Al Israa (Perjalanan Malam) – surah 17 ayat 2 [QS. 17:2]

وَ اٰتَیۡنَا مُوۡسَی الۡکِتٰبَ وَ جَعَلۡنٰہُ ہُدًی لِّبَـنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ اَلَّا تَتَّخِذُوۡا مِنۡ دُوۡنِیۡ وَکِیۡلًا ؕ
Waaatainaa muusal kitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila alaa tattakhidzuu min duunii wakiilaa;

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman):
“Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
―QS. 17:2
Topik ▪ Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka
17:2, 17 2, 17-2, Al Israa 2, AlIsraa 2, Al Isra 2, Al-Isra’ 2

Tafsir surah Al Israa (17) ayat 2

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Israa (17) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan kitab Taurat kepada Musa as dan menjadikannya sebagai pedoman bagi Bani Israil.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh Musa as agar mengatakan kepada kaumnya: “Janganlah kamu mengambil selain Allah sebagai penolong yang memberikan perlindungan dan menyelesaikan urusan-urusan kamu.
Larangan yang ditujukan kepada kaumnya itu adalah larangan yang juga pernah disampaikan oleh Rasul-rasul sebelumnya dengan perantaraan wahyu-Nya yang mengandung pula perintah agar manusia menyembah kepada Allah semata dan larangan menyerikatkan sesuatu yang lain dengan Dia.
Juga larangan meminta bantuan dalam segala urusan kecuali kepada-Nya.

Menyebutkan kitab Taurat yang diturunkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Musa as, sebagai pedoman untuk kaumnya adalah untuk memberikan pengertian kepada kaum Muslimin, bahwa di antara tugas-tugas para Rasul ialah menyampaikan agama tauhid, sebagaimana tugas Nabi ﷺ kepada mereka, dan untuk mengingatkan mereka agar jangan meniru umat dahulu, yang setelah ditinggal oleh Rasul-rasul, mereka membuat-buat takwilan firman-firman Allah menurut kehendak Nya, dan mereka bergelimang dalam lembah kemurkaan Allah dan kesesatan yang nyata.

Itulah sebabnya maka Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan keistimewaan Musa as dan kelebihan Bani Israil dari bangsa-bangsa lain yang ada pada masa itu berulang kali di dalam Alquran dam menyebutkan pula nikmat Allah yang diberikan kepada mereka, dengan maksud agar hati nurani mereka tergugah, lalu kembali ke jalan yang benar, dan bernaung di bawah petunjuk-Nya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya Bayt al-Maqdis telah dihuni oleh Bani Israil setelah Musa hingga akhirnya mereka membuat kerusakan di sana dan terusir.
Padahal Kami telah memberikan Tawrat kepada Musa yang berisikan petunjuk bagi mereka.
Kami berfirman kepada mereka, “Janganlah kalian serahkan segala perkara kalian kepada selain Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
(Dan Kami berikan kepada Musa kitab) yakni kitab Taurat (dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel) dengan firman:
(“Janganlah kalian mengambil penolong selain Aku”) di mana mereka menyerahkan semua perkara mereka kepada-Nya.
Menurut suatu qiraat lafal tattakhidzuu dibaca yattakhidzuu dengan versi ungkapan iltifat, dan huruf an adalah zaidah, sedangkan makna al-qaul diperkirakan keberadaannya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sebagaimana Allah memuliakan Muhammad dengan Isra, demikian pula Dia memuliakan Musa dengan memberikan Taurat kepadanya, dan menjadikan Taurat itu sebagai penjelas bagi kebenaran dan petunjuk bagi Bani Israil, yang berisikan larangan terhadap mereka dari menjadikan selain Allah sebagai penolong atau sembahan yang kepadanyalah mereka menyerahkan urusan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Setelah Allah menyebutkan bahwa Dia telah memperjalankan hamba-Nya—Nabi Muhammad ﷺ— di suatu malam, lalu Dia mengiringinya dengan kisah Musa yang juga sebagai hamba, rasul, dan orang yang pernah diajak bicara langsung oleh-Nya.
Dalam Al-Qur’an sering Allah menyebutkan kisah tentang Musa dan Nabi Muhammad ﷺ secara beriringan, demikian juga penuturan tentang Taurat dan Al-Qur’an.
Karena itulah setelah menyebutkan peristiwa Isra, Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Dan Kami berikan kepada Musa kitab.

Yang dimaksud adalah kitab Taurat.

…dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kalian mengambil…”

Maksudnya janganlah kalian menjadikan.

…penolong selain Aku.”

Yakni pelindung, penolong, dan sembahan selain Aku.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala.
selalu menurunkan kepada setiap nabi yang diutus-Nya firman­Nya mengatakan, “Sembahlah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.”


Informasi Surah Al Israa (الإسراء)
Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah.
Dinamakan dengan “Al Israa” yang berarti “memperjalankan di malam hari”,
berhubung peristiwa lsraa’ Nabi Mu­ hammad ﷺ di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini.

Penuturan cerita lsraa’ pada permulaan surat ini, mengandung isya­rat bahwa Nabi Muhammad ﷺ beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar.

Surat ini dinamakan pula dengan “Bani lsrail” artinya keturunan Israil” berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat ya’ni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani lsrail yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena me­ nyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta’ala
Dihubungkannya kisah ‘Israa’ dengan riwayat “Bani Israil” pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagai­ mana halnya Bani lsrail, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Keimanan:

Allah tidak mempunyai anak baik berupa manusia ataupun malaikat
Allah pasti memberi rezki kepada manusia
Allah mempunyai nama-nama yang paling baik
Al Qur’an adalah wahyu dari Allah yang memberikan petunjuk, penawar dan rah­mat bagi orang-orang yang beriman
adanya padang Mahsyar dan hari berbangkit.

Hukum:

Larangan-larangan Allah tentang: menghilangkan jiwa manusia
berzina
memper­ gunakan harta anak yatirn kecuali dengan cara yang dibenarkan agama
ikut-ikut­an baik dengan kata-kata maupun dengan perbuatan
durhaka kepada ibu bapa
Perintah Allah tentang: memenuhi janji dan menyempurnakan timbangan dan ta­karan, melakukan shalat lima waktu dalam waktunya.

Kisah:

Kisah Israa’ Nabi Muhammad ﷺ, beberapa kisah tentang Bani lsrail.

Lain-lain:

Pertanggungan jawab manusia masing-masing terhadap amal perbuatannya
bebe­rapa faktor yang menyebabkan kebangunan dan kehancuran suatu umat
petunjuk­ petunjuk tentang pergaulan dengan orang tua, tetangga dan masyarakat
manusia makhluk Allah subhanahu wa ta’ala yang mulia, dalam pada itu manusia mempunyai pula sifat­ sifat yang tidak baik seperti suka ingkar, putus asa dan terburu-buru
dan persoalan roh.

Audio

Qari Internasional

Al Israa (17) ayat 2 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Al Israa (17) ayat 2 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Al Israa (17) ayat 2 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al Israa - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Al-Isra' (bahasa Arab:الإسرا, al-Isrā, "Perjalanan Malam") adalah surah ke-17 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini dinamai dengan Al-Isra yang berarti "memperjalankan di malam hari".
Surah ini dinamakan pula dengan nama Surah Bani Israel dikaitkan dengan penuturan pada ayat ke-2 sampai dengan ayat ke-8 dan kemudian dekat akhir surah yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104 di mana Allah menyebutkan tentang Bani Israel yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah subhanahu wa ta'ala.
Dihubungkannya kisah Isra dengan riwayat Bani Israel pada surah ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israel, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.

Nomor Surah17
Nama SurahAl Israa
Arabالإسراء
ArtiPerjalanan Malam
Nama lainAl-Subhan, Bani Israel
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu50
JuzJuz 15
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1560
Jumlah huruf6440
Surah sebelumnyaSurah An-Nahl
Surah selanjutnyaSurah Al-Kahf
4.6
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/17-2







Pembahasan ▪ Al isra ayat 2 ▪ alisra 2 artinya ▪ surah 17:2

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta