Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 52 [QS. 17:52]

یَوۡمَ یَدۡعُوۡکُمۡ فَتَسۡتَجِیۡبُوۡنَ بِحَمۡدِہٖ وَ تَظُنُّوۡنَ اِنۡ لَّبِثۡتُمۡ اِلَّا قَلِیۡلًا
Yauma yad’uukum fatastajiibuuna bihamdihi watazhunnuuna in labitstum ilaa qaliilaa;

yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam (di dalam kubur) kecuali sebentar saja.
―QS. 17:52
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Manusia dibangkitkan dari kubur ▪ Keutamaan nabi Isa as.
17:52, 17 52, 17-52, Al Israa 52, AlIsraa 52, Al Isra 52, Al-Isra’ 52

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 52

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 52. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa hari berbangkit itu adalah pada hari Allah subhanahu wa ta’ala memanggil manusia seluruhnya, lalu mereka akan mematuhi panggilan itu sambil memuji Nya.
Maksudnya ialah bahwa pada hari itu Allah dengan ke Maha Kuasaan Nya memanggil manusia seluruhnya, yaitu mereka bangkit dari kuburnya.
Dengan teriakan yang keras memuji kekuasaan Allah yang telah membangkitkan mereka sesuai dengan janji yang telah ditetapkan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan dengarkanlah (seruan) pada hari penyeru (malaikat) menyeru dari tempat yang dekat.
(Yaitu) pada hari mereka mendengar teriakan dengan sebenar-benarnya itulah hari keluar (dari kubur)”.

(Q.S.
Qaf: 41-42)

Diriwayatkan sebuah hadis marfu’ dari Anas beliau berkata: “Orang-orang yang mengucapkan: “La illaha illalah”,
tidaklah gentar menghadapi mati, menghadapi alam kubur, dan menghadapi hari Mahsyar.
Seolah-olah mereka telah keluar dari kuburnya dengan menyeka debu tanah dari kepala mereka, seraya berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan kesusahannya”.

Mereka pada saat berbangkit dari kubur itu mengira, bahwa mereka di dunia tidak lama, melainkan hanya sebentar saja.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia ) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(Q.S.
An Nazi’at: 46)

Al-Hasan memberi penjelasan, bahwa yang dimaksud dengan hari berbangkit itu dekat ialah: di hari berbangkit itu kamu merasa seolah-olah kamu pernah berada di dunia, (padahal kamu adalah sekian lama berada di dunia), dan tiba-tiba kamu sekarang telah berada di kampung akhirat dan dalam menjalani penyelesaian-penyelesaian.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hari tatkala Allah membangkitkan kalian dari kubur itu pasti datang.
Saat itu kalian akan dibangkitkan dalam keadaan memuji Tuhan atas kekuasaan-Nya yang sempurna.
Kalian menyangka bahwa kalian berada di dalam kubur hanya beberapa saat saja.
Saat itu, waktu yang panjang kalian rasakan pendek dibandingkan dengan masa ketika kalian akan menuju kematian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu pada hari Dia memanggil kalian) memanggil kalian dari alam kubur melalui lisan malaikat Israfil (lalu kalian mematuhi-Nya) menaati seruan-Nya dari alam kubur (sambil memuji-Nya) dengan seizin-Nya, dan menurut suatu pendapat dikatakan bahwa yang diucapkan itu adalah kalimat walahul hamdu, artinya bagi-Nya segala puji (dan kalian mengira, bahwa tiada lain) tidak lain (kalian tinggal) di dunia (kecuali sebentar saja) karena kalian sangat ngeri dan kaget melihat pemandangan pada hari itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pada hari ketika Pencipta kalian memanggil kalian untuk keluar dari kubur, lalu kalian memenuhi perintah Allah dan mematuhi-Nya.
Segala puji bagi-Nya dalam segala keadaan.
Kalian mengira (karena mencekamnya Hari Kiamat) bahwa kalian tidak berdiam di dunia kecuali sebentar saja, karena demikian lamanya kalian tinggal di akhirat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…yaitu pada hari Dia memanggil kalian.

Yakni di hari Tuhan menyeru kalian semua.
Dalam ayat lain disebutkan:

apabila Dia memanggil kalian sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kalian keluar (dari kubur).
(Ar Ruum:25)

Dengan kata lain, apabila Allah memerintahkan kepada kalian untuk kelu­ar dari kuburan, maka perintah-Nya itu tidak dapat ditentang dan tidak dapat ditolak, semua menaati-Nya.
Bahkan dalam ayat yang lain disebut­kan oleh firman-Nya:

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.
(Al Qamar:50)

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu’apabila Kami menghendaki, Kami hanya mengatakan kepadanya, “Jadilah! Maka jadilah ia.
(An Nahl:40)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta hidup kembali di permukaan bumi.
(An-Nazi’at: 13-14)

Yakni sesungguhnya menghidupkan kembali itu hanyalah dengan sekali perintah saja, maka dengan serta-merta mereka keluar dari perut bumi ke permukaannya.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

…yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kalian mematuhi­nya sambil memuji-Nya.

Artinya, kalian semua memenuhi seruan-Nya karena taat kepada perintah-Nya dan patuh kepada kehendak-Nya.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud adalah lalu kalian mematuhi perintah-Nya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ibnu Juraij.

Qatadah me­ngatakan bahwa kalian memenuhi perintah-Nya dengan sepengetahuan-Nya dan karena taat kepada-Nya.

Sebagian ulama tafsir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kalian mematuhi­nya sambil memuji-Nya.
Yakni bagi Allah segala puji dalam semua keadaan.

Di dalam hadis disebutkan:

Orang-orang’ yang biasa membaca kalimah ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ tidak akan merasa kesepian di dalam kuburnya.
Saya seakan-akan melihat ahli kalimah ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’ bangkit dari kuburan mereka seraya menepiskan debu dari kepalanya sambil membaca kalimat ‘Tidak ada Tuhan sela­in Allah’.
Menurut riwayat lain disebutkan bahwa mereka mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah mengilangkan dukacita dari kami.
(Faathir’:34)

Hal ini akan diterangkan dalam tafsir surat Fathir.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan kalian mengira.

Yaitu pada hari kalian dibangkitkan dari kubur kalian.

…bahwa kalian tidak berdiam.

Maksudnya, tidak berdiam di kampung dunia (termasuk dalam kubur).

…kecuali sebentar saja.

Makna ayat ini semisal dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain me­lalui firman-Nya:

Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari.
(An-Nazi’at: 46)

(Yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang yang berdosa dengan muka yang biru muram, mereka berbisik-bisik di antara mereka, “Kalian tidak berdiam (di dunia) hanyalah sepuluh (hari).” Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka, “Kalian tidak berdiam (di dunia) melainkan hanya sehari saja.” (Thaahaa:102-104)

Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa, “Mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)”.
Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan.
(dari kebenaran).
(Ar Ruum:55)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari,maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, “Kalian tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja kalau kalian sesungguhnya mengetahui.” ((Al Mu’minun:112-114)


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Al Israa (17) ayat 52 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Israa (17) ayat 52 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Israa (17) ayat 52 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.8
Ratingmu: 4.2 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-52









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta