QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 61 [QS. 17:61]

وَ اِذۡ قُلۡنَا لِلۡمَلٰٓئِکَۃِ اسۡجُدُوۡا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوۡۤا اِلَّاۤ اِبۡلِیۡسَ ؕ قَالَ ءَاَسۡجُدُ لِمَنۡ خَلَقۡتَ طِیۡنًا
Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikatiisjuduu li-aadama fasajaduu ilaa ibliisa qaala aasjudu liman khalaqta thiinan;

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat:
“Sujudlah kamu semua kepada Adam”,
lalu mereka sujud kecuali iblis.
Dia berkata:
“Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?”
―QS. 17:61
Topik ▪ Penciptaan ▪ Keangkuhan iblis dan perlawanannya ▪ Keutamaan nabi Ibrahim as.
17:61, 17 61, 17-61, Al Israa 61, AlIsraa 61, Al Isra 61, Al-Isra’ 61

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 61

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan Rasul Nya agar mengingatkan kaumnya akan permusuhan iblis kepada Adam dan keturunannya, dan mengingatkan mereka pula bahwa permusuhan itu telah berlangsung lama sejak diciptakannya Adam.
Pada ketika itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada para malaikat agar bersujud kepada Adam, merekapun seluruhnya bersujud kepadanya, kecuali iblis.
Ia merasa lebih mulia dan ia menolak perintah Allah itu.
Sikap yang seperti itu tiada lain kecuali karena kesombongannya.
Hal itu dapat diketahui dari kata-katanya: “Apakah saya akan sujud kepada Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan aku diciptakan dari api”.

Kata-kata iblis serupa itu diungkapkan dalam ayat lain, seperti tersebut dalam firman Allah:

Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah”.

(Q.S.
Sad: 76)

Maka kafirlah iblis itu karena menganggap bahwa Allah tidak adil.
Ia beranggapan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan sesuatu yang tidak semestinya.
Anggapan iblis yang demikian itu semata-mata hanyalah khayalannya sendiri bahwa dia lebih mulia dari Adam as, sebab dia diciptakan dari api sedang Adam dari tanah.
Anggapan iblis bahwa api itu lebih mulia dari tanah, tidaklah benar, karena api dan tanah, kedua-duanya makhluk Allah, yang diciptakan dari tiada.
Allahlah yang menciptakan dari tiada itu kemudian melebihkan kegunaannya dari yang satu atas yang lain, sesuai dengan kebijaksanaan Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Allah telah mengingatkan asal mula penciptaan dan menjelaskan permusuhan antara anak keturunan Adam dengan Iblis.
Yaitu ketika Dia berfirman kepada malaikat, “Bersujudlah kalian semua kepada Adam dengan menundukkan kepala sebagai penghormatan kepadanya!” Mereka pun langsung bersujud kepadanya, kecuali Iblis yang tidak mau sujud kepadanya.
Dengan ingkar, Iblis berkata, “Bagaimana aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah, sedangkan aku Engkau ciptakan dari api.
Sesungguhnya aku lebih baik daripada dia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kalian kepada Adam.”) dengan sujud penghormatan yaitu dengan membungkukkan badan (lalu sujudlah mereka kecuali iblis.

Dia berkata, “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah liat?”) lafal thiinan ini dinashabkan dengan cara mencabut huruf jarnya, yang asalnya adalah min thiinin, artinya dari tanah liat.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah perkataan Kami kepada malaikat :
Bersujudlah kepada Adam sebagai penghormatan dan pemuliaan.
Maka, mereka semua bersujud kecuali Iblis.
Ia menolak bersujud sambil berkata sebagai bentuk pengingkaran dan penolakan :
Apakah aku akan bersujud kepada orang yang lemah ini yang diciptakan dari tanah??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah’subhanahu wa ta’ala menyebutkan permusuhan iblis la’natullah terhadap Adam dan keturunannya, bahwa permusuhan itu merupakan permusuhan masa silam sejak Adam diciptakan.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Adam, maka bersujudlah mereka kepadanya kecuali iblis.
Iblis membangkang dan som­bong, tidak mau bersujud kepada Adam, karena merasa lebih tinggi dan memandang Adam hina.
Ia mengatakan seperti yang disitir oleh firman-Nya:

Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?

Di dalam ayat lain disebutkan oleh firman-Nya:

Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api, sedangkan, dia Engkau ciptakan dari tanah liat.
(Al A’raf:12)


Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 61

ADAM
ءَادَم

Al Baidawi berkata Adam ialah nama ‘ajam (bukan Arab) sama seperti Azir dan Salih. Ia diambil dari kata al udmah atau al admah yang bermakna uswah, yang bermakna menjadi tauladan. Atau dari adim al ardh yang berarti permukaan bumi atau tanah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Rasulullah, di mana Allah menggenggam satu genggaman dari seluruh tanah yang mudah dan yang susah, maka dia menciptakan Adam daripadanya. Oleh karena itu, setelahnya datang keturunannya yang berbeda-beda. Atau dari al adam atau al admah yang bermakna mendamaikan, sama seperti perkataan Idris yang dipetik dari kata ad dars, Ya’qub dari al aqb dan iblis dari al iblas.

Allah menciptakan Adam dari bahagian­ bahagian yang berbeda-beda dan berbagai kemampuan. Ia telah mengetahui segala bentuk pengetahuan yang dapat diterima akal (al­ maqulat) maupun yang dapat disentuh atau diraba (albmahsusat)’

Al Khazin berpendapat, ia dinamakan Adam karena ia diciptakan dari tanah, dan ada yang mengatakan karena ia berwarna coklat, gelarannya ialah Abu Muhammad. Ada juga yang mengatakan, ia adalah Abul Basyar (bapak manusia).

Al Fayruz Abadi berpendapat, ia dinamakan Adam karena diciptakan dari admah al ardh atau bahagian dalam bumi yang paling baik, sebagaimana admah atau udmah mengandung makna tauladan, perantara kepada sesuatu, bahagian dalam kulit atau bahagian yang baik dari daging manusia dan juga permukaan bumi.

Nama Adam disebut 25 kali dalam Al­ Quran, yaitu pada surah :
-Al Baqarah (2), ayat 31, 33, 34, 35, 37;
-Ali Imran (3), ayat 33, 59;
-Al Maa’idah (5), ayat 27;
-Al A’raaf (7), ayat 11, 19, 26, 27, 31, 35, 172;
-Al Israa’ (17), ayat 61, 70;
-Al Kahfi (18), ayat 50;
-Maryam (19), ayat 58;
-Thaa Haa (20), ayat 115, 116, 117, 120, 121;
-Yaa Siin (36), ayat 60.

Banyak kisah mengenai penciptaan Adam yang diambil dari kisah Isra’iliyyat, sedangkan Al Qur’an tidak memperincikan cerita penciptaannya. Hanya satu ayat yang menyinggung Adam diciptakan dari turaab sebagaimana yang terdapat pada surah Ali Imran, ayat 59.

Turab menurut kamus Al Munjid ialah al­ ardh atau bumi dan bahagian yang lembut daripadanya.

Kesimpulannya, Adam digelar sebagai Abuul Basyar dan beliau adalah hamba pilihan Allah, sebagaimana yang disebut dalam ayat Allah dalam surah Ali Imran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:18

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 61 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 61 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 61 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”17-61″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 17:61
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.5
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta