Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 4 [QS. 17:4]

وَ قَضَیۡنَاۤ اِلٰی بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ فِی الۡکِتٰبِ لَتُفۡسِدُنَّ فِی الۡاَرۡضِ مَرَّتَیۡنِ وَ لَتَعۡلُنَّ عُلُوًّا کَبِیۡرًا
Waqadhainaa ila banii-isra-iila fiil kitaabi latufsidunna fiil ardhi marrataini walata’lunna ‘uluu-wan kabiiran;

Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu:
“Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”.
―QS. 17:4
Topik ▪ Al Qur’an menerangkan segala sesuatu
17:4, 17 4, 17-4, Al Israa 4, AlIsraa 4, Al Isra 4, Al-Isra’ 4

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan dalam ayat ini, bahwa Dia telah mewahyukan kepada Musa as dengan menurunkan kitab Taurat, bahwa Bani Israil akan membuat keonaran di muka bumi dua kali, yakni di bumi Palestina, sehingga Allah menggerakkan musuh-musuh mereka untuk membunuh, merampas dan menghancurkan negeri mereka.

Sesudah mereka tobat, Allah subhanahu wa ta’ala melepaskan mereka dan kesengsaraan ini, Allah mengembalikan kerajaan mereka, menganugerahi mereka kekayaan dan kekuatan, baik kekuatan dalam bidang harta benda maupun kekuatan dalam bidang keturunan dan pertahanan negara.

Akan tetapi mereka kembali membuat keonaran lagi, maka Allah subhanahu wa ta’ala mengerahkan kembali musuh-musuh mereka, untuk menghancurkan mereka.
Ini sebagai azab di dunia dan di akhirat kelak mereka akan mendapat azab neraka Jahanam.
Pembangkangan mereka ialah:

Pertama:
Tidak mengindahkan kitab Taurat, mengubah isinya serta membunuh Nabi-nabi yang diutus kepada mereka seperti Nabi Sya’ya dan menawan Irmea di kala ia mengingatkan mereka akan kemurkaan Allah.

Kedua:
Kekejian mereka membunuh Zakaria dan Yahya serta usaha mereka untuk membunuh Nabi Isa as.
Sesudah itu Allah menyebutkan sikap mereka pada saat melakukan pembangkangan-pembangkangan itu, yaitu mereka melakukannya dengan menyombongkan diri dengan penuh keangkuhan, yang menunjukkan bahwa kejahatan-kejahatan yang mereka lakukan itu telah melampaui batas-batas kemanusiaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami laksanakan ketetapan Kami terhadap Bani Israil yang telah Kami catat dalam al-Lawh al-Mahfuzh, bahwa mereka akan membuat kerusakan di Bayt al-Maqdis sebanyak dua kali.
Masing-masing ditandai dengan tersebarnya kezaliman, ditinggalkannya hukum-hukum Tawrat, dibunuhnya para nabi dan saling membantu dalam kejahatan.
Allah akan memperluas kekuasaan kalian yang membuat kalian semakin sombong dan zalim.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan telah Kami tetapkan) telah Kami wahyukan (terhadap Bani Israel dalam kitab itu) yaitu kitab Taurat (“Sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini) di negeri Syam dengan perbuatan-perbuatan maksiat (dua kali dan pasti kalian akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar) kalian akan menimbulkan kelaliman yang besar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami kabarkan kepada Bani Israil dalam Taurat yang diturunkan kepada mereka bahwa mereka akan membuat kerusakan dua kali di Baitul Maqdis dan sekitarnya, dengan kezhaliman, membunuh para Nabi, takabbur, melampaui batas dan permusuhan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Tafsir ayat ini tidak diterangkan secara terpisah pada kitab aslinya.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Al Israa (17) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Israa (17) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Israa (17) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.8
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-4







Pembahasan ▪ Surat 17 ayat 4 ▪ al quran surat 17 ayat 4 ▪ alquran 4 17 ▪ takwil mimpi surat alisro 4

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta