QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 7 [QS. 17:7]

اِنۡ اَحۡسَنۡتُمۡ اَحۡسَنۡتُمۡ لِاَنۡفُسِکُمۡ ۟ وَ اِنۡ اَسَاۡتُمۡ فَلَہَا ؕ فَاِذَا جَآءَ وَعۡدُ الۡاٰخِرَۃِ لِیَسُوۡٓءٗا وُجُوۡہَکُمۡ وَ لِیَدۡخُلُوا الۡمَسۡجِدَ کَمَا دَخَلُوۡہُ اَوَّلَ مَرَّۃٍ وَّ لِیُتَبِّرُوۡا مَا عَلَوۡا تَتۡبِیۡرًا
In ahsantum ahsantum anfusikum wa-in asa’tum falahaa fa-idzaa jaa-a wa’du-aakhirati liyasuwuu wujuuhakum waliyadkhuluul masjida kamaa dakhaluuhu au-wala marratin waliyutabbiruu maa ‘alau tatbiiran;

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
―QS. 17:7
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menanggung dosa orang lain ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
17:7, 17 7, 17-7, Al Israa 7, AlIsraa 7, Al Isra 7, Al-Isra’ 7

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 7

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan, bahwa apabila Bani Israil itu berbuat baik, maka kebaikan itu buahnya untuk mereka sendiri.
Hal ini mengandung pengertian, bahwa ketentuan yang terdapat dalam ayat ini tidaklah khusus untuk mereka sendiri, melainkan berlaku umum untuk seluruh manusia sepanjang masa.
Dengan demikian, apabila manusia itu berbuat baik atau berbuat kebaikan maka kebaikannya itu akan dirasakannya, baik di dunia maupun di akhirat.
Adapun kebaikan yang akan mereka terima di dunia ialah mereka akan menjadi umat yang kuat membentengi diri mereka dari maksud-maksud jahat yang direncanakan oleh musuh-musuh mereka.
Mereka akan memperoleh kesempatan untuk melipat gandakan harta mereka, sebagai sarana hidup, serta dapat melanjutkan keturunan mereka sebagai khalifah di muka bumi.
Lebih dari itu mereka akan menjadi bangsa yang kuat, yang dapat mewujudkan hasil budayanya, sebagai rahmat yang dapat lebih menggairahkan kehidupan mereka, dan dapat lebih memberikan kelancaran dalam usaha mewujudkan ibadah mereka kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sedangkan kebahagiaan yang abadi, surga yang penuh dengan kenikmatan yang disediakan dan dijanjikan kepada mereka, sebagai tanda keridaan Allah subhanahu wa ta’ala atas kebaikan mereka.
Tetapi apabila mereka berbuat Jahat, yaitu melakukan perbuatan yang bertentangan dengan bimbingan wahyu, serta bertentangan dengan fitrah kejadian mereka sendiri, sehingga mereka berani menentang kebenaran dan menentang norma-norma dalam tata kehidupan mereka sendiri, maka akibat dari perbuatan mereka itu adalah kemurkaan Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami katakan kepada mereka, “Bila kalian berbuat baik dan taat kepada Allah, maka kebaikan itu adalah untuk diri kalian di dunia dan di akhirat.
Dan jika kalian berbuat maksiat, maka sebenarnya kalian telah merusak diri kalian sendiri.
Ketika datang waktu pembalasan dari perbuatan jahat kalian yang terakhir–dari dua kali kejahatan yang telah kalian lakukan dalam membuat kerusakan di muka bumi–maka Kami datangkan musuh-musuh kalian untuk menorehkan bekas kejahatan, kehinaan dan kepedihan yang menyuramkan wajah-wajah kalian.
Dan pada akhirnya mereka masuk Masjid Bayt al-Maqdis lalu merusaknya seperti pada kali pertama.
Mereka juga akan memusnahkan apa yang mereka kuasai dengan sehabis-habisnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Kemudian Kami katakan (Jika kalian berbuat baik) dengan mengerjakan ketaatan (berarti kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri) karena sesungguhnya pahala kebaikan itu untuk diri kalian sendiri (dan jika kalian berbuat jahat) dengan menimbulkan kerusakan (maka kejahatan itu bagi diri kalian sendiri) sebagai pembalasan atas kejahatan kalian.

(Dan apabila datang saat hukuman) bagi kejahatan yang (kedua) maka Kami kembali mengutus mereka (untuk menyuramkan muka-muka kalian) untuk membuat kalian sedih karena terbunuh dan tertawan hingga pengaruh kesedihan itu dapat terbaca dari roman muka kalian (dan mereka masuk ke dalam mesjid) yakni Baitulmakdis untuk menghancurkannya (sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya) dan menghancurkannya (pada kali pertama dan untuk menghancurkan) untuk mengadakan pembinasaan (terhadap apa saja yang mereka kuasai) yang dapat mereka kalahkan (dengan penghancuran habis-habisan) dengan pembinasaan yang sehabis-habisnya.

Ternyata mereka melakukan kerusakan untuk kedua kalinya, yaitu dengan membunuh Nabi Yahya.

Maka Allah mengirimkan untuk membinasakan mereka Raja Bukhtanashar.

Raja Bukhtanashar akhirnya membunuh ribuan orang dari kalangan mereka dan menahan anak cucu mereka serta memporak-porandakan Baitulmakdis.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Jika kalian memperbagus perbuatan dan ucapan kalian, berarti kalian berbuat baik kepada diri kalian sendiri; karena pahalanya akan kembali kepada kalian.
Sebaliknya, jika kalian berbuat jahat, maka hukumannya akan kembali kepada diri kalian sendiri.
Apabila membuat kerusakan yang kedua telah tiba waktunya, maka Kami kuasakan musuh kalian terhadap kalian untuk kedua kalianya; agar mereka menghinakan dan mengalahkan kalian, lalu tampaklah bekas-bekas kehinaan pada wajah kalian.
Juga agar mereka memasuki Baitul Maqdis di hadapan kalian untuk merusaknya, sebagaimana mereka merusaknya pada pertama kalinya.
Dan agar mereka menghancurkan semua yang ada di bawah kekuasaan mereka dengan sehancur-hancurnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri, dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri.

Artinya, jika kalian berbuat kejahatan, maka akibatnya akan menimpa diri kalian sendiri.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang berbuat jahat, maka (dosanya) atas dirinya sendiri.
(Al Fushilat:46)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua.

Maksudnya, apabila kalian melakukan kerusakan untuk kedua kalinya, maka akan datanglah musuh-musuh kalian.

…untuk menyuramkan muka-muka kalian.

Mereka datang untuk menghina dan menindas kalian.

…dan mereka masuk ke dalam masjid.

Yaitu Masjid Baitul Maqdis.

…sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertama kali.

Yakni mereka akan merajalela di kampung-kampung kalian.

…dan untuk membinasakan.

Maksudnya, melakukan penghancuran dan pengrusakan terhadap:

…apa saja yang mereka kuasai sehabis-habisnya.

Yakni segala sesuatu yang mereka kuasai dihancurkan dan dirusak oleh mereka.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 7 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 7 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 7 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:7
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.5
Ratingmu: 4.5 (13 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al isra 7 ▪ al isra ayat 7 ▪ al isra ayat 7 dan artinya ▪ al israa 7 ▪ hadist yang berhubungan dengan al isra 7 ▪ qs 17: 7 ▪ surat Bani ayat 7 ▪ tafsir al isro ayat 7 ▪ tafsir surah al isra ayat 17

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta