QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 53 [QS. 17:53]

وَ قُلۡ لِّعِبَادِیۡ یَقُوۡلُوا الَّتِیۡ ہِیَ اَحۡسَنُ ؕ اِنَّ الشَّیۡطٰنَ یَنۡزَغُ بَیۡنَہُمۡ ؕ اِنَّ الشَّیۡطٰنَ کَانَ لِلۡاِنۡسَانِ عَدُوًّا مُّبِیۡنًا
Waqul li’ibaadii yaquuluullatii hiya ahsanu innasy-syaithaana yanzaghu bainahum innasy-syaithaana kaana lila-insaani ‘aduu-wan mubiinan;

Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku:
“Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).
Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
―QS. 17:53
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Keutamaan nabi Isa as.
17:53, 17 53, 17-53, Al Israa 53, AlIsraa 53, Al Isra 53, Al-Isra’ 53

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 53

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 53. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasulullah agar mengatakan kepada semua hamba-hamba Nya supaya mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik, pada saat berbicara dengan orang-orang musyrik dan lainnya, ataupun pada saat berdebat dengan mereka, yaitu dengan mempergunakan kata-kata yang kasar dan maki-maki atau menimbulkan kebencian, tetapi menggunakan kata-kata yang benar dan mengandung pelajaran yang baik.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
(Q.S. An-Nahl [16]: 125)

Diriwayatkan bahwa ayat ini turun mengenai diri Umar Ibnu Khatab, bahwa seseorang laki-laki memakinya, sehingga Umar mencacinya dan hampir saja membunuhnya, sehingga kemudian hampir saja terjadi huru hara, lalu turunlah ayat ini.

Dalam pada itu Allah subhanahu wa ta’ala memberikan alasan dari larangan Nya itu, bahwa setan itu bisa merusakkan suasana antara orang-orang yang Mukmin dun orang-orang musyrikin, dan menyebarkan bencana di antara mereka, sehingga perselisihan di kalangan mereka bisa menimbulkan pertentangan, bahkan perkelahian.
Dalam hal ini Rasulullah ﷺ pernah melarang seorang laki-laki muslim menudingnya dengan menggunakan sepotong besi, karena khawatir kalau-kalau setan melepaskan senjata dari tangannya lalu mengenai dan jatuhlah ke dalam lubang api neraka.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah, ia berkata:

Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah seorang di antara kamu mengacung-acungkan senjata kepada saudaranya, maka sesungguhnya ia tidak mengetahui, boleh jadi setan melepaskan senjata dari tangannya, sehingga dia akan masuk ke lembah siksaan neraka”.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia, yang sudah berlangsung lama.

Dalam ayat yang lain Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka”.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 17)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Katakan, wahai Muhammad, kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaknya mereka mengucapkan kata-kata yang paling baik ketika menghadapi orang-orang musyrik sehingga dapat melunakkan hati mereka.
Hendaknya juga mereka meninggalkan perkataan kasar yang dapat mengakibatkan kejahatan dan kerusakan.
Sesungguhnya setan selalu berusaha merusak hubungan antara orang-orang Mukmin dan orang-orang kafir.
Sebab setan adalah musuh abadi manusia yang sangat nyata.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku) yang beriman (“Hendaklah mereka mengucapkan) kepada orang-orang kafir kalimat (yang lebih baik.” Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan) yakni kerusakan (di antara mereka.

Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia) jelas permusuhannya.

Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat yang lebih baik itu ialah dijelaskan oleh firman selanjutnya, yaitu:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman supaya mereka mengucapkan kata-kata yang baik dalam percakapan mereka.
Karena jika mereka tidak melakukan demikian, maka setan akan menimpakan permusuhan, kerusakan dan perselisihan di antara mereka.
Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata permusuhannya bagi manusia.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada hamba dan Rasul-Nya —Nabi Muhammad ﷺ— agar memerintahkan kepada hamba-hamba Allah yang beriman, hendaklah mereka dalam khotbah dan pembicaraannya mengucapkan kata-kata yang terbaik dan kalimat yang menyenangkan.
Karena sesungguhnya jika mereka tidak melakukan hal mi, tentulah setan akan menimbulkan permusuhan di antara mereka dengan membakar emosi mereka, sehingga terjadilah pertengkaran dan peperangan serta keburukan.

Sesungguhnya setan adalah musuh Adam dan keturunannya sejak setan menolak bersujud kepada Adam dan menampakkan permusuhannya terhadap Adam.
Karena itulah maka Nabi ﷺ melarang seseorang mengacungkan senjatanya kepada saudara semuslimnya, karena dikha­watirkan setan akan merasuki tangannya, dan adakalanya senjatanya itu ditimpakan kepada saudaranya tanpa kesengajaan darinya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Ma’mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Jangan sekali-kali seseorang di antara kalian mengacungkan senjatanya terhadap saudaranya, karena sesungguhnya seseorang di antara kalian tidak akan mengetahui bila setan meng­ayunkan lengannya, sehingga terjerumuslah dia ke dalam lubang neraka.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya melalui hadis Abdur Razzaq.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Al-Hasan yang mengatakan bahwa seorang lelaki dari kalangan Bani Salit telah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah datang kepada Nabi ﷺ yang saat itu sedang berada di tengah-tengah sejumlah sahabatnya, Ia mendengar Nabi ﷺ bersabda: Orang muslim adalah saudara orang muslim, ia tidak boleh berbuat aniaya terhadapnya dan tidak boleh menghinanya.
Takwa itu adanya di sini.
Hammad mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda demikian seraya mengisyaratkan tangannya ke arah dadanya sendiri.
Dan tidaklah dua orang lelaki saling menyukai karena Allah, lalu keduanya dipisahkan kecuali hanya oleh pembicaraan yang diutarakan oleh salah seorangnya, sedangkan si pembica­ra itu membicarakan keburukan, si pembicara membicarakan keburukan, si pembicara membicarakan keburukan.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 53 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 53 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 53 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:53
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending







Pembahasan ▪ al israa 53 ▪ 17:53

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta