Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 44 [QS. 17:44]

تُسَبِّحُ لَہُ السَّمٰوٰتُ السَّبۡعُ وَ الۡاَرۡضُ وَ مَنۡ فِیۡہِنَّ ؕ وَ اِنۡ مِّنۡ شَیۡءٍ اِلَّا یُسَبِّحُ بِحَمۡدِہٖ وَ لٰکِنۡ لَّا تَفۡقَہُوۡنَ تَسۡبِیۡحَہُمۡ ؕ اِنَّہٗ کَانَ حَلِیۡمًا غَفُوۡرًا
Tusabbihu lahus-samaawaatussab’u wal ardhu waman fiihinna wa-in min syai-in ilaa yusabbihu bihamdihi walakin laa tafqahuuna tasbiihahum innahu kaana haliiman ghafuuran;
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah.
Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka.
Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.
―QS. Al Israa [17]: 44

Daftar isi

The seven heavens and the earth and whatever is in them exalt Him.
And there is not a thing except that it exalts (Allah) by His praise, but you do not understand their (way of) exalting.
Indeed, He is ever Forbearing and Forgiving.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 44]

تُسَبِّحُ bertasbih

Glorify
لَهُ kepada-Nya

[to] Him
ٱلسَّمَٰوَٰتُ langit(jamak)

the seven heavens *[meaning includes next or prev. word]
ٱلسَّبْعُ tujuh

the seven heavens *[meaning includes next or prev. word]
وَٱلْأَرْضُ dan bumi

and the earth
وَمَن dan apa/siapa

and whatever
فِيهِنَّ didalamnya

(is) in them.
وَإِن dan tidak

And (there is) not
مِّن dari

any
شَىْءٍ sesuatu

thing
إِلَّا melainkan

except
يُسَبِّحُ bertasbih

glorifies
بِحَمْدِهِۦ dengan memuji-Nya

His Praise,
وَلَٰكِن akan tetapi

but
لَّا kamu tidak

not
تَفْقَهُونَ mengerti

you understand
تَسْبِيحَهُمْ tasbih mereka

their glorification.
إِنَّهُۥ sesungguhnya Dia

Indeed, He
كَانَ adalah

is
حَلِيمًا Maha Penyantun

Ever-Forbearing,
غَفُورًا Maha Pengampun

Oft-Forgiving."

Tafsir Quran

Surah Al Israa
17:44

Tafsir QS. Al Israa (17) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah ﷻ menjelaskan betapa luasnya kerajaan-Nya dan betapa tinggi kekuasaan-Nya.
Langit yang tujuh, bumi, dan semua makhluk yang ada di dalamnya bertasbih dan mengagungkan asma-Nya, serta me-nyaksikan bukti-bukti keesaan-Nya.

Tidak ada satu makhluk pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya.
Siapapun yang mau memperhatikan makhluk atau benda yang ada di sekelilingnya, tentu akan mengetahui bahwa baik makhluk hidup ataupun benda-benda mati seluruhnya tunduk dan takluk pada ketetapan atau ketentuan Allah yang tidak bisa dihindari.



Sebagai contoh adalah hukum gaya tarik (gravitasi).
Hukum ini berlaku umum dan mempengaruhi semua benda yang ada, apakah benda itu gas, barang cair, benda padat, ataupun makhluk hidup.

Semuanya terpengaruh hukum gaya tarik itu.
Hal ini menunjukkan bahwa hukum gaya tarik yang mempunyai kekuatan yang begitu besar pengaruhnya tidak mungkin terjadi secara kebetulan saja, melainkan ada yang menciptakan dan mengontrolnya setiap saat.

Penciptanya tentu Yang Mahaperkasa dan Mahakuasa, yaitu Allah ﷻ

Hukum gaya tarik ini cukup menjadi bukti bahwa semua benda dan makhluk yang ada di muka bumi ini tunduk dan takluk pada hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah.
Apabila seseorang ingin melepaskan diri dari pengaruh gaya tarik (gravitasi) bumi, ia harus mempergunakan ilmu pengetahuan yang dapat melepaskan dirinya dari gaya tarik itu.

Untuk menguasai ilmu itu, ia harus menguasai hukum aksi dan reaksi, yaitu aksi yang dapat mengatasi gaya tarik bumi itu, sehingga ia bisa melepaskan diri dari pengaruh kekuatannya.
Keberhasilan orang melepaskan diri dari gaya tarik bumi bukan berarti bahwa ia tidak tunduk pada hukum Allah, melainkan ia dapat melepaskan dirinya lantaran tunduk pada hukum alam yang lain.

Hal ini menunjukkan betapa luas kekuasaan Allah yang menciptakan hukum-hukum alam.
Itupun baru hukum-hukum alam yang telah diketahui manusia, belum lagi hukum-hukum alam yang lain yang masih belum diketahui manusia.

Khusus bagi manusia, makhluk yang berakal, karena terdiri dari jasmani dan rohani, maka jasmaninya tunduk kepada hukum-hukum alam tersebut, baik dikehendaki atau tidak.
Sedangkan rohaninya dituntut mengikuti bimbingan Allah yang disampaikan melalui wahyu kepada rasul-Nya.

Para ulama ahli ilmu kalam mengatakan bahwa Allah, Pencipta alam, adalah wajibul wujud (wajib ada-Nya), sedang makhluk-makhluk disebut mumkinat Al-wujud (yang mungkin adanya).
Al-Mumkinat ini dibagi menjadi berakal dan yang tidak berakal.
Makhluk yang berakal mengakui keesaan Allah karena mereka dapat memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit, di bumi, dan pada semua benda-benda yang ada pada keduanya.
Oleh karena itu, bibir manusia yang beriman selalu bertasbih memuji Allah.
Sedang makhluk yang tidak berakal tunduk kepada aḥkam kauniyyah (yaitu hukum-hukum alam yang diciptakan Allah yang berlaku terhadap benda-benda alam itu).
Mereka bertasbih memuji Allah dengan berperilaku sesuai dengan keadaan yang ditakdirkan bagi mereka masing-masing.

Allah lalu menjelaskan bahwa kaum musyrikin Mekah tidak mengetahui bahwa benda-benda alam dan semua makhluk yang ada bertasbih memuji-Nya, karena mereka tidak mau mengakui keesaan Allah.
Bahkan, mereka mengadakan tuhan-tuhan yang lain yang dipersekutukan dengan Allah.
Kaum musyrikin tidak mau melihat dan memikirkan ketundukan alam semesta dan segala benda-benda serta makhluk di bumi kepada hukum-hukum alam itu, sebagai pencerminan bagi tasbih mereka memuji Allah ﷻ

Melihat pada beberapa Surah Alquran (Al-Baqarah [2]: 29;
Al-An’am [6]: 125), maka langit terbagi dalam tujuh lapis.
Apabila kita asumsikan secara ilmiah bahwa kata
"langit"
di sini adalah atmosfer, langit yang paling dekat dengan bumi, dan bukan langit antariksa, maka ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia saat ini mengkonfirmasikannya.



Pembagian menjadi tujuh lapis didasarkan pada perbedaan kandungan kimia dan suhu udara yang berbeda-beda di tiap lapisan.
Ketujuh lapisan tersebut dinamakan Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Thermosfer, Exosfer, Ionosfer dan Magnetosfer.
Penyebutan tujuh lapis langit ini juga diungkapkan pada Surah Nuh [71]: 15 dan Al- Naba’ [78]: 12. Selanjutnya dalam Surah Fushshilat [41]: 11-12 dinyatakan bawa tiap lapis langit mempunyai urusannya sendiri-sendiri.
Hal ini dikonfirmasi ilmu pengetahuan, misalnya ada lapisan yang bertugas untuk membuat hujan, mencegah kerusakan akibat radiasi, memantulkan gelombang radio, sampai kepada lapisan yang mencegah agar meteor tidak merusak bumi.

Ayat ini secara simbolik menunjukkan bahwa tasbihnya benda-benda di alam secara fisik adalah kepatuhannya (secara sukarela) terhadap hukum Allah yang mengaturnya atau disebut juga dengan sunatullah.
Hukum Allah itu dikenal manusia sebagai hukum alam atau kaidah ilmu pengetahuan yang diketahui manusia (para ahli) dan berlaku pada semua makhluk termasuk manusia (secara fisik).



Adapun yang dimaksud dengan
"kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka"
adalah sebagian besar manusia tidak mengerti sunatullah atau hukum alam yang hanya dimengerti oleh para ahlinya.
Jadi hanya orang yang berakal budi dan berpengetahuanlah yang bisa mengerti hukum alam dan dengan demikian juga bisa mengerti akan tasbih dari benda-benda antara langit yang tujuh dan bumi semuanya.

Di akhir ayat, Allah ﷻ menegaskan bahwa sesungguhnya Dia Maha Penyantun.
Oleh karena itu, Dia tidak segera menurunkan azab atas kemusyrikan kaum musyrikin Mekah dan atas kelalaian mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah Yang Maha Pengampun.
Di antara sifat-sifat kemahapengampunan Allah ialah masih membuka pintu tobat selebar-lebarnya kepada siapa saja yang meminta ampunan-Nya.
Allah tidak akan menghukum mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan, jika bertobat dan menyesali perbuatan mereka dengan penyesalan yang sebenar-benarnya, betul-betul menghentikan kemusyrikan, kembali kepada agama tauhid, dan mengikuti bimbingan wahyu yang diturunkan kepada rasul-Nya.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 44. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Sesungguhnya langit yang tujuh, bumi, dan semua makhluk yang ada di dalamnya selalu menyucikan- Nya dan menjadi bukti–karena kecermatan ciptaan-Nya itu–bahwa kerajaan Allah amatlah sempurna, jauh dari segala kekurangan dan bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya.
Semua makhluk yang ada di kerajaan-Nya yang luas itu, tanpa terkecuali, selalu menyucikan dan memuji-Nya.


Akan tetapi orang-orang kafir tidak memahami bukti-bukti ini karena kalbu mereka telah lengah.
Allah Maha Penyantun terhadap mereka lagi Maha Pengampun bagi orang yang bertobat sehingga tidak menyegerakan hukuman.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Tujuh langit dan bumi berikut semua makhluk yang berada di dalamnya, dan segala sesuatu yang ada ini mensucikan Allah yang diiringi dengan sanjungan dan pujian kepada-Nya.
Tetapi kalian, wahai manusia, tidak menyadari hal itu.


Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun kepada para hamba-Nya, tidak menyegerakan hukuman kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, lagi Maha Pengampun kepada mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Bertasbih kepada-Nya) memahasucikan-Nya


(langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya.
Dan tak ada) tiada


(suatu pun) di antara semua makhluk


(melainkan bertasbih) seraya


(memuji kepada-Nya) artinya mereka selalu mengucapkan kalimat subhaanallaah wa bihamdihi


(tetapi kalian tidak mengerti) tidak memahami


(tasbih mereka) karena hal itu dilakukan bukan memakai bahasa kalian.


(Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun) karena itu Dia tidak menyegerakan azab-Nya kepada kalian, bila kalian berbuat durhaka.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada Rasul-Nya, Nabi Muhammad ﷺ:

Dan apabila kamu membaca.
hai Muhammad, kepada orang-orang musyrik itu akan Alquran, maka Kami jadikan dinding penghalang antara kamu dan mereka.


Menurut Qatadah dan Ibnu Zaid, yang dimaksud dengan hijaban masturan ialah berupa penutup yang menutupi hati mereka.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Mereka berkata,
"Hati kami berada dalam tutupan (yang menutup) apa yang kamu seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding."
(QS. Fushshilat [41]: 5)

yakni dinding yang menghalang-halangi apa yang kamu ucapkan untuk dapat sampai kepada kami.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…suatu dinding yang tertutup.

Mastur adalah bentuk maf’ul, tetapi bermakna fa’il, yakni satir (tertutup).
Perihalnya sama dengan lafaz maimun dan masy-um, yang pertama bermakna yamin, dan yang kedua bermakna sya-im karena berasal dari yumnun dan syu-mun.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah yang tersembunyi dari pandangan mata, sehingga mata tidak dapat melihatnya.
Dan selain dari itu menjadi penghalang antara mereka dan hidayah.
Pendapat yang terakhir ini dipilih sebagai pendapat yang kuat oleh Ibnu Jarir.

Al-Hafiz Abu Ya’la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Musa Al-Harawi Ishaq ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Al-Walid ibnu Kasir, dari Yazid ibnu Tadris, dari Asma binti Abu Bakar r.a. yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan (yaitu firman-Nya):
Binasalah kedua tangan Abu Lahab.
(QS. Al-Lahab [111]: 1)
Datanglah Al-Aura ibnu Jamil (istri Abu Lahab) dengan membawa lesung seraya memaki-maki dan mengatakan,
"Kami datang, atau kami menolak (Abu Musa ragu dalam kalimat ini), kami tidak mau mengikuti agamanya, kami tentang perintahnya."
Saat itu Rasulullah ﷺ sedang duduk bersama Abu Bakar yang ada di sampingnya.
Lalu Abu bakar berkata kepada Nabi ﷺ,
"Istri Abu Lahab datang, dan saya merasa khawatir bila ia melihat engkau,."
Maka Nabi ﷺ bersabda,
"Dia tidak akan dapat melihat diriku."
Lalu Nabi ﷺ membaca ayat Alquran yang melindungi dirinya dari wanita itu.
Dan apabila kamu membaca Alquran, niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding yang tertutup.
(QS. Al Israa [17]: 45)
Lalu Ummu Jamil tiba di tempat Abu Bakar sambil berdiri bertolak pinggang, tetapi ia tidak melihat Nabi ﷺ Ia berkata,
"Hai Abu Bakar, saya dengar temanmu menghinaku."
Abu Bakar r.a. menjawab,
"Tidak, beliau tidak menghinamu."
Maka Ummu Jamil pergi seraya berkata,
"Semua orang Ouraisy mengetahui bahwa aku adalah anak perempuan pemimpin mereka."

Kata Pilihan Dalam Surah Al Israa (17) Ayat 44

TASBIH
تَسْبِيح

Lafaz tasbih adalah bentuk masdar dari kata kerja sabbaha.

Ar Razi berkata,
"Maknanya ialah at tanzih (menyucikan) yaitu menyucikan Allah.
Asalnya jalan cepat dalam beribadah kepada Allah dan hal itu dijadikan untuk perbuatan kebaikan sebagaimana dijadikan untuk menjauhkan dari kejahatan.

Ada yang mengatakan maknanya semoga Allah menjauhkannya dan at tasbih dalam bentuk umum dalam ibadah, baik perkataan, perbuatan dan niat."

Lafaz ini disebut sekali dalam Al Qur’an dikaitkan dengan dhamir hu yaitu dalam surah An Nuur (24), ayat 41 dan disebut sekali yang digandengkan dengan dhamir hum yaitu pada surah Al Israa (17), ayat 44.

Ibnu Katsir berkata,
"Segala sesuatu diberi petunjuk kepadanya jalan dan caranya beribadah kepada Allah, termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan benda.
Setiap dari mereka berlainan bahasa dalam bertasbih atau cara menyucikan Allah sebagaimana dalam hadits Sahih Bukhari dari Ibnu Mas’ud, dia berkata,
"Kami mendengar tasbih atau cara menyucikan dan ibadah makanan sedangkan ia dimakan."

Para ulama berbeda pendapat cara bertasbih selain dari manusia.
Ada yang berpendapat maksud tasbih mereka adalah tasbih dilaalah yaitu setiap yang diciptakan bersaksi kepada dirinya, Allah adalah pencipta dan berkuasa.
Ada juga yang berpendapat tasbih mereka adalah hakikat, dimana setiap sesuatu secara umumnya bertasbih dengan cara yang tidak didengar oleh manusia dan tidak pula difahami.

Kesimpulannya, lafaz tasbih dalam surah Al Israa mencakup segala sesuatu kecuali manusia.
Dalam surah An Nuur, ia termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda dan sebagainya.
Cara manusia bertasbih sebagaimana kita ketahui antaranya adalah shalat, sedangkan cara makhluk selain daripada manusia tidak diketahui oleh manusia.

Ism fa’ilnya adalah musabbih dan jamaknya musabbihuun atau musabbihiin. Lafaz ini disebut dua kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ash Shaffaat (37), ayat 166 dan 143. Ayat 143 bercerita mengenai Nabi Yunus.

Ar Raghib berkata.
Ia bermakna a mushalluun atau orang yang shalat."

Asy Syawkani berpendapat, ia bermaksud orang yang berzikir kepada Allah atau orang yang shalat"

Dalam ayat 166 bercerita mengenai malaikat dan menurut Asy Syawkani, maksudnya menyucikan dan mentaqdiskan Allah kepada apa yang disandarkan orang musyrik kepadanya.
Sedangkan makna kata malaikat dengan lafaz al-musabbihun mencakup bertasbih dengan lisan dan shalat.
Ini adalah sifat-sifat para malaikat dan mereka bukanlah seperti apa yang didakwa dan disifatkan orang kafir.
Sebagai anak-anak perempuan Allah.

Dalam Tafsir Al Jalalayn, lafaz al musabbihiin bermakna termasuk orang yang berzikir dengan banyak menyebut nama Allah ketika ia berada di dalam perut ikan (Al• Hut) La ilaha ilia anta subhanaka inni kuntu minadzh dzhaalimin Sedangkan lafaz al musabbihuun bermakna yang menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagi Nya.

Kesimpulannya, lafaz al-musabbihiin bermakna orang yang berzikir dan shalat.
Kata al-musabbihuun dalam ayat itu bermakna para malaikat yang selalu bertasbih dan menyucikan Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:120

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
▪ Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio Murottal

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 44 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 44 - Gambar 2
Statistik QS. 17:44
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.2 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

17:44, 17 44, 17-44, Surah Al Israa 44, Tafsir surat AlIsraa 44, Quran Al Isra 44, Al-Isra' 44, Surah Al Isra ayat 44

Video Surah

17:44


Load More

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 • Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 • Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid Uluhiyyah • Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Ar Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 • Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun.
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
QS. Al-Qasas [28]: 50

Seseorang tidak akan dapat mengetahui banyaknya nikmat besar yang Allah sediakan & simpan untuk mereka,
yang dapat menyedapkan pandangan mereka,
sebagai balasan atas ketaatan & perbuatan yang mereka lakukan.
QS. As-Sajdah [32]: 17

Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar kesanggupannya. Dan bila kamu berkata, hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah.
Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu
QS. Al-An’am [6]: 152

Ya Tuhan kami sungguh kami mendengar (seruan) kepada iman (yaitu):
“Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”,
maka kamipun beriman. Ya Tuhan, ampuni dosa kami & hapuskan kesalahan kami, dan wafatkan kami beserta orang-orang yang banyak berbakti
QS. Ali ‘Imran [3]: 193

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Correct! Wrong!

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Correct! Wrong!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Correct! Wrong!

+

Array

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Kamus Istilah Islam

Mesir

Di mana itu Mesir? Mesir, nama resmi Republik Arab Mesir adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan sebagai negara maju di Afrika....

Al Muqsith

Apa itu Al Muqsith? Allah itu Al-Muqsith ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Memberi Keadilan. Allah itu Maha Adil, sehingga Dia akan memberikan keadilan bagi siapa saja yang memang pantas untuk m...

mardud

Apa itu mardud? mar.dud ditolak karena diragukan kebenarannya ; ditolak karena kemusyrikan … •