QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 66 [QS. 17:66]

رَبُّکُمُ الَّذِیۡ یُزۡجِیۡ لَکُمُ الۡفُلۡکَ فِی الۡبَحۡرِ لِتَبۡتَغُوۡا مِنۡ فَضۡلِہٖ ؕ اِنَّہٗ کَانَ بِکُمۡ رَحِیۡمًا
Rabbukumul-ladzii yuzjii lakumul fulka fiil bahri litabtaghuu min fadhlihi innahu kaana bikum rahiiman;

Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu.
―QS. 17:66
Topik ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
17:66, 17 66, 17-66, Al Israa 66, AlIsraa 66, Al Isra 66, Al-Isra’ 66

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 66

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 66. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa Allah yang melajukan kapal-kapal di lautan untuk para hamba Nya, agar mereka itu dapat memanfaatkan kapal-kapal itu sebagai alat pengangkut kebutuhan hidup mereka dari suatu negeri ke negeri lain.
Dengan pengangkutan itulah kemakmuran yang terdapat di suatu negeri dapat dipindahkan ke negeri yang lain.
Dan dengan pengangkutan itu pulalah orang-orang yang merasa kesempitan mencari rezeki di suatu negeri, dapat diantarkan ke tempat-tempat yang makmur, agar mereka memperoleh jalan untuk mencari rezeki, serta dapat pula menyaksikan kenikmatan Allah yang terbesar di seluruh alam, yang menjadi bukti Ke Maha Murahan Allah kepada seluruh hamba Nya.
Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa Dia benar-benar Maha Penyayang terhadap seluruh hamba Nya, karena ke mana saja manusia itu mengarahkan pandangannya, tentulah akan menyaksikan nikmat-nikmat Allah yang tak terhingga, yang menjadi tanda-tanda kebesaran kekuasaan Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tuhanlah yang menjadikan kapal-kapal di lautan dapat berlayar untuk kepentingan kalian, agar kalian mencari sebagian karunia-Nya berupa keuntungan berdagang dan sebagainya.
Sesungguhnya Dia Maha Pemberi rahmat kepada kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Rabb kalian adalah yang menjalankan) melayarkan (kapal-kapal bagi kalian) yakni perahu-perahu (di lautan agar kalian mencari) berupaya mencari (sebagian dari karunia-Nya) dari karunia Allah subhanahu wa ta’ala melalui berniaga.

(Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadap kalian) karenanya Dia menundukkan bahtera-bahtera itu buat kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Rabb kalian, wahai manusia, Dia-lah yang menjalankan kapal-kapal di lautan, agar kalian mencari rizki Allah dalam perjalanan dan perniagaan kalian.
Sesungguhnya Allah itu Maha Penyayang kepada para hamba-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal kasih sayang-Nya kepada makhlukNya, antara lain ialah menundukan kapal-kapal di lautan buat hamba-hamba-Nya, dan memudahkannya sehingga dapat berlayar di atas lautan untuk keperluan hamba-hamba-Nya dalam mencari sebagian dari karunia-Nya melalui berniaga, dari suatu pulau ke pulau yang lain.
Karena itulah disebutkan dalam akhir ayat ini:

Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadap kalian.

Dengan kata lain, sesungguhnya Dia melakukan hal itu bagi kalian hanya­lah sebagai karunia dan rahmat-Nya buat kalian.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 66 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 66 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 66 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.4
Ratingmu: 4.8 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-66







Pembahasan ▪ tafsir ayat al isra 66

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta