Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 64


وَ اسۡتَفۡزِزۡ مَنِ اسۡتَطَعۡتَ مِنۡہُمۡ بِصَوۡتِکَ وَ اَجۡلِبۡ عَلَیۡہِمۡ بِخَیۡلِکَ وَ رَجِلِکَ وَ شَارِکۡہُمۡ فِی الۡاَمۡوَالِ وَ الۡاَوۡلَادِ وَ عِدۡہُمۡ ؕ وَ مَا یَعِدُہُمُ الشَّیۡطٰنُ اِلَّا غُرُوۡرًا
Waastafziz maniistatha’ta minhum bishautika wa-ajlib ‘alaihim bikhailika warajilika wasyaarikhum fiil amwaali wal aulaadi wa’idhum wamaa ya’iduhumusy-syaithaanu ilaa ghuruuran;

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka.
Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.
―QS. 17:64
Topik ▪ Penciptaan ▪ Ancaman syetan terhadap manusia ▪ Sifat iblis dan pembantunya
17:64, 17 64, 17-64, Al Israa 64, AlIsraa 64, Al Isra 64, Al-Isra’ 64
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan lebih jauh, sampai di mana kemampuan iblis untuk menggoda keturunan Adam di muka bumi ini, Allah subhanahu wa ta'ala membiarkan iblis menghasut siapa saja di antara keturunan Adam, sesuai dengan kesanggupan dan kemampuannya dengan bujukan dan tipu dayanya.
Tipu dayanya untuk menggoda keturunan Adam digambarkan seakan-akan panglima yang sedang mengerahkan bala tentara berkuda dan diperkuat dengan diiringi bala tentara yang berjalan kaki, yang menyerang musuhnya dengan diiringi teriak yang gegap gempita guna mengejutkan musuh-musuhnya agar musuhnya itu segera dapat ditundukkan dan takluk di bawah kekuasaannya.

Sehubungan dengan penafsiran ayat ini Imam Mujahid menjelaskan bahwa tentara berkuda manapun juga yang digunakan menyerang musuh dengan melanggar hukum-hukum Allah, adalah bala tentara yang tergoda iblis.
Dan bala tentara yang berjalan kaki manapun juga yang digunakan untuk berperang dengan melanggar ketentuan-ketentuan Allah, adalah bala tentara iblis.

Mufassir lain menjelaskan: "Setan tidak lagi mempunyai bala tentara berkuda dan bala tentara yang berjalan kaki, akan tetapi yang dimaksud dengan perumpamaan itu ialah sebagai gambaran pengikut-pengikut iblis dan pendukung-pendukungnya, tanpa memperdulikan keadaannya apakah yang bertindak sebagai pendukung atau pengikut itu tentara berkuda, atau tentara yang berjalan kaki.

Sebagai gambaran yang telah jelas Allah mengumpamakan iblis dan pengikut-pengikutnya di dalam menggoda keturunan Adam sebagai orang yang berserikat mengumpulkan harta kekayaan dan anak-anak yang mendorong keturunan Adam itu terjerumus kepada kemaksiatan dan menuruti hawa nafsu.

Secara singkat dapat dikatakan bahwa iblis berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggoda keturunan Adam, agar mereka itu terjerumus ke dalam larangan-larangan Allah, dengan jalan menggoda hati mereka agar tertarik pada agama yang tidak diridai Allah, atau menggodanya supaya berzina dengan ibunya, senang membunuh anaknya dan menguburkannya hidup-hidup.

Dan Allah juga membiarkan iblis memberikan janji-janji kepada keturunan Adam dengan janji yang dapat memperdayakan mereka terlena dari perintah Nya dan melanggar larangan-larangan Nya.
Akan tetapi tiada suatupun di antara janji-janji setan terkecuali tipuan belaka, dengan janji-janji itu tidak ada suatupun yang berguna untuk mencegah hukuman Allah yang akan ditimpakan kepada mereka.
Maka janji-janji setan itu tiada lain kecuali tipuan yang memukau sehingga mereka tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan mana yang batil.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan berkatalah setan; tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekadar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri".

(Q.S.
Ibrahim: 22)

Al Israa (17) ayat 64 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 64 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 64 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ajaklah--jika kamu sanggup--siapa saja di antara mereka untuk berbuat maksiat kepada Allah.
Kerahkanlah semua kekuatanmu untuk menyesatkan mereka.
Berserikatlah dengan mereka dalam mencari harta yang haram, lalu belanjakanlah harta itu untuk hal-hal yang haram pula.
Perintahkan anak-anak mereka berbuat kufur dan jahat.
Berilah mereka janji-janji kosong seperti syafa'ah (pertolongan) tuhan- tuhan mereka, atau karamah (kemuliaan) di sisi Allah dengan nasab-nasab mereka.
Dan tidak ada yang dijanjikan setan kepada para pengikutnya, melainkan tipuan belaka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan godalah) bujuklah (siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan rayuanmu) dengan ajakanmu melalui nyanyian dan tiupan serulingmu serta semua seruanmu yang menjurus kepada perbuatan maksiat (dan kerahkanlah) mintalah bantuan (terhadap mereka dengan pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki) mereka adalah pasukan yang berkendaraan dan berjalan kaki dalam keadaan maksiat (dan berserikatlah dengan mereka pada harta benda) yang diharamkan, seperti hasil dari riba dan rampasan atau rampokan (dan anak-anak) dari perbuatan zina (dan beri janjilah mereka) bahwasanya hari berbangkit dan hari pembalasan itu tidak ada.
(Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka) tentang hal-hal tersebut (melainkan tipuan belaka) kebatilan belaka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Anggaplah ringan semua orang yang bisa kamu anggap ringan di antara mereka, dengan mengajaknya untuk bermaksiat kepada-Ku, dan kerahkanlah terhadap mereka semua yang kamu sanggupi berupa pasukanmu yang berkendara dan berjalan kaki.
Jadikanlah untuk dirimu berserikat dalam harta mereka, dengan mereka mencarinya dari keharaman, dan berserikat dalam anak-anak dengan menghias-hiasi zina, kemaksiatan dan menyelisihi perintah-perintah Allah sehingga banyak kedurhakaan dan kerusakan.
Janjikan para pengikutmu dari keturunan Adam dengan janji-janji dusta, karena semua janji setan itu batil dan tipu daya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan godalah (bujuklah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu.

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan saut dalam ayat ini ialah nyanyian.

Mujahid mengatakan bahwa yang dimaksud ialah dengan hiburan dan nyanyian yang membuat mereka terbuai dan lupa diri.

Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan godalah (bujuklah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu.
Bahwa makna yang dimaksud ialah setiap penyeru yang menyeru manusia kepada perbuatan maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasu­kanmu yang berjalan kaki.

Yakni kerahkanlah semua pasukanmu, baik yang berkuda maupun yang berjalan kaki, terhadap mereka.
Lafaz rajilun adalah bentuk jamak dari rajulun, sama halnya dengan lafaz rakibun, jamak dari rakibun, dan sahibun jamak dari sahibun.
Makna ayat, kuasailah mereka dengan segala kemampuan yang kamu miliki.
Hal ini merupakan perintah yang berdasarkan takdir, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya:

Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menggoda mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?
(Maryam:83)

Yakni menggugah orang-orang kafir untuk melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dengan anjuran yang sungguh-sungguh, dan menggiring mereka dengan penuh semangat untuk melakukannya.

Ibnu Abbas dan Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan mak­na firman-Nya:

...dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasu­kanmu yang berjalan kaki.
Makna yang dimaksud ialah setiap pengendara dan pejalan kaki yang maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala

Qatadah mengatakan, Sesungguhnya setan mempunyai pasukan berkuda dan pasukan jalan kaki dari kalangan manusia dan jin.
Mereka adalah orang-orang yang taat kepada perintah setan.
Di dalam bahasa Arab disebutkan Ajlaba Fulanun 'Ala Fulanin, artinya Si Fulan menge­rahkan kemampuannya terhadap si Anu, yakni dengan mengeluarkan suara keras memberinya semangat.
Termasuk ke dalam pengertian ini kalimat yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ melarang mengeluarkan suara teriakan dan suara gaduh dalam perlombaan.
Dan termasuk ke dalam pengertian kata ini pula lafaz al-jalabah yang artinya suara teriak­an yang keras.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.

Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid makna yang dimaksud ialah perbuatan yang dianjurkan setan kepada mereka, misalnya membelanjakan harta untuk perbuatan maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala

Ata mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah melakukan riba.

Al-Hasan mengatakan, maknanya ialah menghimpun harta benda dari hasil yang kotor dan membelanjakannya ke jalan yang haram.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.
bahwa kebersamaan setan dan mereka dalam harta benda mereka ialah hal-hal yang diharamkan oleh setan dari sebagian ternak mereka, yakni ternak saibah, ternak bahirah, dan lain sebagainya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah dan Ad-Dahhak.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa hal yang paling utama sehubungan dengan makna ayat ini ialah bila dikatakan bahwa makna ayat mencakup kesemua pendapat yang telah disebutkan di atas.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan anak-anak.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Mujahid, dan Ad-Dahhak, bahwa makna yang dimaksud ialah anak-anak yang lahir dari hasil zina.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah anak-anak mereka yang mereka bunuh tanpa dosa, korban kedangkalan pikiran dan ketiadaan pengetahuan mereka.

Qatadah telah meriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri, bahwa demi Allah, sungguh setan telah berserikat dengan mereka dalam harta benda dan anak-anak mereka.
Mereka menjadikan anak-anaknya Majusi, Yahu­di, dan Nasrani serta mewarnai mereka bukan dengan celupan Islam.
Mereka pun membagikan sebagian harta mereka buat setan.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah.

Abu Saleh telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa makna yang dimaksud ialah penamaan anak mereka dengan nama Abdul Haris, Abdu Syams, dan Abdu Fulan.

Ibnu Jarir mengatakan, pendapat yang paling layak dinilai benar ialah bila dikatakan bahwa yang dimaksud ialah setiap anak yang dilahirkan oleh ibunya, lalu diberinya nama yang tidak disukai oleh Allah subhanahu wa ta'ala atau memasukkan anaknya ke dalam agama yang tidak diridai oleh Allah, atau anak dihasilkan dari hubungan zina, atau setelah lahir anak dibunuh­nya, atau perbuatan-perbuatan lain yang dinilai sebagai perbuatan durhaka terhadap Allah subhanahu wa ta'ala maka semua perbuatan yang maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala termasuk ke dalam pengertian iblis ikut andil persekutuan di dalam­nya, apakah yang menyangkut harta ataupun anak.
Karena Allah subhanahu wa ta'ala dalam firman-Nya mengatakan:

...dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.

tidak memberikan pengkhususan terhadap makna serikat yang ada di dalamnya.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa setiap perbuatan yang menjurus kepada perbuatan durhaka terhadap Allah subhanahu wa ta'ala atau taat kepada setan, berarti setan ikut andil di dalamnya.

Apa yang dikatakan oleh Ibnu Jarir ini mempunyai alasan yang cukup terarah, semuanya bersumberkan dari ulama Salaf yang masing-masing­nya menafsirkan sebagian dari pengertian perserikatan.
Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan melalui Iyad ibnu Hammad, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah mencipta­kan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (cenderung kepada agama yang hak dan menolak agama yang batil), lalu setan datang kepada mereka dan menyesatkan mereka dari agamanya, serta mengharamkan kepada mereka apa-apa yang Aku telah halal­kan bagi mereka."

Di dalam kitab Sahihain disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Seandainya seseorang di antara mereka apabila hendak men­datangi istrinya mengucapkan, "Dengan nama Allah.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah anak yang Engkau rezekikan kepada kami dari setan, "melainkan jika ditakdirkan bagi keduanya mempunyai anak dari hubungan itu, tentulah setan tidak dapat membahayakan anaknya selama-lamanya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

...dan beri janjilah mereka.
Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

Perihalnya sama dengan apa yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala tentang iblis, bahwa apabila perkara hak telah terbukti kenyataannya, yaitu di hari Allah melakukan peradilan dengan hak.
Disebutkan bahwa iblis (setan) berkata, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya:

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.
(Ibrahim:22), hingga akhir ayat.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 64 *beta

Surah Al Israa Ayat 64



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.8
Rating Pembaca: 4.6 (14 votes)
Sending







✔ surah al isra ayat 64

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku