Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 56 [QS. 17:56]

قُلِ ادۡعُوا الَّذِیۡنَ زَعَمۡتُمۡ مِّنۡ دُوۡنِہٖ فَلَا یَمۡلِکُوۡنَ کَشۡفَ الضُّرِّ عَنۡکُمۡ وَ لَا تَحۡوِیۡلًا
Quliid’uul-ladziina za’amtum min duunihi falaa yamlikuuna kasyfadh-dhurri ‘ankum walaa tahwiilaa;
Katakanlah (Muhammad),
“Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mampu mengubahnya.”
―QS. Al Israa [17]: 56

Say,
"Invoke those you have claimed (as gods) besides Him, for they do not possess the (ability for) removal of adversity from you or (for its) transfer (to someone else)."
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 56]

قُلِ katakanlah

Say,
ٱدْعُوا۟ panggillah

"Call
ٱلَّذِينَ orang-orang yang

those whom
زَعَمْتُم kamu sangka/anggap

you claimed
مِّن dari

besides Him, *[meaning includes next or prev. word]
دُونِهِۦ selain Dia

besides Him, *[meaning includes next or prev. word]
فَلَا maka tidak

[then] not
يَمْلِكُونَ mereka mempunyai

they have power
كَشْفَ menghilangkan

(to) remove
ٱلضُّرِّ bahaya

the misfortunes
عَنكُمْ dari kalian

from you
وَلَا dan tidak

and not
تَحْوِيلًا memindahkan

(to) transfer (it)."

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:56

Tafsir QS. Al Israa (17) : 56. Oleh Kementrian Agama RI


Sabab nuzul ayat ini ialah sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Mas’ud bahwa ada manusia yang menyembah manusia dan jin.
Jin tersebut sebagian masuk Islam, dan sebagian lagi tetap dalam keyakinannya.

Maka turunlah ayat ini.



Dalam ayat ini, Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mengatakan ke-pada kaum musyrikin Mekah ucapan berikut ini,
"Pada saat kamu ditimpa bahaya, seperti kemiskinan dan serangan penyakit, cobalah panggil mereka yang kamu anggap tuhan selain Allah, apakah tuhan-tuhan itu mampu menghilangkan bahaya yang menimpa kamu?"
Maka dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa orang-orang yang mereka anggap tuhan itu tidak akan mampu menolak bahaya atau memindahkannya kepada orang lain.

Sebab, mereka memang tidak mempunyai kekuasaan untuk melakukan yang demikian.
Yang mempunyai kekuasaan dan kemampuan untuk menghilang-kan bahaya itu ialah Pencipta alam semesta ini dan sekaligus Pencipta mereka, yaitu Allah Yang Maha Esa.

Oleh karena itu, Allah itulah yang harus disembah.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 56. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Katakan kepada orang-orang yang menyembah makhluk dan mengakui tuhan-tuhan lain selain Allah,
"Mintalah kepada tuhan-tuhan yang kalian sembah itu ketika kalian terkena musibah atau ketika kalian takut tertimpa bencana.
Tanyakan mereka tentang bencana itu! Kalian pasti tidak akan mendapati mereka mampu menghindarkan bencana itu atau mengalihkannya dari kalian. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Katakanlah, wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik dari kaummu,
"Sesungguhnya sembahan-sembahan ini yang kalian seru untuk menghilangkan kemudharatan dari kalian tidak mampu melakukan hal itu, tidak mampu memindahkannya dari kalian kepada orang lain, dan tidak mampu pula memindahkannya dari satu keadaan ke keadaan yang lain.
Sebab, yang kuasa atas hal itu adalah Allah semata."


Ayat ini berlaku umum untuk semua yang diseru selain Allah, baik yang sudah mati maupun yang tidak tampak, dari kalangan para nabi, orang-orang shalih dan selain mereka, dengan lafal istighatsah, doa maupun selainnya.
Sebab tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Katakanlah) kepada mereka


("Panggillah mereka yang kalian anggap) bahwa mereka adalah tuhan-tuhan sesembahan kalian


(selain-Nya) seperti para malaikat, Nabi Isa dan Nabi Uzair


(maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripada kalian dan tidak pula memindahkannya.") memindahkan bahaya itu kepada orang selain kalian.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Katakanlah.

hai Muhammad, kepada orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah.

Panggillah mereka yang kalian anggap (tuhan) selain Allah.

Yakni berhalaberhala dan tandingan-tandingan yang kalian buat-buat itu.
Lalu mintalah kepada mereka, maka sesungguhnya mereka:

tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari kalian.
(QS. Al Israa [17]: 56)
Artinya, mereka sama sekali tidak akan dapat melenyapkannya.

…dan tidak pula memindahkannya.

Misalnya mereka mengalihkan bahaya itu kepada selain kalian.
Dengan kata lain, yang dapat melakukan hal itu hanyalah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki makhluk dan semua urusan.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 56

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan lain-lain, yang bersumber dari Ibnu Mas’ud bahwa ada segolongan manusia yang menyembah jin.
Kemudian Jin itu memeluk agama Islam, namun sebagian orang itu masih menyembah jin.
Maka Allah menurunkan ayat ini (al-Isra: 56) sebagai kecaman terhadap orang-orang yang menyembah sesuatu yang tidak berdaya menolong mereka.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 56 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 56 - Gambar 2
Statistik QS. 17:56
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
Sending
User Review
4.6 (20 votes)
Tags:

17:56, 17 56, 17-56, Surah Al Israa 56, Tafsir surat AlIsraa 56, Quran Al Isra 56, Al-Isra' 56, Surah Al Isra ayat 56

▪ Qs 17:56
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Ayat Lainnya

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 14 [QS. 53:14]

13-14. Dan sungguh, dia, yaitu Nabi Muhammad, telah melihatnya, yakni Jibril, dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain, yaitu di Sidratul Muntahà saat mikraj. … 53:14, 53 14, 53-14, Surah An Najm 14, Tafsir surat AnNajm 14, Quran An-Najm 14, Surah An Najm ayat 14

QS. Al Insaan (Manusia) – surah 76 ayat 30 [QS. 76:30]

30. Terkadang ada yang merasa memiliki kemampuan untuk mewujudkan kehendaknya, Allah menampik anggapan tersebut. Tetapi kamu tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, … 76:30, 76 30, 76-30, Surah Al Insaan 30, Tafsir surat AlInsaan 30, Quran Al Insan 30, Al-Insan 30, Surah Al Insan ayat 30

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

+

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #30

Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar? Al Khawarizmi Ibnu Batutah Ibnu Kholdun Ibnu Miskawaih Ibnu Sina Benar! Kurang

Pendidikan Agama Islam #1

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Ali ‘Imran ayat 173 An-Naml ayat 40 Al-Fatihah ayat

Pendidikan Agama Islam #24

Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu dengan … berbuat baik terhadap sesama melaksanakan larangan-Nya menjauhi

Instagram