QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 45 [QS. 17:45]

وَ اِذَا قَرَاۡتَ الۡقُرۡاٰنَ جَعَلۡنَا بَیۡنَکَ وَ بَیۡنَ الَّذِیۡنَ لَا یُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡاٰخِرَۃِ حِجَابًا مَّسۡتُوۡرًا
Wa-idzaa qara’tal quraana ja’alnaa bainaka wabainal-ladziina laa yu’minuuna bil-aakhirati hijaaban mastuuran;

Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,
―QS. 17:45
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Tugas-tugas malaikat
17:45, 17 45, 17-45, Al Israa 45, AlIsraa 45, Al Isra 45, Al-Isra’ 45

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 45

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 45. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa apabila Rasulullah ﷺ membacakan Alquran kepada kaum musyrikin dengan maksud agar mereka terbuka hatinya untuk menerima kebenaran yang terkandung di dalamnya, maka Allan subhanahu wa ta’ala mengadakan dinding yang tidak nampak yang menutupi antara Rasulullah dan kaum musyrikin yang tidak beriman kepada hari akhirat.

Yang dimaksud dengan dinding yang menutupi dan tidak tampak itu, ialah sesuatu yang menghalangi hati kaum musyrikin untuk memahami kandungan Alquran, sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dan petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam Alquran itu.
Yang demikian itu adalah sebagai akibat dari keingkaran mereka kepada hari berbangkit dan kepada hari pemutusan, dan akibat dari noda-noda kemusyrikan yang telah menyelubungi jiwa mereka.

Sebagai penjelasan lebih jauh tentang penafsiran ayat tersebut, dapatlah dikemukakan sebuah hadis:

Dinyatakan bahwa Rasulullah ﷺ apabila membaca Alquran berdirilah di sebelah kanannya dua orang-orang laki-laki, dan di sebelah kirinya dua orang laki-laki yang lain dari keturunan Qusai, mereka bertepuk tangan dan bersiul-siul serta mengacaukannya dengan mengucapkan syair-syair.

Untuk mendapatkan keterangan sebagai latar belakang dari turunnya ayat tersebut, perlulah diperhatikan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Sofyan, Nadar bin Al Haris, Abu Jahal dan orang-orang musyrik yang lain, duduk-duduk di sekitar Nabi dengan mendengarkan pembicaraannya, kemudian An Nadar berkata pada suatu hari: “Saya tidak mengetahui apa yang dikatakan Muhammad, kecuali saya melihat kedua bibirnya berkomat-kamit mengucapkan sesuatu.” Kemudian Abu Sofayn berkata: “sesungguhnya saya mengetahui bahwa sebagian dari apa yang dikatakannya itu adalah benar.” Abu Jahalpun berkata: “Dia gila.” Abu Lahab berkata: “Dia tukang tenung.” Dan Huwaitib bin Abdul ‘Uzza pun berkata: “Dia penyair.” Maka turunlah ayat ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Nabi, apabila kamu membaca Al Quran yang mengandung bukti-bukti kebenaran, maka Kami akan menjadikan di antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada hari kebangkitan dan pembalasan–ketika mereka ingin membunuhmu–sebuah hijab yang menutupi kamu dari mereka, sehingga mereka tidak melihatmu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan apabila kalian membaca Alquran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup rapat) artinya Kami menjadikan penutup yang rapat bagimu dari mereka sehingga mereka tidak dapat melihatmu.

Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang musyrik yang hendak membunuh Nabi ﷺ

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apabila kamu membaca al-Qur’an, lalu orang-orang musyrik mendengarnya, maka Kami adakan antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dinding penghalang yang menghalangi akal mereka dari memahami al-Qur’an, sebagai hukuman bagi mereka atas kekafiran dan pengingkaran mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad ﷺ:

Dan apabila kamu membaca.
hai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu akan Al-Qur’an, maka Kami jadikan dinding penghalang antara kamu dan mereka.

Menurut Qatadah dan Ibnu Zaid, yang dimaksud dengan hijaban masturan ialah berupa penutup yang menutupi hati mereka.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Mereka berkata, “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutup) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding.” (Q.S. Fushshilat [41]: 5)

yakni dinding yang menghalang-halangi apa yang kamu ucapkan untuk dapat sampai kepada kami.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…suatu dinding yang tertutup.

Mastur adalah bentuk maf’ul, tetapi bermakna fa’il, yakni satir (tertu­tup).
Perihalnya sama dengan lafaz maimun dan masy-um, yang pertama bermakna yamin, dan yang kedua bermakna sya-im karena berasal dari yumnun dan syu-mun.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimak­sud ialah yang tersembunyi dari pandangan mata, sehingga mata tidak dapat melihatnya.
Dan selain dari itu menjadi penghalang antara mereka dan hidayah.
Pendapat yang terakhir ini dipilih sebagai pendapat yang kuat oleh Ibnu Jarir.

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Musa Al-Harawi Ishaq ibnu Ibrahim, telah mencerita­kan kepada kami Sufyan, dari Al-Walid ibnu Kasir, dari Yazid ibnu Tadris, dari Asma binti Abu Bakar r.a.
yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan (yaitu firman-Nya): Binasalah kedua tangan Abu Lahab.
(Q.S. Al-Lahab [111]: 1) Datanglah Al-Aura ibnu Jamil (istri Abu Lahab) dengan membawa lesung seraya memaki-maki dan mengatakan, “Kami datang, atau kami menolak (Abu Musa ragu dalam kalimat ini), kami tidak mau mengikuti agamanya, kami tentang perintahnya.” Saat itu Rasulullah ﷺ sedang duduk bersa­ma Abu Bakar yang ada di sampingnya.
Lalu Abu bakar berkata kepada Nabi ﷺ, “Istri Abu Lahab datang, dan saya merasa khawatir bila ia melihat engkau,.” Maka Nabi ﷺ bersabda, “Dia tidak akan dapat melihat diriku.” Lalu Nabi ﷺ membaca ayat Al-Qur’an yang melindungi dirinya dari wanita itu.
Dan apabila kamu membaca Al-Qur’an, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehi­dupan akhirat suatu dinding yang tertutup.
(Q.S. Al Israa [17]: 45) Lalu Ummu Jamil tiba di tempat Abu Bakar sambil berdiri bertolak ping­gang, tetapi ia tidak melihat Nabi ﷺ Ia berkata, “Hai Abu Bakar, saya dengar temanmu menghinaku.” Abu Bakar r.a.
menjawab, “Tidak, beliau tidak menghinamu.” Maka Ummu Jamil pergi seraya berkata, “Semua orang Ouraisy mengetahui bahwa aku adalah anak perempuan pemimpin mereka.”


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Israa (17) Ayat 45

Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir yang bersumber dari Ibnu Syihab bahwa apabila Rasulullah ﷺ Membacakan Al-Qur’an kepada kaum musyrikin Quraisy dan mengajak mereka pada Al-Qur’an, mereka mempermainkan beliau dengan ucapan: “Hati kami tertutup untuk menerima ajakanmu, telinga kami tersumbat, dan antara kami dan kamu terdapat dinding pemisah.” Berkenaan dengan peristiwa tersebut, turun ayat ini (al-Israa’: 45) yang menegaskan bahwa kaum musyrikin yang seperti mereka akan tertutup hatinya dari petunjuk Allah.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 45 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 45 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 45 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 17:45
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.7
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di




Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta