Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 60


وَ اِذۡ قُلۡنَا لَکَ اِنَّ رَبَّکَ اَحَاطَ بِالنَّاسِ ؕ وَ مَا جَعَلۡنَا الرُّءۡیَا الَّتِیۡۤ اَرَیۡنٰکَ اِلَّا فِتۡنَۃً لِّلنَّاسِ وَ الشَّجَرَۃَ الۡمَلۡعُوۡنَۃَ فِی الۡقُرۡاٰنِ ؕ وَ نُخَوِّفُہُمۡ ۙ فَمَا یَزِیۡدُہُمۡ اِلَّا طُغۡیَانًا کَبِیۡرًا
Wa-idz qulnaa laka inna rabbaka ahaatha binnaasi wamaa ja’alnaarru’yaallatii arainaaka ilaa fitnatan li-nnaasi wasy-syajaratal mal’uunata fiil quraani wanukhau-wifuhum famaa yaziiduhum ilaa thughyaanan kabiiran;

Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu:
“Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”.
Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran.
Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
―QS. 17:60
Topik ▪ Neraka ▪ Pohon zaqquum (terkutuk) ▪ Segala sesuatu milik Allah
17:60, 17 60, 17-60, Al Israa 60, AlIsraa 60, Al Isra 60, Al-Isra’ 60
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta'ala mendorong Rasulullah agar supaya senantiasa melaksanakan tugas-tugas kerasulannya dan mengatakan kepadanya bahwa Allah akan melindunginya dari tipu daya orang-orang yang mengingkari risalahnya, dengan mengingatkan akan suatu keadaan, ketika Allah subhanahu wa ta'ala mewahyukan kepadanya bahwa ilmu Tuhan meliputi segala hal ihwal manusia, yang maksudnya bahwa Allah subhanahu wa ta'ala Maha Berkuasa terhadap seluruh hamba-Nya.
Mereka itu berada di bawah genggamannya sehingga mereka tidak dapat bergerak terkecuali menurut kada dan kadar Nya, dan Dia berkuasa pula melindungi Rasul Nya dari orang-orang yang memusuhi Nya, sehingga tidal mungkin mereka itu secara semena-mena menyakiti hati mereka.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.
(Q.S.
Al Maidah: 67)

Menurut keterangan Al Hasan, Allah subhanahu wa ta'ala akan menghalangi setiap usaha mereka membunuh Nabi.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu.
Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
(Q.S.
Al Anfal: 30)

Dalam pada itu Allah menjelaskan pula pengingkaran orang-orang Quraisy terhadap penglihatan di waktu malam Isra' dan Mikraj serta pohon Zaqqun yang tumbuh di neraka.
Hal ini sebagai ujian, manakah di antara umatnya yang benar-benar beriman dan mana yang ingkar.
Mereka yang benar-benar imannya bertambah kuatlah imannya, akan tetapi mereka yang imannya hanya di mulut saja, bertambahlah keingkaran mereka.
Pohon Zaqqun yang disebutkan dalam Alquran juga menjadi ujian kepada mereka, pada saat mereka mendengar kaum muslimin membacakan ayat:

Sesungguhnya pohon Zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa.
(Q.S.
Ad Dukhan: 43-44)

Mereka memperselisihkannya; orang-orang yang imannya murni, bertambah kuatlah imannya, akan tetapi orang yang mengingkari kerasulan Muhammad ﷺ bertambah-bertambahlah kekafirannya, Abu Jahal misalnya termasuk orang yang mengingkarinya.
Ketika itu ia berkata: "Sebenarnya bahwa anak Abi Kabsyah (Muhammad ﷺ) mengancam kamu dengan ancaman neraka, yang bahan bakarnya batu, kemudian ia mengira bahwa neraka itu ditumbuhi pohon, padahal kamu ketahui bahwa api itu membakar pohon.
Dan Abdullah bin Az Ziba'ra berkata: "Sebenarnya Muhammad menakut-nakuti kami dengan pohon Zaqqun itu tiada lain kecuali kurma dan keju, maka telanlah.
Mereka makan kurma dan keju itu.

Orang-orang musyrik Quraisy tidak mempercayai bahwa di neraka ada tumbuh-tumbuhan yang disebut pohon Zaqqun, karena mereka beranggapan bahwa api memusnahkan segala-galanya.
Mereka tidak mengetahui bahwa di dunia ini terdapat keajaiban-keajaiban yang mencengangkan, terlebih-lebih lagi di akhirat.
Misalnya dapat dikemukakan, bahwa di dunia ada semacam serat yang tak terbakar oleh api (asbes), bahkan bertambah daya tahannya apabila dibersihkan, bahan ini sering dipergunakan untuk bahan baju yang tahan api.
Dan bumi kita di dalamnya mengandung api (yaitu magma) yang terlihat di kala gunung api meletus, tetapi di atasnya tumbuh pohon-pohon yang menghijau.
Dan dari kayu atau batupun dapat mengeluarkan api pada saat digosok-gosokkan.
Di dalam airpun terdapat unsur oksigen yang menyebabkan api menyala.
Singkatnya orang-orang kafir Quraisy itu memang hatinya tidak mau menerima kebenaran Alquran.
Keingkaran mereka kepada Alquran dan pohon Zaqqun tanda yang jelas akan keingkaran mereka.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Sesungguhnya Kami menjadikan pohon Zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang lalim.
Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala setan-setan.

(Q.S.
As Saffat: 63-65)

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan, bahwa Allah hendak menakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah mereka bergelimang dalam kedurhakaan dan kesesatan.

Al Israa (17) ayat 60 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 60 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Rasul, ingatlah ketika Allah berfirman kepadamu, "Sesungguhnya Tuhanmu meliputi seluruh manusia.
Mereka semua berada dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Sampaikanlah hal ini kepada mereka.
Jangan takut kepada siapa pun, sebab Dia akan melindungimu dari mereka.
Keajaiban-keajaiban yang kau saksikan di malam isra' itu Kami maksudkan sebagai ujian dan cobaan bagi umat manusia.
Dengan keajaiban-keajaiban itu, orang-orang Mukmin akan semakin bertambah keimanannya dan orang-orang kafir akan semakin menjadi kafir.
Kami tidak menjadikan pohon tercela yang disebut dalam Al Quran, yaitu pohon zaqqum yang tumbuh dari neraka, kecuali sebagai ujian juga buat mereka.
Sebab mereka pernah mengatakan--dengan nada mengejek, 'Neraka dapat membakar pohon.
Bagaimana mungkin ada pohon tumbuh dari neraka?' Kami sengaja membuat mereka takut, akan tetapi mereka malah melampaui batas."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) ingatlah (ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sesungguhnya Rabbmu meliputi segala manusia.") yakni ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi mereka, dengan demikian maka mereka berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Maka sampaikanlah kepada mereka jangan sekali-kali engkau merasa takut terhadap seseorang pun karena Rabbmu akan memelihara dirimu dari mereka.
(Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang telah Kami perlihatkan kepadamu) secara kenyataan pada malam isra (melainkan sebagai batu ujian bagi manusia) bagi penduduk Mekah karena mereka ternyata mendustakannya sedang sebagian yang lainnya yang telah beriman menjadi murtad sewaktu hal itu diceritakan kepadanya (dan begitu pula pohon kayu yang terkutuk di dalam Alquran) yaitu pohon zaqqum yang tumbuh di dasar neraka Jahim, Kami jadikan kisah itu sebagai batu ujian bagi keimanan mereka.
Karena mereka mengatakan bahwa api itu membakar pohon apa saja, mengapa pohon zaqqum dapat tumbuh di dalamnya?
(Dan Kami takuti mereka) dengan pohon zaqqum itu (tetapi yang demikian itu tidak menambah kepada mereka) untuk takut (melainkan hanyalah kedurhakaan yang besar saja.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami berkata kepadamu :
Sesungguhnya Rabbmu meliputi manusia dengan ilmu dan kuasa-Nya.
Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu secara kasat mata pada malam Isra dan Mi”raj berupa keajaiban makhluk ciptaan melainkan sebagai ujian bagi manusia, agar bisa diketahui yang kafir di antara mereka dari yang beriman.
Kami tidak menjadikan pohon Zaqqum terkutuk yang disebutkan dalam al-Qur'an melainkan sebagai ujian bagi manusia.
Kami menakut-nakuti orang-orang musyrik dengan aneka macam adzab dan tanda-tanda,tetapi intimidasi tersebut tidak menambah mereka kecuali semakin larut dalam kekafiran dan kesesatan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terkandung anjuran agar ia menyampaikan risalah-Nya (kepada umat manusia) dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah subhanahu wa ta'ala memeliharanya dari gang­guan manusia.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas manusia, dan mere­ka semuanya berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya serta tunduk di bawah keperkasaan dan kekuatan-Nya.

Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sesungguh­nya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia."
Yakni Allah memelihara kamu dari gangguan mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Kami tidak manjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia., hingga akhir ayat.

Imam bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.
(Al Israa':60) Bahwa yang dimaksud dengan mimpi dalam ayat ini ialah pemandangan yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ di malam Isra.
dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk di dalam Al-Qur'an.
(Al Israa':60) Yang dimaksud ialah pohon zaqqum.

Dalam permulaan tafsir surat ini telah disebutkan hadis-hadis mengenai Isra secara terperinci.

Dalam kisah Isra disebutkan bahwa ada segolongan orang menjadi murtad dari agama yang hak setelah mendengar kisah ini, karena kisah ini tidak dapat diterima oleh hati dan akal mereka, maka mereka mendusta­kannya.
Akan tetapi, Allah menjadikan kisah ini sebagai kekokohan iman dan keyakinan sebagian manusia lainnya: Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

...melainkan sebagai ujian.

Yakni sebagai cobaan dan ujian buat mereka.

Adapun yang dimaksud dengan pohon yang terkutuk ialah pohon zaqqum.
Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan kepada mereka bahwa beliau telah melihat surga dan neraka serta melihat pula pohon kayu zaqqum, maka dengan spontan mereka mendustakannya.
Sehingga Abu Jahal — semoga laknat Allah menimpanya—mengatakan, "Datangkanlah kepada kami buah kurma dan zubdah," lalu Abu Jahal mencampuraduk­kan keduanya menjadi satu dan memakannya seraya berkata, "Marilah kita buat zaqqum, kami tidak mengenal istilah zaqqum kecuali makanan (campuran kurma dan zubdah) ini." Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abbas, Masruq, Abu Malik, Al-Hasan Al-Basri, dan lain-lainnya.
Dan semua ulama yang mengatakan bahwa mimpi tersebut adalah di malam Isra menafsirkan hal yang sama, yaitu pohon kayu zaqqum (maksudnya pohon yang terkutuk itu adalah pohon zaqqum).

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ia pernah mendengar hadis dari Muhammad ibnul Hasan ibnu Zabalah, telah menceritakan kepada kami Abdul Muhaimin ibnu Abbas ibnu Sahl ibnu Sa'd, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku yang pernah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melihat (dalam mimpinya) Bani Fulan sedang berjingkrak-jingkrak seperti kera di atas mimbar beliau.
Melihat hal itu Rasulullah ﷺ bersedih hati, dan sejak saat itu beliau tidak pernah tertawa sampai beliau wafat.
Sehubu­ngan dengan hal tersebut Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya: Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.
(Al Israa':60), hingga akhir ayat.

Sanad hadis ini pun lemah sekali karena Muhammad ibnul Hasan ibnu Zabalah berpredikat matruk, dan gurunya berpredikat daif pula.
Karena itulah maka ibnu Jarir memilih bahwa yang dimaksud dengan peristiwa itu terjadi di malam Isra, dan bahwa pohon kayu yang terkuruk adalah pohon zaqqum.
Kemudian ibnu Jarir mengatakan, ia memilih pendapat ini dengan alasan karena semua ulama ahli takwil telah sepakat mengata­kan bahwa peristiwa itu terjadi dalam mimpi Nabi ﷺ (yakni di malam Isra) dan pohon itu adalah pohon zaqqum.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Kami menakut-nakuti mereka.

Yakni orang-orang kafir, dengan ancaman dan siksaan serta pembalasan.

tetapi demikian itu hanyalah menambah besar, kedurhakaan mereka.
(Al Israa':60)

Artinya, hal tersebut justru menambah mereka tenggelam di dalam keka­firan dan kesesatannya, dan hal seperti ini merupakan penghinaan Allah terhadap mereka.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Israa (17) ayat 60
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Amru dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu anhuma, mengenai ayat, Dan tidaklah Kami jadikan mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu selain sebagai cobaan bagi manusia, dia menuturkan, itu adalah mimpi sorotan mata jahat yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau diisra' kan ke Baitul Maqdis, dan dia mengatakan mengenai ayat, Dan pohon terlaknat dalam alquran (QS. Al Isra: 60), yaitu pohon zaqqum.

Shahih Bukhari, Kitab Qadar - Nomor Hadits: 6123

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 60

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la yang bersumber dari Ummu Hani’.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari al-Hasan.
Bahwa setelah Rasulullah diisrakan, beliau menceritakan kejadiannya kepada segolongan kaum musyrikin Quraisy.
Akan tetapi mereka mengejek dan memperolok-olok beliau, bahkan meminta bukti kepada beliau.
Lalu Nabi menerangkan ciri-ciri Baitul Maqdis dan juga menceritakan kafilah yang dilaluinya.
Berkatalah al-Walid bin al-Mughirah: “Orang ini (Muhammad) tukang sihir.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebagai ujian bagi manusia.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari al-Husain bin ‘Ali.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sahl bin Sa’id.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Amr bin al-‘Ash, Ya’la bin Murrah, dan Sa’id bin al-Musayyab yang sanad-sanadnya dhaif.
Hadits Sa’id bin al-Musayyab ini mursal.
Bahwa pada suatu pagi Rasulullah ﷺ Seperti orang yang kebingungan.
Ada yang berkata kepada beliau: “Apa yang terjadi pada tuan, ya Rasulullah?
Janganlah tuan berduka cita, karena apa yang tuan lihat itu adalah ujian bagi mereka.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang membenarkan adanya ujian tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ats, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Allah menerangkan Az-Zaqqum (al-Waqi’ah: 52) sebagai peringatan kepada penghuni kampung Quraisy, berkatalah Abu Jahl kepada kaumnya: “Apakah kalian tahu, apakah az-Zaqqum yang dipakai Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?” Mereka berkata: “Kami tidak tahu.” Abu Jahl berkata: “(Az-Zaqqum itu) roti pakai mentega.
Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa ter) roti pakai mentega.
Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa turunnya peringatan tentang az-Zaqqum, mereka menjadi lebih sesat lagi; dan turun pula ayat lainnya (ad-Dukhaan: 43-44) yang menjelaskan tentang pohon az-Zaqqum itu.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 60

FITNAH
فِتْنَة

Arti asal kata fitnah adalah memasukkan emas ke dalam api untuk menguji kualitasnya. Kata ini biasa diartikan dengan ujian dan cobaan. Kadang-kadang fitnah ini datangnya dari Allah dan kadang-kadang pula dari manusia, seperti sakit, musibah, kematian, azab dan kejadian-kejadian yang tidak disukai lainnya.

Kata fitnah dalam Al Qur'an diulang tiga puluh empat kali, yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 191, 217, 102, 193;
-Ali Imran (3), ayat 7;
-An Nisaa (4), ayat 91;
-Al Maa'idah (5), ayat 41, 71;
-Al An'aam (6), ayat 23;
-Al A'raaf (7), ayat 155;
-Al Anfaal (8), ayat 25, 28, 38, 73;
-At Taubah (9), ayat 47, 48, 49;
-Yunus (10), ayat 85;
-Al Israa' (17), ayat 60;
-Al Anbiyaa' (21), ayat 35, 111;
-Al Hajj (22), ayat 11, 53;
-An Nuur (24), ayat 63;
-Al Furqaan (25), ayat 20;
-Al Ankabut (29), ayat 10;
-Al Ahzab (33), ayat 14;
-Ash Shaffaat (37), ayat 63;
-Az Zumar (39), ayat 49;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 14;
-Al Qamar (54), ayat 27;
-Al Mumtahanah (60), ayat 5;
-At Taghaabuun (64), ayat 15;
-Al Muddatstsir (74), ayat 31.

Sedangkan kata futunyang merupakan jamak dari fitnah diulang sekali surah Tha Ha (20), ayat 40. Begitu juga dengan kata faatiniin diulang sekali surah Ash Shaffaat (37), ayat 162. Dan kata maftuun juga diulang sekali surah Al Qalam (68), ayat 6.

Menurut Al Husayn bin Muhammad Ad Daamaghani, kata fitnah dan juga kata-kata yang seakar dengannya dalam Al Qur'an digunakan untuk sebelas pemakaian, yaitu:
(1). Kemusyrikan;
(2). Kekafiran;
(3). Azab; (4);
(4).Ujian dan cobaan;
(5). Dibakar dengan api;
(6). Pembunuhan;
(7). Dihalang-halangi dari jalan yang benar;
(8). Kesesatan dan kebingungan;
(9). Uzur;
(10). Kesukaran;
(11). Gila.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:439-440

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 60 *beta

Surah Al Israa Ayat 60



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (10 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku