakan tentang hari kiamat, bahwa Dia menghisab se­tiap umat berikut dengan pemimpin mereka masing-masing.
Ulama tafsir berbeda pandapat sehubungan dengan tafsir ayat ini.
Mujahid dan Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah nabi mereka.
Berdasarkan pengertian ini, berarti ayat ini sama dengan yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah kepuiusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dianiaya.
(Yunus:47)

Sebagian ulama Salaf mengatakan bahwa ayat ini merupakan kehormatan yang besar bagi para ahli hadis, sebab pemimpin mereka adalah Nabi ﷺ

Ibnu Zaid mengatakan, yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah kitab mereka yang diturunkan kepada nabi mereka yang mengandung hukum-hukum syariat, dan pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir.

Telah diriwayatkan pula dari Ibnu Abu Nujaih, dari Mujahid bahwa ia telah mengatakan, yang dimaksud dengan pemimpin mereka ialah kitab-kitab mereka.

Dapat pula ditakwilkan dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Al-Aufi, dari ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

...(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap-tiap umat dengan pemimpinnya.
Bahwa yang dimaksud dengan pemimpinnya ialah kitab amal perbuatan mereka.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Abul Aliyah, Al-Hasan, Ad-Dahhak, dan pendapat inilah yang paling kuat, karena dalam ayat yang lain disebutkan:

Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.
(Yaa Siin:12)

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalam­nya.
(Al Kahfi:49)

Dapat pula diinterpretasikan bahwa makna yang dimaksud dengan imamihim ialah setiap kaum berikut orang-orang yang menjadi panutan mereka.
Maka ahli imam bermakmum kepada para nabi, dan orang-orang kafir bermakmum kepada pemimpin-pemimpin mereka.
Pengertian­nya sama dengan yang disebutkan firman-Nya:

Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka.
(Al Qashash:41)

Di dalam kitab Sahihain disebutkan hadis berikut:

Sungguh setiap umat akan mengikuti apa yang dahulu dis'em-bahnya, maka orang yang menyembah Tagut mengikuti Thaghut (kelak di hari kiamatnya).

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala yang mengatakan:

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut.
Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya.
Pada hari itu kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan.
(Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadap kalian dengan benar.
Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kalian kerjakan." (Al Jaatsiyah:28-29)

Hal ini tidaklah bertentangan dengan peristiwa didatangkan-Nya Nabi ﷺ apabila Dia mengadakan keputusan hukum di antara umatnya.
Karena sesungguhnya merupakan suatu keharusan bagi Nabi ﷺ menjadi saksi terhadap amal perbuatan utnatnya, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan terang benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan caha­ya (keadilan) Tuhannya, dan diberikanlah buku (perhitungan per­buatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi.
(Az Zumar:69)

Dan firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas me­reka itu (sebagai umatmu).
(An Nisaa:41)

Akan tetapi, makna yang dimaksud dengan imam dalam surat ini ialah kitab catatan amal perbuatan.
Sebagai buktinya ialah dalam firman selan­jutnya disebutkan:

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpin (kitab catatan amal)nya, dan barang siapa yang diberikan kitab amalnya di tangan kanannya, maka mere­ka ini akan membaca kitabnya itu.

Yakni karena senang dan bahagianya melihat catatan amal saleh yang ada di dalam kitab catatan amalnya, dia sangat suka membacanya.
Hal ini sama pengertiannya dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat lain, yaitu:

Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini).” (Al Haaqqah:19)

sampai dengan firman-Nya:

Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebe­lah kirinya.
(Al Haaqqah:25), hingga beberapa ayat berikutnya,

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...mereka tidak dianiaya sedikit pun.

Dalam pembahasan yang jauh sebelum ini telah disebutkan bahwa al-fatil artinya serat yang memanjang pada bagian tengah biji kurma.

Sehubungan dengan hal ini Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar telah meriwayatkan sebuah hadis.
Untuk itu ia mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ya'mur dan Muhammad ibnu Usman ibnu Karamah, keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Musa, dari Israil, dari As-Saddi, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi ﷺ sehubungan dengan makna firman-Nya:

(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap-tiap umat dengan pemimpinnya.
Nabi ﷺ bersabda: Seseorang dari mereka dipanggil, lalu diberikan catatan amal­nya, dari sebelah kanannya dan tubuhnya ditinggikan, wajah­nya diputihkan (menjadi bersinar), dan dipakaikan di atas kepa­lanya sebuah mahkota mutiara yang berkilauan.
Kemudian ia pergi menemui teman-temannya, dan teman-temannya melihatnya dari jauh, mereka berkata, "Ya Allah, datangkanlah dia kepa­da kami, dan berikanlah berkah kepada kami melalui orang ini." Lalu ia mendatangi mereka dan berkata kepada mereka, "Bergembiralah kalian, karena sesungguhnya masing-masing orang dari kalian akan mendapat hal yang semisal dengan ini.” Adapun orang kafir, maka wajahnya dihitamkan dan tubuhnya ditinggikan sehingga teman-temannya melihatnya.
Maka mereka berkata, "Kami berlindung kepada Allah dari nasib yang dialami orang ini, atau dari keburukan yang diper­oleh orang ini.
Ya Allah, janganlah Engkau datangkan orang ini kepada kami." Maka ia mendatangi mereka, dan mereka berkata, "Ya Allah, hinakanlah dia.” Ia menjawab, "Semoga Allah menjauhkan kalian dari rahmat-Nya, sesungguhnya masing-masing orang dari kalian akan memperoleh hal semisal ini.

Kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa hadis ini tidak ada yang meriwayatkannya kecuali melalui jalur ini.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 71 *beta

Surah Al Israa Ayat 71



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (21 votes)
Sending