Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 24 [QS. 17:24]

وَ اخۡفِضۡ لَہُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحۡمَۃِ وَ قُلۡ رَّبِّ ارۡحَمۡہُمَا کَمَا رَبَّیٰنِیۡ صَغِیۡرًا
Waakhfidh lahumaa janaahadz-dzulli minarrahmati waqul rabbiirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiran;
Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah,
“Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.”
―QS. Al Israa [17]: 24

Daftar isi

And lower to them the wing of humility out of mercy and say,
"My Lord, have mercy upon them as they brought me up (when I was) small."
― Chapter 17. Surah Al Israa [verse 24]

وَٱخْفِضْ dan turunkan/rendahkan

And lower
لَهُمَا terhadap keduanya

to them
جَنَاحَ sayap (dirimu)

(the) wing
ٱلذُّلِّ rendah diri

(of) humility
مِنَ dari/dengan

(out) of
ٱلرَّحْمَةِ kasih-sayang

[the] mercy
وَقُل dan ucapkanlah

and say,
رَّبِّ (wahai) Tuhanku

"My Lord!
ٱرْحَمْهُمَا kasihanilah keduanya

Have mercy on both of them
كَمَا sebagaimana

as
رَبَّيَانِى keduanya memeliharaku

they brought me up
صَغِيرًا waktu kecil

(when I was) small."

Tafsir

Alquran

Surah Al Israa
17:24

Tafsir QS. Al Israa (17) : 24. Oleh Kementrian Agama RI


Kemudian Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum Muslimin agar bersikap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada kedua orang tua.
Yang dimaksud dengan sikap rendah hati dalam ayat ini ialah menaati apa yang mereka perintahkan selama perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan agama.

Taat anak kepada kedua orang tua merupakan tanda kasih sayang dan hormatnya kepada mereka, terutama pada saat keduanya sangat memerlukan pertolongan anaknya.
Ditegaskan bahwa sikap rendah hati itu haruslah dilakukan dengan penuh kasih sayang, tidak dibuat-buat untuk sekadar menutupi celaan atau menghindari rasa malu pada orang lain.

Sikap rendah hati itu hendaknya betul-betul dilakukan karena kesadaran yang timbul dari hati nurani.
Di akhir ayat, Allah ﷻ memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk mendoakan kedua ibu bapak mereka, agar diberi limpahan kasih sayang Allah sebagai imbalan dari kasih sayang keduanya dalam mendidik mereka ketika masih kanak-kanak.

Ada beberapa hadis Nabi ﷺ yang memerintahkan agar kaum Muslimin berbakti kepada kedua ibu bapaknya:
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar bahwa sesungguhnya telah datang seorang laki-laki kepada Nabi ﷺ meminta izin kepadanya, agar diperbolehkan ikut berperang bersamanya, lalu Nabi bersabda,
"Apakah kedua orang tuamu masih hidup?"
Orang laki-laki itu menjawab,
"Ya."
Nabi bersabda,
"Maka berjihadlah kamu dengan berbakti kepada kedua orang tuamu.
"
(Riwayat Muslim dan Bukhari dalam bab al-Riwayat Muslim dan lainnya dari Abu Hurairah) Saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
"Amal yang manakah yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya?"
Rasulullah menjawab,
"Melakukan salat pada waktunya.
"
Saya bertanya,
"Kemudian amal yang mana lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Berbuat baik kepada kedua ibu bapak."
(Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud) Di dalam ayat yang ditafsirkan di atas tidak diterangkan siapakah yang harus didahulukan mendapat bakti antara kedua ibu bapak.

Akan tetapi, dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa berbakti kepada ibu didahulukan daripada kepada bapak, seperti diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ ditanya,
"Siapakah yang paling berhak mendapat perlakuan yang paling baik dariku?"
Rasulullah menjawab,
"Ibumu."
Orang itu bertanya,
"Siapa lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Ibumu."
Orang itu bertanya,
"Siapa lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Ibumu."
Orang itu bertanya,
"Siapa lagi?"
Rasulullah menjawab,
"Bapakmu."
(Riwayat Bukhari dan Muslim) Berbakti kepada kedua orang tua, tidak cukup dilakukan pada saat mereka masih hidup, akan tetapi terus berlanjut meskipun keduanya sudah meninggal dunia.
Adapun tata caranya disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah:
Bahwa Rasulullah ﷺ ditanya,
"Masih adakah kebaktian kepada kedua orang tuaku, setelah mereka meninggal dunia?"
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Ya, masih ada empat perkara, mendoakan ibu bapak itu kepada Allah, memintakan ampun bagi mereka, menunaikan janji mereka, dan meng-hormati teman-teman mereka serta menghubungkan tali persaudaraan dengan orang-orang yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan kamu kecuali dari pihak mereka.
Maka inilah kebaktian yang masih tinggal yang harus kamu tunaikan, sebagai kebaktian kepada mereka setelah mereka meninggal dunia."
(Riwayat Ibnu Majah dari Abu Usaid)

Tafsir QS. Al Israa (17) : 24. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Berlemah-lembutlah kepada keduanya, bersikap rendah dirilah di depan keduanya dan kasih sayangilah keduanya.
Berdoalah untuk mereka,
"Ya Tuhanku, kasihilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mengasihiku ketika mendidikku di waktu kecil. "

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Jadilah kamu sebagai orang yang merendahkan diri dan tawadhu kepada ibu dan ayahmu karena belas kasih kepada keduanya.
Mohonlah kepada Rabb-mu agar merahmati keduanya dengan rahmat-Nya yang luas, baik semasa masih hidup maupun sesudah mati, sebagaimana keduanya bersabar dalam merawatmu semasa kecil, yang lemah daya dan kekuatan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua) artinya berlaku sopanlah kamu terhadap keduanya


(dengan penuh kesayangan) dengan sikap lemah lembutmu kepada keduanya


(dan ucapkanlah,
"Wahai Rabbku! Kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana) keduanya mengasihaniku sewaktu


(mereka berdua mendidik aku waktu kecil.").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.

Yakni berendah dirilah kamu dalam menghadapi keduanya.

…dan ucapkanlah,
"Wahai Tuhanku, kasihilah mereka kedua­nya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil."


Maksudnya, berendah diriiah kepada keduanya di saat keduanya telah berusia lanjut, dan doakanlah keduanya dengan doa ini bilamana keduanya telah meninggal dunia.


Ibnu Abbas mengatakan bahwa kemudian Allah menurunkan firman-Nya:

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik.
(QS. At-Taubah [9]: 113), hingga akhir ayat.

Hadishadis yang menyebutkan tentang berbakti kepada kedua orang tua cukup banyak, antara lain ialah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur dari Anas dan lain-lainnya yang mengatakan bahwa pada suatu hari Nabi ﷺ naik ke atas mimbar, kemudian beliau mengucapkan kalimat Amin sebanyak tiga kali.
Maka ketika ditanyakan,
"Wahai Rasulullah, apakah yang engkau aminkan?"
Maka Nabi ﷺ menjawab:

Jibril datang kepadaku, lalu mengatakan,
"Hai Muhammad, terhinalah seorang lelaki yang namamu disebut di hadapannya, lalu ia tidak membaca salawat untukmu.
Ucapkanlah ‘Amin’."
Maka saya mengucapkan Amin lalu Jibril berkata lagi,
"Terhinalah seorang lelaki yang memasuki bulan Ramadan, lalu ia keluar dari bulan Ramadan dalam keadaan masih belum beroleh ampunan baginya.
Katakanlah, ‘Amin’."
Maka aku ucapkan Amin.
Jibril melanjutkan perkataannya,
"Terhinalah seorang lelaki yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah seorangnya, lalu keduanya tidak dapat memasukkannya ke surga.
Katakanlah, ‘Amin’."
Maka aku ucapkan Amin.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Zurarah ibnu Aufa, dari Malik ibnul Haris, dari seorang lelaki yang tidak disebutkan .namanya, bahwa ia pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda:
Barang siapa yang menjamin makan dan minum seorang anak yatim yang kedua orang tuanya muslim hingga anak yatim itu tidak lagi memerlukan jaminannya, maka wajiblah surga bagi­nya.
Barang siapa yang memerdekakan seorang budak muslim, maka akan menjadi tebusan baginya dari neraka, setiap anggo­ta tubuh budak itu membebaskan setiap anggota tubuhnya.

Kemudian Imam Ahmad mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, bahwa ia pernah mendengar Ali ibnu Zaid mengatakan hadis ini, lalu Imam Ahmad menuturkan hadis yang semakna.
Hanya dalam riwayat ini disebutkan ‘dari seorang lelaki dari kalangan kaumnya’ yang dikenal dengan nama Malik atau Ibnu Malik, dan ditambahkan dalam riwayat ini:
Barang siapa yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya, lalu ia masuk neraka, maka ia adalah orang yang dijauhkan oleh Allah (dari rahmat-Nya).

Hadis lainnya Imam Ahmad mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Affan, dari Hammad ibnu Salamah, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Zaid, dari Zurarah ibnu Aufa, dari Malik ibnu Amr Al-Qusyairi bahwa ia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa yang memerdekakan seorang budak muslim, maka akan menjadi tebusannya dari neraka, karena sesungguhnya setiap tulang dari budak itu akan membebaskan setiap tulang (anggota tubuh)nya.
Dan barang siapa yang menjumpai salah seorang dari kedua orang tuanya, kemudian masih belum diberikan ampunan baginya, maka semoga ia dijauhkan oleh Allah (dari rahmat-Nya).
Dan barang siapa yang menjamin makan dan minum seorang anak yatim yang kedua orang tuanya muslim, hingga si anak yatim mendapat kecukupan dari Allah, maka wajiblah surga baginya.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj dan Muhammad ibnu Ja’far, keduanya mengatakan, telah menceri­takan kepada kami Syu’bah, dari Qatadah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Zurarah ibnu Aufa menceritakan hadis berikut dari Abu Malik Al-Qusyairi yang menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:
Barang siapa yang menjumpai kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya, kemudian ia masuk neraka sesudah itu, maka semoga ia dijauhkan dari (rahmat) Allah dan semoga Allah memhinasakannya."

Abu Daud At-Tayalisi telah meriwayatkan dari Syu’bah dengan sanad yang sama, tetapi di dalamnya ada beberapa tambahan lainnya.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Abu Awwanah, telah menceritakan kepada kami Suhail ibnu Abu Saleh, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Terhinalah seorang lelaki, terhinalah seorang lelaki, terhinalah seorang lelaki yang menjumpai salah seorang dari kedua orang tuanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut dalam jaminan­nya, lalu ia tidak masuk surga.

Dari Jalur ini hadis berpredikat sahih, mereka tidak mengetengahkannya selain Imam Muslim melalui Hadis Abu Awwanah, dan Jarir, dan Suiaiman ibnu Bilal, dari Suhail dengan sanad yang sama.

Hadis lainnya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepa­da kami Rab’i ibnu Ibrahim (saudara Ismail ibnu Ulayyah, dia lebih utama daripada saudaranya), dari Abdur Rahman ibnu Ishaq, dari Sa’id Ibnu Abu Sa’id, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Terhinalah seorang lelaki yang namaku disebut di hadapannya, lalu tidak membaca salawat untukku.
Dan terhinalah seorang lelaki yang memasuki bulan Ramadan, lalu keluar darinya, sedangkan ia masih belum mendapat ampunan baginya.
Dan terhinalah seorang lelaki yang menjumpai kedua orang tuanya telah berusia lanjut dalam jaminannya, lalu kedua orang tuanya itu tidak dijadikannya sebagai perantara buat dirinya untuk masuk surga.

Rab’i mengatakan,
"Saya merasa yakin bahwa dia (Abdur Rahman ibnu Ishaq) mengatakan pula, ‘Atau salah seorang dari kedua orang tuanya’."


Imam Turmuzi meriwayatkannya dari Ahmad ibnu Ibrahim Ad-Dauraqi, dari Rab’i ibnu Ibrahim, kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa ditinjau dari jalur ini hadis berpredikat garib.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Muhammad, telah menceri­takan kepada kami Abdur Rahman ibnul Gasil, telah menceritakan kepada kami Usaid ibnu Ali.
dari ayahnya, dari Abu Ubaid, dari Abu Usail (yaitu Malik ibnu Rabi’ah As-Sa’idi) yang menceritakan,
"Ketika saya sedang duduk di hadapan Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datanglah seorang lelaki dari kalangan Ansar.
Lalu lelaki itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah masih ada jalan bagiku untuk berbakti kepada kedua orang tuaku sepeninggal keduanya?’ Rasulullah ﷺ menjawab:
‘Ya, masih ada empat perkara, yaitu memohonkan rahmat bagi keduanya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksana­kan wasiat keduanya, dan menghormati teman-teman keduanya serta bersilaturahmi kepada orang yang tiada hubungan silaturahmi denganmu kecuali melalui kedua orang tuamu.
Hal itulah yang masih tersisa bagimu sebagai jalan baktimu kepada kedua orang tuamu sesudah mereka tiada’."

Imam Abu Daud dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melaui hadis Abdur Rahman ibnu Sulaiman (yaitu Ibnul Gasil) dengan sanad yang sama.

Hadis lainnya.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepa­da kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij, telah menceri­takan kepadaku Muhammad ibnu Talhah ibnu Ubaid illah ibnu Abdur Rahman, dari ayahnya, dari Mu’awiyah ibnu Jahimah As-Sulami, bahwa Jahimah pernah datang kepada Nabi ﷺ lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah, saya ingin berangkat berperang (di jalan Allah), dan saya datang untuk meminta nasihat darimu."
Rasulullah ﷺ balik bertanya,
"Apakah kamu masih mempunyai ibu?"
Jahimah menjawab,
"Ya."
Rasulullah ﷺ bersabda:
Rawatlah ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah telapak kakinya.
Kemudian diajukan pertanyaan yang serupa dan jawaban yang serupa untuk kedua kalinya hingga ketiga kalinya di tempat-tempat yang berlainan.


Imam Nasai dan Imam Ibnu Majah meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Juraij dengan sanad yang sama.

Hadis lain.


Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Khalaf ibnul Wahid, telah menceritakan kepada kami Ibnu Iyasy dari Yahya ibnu Sa’d, dari Khalid ibnu Ma’dan, dari Al-Miqdam ibnu Ma’di Kriba, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya Allah telah menitipkan kepada kalian ayah-ayah kalian, sesungguhnya Allah telah menitipkan kepada kalian ibu-ibu kalian, sesungguhnya Allah telah menitipkan kepada kalian ibu-ibu kalian, sesungguhnya Allah telah menitipkan kepada kalian ibu-ibu kalian, sesungguhnya Allah telah meni­tipkan kepada kalian keluarga kalian yang terdekat, kemudian yang dekat (hubungan) kekeluargaannya dengan kalian.

Ibnu Majah telah mengetengahkannya melalui hadis Abdullah ibnu Iyasy dengan sanad yang sama.

Hadis lain.


Ahmad telah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus, telah menceritakan kepada kami Abu Uwwanah, dari Asy’as ibnu Salim, dari ayahnya, dari seorang lelaki dari kalangan Nabi ﷺ dan mendengarkan beliau sedang berbicara dengan orang-orang.
Antara lain beliau bersabda:
Orang yang paling utama menerima uluran tangan(mu) ialah ibumu, bapakmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, kemudian saudaramu yang terdekat, lalu yang dekat (denganmu).

Unsur Pokok Surah Al Israa (الإسراء)

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan "Al Israa" yang berarti "memperjalankan di malam hari",
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Muhammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan "Bani Israil" artinya keturunan Israil, berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.

Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat "Bani Israil" pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

▪ Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat.
▪ Allah pasti memberi rezeki kepada manusia.
▪ Allah mempunyai nama-nama yang paling baik.
Alquran adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
▪ Adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

▪ Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia.
▪ Berzina.
▪ Mempergunakan harta anak yatim kecuali dengan cara yang dibenarkan agama.
▪ Ikut-ikutan baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan.
▪ Durhaka kepada ibu bapak.
▪ Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan takaran, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

▪ Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani Israil.

Lain-lain:

▪ Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya.
▪ Beberapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat.
▪ Petunjuk-petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat.
▪ Manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat-sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru.
▪ Persoalan roh.

Audio

QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Al-Israa (17) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Israa ayat 24 - Gambar 1 Surah Al Israa ayat 24 - Gambar 2 Surah Al Israa ayat 24 - Gambar 3
Statistik QS. 17:24
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Al Israa.

Surah Al-Isra’ (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, “Perjalanan Malam”) adalah surah ke-17 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti “memperjalankan di malam hari”.
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah 17
Nama Surah Al Israa
Arab الإسراء
Arti Perjalanan Malam
Nama lain Al-Subhan, Bani Israel
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 50
Juz Juz 15
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1560
Jumlah huruf 6440
Surah sebelumnya Surah An-Nahl
Surah selanjutnya Surah Al-Kahf
Sending
User Review
4.6 (16 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

17:24, 17 24, 17-24, Surah Al Israa 24, Tafsir surat AlIsraa 24, Quran Al Isra 24, Al-Isra' 24, Surah Al Isra ayat 24

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Al Israa

۞ QS. 17:1 • Sifat Kamal (sempurna) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Sami’ (Maha Pendengar)

۞ QS. 17:2 • Kewajiban dan keutamaan beriman pada kitab-kitabHikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 17:5 Sifat Iradah (berkeinginan)

۞ QS. 17:6 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:7 • Menanggung dosa orang lain • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:8 Ar Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:9 • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan

۞ QS. 17:10 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:12 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:13 • Lembaran catatan amal perbuatan • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:14 • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:15 Hukum alam • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 17:16 Hukum alam • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 17:17 Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:18 Sifat Iradah (berkeinginan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 17:19 • Keutamaan iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Pentingnya berbuat dengan teliti •

۞ QS. 17:20 Ar Rabb (Tuhan) • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:21 • Perbedaan derajat di surga • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 17:22 Tauhid Uluhiyyah • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:23 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:24 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:25 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 17:27 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:28 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:30 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:31 • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 17:36 • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:38 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:39 Tauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan) • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:40 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:41 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:42 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mendustai Allah

۞ QS. 17:43 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 17:44 • Ampunan Allah yang luas • Al Halim (Maha Penyabar) • Al Ghafur (Maha Pengampun)

۞ QS. 17:45 • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:46 Ar Rabb (Tuhan) • Allah menggerakkan hati manusia • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:47 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:48 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:49 • Cobaan kubur • Mengingkari hari kebangkitan

۞ QS. 17:50 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 17:51 • Kekuasaan Allah • Kiamat telah dekat • Mengingkari hari kebangkitan • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:52 • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:53 • Sifat iblis dan pembantunya • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 17:54 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:55 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:56 • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Kelemahan tuhan selain Allah

۞ QS. 17:57 • Memohon hanya kepada Allah • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Mengharap wasilah (kedudukan) • Peringatan Allah terhadap hambaNya

۞ QS. 17:58 • Kebenaran dan hakikat takdir • Penentuan takdir sebelum penciptaan • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 17:60 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Pohon zaqquum (terkutuk) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:63 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 17:64 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 17:65 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Wakil (Maha Penolong) • Menjaga diri dari syetan •

۞ QS. 17:66 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 17:67 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:68 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:69 • Kekuasaan Allah • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 17:70 • Dzul Fadhl (Pemilik keutamaan)

۞ QS. 17:71 • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Lembaran catatan amal perbuatan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 17:72 • Azab orang kafir • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 17:73 • Mendustai Allah

۞ QS. 17:75 • Siksaan sesuai dengan tingkat perbuatannya

۞ QS. 17:76 • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 17:78 • Pertemuan malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang

۞ QS. 17:79 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:80 Ar Rabb (Tuhan) • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 17:84 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 17:85 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Hakikat ruh

۞ QS. 17:86 • Kekuasaan Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 17:87 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:89 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:90 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:91 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:92 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:93 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:94 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:95 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:96 Al Bashir (Maha Melihat) • Al Khabir (Maha Waspada) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 17:97 Al Hadi (Maha Pemberi petunjuk) • Al Wali (Maha Pelindung) • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 17:98 • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 17:99 • Kekuasaan Allah • Al Qaadir (Maha Kuasa) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:100 • Santunan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:102 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 17:103 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 17:104 • Kekuasaan Allah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 17:107 • Cacian Allah terhadap orang kafir

۞ QS. 17:108 • Allah menepati janji • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 17:110 • Meminta dengan menyebut nama Allah • Berdoa dengan Asma’ul Husna • Al Rahman (Maha Pengasih)

۞ QS. 17:111 Tauhid Uluhiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat Mukhalafah (berbeda dengan makhluk) • Segala sesuatu milik Allah • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

Ayat Pilihan

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah,
niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
QS. An-Nahl [16]: 18

Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. At-Taubah [9]: 103

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau & main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,
kalau mereka mengetahui.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 64

Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya,
pasti Allah mengetahui.

Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit & apa-apa yang ada di bumi.
Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Ali ‘Imran [3]: 29

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan.

Benar! Kurang tepat!

Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Kekhalifahan Rasyidin adalah kekhalifahan yang berdiri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, atau tahun 11 H. Kekhalifahan ini terdiri atas empat khalifah pertama dalam sejarah Islam, yang disebut sebagai Khulafaur Rasyidin.

+

Array

Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #20
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #20 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #20 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Kamus

isytiak

Apa itu isytiak? isy.ti.ak perasaan tertarik hati seorang hamba kepada Allah ketika berkomunikasi dengan-Nya untuk mendapatkan kenikmatan … •

Mesir

Di mana itu Mesir? Mesir, nama resmi Republik Arab Mesir adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan sebagai negara maju di Afrika....

Ahlulbait as

Siapa itu Ahlulbait as? Ahlulbait as (bahasa Arab:أهل البيت) berarti keluarga nabi yang mulia. Ahlulbait ini merupakan gelar khusus untuk beberapa orang dari keluarga dan sanak famili Nabi Muh...