QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 62 [QS. 17:62]

قَالَ اَرَءَیۡتَکَ ہٰذَا الَّذِیۡ کَرَّمۡتَ عَلَیَّ ۫ لَئِنۡ اَخَّرۡتَنِ اِلٰی یَوۡمِ الۡقِیٰمَۃِ لَاَحۡتَنِکَنَّ ذُرِّیَّتَہٗۤ اِلَّا قَلِیۡلًا
Qaala ara-aitaka hadzaal-ladzii karramta ‘alai-ya la-in akh-khartani ila yaumil qiyaamati ahtanikanna dzurrii-yatahu ilaa qaliilaa;

Dia (iblis) berkata:
“Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?
Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”.
―QS. 17:62
Topik ▪ Penciptaan ▪ Keangkuhan iblis dan perlawanannya ▪ Kelemahan tuhan selain Allah
17:62, 17 62, 17-62, Al Israa 62, AlIsraa 62, Al Isra 62, Al-Isra’ 62

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 62

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 62. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kelancangan dan pembangkangan iblis terhadap perintah Allah, bahwa iblis meminta agar Allah menerangkan kepadanya, apakah didapati alasan yang menyebabkan dia harus bersujud kepada Adam.
Di dalam permintaan iblis ini diungkapkan dalam kalimat tanya, yang maksudnya untuk menunjukkan sikap iblis yang merasa heran mendengar perintah Allah agar ia bersujud kepada Adam.
Karena pengingkarannya terhadap perintah Tuhannya inilah, maka iblis mendapat murka, dan terjauh dari rahmat Allah.

Itulah sebabnya maka iblis memohon kepada Allah, agar memberi tangguh sampai tibanya hari kiamat, untuk menggoda dan menyesatkan keturunan Adam, terkecuali sebagian kecil saja dari keturunannya yang memang kuat imannya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Sesungguhnya hamba-hamba Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 42)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Iblis berkata, “Wahai Tuhanku, terangkanlah kepadaku tentang orang yang Engkau jadikan lebih mulia daripada diriku, sehingga Engkau memerintahkan aku untuk sujud kepadanya.
Mengapa Engkau menjadikan dia lebih mulia daripada aku, padahal aku jelas lebih baik daripada dia?
Aku bersumpah dengan kemulian-Mu, jika Engkau membiarkan aku hidup sampai hari kiamat nanti, niscaya aku akan membinasakan mereka dan keturunannya dengan rayuan dan godaan, kecuali sebagian kecil dari mereka yang Engkau lindungi.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Iblis berkata, “Terangkanlah kepadaku) jelaskanlah kepadaku!
(‘Inikah orangnya yang Engkau muliakan) yang Engkau utamakan
(atas diriku?’) sehingga Engkau memerintahkan aku supaya bersujud kepadanya, di dalam ayat lain disebutkan bahwa ketika itu iblis berkata sebagaimana yang dikisahkan oleh firman-Nya:

‘Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api.’
(Q.S. Al-A`raf 12)

(Sesungguhnya jika) huruf lam di sini bermakna qasam
(Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat niscaya benar-benar akan aku sesatkan) menyesatkan
(anak cucunya) dengan menggoda mereka
(kecuali sebagian kecil.”) daripada mereka yang mendapat pemeliharaan dari-Mu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Iblis berkata dengan lancing kepada Allah dan kafir kepada-Nya :
Apakah Engkau lihat makhluk yang Engkau istimewakan disbanding aku??
Jika Engkau biarkan aku hidup hingga Hari Kiamat, sungguh aku benar-benar kuasai keturunannya dengan cara menyesatkan dan merusakkannya, kecuali orang-orang yang ikhlas di antara mereka dalam keimanan, dan mereka itu sedikit.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Iblis berkata pula dengan nada yang kurang ajar terhadap Tuhan Yang Mahaagung sebagai ungkapan rasa keingkarannya, tetapi Tuhan bersi­kap sabar dan memberi masa tangguh kepadanya, yaitu:

Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau mulia­kan atas diriku?, hingga akhir ayat.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa iblis berkata, “Aku benar-benar akan menguasai keturunannya kecuali sebagian kecil dari mereka.”

Menurut Mujahid, makna yang dimaksud ialah sungguh aku akan mengepung meraka.

Ibnu Zaid mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah sungguh aku akan menyesatkan mereka.

Semua pendapat di atas berdekatan maknanya.
Kesimpulan makna ialah “terangkanlah kepadaku inikah orang yang Engkau muliakan dan Engkau lebihkan atas diriku, sungguh jika Engkau memberi tangguh kepa­daku, aku benar-benar akan menyesatkan keturunannya kecuali sebagian kecil dari mereka.”


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 62 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 62 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 62 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:62
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.6
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta