QS. Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 20 [QS. 17:20]

کُلًّا نُّمِدُّ ہٰۤؤُلَآءِ وَ ہٰۤؤُلَآءِ مِنۡ عَطَآءِ رَبِّکَ ؕ وَ مَا کَانَ عَطَـآءُ رَبِّکَ مَحۡظُوۡرًا
Kulaa numiddu ha’ulaa-i waha’ulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaa-u rabbika mahzhuuran;

Kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu.
Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
―QS. 17:20
Topik ▪ Kedahsyatan hari kiamat
17:20, 17 20, 17-20, Al Israa 20, AlIsraa 20, Al Isra 20, Al-Isra’ 20

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 20

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 20. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian dari pada itu Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa kepada kedua golongan itu akan dilimpahkan kemurahan Nya.
Maksudnya baik golongan yang mencintai kehidupan duniawi, ataupun golongan yang lebih menyukai kebahagiaan akhirat dan akan merasakan kemurahan Tuhan di dunia ini secara sama, mereka akan diberi rezeki dan dibiarkan memperkembangkan keturunan, karena kemurahan Tuhan Yang Maha Luas tidak terhalang karena ingkarnya seseorang kepada Nya.
Karena itulah kedua golongan itu sama-sama dapat mencicipi kelezatan hidup di dunia, sesuai dengan usaha mereka masing-masing.
Akan tetapi kedua golongan itu tidaklah akan merasakan kasih sayang Allah yang sama.
Mereka yang mengutamakan kehidupan dunia, akan memasuki neraka Jahanam sebagai tempat yang pantas untuk mereka sedangkan mereka yang lebih mengutamakan kehidupan akhirat, akan memasuki surga sebagai tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan yang tiada putusnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Kami akan mengulurkan pemberian kepada kedua golongan itu jika mereka telah melakukan segala upaya yang menyebabkan karunia Tuhan di dunia diberikan.
Karunia Tuhan di dunia tidak tertutup bagi setiap orang, Mukmin atau kafir, selama mereka melakukan upaya-upaya penyebabnya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kepada masing-masing) dari kedua golongan itu (Kami membantu) memberikan bantuan (baik kepada golongan ini maupun golongan itu) kalimat ayat ini menjadi badal (dari) bertaalluq kepada lafal numiddu (kemurahan Rabbmu) di dunia (Dan tiadalah kemurahan Rabbmu) di dunia ini (dapat dihalangi) artinya tiada seorang pun yang terhalang dari kemurahan-Nya itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tiap-tiap golongan dari orang-orang yang beramal untuk dunia yang fana, dan orang-orang yang beramal untuk akhirat yang abadi, Kami tambahkan kepadanya dari rizki Kami.
Kami berikan rizki kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang yanfg kafir di dunia ; karena rizki itu dari pemberian Rabbmu sebagai karunia dari-Nya.
Dan pemberian Rabbmu itu tidak dihalangi dari seorang pun, baik ia beriman maupun kafir.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Kepada masing-masing.

Maksudnya, kepada tiap-tiap orang dari kedua golongan itu, yakni golongan yang mengharapkan dunia dan golongan yang mengharapkan akhirat, Kami berikan bantuan kepadanya,

…dari kemurahan Tuhanmu.

Yakni Dialah yang mengatur lagi memutuskan yang tidak pernah aniaya dalam keputusan-Nya.
Maka Dia memberikan kepada tiap-tiap orang apa yang berhak diterimanya, yakni nasib bahagia dan nasib celakanya.
Tiada yang dapat menolak keputusan-Nya, tiada yang dapat mencegah apa yang diberikan-Nya, dan tiada yang dapat mengubah apa yang dike-hendaki-Nya.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman dalam ayat selanjutnya:’

Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.

Artinya, tiada seorang pun yang dapat mencegahnya dan tiada seorang pun yang dapat menolak apa yang dikehendaki-Nya.

Qatadah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
(Al Israa’:20) Bahwa yang dimaksud dengan mahzura ialah dikurangi.

Sedangkan menurut Al-Hasan dan lain-lainnya, makna yang dimaksud ialah dicegah.


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Israa (17) ayat 20 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Israa (17) ayat 20 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Israa (17) ayat 20 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.6
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-20







Pembahasan ▪ al isro ayat 17 ▪ Makna surah al isro ▪ qs al isra 20 ▪ surah 17 ayat 20 ▪ surah al isra ayat 20

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta