Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) - surah 17 ayat 60 [QS. 17:60]

وَ اِذۡ قُلۡنَا لَکَ اِنَّ رَبَّکَ اَحَاطَ بِالنَّاسِ ؕ وَ مَا جَعَلۡنَا الرُّءۡیَا الَّتِیۡۤ اَرَیۡنٰکَ اِلَّا فِتۡنَۃً لِّلنَّاسِ وَ الشَّجَرَۃَ الۡمَلۡعُوۡنَۃَ فِی الۡقُرۡاٰنِ ؕ وَ نُخَوِّفُہُمۡ ۙ فَمَا یَزِیۡدُہُمۡ اِلَّا طُغۡیَانًا کَبِیۡرًا
Wa-idz qulnaa laka inna rabbaka ahaatha binnaasi wamaa ja’alnaarru’yaallatii arainaaka ilaa fitnatan li-nnaasi wasy-syajaratal mal’uunata fiil quraani wanukhau-wifuhum famaa yaziiduhum ilaa thughyaanan kabiiran;
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu,
“Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.”
Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Alquran.
Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
―QS. Al Israa [17]: 60

Daftar isi

And (remember, O Muhammad), when We told you,
"Indeed, your Lord has encompassed the people."
And We did not make the sight which We showed you except as a trial for the people, as was the accursed tree (mentioned) in the Qur’an.
And We threaten them, but it increases them not except in great transgression.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 60]

وَإِذْ dan ketika

And when
قُلْنَا Kami berfirman

We said
لَكَ kepadamu

to you,
إِنَّ sesungguhnya

"Indeed,
رَبَّكَ Tuhanmu

your Lord
أَحَاطَ meliputi

has encompassed
بِٱلنَّاسِ dengan manusia

the mankind."
وَمَا dan tidak

And not
جَعَلْنَا Kami menjadikan

We made
ٱلرُّءْيَا mimpi

the vision
ٱلَّتِىٓ yang

which
أَرَيْنَٰكَ Kami perlihatkan kepadamu

We showed you
إِلَّا melainkan

except
فِتْنَةً ujian

(as) a trial
لِّلنَّاسِ bagi manusia

for mankind,
وَٱلشَّجَرَةَ dan pohon

and the tree
ٱلْمَلْعُونَةَ terkutuk

the accursed
فِى dalam

in
ٱلْقُرْءَانِ Al-Qur’an

the Quran.
وَنُخَوِّفُهُمْ dan Kami menakuti mereka

And We threaten them
فَمَا maka/tetapi tidak

but not
يَزِيدُهُمْ menambah mereka

it increases them
إِلَّا melainkan

except
طُغْيَٰنًا kedurhakaan

(in) transgression
كَبِيرًا besar

great.

Tafsir Quran

Surah Al Israa
17:60

Tafsir QS. Al Israa (17) : 60. Oleh Kementrian Agama RI

Abu Ya’la dari Ummi Hani meriwayatkan bahwa pagi hari setelah Isra‘, sebagian orang-orang Quraisy memperolok-olokkan Rasulullah dan meminta buktinya.
Lalu beliau menggambarkan keadaan Baitul Maqdis serta menceritakan kepada mereka tentang kisah isra‘.

Kemudian Walid bin Mugirah berkata, Orang ini adalah penyihir."
Maka turunlah ayat ini.

Allah ﷻ memberi dukungan kepada Rasulullah dalam melaksanakan tugas-tugas kerasulannya dan akan melindunginya dari tipu daya orang-orang yang mengingkari risalahnya dengan mengingatkan Rasul dan mewahyukan kepadanya bahwa ilmu Tuhan meliputi segala hal ihwal manusia.
Maksudnya ialah Allah Mahakuasa terhadap seluruh hamba-Nya.

Mereka berada di bawah genggaman-Nya sehingga tidak dapat bergerak kecuali menurut ketentuan-Nya.
Allah berkuasa melindungi Rasul-Nya dari orang-orang yang memusuhinya, sehingga mereka tidak mungkin secara semena-mena menyakiti hatinya.

Allah ﷻ berfirman:

وَاللّٰهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia. (Al-Ma’idah [5]: 67)

Menurut keterangan Al-Hasan, Allah ﷻ akan menghalangi setiap usaha mereka untuk membunuh Nabi.

Allah ﷻ berfirman:

وَاِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لِيُثْبِتُوْكَ اَوْ يَقْتُلُوْكَ اَوْ يُخْرِجُوْكَ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللّٰهُ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu (Muhammad) untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu.
Mereka membuat tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu.

Allah adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Al-Anfal [8]: 30)

Allah menjelaskan juga pengingkaran orang-orang Quraisy terhadap apa yang diperlihatkan kepada Nabi Muhammad pada malam Isra‘ dan Mi’raj, seperti pohon zaqqum yang tumbuh di neraka.
Hal ini sebagai ujian, siapakah di antara umatnya yang benar-benar beriman dan siapa yang ingkar.
Mereka yang benar-benar beriman bertambah kuat imannya, akan tetapi mereka yang imannya hanya di mulut saja, bertambah ingkar.
Pohon zaqqum yang disebutkan dalam Alquran juga menjadi ujian kepada mereka, pada saat mereka mendengar kaum Muslimin membacakan ayat:

اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ﴿۴۴﴾ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ﴿۴۵﴾

Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (Ad-Dukhan [44]: 43-44)

Mereka memperselisihkannya;
orang yang imannya kuat, bertambah kuat imannya, tetapi orang yang mengingkari kerasulan Muhammad ﷺ bertambah kekafirannya.
Abu Jahal, misalnya, termasuk orang yang mengingkarinya.
Ketika itu ia berkata,
"Sebenarnya anak Abu Kabsyah (Muhammad ﷺ) mengancam kamu dengan ancaman neraka, yang bahan bakarnya batu, kemudian ia mengira di neraka itu tumbuh pohon, padahal kamu tahu bahwa api itu membakar pohon."
‘Abdullah bin az-Zibara ber-kata,
"Sebenarnya Muhammad menakut-nakuti kami dengan pohon zaqqum itu tiada lain kecuali kurma dan keju, maka telanlah."
Mereka lalu makan kurma dan keju itu.

Orang-orang musyrik Quraisy tidak mempercayai bahwa di neraka ada tumbuh-tumbuhan yang disebut pohon zaqqum, karena mereka beranggapan bahwa api memusnahkan segalanya.
Mereka tidak mengetahui bahwa di dunia ini juga terdapat keajaiban-keajaiban yang mencengangkan, terlebih-lebih lagi di akhirat.
Misalnya di dunia ada semacam serat yang tak terbakar oleh api (asbes).
Bahan ini sering dipergunakan untuk bahan baju yang tahan api.
Bumi ini mengandung api (yaitu magma) di dalam perut bumi yang akan terlihat pada saat gunung api meletus, tetapi di atasnya tumbuh pohon-pohon yang menghijau.
Kayu atau batu pun dapat mengeluarkan api pada saat digosok-gosokkan.
Di dalam air pun terdapat unsur oksigen yang menyebabkan api menyala.
Singkatnya, hati orang-orang kafir Quraisy tidak mau menerima kebenaran Alquran.
Keingkaran mereka kepada ar-ru’ya (mimpi atau yang dilihat Nabi ﷺ pada waktu isra‘) dan pohon zaqqum merupakan bukti yang jelas akan keingkaran mereka.
Allah ﷻ berfirman:

اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ ﴿۶۳﴾ اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِ ﴿۶۴﴾ طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ ﴿۶۵﴾

Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala-kepala setan.
(As-Saffat [37]: 63-65)

Di akhir ayat ditegaskan bahwa Allah hendak mengingatkan mereka akan siksaan-Nya, tetapi yang demikian itu hanya akan menambah mereka bergelimang dalam kedurhakaan dan kesesatan.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 60. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Rasul, ingatlah ketika Allah berfirman kepadamu,
"Sesungguhnya Tuhanmu meliputi seluruh manusia.
Mereka semua berada dalam genggaman kekuasaan-Nya.


Sampaikanlah hal ini kepada mereka.
Jangan takut kepada siapa pun, sebab Dia akan melindungimu dari mereka.


Keajaiban-keajaiban yang kau saksikan di malam isra‘ itu Kami maksudkan sebagai ujian dan cobaan bagi umat manusia.
Dengan keajaiban-keajaiban itu, orang-orang Mukmin akan semakin bertambah keimanannya dan orang-orang kafir akan semakin menjadi kafir.


Kami tidak menjadikan pohon tercela yang disebut dalam Alquran, yaitu pohon zaqqum yang tumbuh dari neraka, kecuali sebagai ujian juga buat mereka.
Sebab mereka pernah mengatakan–dengan nada mengejek, ‘Neraka dapat membakar pohon.


Bagaimana mungkin ada pohon tumbuh dari neraka?’ Kami sengaja membuat mereka takut, akan tetapi mereka malah melampaui batas."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami berkata kepadamu:
Sesungguhnya Rabb-mu meliputi manusia dengan ilmu dan kuasa-Nya.
Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu secara kasat mata pada malam Isra dan Mi’raj berupa keajaiban makhluk ciptaan melainkan sebagai ujian bagi manusia, agar bisa diketahui yang kafir di antara mereka dari yang beriman.


Kami tidak menjadikan pohon Zaqqum terkutuk yang disebutkan dalam Alquran melainkan sebagai ujian bagi manusia.
Kami menakut-nakuti orang-orang musyrik dengan aneka macam azab dan tanda-tanda,tetapi intimidasi tersebut tidak menambah mereka kecuali semakin larut dalam kekafiran dan kesesatan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan) ingatlah


(ketika Kami wahyukan kepadamu,
"Sesungguhnya Rabbmu meliputi segala manusia.") yakni ilmu dan kekuasaan-Nya meliputi mereka, dengan demikian maka mereka berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya.
Maka sampaikanlah kepada mereka jangan sekali-kali engkau merasa takut terhadap seseorang pun karena Rabbmu akan memelihara dirimu dari mereka.


(Dan Kami tidak menjadikan rukyah yang telah Kami perlihatkan kepadamu) secara kenyataan pada malam isra


(melainkan sebagai batu ujian bagi manusia) bagi penduduk Mekah karena mereka ternyata mendustakannya sedang sebagian yang lainnya yang telah beriman menjadi murtad sewaktu hal itu diceritakan kepadanya


(dan begitu pula pohon kayu yang terkutuk di dalam Alquran) yaitu pohon zaqqum yang tumbuh di dasar neraka Jahim, Kami jadikan kisah itu sebagai batu ujian bagi keimanan mereka.
Karena mereka mengatakan bahwa api itu membakar pohon apa saja, mengapa pohon zaqqum dapat tumbuh di dalamnya?


(Dan Kami takuti mereka) dengan pohon zaqqum itu


(tetapi yang demikian itu tidak menambah kepada mereka) untuk takut


(melainkan hanyalah kedurhakaan yang besar saja.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya yang di dalamnya terkandung anjuran agar ia menyampaikan risalah-Nya (kepada umat manusia) dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memeliharanya dari gangguan manusia.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas manusia, dan mereka semuanya berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya serta tunduk di bawah keperkasaan dan kekuatan-Nya.

Mujahid, Urwah ibnuz Zubair, Al-Hasan, Qatadah, dan lain-lainnya mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu,
"sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia."

Yakni Allah memelihara kamu dari gangguan mereka.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami tidak manjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia., hingga akhir ayat.

Imam bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna firman-Nya:
Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.
(QS. Al Israa [17]: 60)
Bahwa yang dimaksud dengan mimpi dalam ayat ini ialah pemandangan yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ di malam Isra.
dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk di dalam Alquran.
(QS. Al Israa [17]: 60)
Yang dimaksud ialah pohon zaqqum.


Dalam permulaan tafsir surat ini telah disebutkan hadishadis mengenai Isra secara terperinci.

Dalam kisah Isra disebutkan bahwa ada segolongan orang menjadi murtad dari agama yang hak setelah mendengar kisah ini, karena kisah ini tidak dapat diterima oleh hati dan akal mereka, maka mereka mendustakannya.
Akan tetapi, Allah menjadikan kisah ini sebagai kekokohan iman dan keyakinan sebagian manusia lainnya:
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

…melainkan sebagai ujian.

Yakni sebagai cobaan dan ujian buat mereka.

Adapun yang dimaksud dengan pohon yang terkutuk ialah pohon zaqqum.
Ketika Rasulullah ﷺ menceritakan kepada mereka bahwa beliau telah melihat surga dan neraka serta melihat pula pohon kayu zaqqum, maka dengan spontan mereka mendustakannya.
Sehingga Abu Jahal — semoga laknat Allah menimpanya—mengatakan,
"Datangkanlah kepada kami buah kurma dan zubdah,"
lalu Abu Jahal mencampuradukkan keduanya menjadi satu dan memakannya seraya berkata,
"Marilah kita buat zaqqum, kami tidak mengenal istilah zaqqum kecuali makanan (campuran kurma dan zubdah) ini."
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Abbas, Masruq, Abu Malik, Al-Hasan Al-Basri, dan lain-lainnya.
Dan semua ulama yang mengatakan bahwa mimpi tersebut adalah di malam Isra menafsirkan hal yang sama, yaitu pohon kayu zaqqum (maksudnya pohon yang terkutuk itu adalah pohon zaqqum).

Ibnu Jarir mengatakan bahwa ia pernah mendengar hadis dari Muhammad ibnul Hasan ibnu Zabalah, telah menceritakan kepada kami Abdul Muhaimin ibnu Abbas ibnu Sahl ibnu Sa’d, telah menceritakan kepadaku ayahku, dari kakekku yang pernah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melihat (dalam mimpinya) Bani Fulan sedang berjingkrak-jingkrak seperti kera di atas mimbar beliau.
Melihat hal itu Rasulullah ﷺ bersedih hati, dan sejak saat itu beliau tidak pernah tertawa sampai beliau wafat.
Sehubungan dengan hal tersebut Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan firman-Nya:
Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia.
(QS. Al Israa [17]: 60), hingga akhir ayat.

Sanad hadis ini pun lemah sekali karena Muhammad ibnul Hasan ibnu Zabalah berpredikat matruk, dan gurunya berpredikat daif pula.
Karena itulah maka ibnu Jarir memilih bahwa yang dimaksud dengan peristiwa itu terjadi di malam Isra, dan bahwa pohon kayu yang terkuruk adalah pohon zaqqum.
Kemudian ibnu Jarir mengatakan, ia memilih pendapat ini dengan alasan karena semua ulama ahli takwil telah sepakat mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi dalam mimpi Nabi ﷺ (yakni di malam Isra) dan pohon itu adalah pohon zaqqum.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Kami menakut-nakuti mereka.

Yakni orang-orang kafir, dengan ancaman dan siksaan serta pembalasan.

tetapi demikian itu hanyalah menambah besar, kedurhakaan mereka.
(QS. Al Israa [17]: 60)

Artinya, hal tersebut justru menambah mereka tenggelam di dalam kekafiran dan kesesatannya, dan hal seperti ini merupakan penghinaan Allah terhadap mereka.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 60

Diriwayatkan oleh Abu Ya’la yang bersumber dari Ummu Hani’.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari al-Hasan.
Bahwa setelah Rasulullah diisrakan, beliau menceritakan kejadiannya kepada segolongan kaum musyrikin Quraisy.
Akan tetapi mereka mengejek dan memperolok-olok beliau, bahkan meminta bukti kepada beliau.
Lalu Nabi menerangkan ciri-ciri Baitul Maqdis dan juga menceritakan kafilah yang dilaluinya.
Berkatalah al-Walid bin al-Mughirah: “Orang ini (Muhammad) tukang sihir.” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang menjelaskan bahwa peristiwa tersebut sebagai ujian bagi manusia.

Diriwayatkan oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari al-Husain bin ‘Ali.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Sahl bin Sa’id.
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari ‘Amr bin al-‘Ash, Ya’la bin Murrah, dan Sa’id bin al-Musayyab yang sanad-sanadnya dhaif.
Hadits Sa’id bin al-Musayyab ini mursal.
Bahwa pada suatu pagi Rasulullah ﷺ Seperti orang yang kebingungan.
Ada yang berkata kepada beliau: “Apa yang terjadi pada tuan, ya Rasulullah?
Janganlah tuan berduka cita, karena apa yang tuan lihat itu adalah ujian bagi mereka.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (al-Israa’: 60) yang membenarkan adanya ujian tersebut.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan al-Baihaqi di dalam kitab al-Ba’ats, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ketika Allah menerangkan Az-Zaqqum (al-Waqi’ah: 52) sebagai peringatan kepada penghuni kampung Quraisy, berkatalah Abu Jahl kepada kaumnya: “Apakah kalian tahu, apakah az-Zaqqum yang dipakai Muhammad untuk menakut-nakuti kalian?” Mereka berkata: “Kami tidak tahu.” Abu Jahl berkata: “(Az-Zaqqum itu) roti pakai mentega.
Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa ter) roti pakai mentega.
Jika aku menemukannya, pasti aku akan makan sebanyak-banyaknya.” Ayat ini (al-Israa’: 60) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang menegaskan bahwa turunnya peringatan tentang az-Zaqqum, mereka menjadi lebih sesat lagi; dan turun pula ayat lainnya (ad-Dukhaan: 43-44) yang menjelaskan tentang pohon az-Zaqqum itu.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Al Israa (17) ayat 60

Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi Telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Amru dari Ikrimah dari Ibnu Abbas radliallahu anhuma, mengenai ayat, Dan tidaklah Kami jadikan mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu selain sebagai cobaan bagi manusia, dia menuturkan, itu adalah mimpi sorotan mata jahat yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau diisra’ kan ke Baitul Maqdis, dan dia mengatakan mengenai ayat, Dan pohon terlaknat dalam alquran (QS. Al Isra: 60), yaitu pohon zaqqum.

Shahih Bukhari, Kitab Qadar – Nomor Hadits: 6123

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 60

FITNAH
فِتْنَة

Arti asal kata fitnah adalah memasukkan emas ke dalam api untuk menguji kualitasnya.
Kata ini biasa diartikan dengan ujian dan cobaan.
Kadang-kadang fitnah ini datangnya dari Allah dan kadang-kadang pula dari manusia, seperti sakit, musibah, kematian, azab dan kejadian-kejadian yang tidak disukai lainnya.

Kata fitnah dalam Al Qur’an diulang tiga puluh empat kali, yaitu dalam surah:
• Al Baqarah (2), ayat 191, 217, 102, 193;
• Ali Imran (3), ayat 7;
An Nisaa (4), ayat 91;
• Al Maa’idah (5), ayat 41, 71;
• Al An’aam (6), ayat 23;
• Al A’raaf (7), ayat 155;
• Al Anfaal (8), ayat 25, 28, 38, 73;
• At Taubah (9), ayat 47, 48, 49;
Yunus (10), ayat 85;
Al Israa‘ (17), ayat 60;
• Al Anbiyaa’ (21), ayat 35, 111;
• Al Hajj (22), ayat 11, 53;
An Nuur (24), ayat 63;
• Al Furqaan (25), ayat 20;
• Al Ankabut (29), ayat 10;
• Al Ahzab (33), ayat 14;
• Ash Shaffaat (37), ayat 63;
• Az Zumar (39), ayat 49;
• Adz Dzaariyaat (51), ayat 14;
• Al Qamar (54), ayat 27;
• Al Mumtahanah (60), ayat 5;
• At Taghaabuun (64), ayat 15;
• Al Muddatstsir (74), ayat 31.

Sedangkan kata futunyang merupakan jamak dari fitnah diulang sekali surah Tha Ha (20), ayat 40. Begitu juga dengan kata faatiniin diulang sekali surah Ash Shaffaat (37), ayat 162. Dan kata maftuun juga diulang sekali surah Al Qalam (68), ayat 6.
Menurut Al Husayn bin Muhammad Ad Daamaghani, kata fitnah dan juga kata-kata yang seakar dengannya dalam Al Qur’an digunakan untuk sebelas pemakaian, yaitu:
(1). Kemusyrikan;
(2). Kekafiran;
(3). Azab; (4);
(4).Ujian dan cobaan;
(5). Dibakar dengan api;
(6). Pembunuhan;
(7). Dihalang-halangi dari jalan yang benar;
(8). Kesesatan dan kebingungan;
(9). Uzur;
(10). Kesukaran;
(11). Gila.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:439-440

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio Murottal

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 60 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 60 - Gambar 2
Statistik QS. 17:60
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.2 (10 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

17:60, 17 60, 17-60, Surah Al Israa 60, Tafsir surat AlIsraa 60, Quran Al Isra 60, Al-Isra' 60, Surah Al Isra ayat 60

Video Surah

17:60


More Videos

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 • Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 • Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu,
dan bertakwalah kepada Allah & ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya.
Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
QS. Al-Baqarah [2]: 223

Orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan mereka seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada hari yang berangin kencang. Mereka tak dapat ambil manfaat dari apa yang mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh
QS. Ibrahim [14]: 18

Serulah (manusia) pada jalan Tuhanmu dengan hikmah & pelajaran yang baik & bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sungguh Tuhanmu lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya & Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk
QS. An-Nahl [16]: 125

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Correct! Wrong!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Correct! Wrong!

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Correct! Wrong!

+

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Correct! Wrong!

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Correct! Wrong!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus Istilah Islam

Al-Hawariyyun

Siapa itu Al-Hawariyyun? Hawari merujuk kepada beberapa orang sahabat Nabi Isa `alaihis salam dari kaum Bani Israel dan Bani Filistin) yang sangat taat beragama dan juga tekun mempelajari Kitab Inj...

Ilyas `alaihis salam

Siapa itu Ilyas `alaihis salam? Ilyas adalah seorang utusan Allah. Ilyas merupakan keturunan ke-4 dari Nabi Harun. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 870 SM dan ditugaskan berdakwah kepada orang-or...

fi’il

Apa itu fi’il? Fi’il merupakan salah satu jenis kata yang mengandung morfem rangkap dalam bahasa Arab atau Alquran. Letak fi’il dalam kalimat dapat menentukan jenis kalimat itu sendi...