Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Al Israa

Al Israa (Perjalanan Malam) surah 17 ayat 59


وَ مَا مَنَعَنَاۤ اَنۡ نُّرۡسِلَ بِالۡاٰیٰتِ اِلَّاۤ اَنۡ کَذَّبَ بِہَا الۡاَوَّلُوۡنَ ؕ وَ اٰتَیۡنَا ثَمُوۡدَ النَّاقَۃَ مُبۡصِرَۃً فَظَلَمُوۡا بِہَا ؕ وَ مَا نُرۡسِلُ بِالۡاٰیٰتِ اِلَّا تَخۡوِیۡفًا
Wamaa mana’anaa an nursila bil-aayaati ilaa an kadz-dzaba bihaal au-waluuna waaatainaa tsamuudannaaqata mubshiratan fazhalamuu bihaa wamaa nursilu bil-aayaati ilaa takhwiifan;

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu.
Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti.
―QS. 17:59
Topik ▪ Nama-nama hari kiamat
17:59, 17 59, 17-59, Al Israa 59, AlIsraa 59, Al Isra 59, Al-Isra’ 59
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 59. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa sekali-kali tidak ada yang mampu menghalang-halangi terlaksananya mukjizat yang diberikan kepada Rasul Nya, tetapi mukjizat itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Maksudnya bahwa orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kekuasaan Nya (mukjizat) seperti yang telah diberikan kepada Rasul-rasul Nya yang terdahulu, mereka itu akan dimusnahkan.
Begitu pula orang-orang Quraisy yang meminta kepada Nabi Muhammad ﷺ, supaya diturunkan pula tanda-tanda kekuasaan Allah kepada mereka.
Akan tetapi Allah tidak akan menurunkannya kepada mereka, karena kalau-kalau tanda-tanda kekuasaan Allah itu diturunkan, pasti mereka mendustakannya juga dan tentulah mereka akan dibinasakan pula seperti umat-umat yang dahulu.
Sedang Allah tidak akan membinasakan orang-orang Quraisy, karena di antara keturunan mereka ada yang masih diharapkan menjadi orang-orang yang beriman.

Di antara: hadis yang menjelaskan pengertian ayat tersebut adalah sebagai berikut:

Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas, ia berkata: "Penduduk Mekah meminta kepada Nabi ﷺ agar Nabi membuat gunung Safa menjadi emas, dan menghilangkan bukit agar tanahnya digunakan untuk pertanian.
Maka dikatakan kepada Nabi: "Jika engkau mau memenuhi permintaan mereka, penuhilah.
Dan apabila mereka mengingkari bolehlah mereka dibinasakan seperti umat-umat terdahulu".
Nabi bersabda: "Tetapi saya ingin menunda permintaan mereka".
Kemudian Allah menurunkan ayat ini.

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa Dia telah memberikan tanda-tanda kekuasaan Nya (mukjizat Nya) kepada Nabi Saleh, apa yang diminta oleh kaumnya Samud yaitu unta betina yang dapat mereka saksikan sendiri, sebagai tanda bukti bagi kekuasaan Allah.

Imam Baihaqy meriwayatkan dalam kitab Ad Dalail, sebuah hadis dari Ar Rabi bin Anas, ia berkata: "Orang-orang yang berkata kepada Rasulullah ﷺ: Saya mau beriman, seandainya didatangkan kepada saya tanda-tanda kekuasaan Allah, seperti yang didatangkan oleh Nabi Saleh dan para Nabi (kepada umat mereka)".
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: "Kalau engkau menginginkan agar saya berdoa kepada Allah, tentulah Allah akan menurunkan (tanda-tanda kekuasaan itu) kepadamu.
Tetapi apabila engkau membangkang juga, tentulah engkau akan dibinasakan".
Kemudian mereka berkata: "Kami tidak menginginkan".

Allah menjelaskan kesudahan kaum Samud itu, bahwa mereka bukanlah menjadi orang-orang yang beriman, akan tetapi mereka menganiaya unta betina itu dan menyembelihnya, maka Allah subhanahu wa ta'ala membinasakan mereka karena dosa-dosa mereka, dan menyamaratakannya dengan tanah.

Di akhir ayat Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa Dia memberikan tanda-tanda kekuasaan itu untuk menakut-nakuti manusia agar mereka itu akan mengambil pelajaran daripadanya sehingga mereka bertobat kembali pada bimbingan Allah subhanahu wa ta'ala seperti diserukan kepada mereka oleh para Nabi dan Rasul Nya.

Al Israa (17) ayat 59 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Al Israa (17) ayat 59 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Al Israa (17) ayat 59 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kaummu telah memintamu agar mendatangkan berbagai bukti dan mukjizat.
Tetapi mereka tidak puas dengan apa yang didatangkan kepada mereka.
Padahal, dengan mukjizat yang ada itu, orang-orang yang cendekia dapat merasa puas dan mau menerima.
Maka ketentuan Kami terhadap mereka yang meminta bukti-bukti dan dikabulkan tetapi kemudian tidak mau percaya adalah bahwa Kami akan membinasakan mereka sampai hancur.
Yang demikian itu pernah Kami lakukan terhadap orang-orang terdahulu.
Di antaranya adalah azab yang kami turunkan kepada kaum Tsamud.
Yaitu tatkala mereka meminta didatangkan bukti berupa mukjizat.
Lalu Kami menciptakan seekor unta betina sebagai mukjizat yang terang dan jelas dan dapat menghilangkan keraguan.
Tapi kemudian mereka mengingkari bukti tersebut.
Maka terjadilah apa yang semestinya terjadi pada mereka.
Sudah merupakan sifat kemahabijakan Allah untuk tidak mengabulkan apa yang diminta oleh kaummu karena mereka memang tidak akan mempercayainya.
Di samping itu juga karena Allah menginginkan mereka beriman dan melahirkan generasi yang beriman pula.
Bukti-bukti itu Kami turunkan kepada manusia hanya apabila Kami ingin menakut-nakuti mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan ayat-ayat) yakni mukjizat-mukjizat yang diminta oleh penduduk Mekah (melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu) yaitu ketika Kami mengirimkannya, maka karenanya Kami membinasakan mereka.
Jika kami mengirimkan tanda-tanda kekuasaan Kami itu kepada penduduk Mekah, niscaya pula mereka akan mendustakannya, kemudian mereka berhak untuk dibinasakan.
Sedangkan Kami telah memutuskan untuk menangguhkan azab bagi mereka, supaya risalah Nabi Muhammad ﷺ sempurna.
(Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu) sebagai tanda kekuasaan Kami (yang dapat dilihat) terang dan gamblang (tetapi mereka menganiaya) mereka mengingkari mukjizat itu dengan menganiaya (unta betina itu) maka dibinasakanlah mereka (Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu) mukjizat-mukjizat itu (melainkan untuk menakuti) hamba-hamba-Ku oleh karena itu mereka mau beriman.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak ada yang bias menghalangi Kami untuk menurunkan mukjizat yang diminta orang-orang kafir, melainkan pendustaan umat-umat sebelum mereka.
Allah telah mengabulkan permintaan mereka, tapi mereka mendustakan lalu mereka binasa.
Kami telah berikan kepada Tsamud (mereka adalah kaum Nabi Shalih) mukjizat yang nyata, yaitu unta betina, tetapi mereka mengingkari mukjizat itu, maka Kami binasakan mereka.
Kami tidak mengutus para Rasul dengan membawa tanda-tanda, pelajaran-pelajaran dan mukjizat-mukjizat yang Kami letakkan di tangan mereka, melainkan untuk menakut-nakuti para hamba, agar mereka mengambil pelajaran dan mengingat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Sunaid telah meriwayatkan dari Hammad ibnu Zaid, dari Ayyub, dari Sa’id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa orang-orang musyrik pernah berkata kepada Nabi ﷺ, "Hai Muhammad, sesungguhnya kamu men­duga bahwa sebelum kamu terdapat nabi-nabi.
Di antara mereka ada yang angin ditundukkan baginya, ada yang dapat menghidupkan orang-orang mati.
Maka jika kamu menginginkan agar kami beriman kepadamu dan membenarkanmu, maka doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia menja­dikan Bukit Safa ini emas buat kami."

Maka Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya, "Sesungguhnya Aku telah mendengar apa yang dikatakan oleh mereka.
Untuk itu jika kamu menghendaki agar Kami melakukannya, tentulah Kami akan memenuhi permintaan mereka.
Tetapi jika sesudah itu mereka tidak beriman, maka azab Kami akan turun (menimpa mereka).
Karena sesungguhnya tidak ada tawar-menawar lagi sesudah turunnya tanda-tanda kekuasaan Kami (mukjizat).
Dan jika kamu menginginkan Kami menangguhkan kaummu, tentulah Kami akan memberikan masa tangguh kepada mereka." Maka Nabi ﷺ berdoa memohon kepada Tuhannya:

Ya Tuhanku, tangguhkanlah mereka.

Imam Ahmad meriwayatkan, lelah menceritakan kepada kami Usman ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Al-A'masy, dan Ja'far ibnu Iyas, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa penduduk Mekah pernah meminta kepada Nabi ﷺ agar menjadikan Bukit Safa emas buat mereka, dan gunung-gunung yang ada di sekitar mereka dilenyapkan sehingga mereka dapat melakukan cocok tanam.
Maka dikatakan kepada Nabi ﷺ, "Jika kamu menghendaki agar mereka diberi masa tangguh, maka Kami akan menangguhkan mereka.
Dan jika kamu suka bila permintaan mereka di kabulkan, maka Kami akan memenuhi apa yang mereka minta.
Tetapi jika mereka tetap kafir, maka mereka akan binasa sebagaimana binasanya umat-umat sebelum mereka." Nabi Saw, berkata, "Tidak, melainkan berilah masa tangguh kepada mereka." Lalu Allah subhanahu wa ta'ala menurunkan firman-Nya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu., hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Salamah ibnu Kahil, dari Imran ibnu Nakim, dari Ibnu Abbas yang telah mengatakan bahwa orang-orang Quraisy pernah mengatakan kepada Nabi ﷺ, "Doakanlah kepada Tuhanmu agar Dia menjadikan Bukit Safa ini emas bagi kami, maka kami akan beriman kepadamu." Nabi ﷺ bertanya, "Apakah kalian benar-benar akan melakukannya?"
Mereka menjawab, "Ya." Maka Nabi ﷺ berdoa.
Kemudian Jibril datang kepadanya, lalu berkata, "Sesungguhnya Tuhanmu mengirimkan salam buatmu dan berpe­san bahwa jika kamu suka, maka pada keesokkan paginya Bukit Safa ini akan menjadi emas buat mereka.
Tetapi barang siapa di antara mereka yang kafir sesudah itu, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Kutimpakan kepada seorang pun dari kalangan umat manusia.
Dan jika kamu suka Aku bukakan bagi mereka semua pintu tobat dan rahmat, maka akan Aku lakukan." Nabi ﷺ berkata, "Tidak, bahkan (saya memilih) pintu tobat dan rahmat."

Al-Hafiz Abu Ya'la di dalam kitab musnadnya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ismail ibnu Ali Al-Ansari, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Tamim Al-Masisi, dari Abdul Jabbar ibnu Umar Al-Abli, dari Abdullah ibnu Ata ibnu Ibrahim, dari neneknya (yaitu Ummu Ata, pelayan Az-Zubair ibnul Awwam) yang telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Az-Zubair mengatakan bahwa ketika firman Allah subhanahu wa ta'ala berikut ini diturunkan: Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.
(Asy Syu'ara:214) Maka Rasulullah ﷺ berseru dengan suara yang keras di atas puncak Abu Qubais, "Hai keluarga Abdu Manaf, sesungguhnya aku memberikan peringatan!" Kemudian datanglah orang-orang Quraisy menemuinya, lalu Nabi ﷺ memberikan peringatan dan ancaman kepada mereka.
Maka mereka berkata, "Kamu menduga bahwa dirimu seorang nabi yang mendapat wahyu.
Sesungguhnya Sulaiman telah ditundukkan baginya angin dan gunung, Musa telah ditundukkan baginya laut, dan Isa dapat menghidupkan orang-orang mati.
Maka doakanlah pada Allah agar Dia menyisihkan (memindahkan) gunung-gunung ini dari kami dan mengalirkan sungai-sungai di buminya sehingga kami dapat menggarapnya dan melakukan cocok tanam padanya buat makan kami.
Dan jika engkau tidak mau, maka doakanlah kepada Allah semoga Dia menghidupkan orang-orang mati kami agar kami dapat berbicara dengan mereka dan mereka pun dapat berbicara dengan kami.
Jika engkau tidak mau, maka doakanlah kepada Allah untuk kami agar Dia menjadikan bagi kami batu besar yang berada di bawahmu itu emas sehingga kami dapat memahatnya dan dapat memberikan kecukupan kepada kami tanpa harus melakukan perjalanan musim dingin dan musim panas.
Karena sesungguhnya engkau menduga bahwa dirimu sama seperti mereka (nabi-nabi itu)." Ketika kami masih berada di sekeliling Nabi ﷺ, tiba-tiba turunlah wahyu.
Setelah wahyu selesai, Nabi ﷺ bersabda:

Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya Dia mau memberiku apa yang kalian minta itu, seandainya aku menghendaki, niscaya terjadi.
Akan tetapi, Allah memberiku pilihan.
Yaitu kalian masuk ke dalam pintu rahmat, sehingga orang yang beriman di antara kalian mau beriman, atau diserahkan kepada kalian menurut apa yang kalian pilih, nanti akibatnya kalian akan kehilangan pintu rahmat, dan akhirnya tiada seorang pun dari kalian yang beriman.
Maka aku memilih pintu rahmat, sehingga berimanlah orang-orang yang mau beriman dari kalian.
Dan Allah memberi­tahukan kepadaku bahwa jika Dia memberi apa yang kalian minta itu, lalu kalian tetap kafir, maka sesungguhnya Dia akan mengazab kalian dengan azab yang belum pernah Dia timpa­kan kepada seorang pun dari umat manusia.

Lalu turunlah firman-Nya:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengi­rimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.

Dan Nabi ﷺ membaca tiga ayat, lalu turun pula firman-Nya:

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang telah mati dapat berbicara.
(Ar Ra'du:31), hingga akhir ayat.

Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami).

Maksudnya, mendatangkan dan mengirimkan tanda-tanda kebesaran se­suai dengan apa yang diminta oleh kaummu itu adalah hal yang mudah bagi Kami.
Hanya saja tanda-tanda kekuasaan Kami itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu sesudah mereka memintanya, maka diberlaku­kanlah sunnah Kami atas mereka, juga terhadap orang-orang yang seperti mereka.
Yaitu bila mereka mendustakannya sesudah dikirimkan, maka .tiada masa tangguh lagi bagi mereka, dan azab langsung turun menimpa mereka.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala di dalam surat Al-Maidah, melalui firman-Nya:

Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kalian, barang siapa yang kafir di antara kalian sesudah itu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.” (Al Maidah:115)

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman menceritakan kaum Samud ketika mereka meminta suatu tanda kekuasaan Allah, yaitu seekor unta betina yang keluar dari batu besar yang ditentukan oleh mereka.
Maka Nabi mereka (yaitu Saleh 'alaihis salam) berdoa kepada Tuhannya memohon suatu mukjizat, lalu Allah mengeluarkan seekor unta betina buat mereka dari batu besar itu sesuai dengan apa yang mereka minta.

Tetapi setelah mereka berbuat aniaya terhadap unta itu, yakni ingkar kepada Tuhan yang menciptakannya dan mendustakan Rasul-Nya serta menyembelih unta betina itu, maka Allah berfirman:

Bersukarialah kamu sekalian di rumah kalian selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.
(Huud:65)

Karena itulah dalam ayat surat ini disebutkan oleh firman-Nya:

Dan telah Kami berikan kepada Samud unta betina itu.

Yakni Mukjizat yang berupa unta betina itu menunjukkan akan keesaan Tuhan yang menciptakannya dan membenarkan rasul-Nya yang doanya diperkenankan.

...tetapi mereka menganiaya unta betina itu.

Mereka berbuat aniaya terhadap unta betina itu, melarang hari minumny a, dan membunuhnya.
Maka Allah membinasakan mereka sehabis-habisnya sebagai pembalasan dari-Nya terhadap mereka.
Allah mengazab mereka dengan azab Tuhan Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk mena­kuti.

Qatadah mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala mempertakuti manusia dengan tanda kekuasaan yang dikehendaki-Nya, agar manusia dapat mengambil pelajaran dan peringatan darinya, lalu mereka kembali kepada-Nya.

Telah diriwayatkan kepada kami bahwa kota Kufah pernah mengalami gempa di masa Ibnu Mas'ud r.a., lalu Ibnu Mas'ud r.a.
berkata, "Hai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian sedang memperingatkan kalian, maka kem­balilah kalian kepada-Nya!"

Hal yang sama pernah terjadi pula atas kota Madinah di masa pemerin­tahan Khalifah Umar ibnul Khattab r.a.
selama berkali-kali, maka Khalifah Umar berkata, "Kalian telah membuat bid'ah.
Demi Allah, seandainya terjadi lagi gempa, sungguh saya akan melakukan anu, sungguh aku akan melakukan anu (maksudnya memberantas perkara bid'ah)."

Dalam hadis yang muttafaq 'alaih disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya matahari dan bulan, keduanya adalah tanda kekuasaan Allah, dan sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena matinya seseorang dan tidak (pula) karena hidup (lahir)nya seseorang, tetapi Allah subhanahu wa ta'ala mempertakuti hamba-hamba-Nya melalui keduanya.
Untuk itu apabila kalian melihat gerhana, bergegaslah kalian untuk mengingat Allah, berdoa dan memohon ampun kepada-Nya.
Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: Hai umat Muhammad, demi Allah, tiada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah, bila ada hamba laki-lakinya berbuat zina atau ada hamba perempuannya berbuat zina.
Hai umat Muhammad, demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang saya ketahui, tentulah kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 59

Diriwayatkan oleh al-Hakim, ath-Thabarani, dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.
Diriwayatkan pula oleh ath-Thabarani dan Ibnu Marduwaih dengan panjang lebar.
Bahwa orang-orang Mekah meminta kepada Nabi ﷺ agar gunung Shafa dijadikan emas, dan gunung-gunung Mekah diratakan saja supaya dapat dijadikan ladang untuk bercocok tanam mereka.
Berkatalah Jibrril kepada Nabi ﷺ: “Apakah engkau akan menangguhkan permintaan mereka atau meluluskannya?
Sekiranya engkau meluluskannya dan mereka tetap kufur, tentu mereka akan dibinasakan sebagaimana dibinasakannya umat-umat terdahulu.” Nabi menjawab bahwa beliau akan menangguhkannya.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Israa’: 59) sebagai peringatan kepada Nabi bahwa kalaupun permintaan mereka itu diluluskan, mereka tetap akan kafir kepada-Nya.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa' Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa' pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani lsrail" artinya keturunan Israil" berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya'ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala
Dihubungkannya kisah 'Israa' dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur'an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa' Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta'ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.


Gambar Kutipan Surah Al Israa Ayat 59 *beta

Surah Al Israa Ayat 59



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Israa

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (9 votes)
Sending








[bookmark] 📖 Lihat Semua Bookmark-ku