Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 37 [QS. 17:37]

وَ لَا تَمۡشِ فِی الۡاَرۡضِ مَرَحًا ۚ اِنَّکَ لَنۡ تَخۡرِقَ الۡاَرۡضَ وَ لَنۡ تَبۡلُغَ الۡجِبَالَ طُوۡلًا
Walaa tamsyi fiil ardhi marahan innaka lan takhriqal ardha walan tablughal jibaala thuulaa;
Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.
―QS. Al Israa [17]: 37

Daftar isi

And do not walk upon the earth exultantly.
Indeed, you will never tear the earth (apart), and you will never reach the mountains in height.
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 37]

وَلَا dan jangan

And (do) not
تَمْشِ kamu berjalan

walk
فِى di

in
ٱلْأَرْضِ muka bumi ini

the earth
مَرَحًا sombong

(with) insolence.
إِنَّكَ sesungguhnya kamu

Indeed, you
لَن kamu tidak

will never
تَخْرِقَ dapat menembus

tear
ٱلْأَرْضَ bumi

the earth
وَلَن dan kamu tidak akan

and will never
تَبْلُغَ sampai

reach
ٱلْجِبَالَ gunung

the mountains
طُولًا panjang/tinggi

(in) height.

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:37

Tafsir QS. Al Israa (17) : 37. Oleh Kementrian Agama RI


Allah melarang kaum Muslimin berjalan di muka bumi dengan sombong.
Berjalan dengan sombong di muka bumi bukanlah sikap yang wajar, karena bagaimanapun kerasnya derap kaki yang dihentakkan di atas bumi, tidak akan menembus permukaannya dan bagaimanapun juga tingginya ia mengangkat kepalanya, tidaklah dapat melampaui tinggi gunung.

Bahkan ditinjau dari segi ilmu jiwa, orang yang biasa berjalan dengan penuh kesombongan, berarti dalam jiwanya terdapat kelemahan.
Ia merasa rendah diri, sehingga untuk menutupi kelemahan dirinya, ia berjalan dengan sombong dan berlagak dengan maksud menarik perhatian orang lain.


Allah ﷻ menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan menyamai tinggi gunung.
Hal ini bertujuan agar kaum Muslimin menyadari kelemahan-kelemahan yang terdapat pada diri mereka, bersikap rendah hati, dan tidak bersikap takabur.

Sebab, sebagai manusia yang memiliki kemampuan terbatas, mereka tidak akan sanggup mencapai sesuatu di luar kemampuan dirinya.


Di dalam ayat ini terdapat juga celaan bagi orang-orang musyrik yang suka bermegah-megah, menyombongkan diri karena harta kekayaan dan menghambur-hamburkannya, suka bermabuk-mabukan dan berzina.

Tafsir QS. Al Israa (17) : 37. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong dan merasa paling besar.
Karena sungguh meskipun kamu melakukan kesombongan itu, sekeras-kerasnya hentakan kakimu tetap tidak akan bisa menembus bumi.


Demikian pula, kendatipun kamu tinggikan dirimu tanda kesombongan, ketinggianmu itu tetap tidak akan sampai menyejajari tingginya puncak gunung.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan congkak lagi sombong;
karena kamu tidak akan dapat menembus bumi dengan berjalanmu di permukaannya dengan sifat demikian, dan kamu tidak akan sampai setinggi gunung dengan kecongkakan, bermegah-megahan, dan kesombonganmu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong) artinya berjalan dengan sombong dan takabur


(karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi) melubanginya hingga sampai batas akhir bumi dengan ketakaburanmu itu


(dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung) maknanya bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat mencapai hal tersebut, mengapa kamu bersikap sombong?

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala melarang hamba-hamba-Nya bersikap angkuh dan sombong dalam berjalan.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan som­bong.

Yakni dengan langkah-langkah yang angkuh seperti langkahnya orang-orang ‘yang sewenang-wenang.

…karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi.

Maksudnya, dengan langkahmu yang demikian itu kamu tidak akan dapat menembus bumi, menurut Ibnu Jarir.


Ibnu Jarir menafsirkan demikian berdasarkan syahid dari ucapan seorang penyair (yaitu Ru-bah ibnul Ajjaj):

dan suatu tempat yang jauh di daerah pedalaman, tiada suatu jalan pun padanya yang dapat di tempuh.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

…dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

Yakni dengan langkahmu yang angkuh dan sifatmu yang besar diri itu kamu tidak akan sampai setinggi gunung, bahkan orang yang berlaku demikian akan mendapat balasan yang sebaliknya.
Seperti yang disebut­kan di dalam hadis sahih:

Dahulu kala di kalangan orang-orang sebelum kalian terdapat seorang lelaki yang sedang berjalan dengan langkah-langkah yang angkuh seraya memakai dua lapis baju burdahnya, tiba-tiba ia ditelan oleh bumi, dan ia amblas ke dalam bumi sampai hari kiamat.

Demikian pula dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala tentang Qarun, bahwa pada suatu hari Qarun pergi menemui kaumnya dengan memakai semua per­hiasan kebesarannya lalu Allah subhanahu wa ta’ala membenamkan Qarun dan rumah­nya serta harta bendanya ke dalam bumi.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Barang siapa yang berendah diri karena Allah.
Allah pasti meninggikannya, sedangkan dia merasa hina di matanya sendiri dan besar di mata orang lain.
Dan barang siapa yang sombong, maka Allah akan merendahkannya, sedangkan dia merasa be­sar diri menurut dirinya, tetapi hina di mata orang lain, sehing­ga ia lebih dibenci oleh mereka daripada anjing dan babi.

Abu Bakar ibnu Abud Dunia di dalam kitabnya yang berjudul Al-Khumul wat Tawadu‘ mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim ibnu Kasir, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Muham­mad, dari Abu Bakar Al-Huzali yang mengatakan,
"Ketika kami sedang bersama Al-Hasan, tiba-tiba lewatlah di hadapannya Ibnul Ahtam (yang dimaksud ialah Al-Mansur) dengan memakai jubah kain sutera yang sebagiannya dilapiskan pada sebagian yang lain, lalu bagian tengah jubahnya itu dibelah.
Dia berjalan dengan langkah yang angkuh.
Saat itu Al-Hasan memandangnya dengan pandangan yang tajam, lalu berkatalah ia, ‘Sombong benar orang ini, dia melangkah dengan langkah yang angkuh dan memalingkan mukanya seraya memandang ke arah dirinya.
Orang, bodoh macam apakah orang yang memandangi dirinya memakai pakaian yang tidak pernah disyukurinya, yang dipakai bukan berdasarkan perintah dari Allah, dan yang tidak pernah menunaikan hak Allah yang ada padanya.
Demi Allah, jika seseorang dari mereka berjalan seperti cara jalan orang ini, maka dia bagaikan orang gila yang sedang berjalan, tiap anggota tubuhnya merasa enak, tetapi setan yang ada padanya mendapat laknat’."
Ibnul Ahtam mendengar apa yang dikatakan oleh Al-Hasan itu, maka ia melangkah mundur dan meminta maaf kepada Al-Hasan.
Al-Hasan berkata,
"Janganlah kamu meminta maaf kepadaku, tetapi bertobatlah kepada Tuhanmu.
Tidakkah kamu pernah mendengar firman Allah subhanahu wa ta’ala yang mengatakan:
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan som­bong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
(QS. Al Israa [17]: 37)

Al-Bukhturi (seorang ahli ibadah) pernah melihat seorang lelaki dari kala­ngan keluarga Ali yang sedang berjalan dengan langkah-langkah yang angkuh.
Maka Al-Bukhturi berkata kepadanya,
"Hai kamu, sesungguhnya orang yang menjadikanmu terhormat karenanya (maksudnya Ali r.a.) bukan seperti kamu cara jalannya."
Maka sejak saat itu lelaki tersebut meninggalkan cara jalan seperti itu.

Ibnu Umar pernah melihat seorang lelaki berjalan dengan langkah yang angkuh, maka Ibnu Umar berkata,
"Sesungguhnya setan itu mem­punyai teman."

Khalid ibnu Ma’dan pernah mengatakan,
"Tinggalkanlah oleh kalian bersikap sombong dalam berjalan, karena sesungguhnya kaki itu merupa­kan tangan bagi seluruh tubuhnya."

Kedua asar di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abud Dunia.
Ia mengata­kan pula:


telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnu Hisyam Al-Bazzar, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, dari Yahya, dari Sa’id, dari Muhsin yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Apabila umatku berjalan dengan langkah yang congkak dan mereka dilayani oleh orang-orang Persia dan Romawi, maka sebagian dari mereka akan menguasai sebagian yang lainnya.

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 37 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 37 - Gambar 2
Statistik QS. 17:37
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.3 (15 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

17:37, 17 37, 17-37, Surah Al Israa 37, Tafsir surat AlIsraa 37, Quran Al Isra 37, Al-Isra' 37, Surah Al Isra ayat 37

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Demi (angin) yang terbangkan debu dengan kuat.
dan awan yang mengandung hujan,
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
dan (malaikat) yang membagi-bagi urusan,
sesungguhnya yang dijanjikan kepadamu pasti benar, dan (hari) pembalasan pasti terjadi
QS. Az-Zariyat [51]: 1-6

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
QS. Az-Zariyat [51]: 10

Sesungguhnya manusia suka melampaui batas & sombong di hadapan Tuhannya,
karena ia memandang dirinya memiliki kekayaan & harta.
QS. Al-‘Alaq [96]: 6-7

Pada hari dinampakkan segala rahasia,
maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun & tidak (pula) seorang penolong.

QS. At-Tariq [86]: 9-10

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan ...

Benar! Kurang tepat!

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya ...

Benar! Kurang tepat!

+

Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmu yang bermanfaat adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Kuis Agama Islam #31
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Kuis Agama Islam #31 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Kuis Agama Islam #31 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Kamus

Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar

Siapa itu Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar? Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar (bahasa Arab: القاسم بن محمد بن أبي بكر‎, wafat k. 106 H/724-725 M) adalah seorang ulama dari g...

Bani Tamim

Siapa itu Bani Tamim? Banu Tamim (bahasa Arab: بنو تميم‎‎) atau Bani Tamim adalah salah satu kabilah Arab terbesar dan paling luas penyebarannya di Semenanjung Arab, pantai Mediterania timu...

Subhanallah

Apa itu Subhanallah? Subhanallah (bahasa Arab: سبحان الله) adalah frasa dalam bahasa Arab yang sering diterjemahkan menjadi
“Maha suci Allah”. Subhanallah merupakan kalimat tasbi...